13 Cara Mempercepat Loading Website WordPress
access_time
hourglass_empty
person_outline

13 Cara Mempercepat Loading Website WordPress

Semua pemilik website pasti ingin websitenya bisa diakses dengan cepat, mudah, dan tanpa masalah. Situs yang berfungsi optimal bisa menjadi cara yang efektif untuk lebih unggul dari kompetitor. Dalam artikel ini, kami akan berbagi tips seputar cara mempercepat loading website WordPress Anda.

Pentingnya Kecepatan Website Saat Ini

Menurut Kissmetrics, 40% pengunjung akan meninggalkan website yang mereka buka jika waktu loadingnya melebihi 3 detik. Di perangkat seluler, bounce rate-nya bahkan lebih tinggi, yaitu 53%, yang berarti separuh dari seluruh audiens akan batal mengunjungi situs Anda jika loadingnya lambat.

Selain itu, Anda juga bisa mengalami kerugian lain karena masalah ini:

  • Trafik website menurun — menunggu itu menyebalkan, dan loading situs yang lambat sudah pasti akan berujung pada menurunnya trafik.
  • Kesan pertama menjadi buruk — waktu loading yang lambat bisa membuat pengunjung merasa bahwa Anda tidak serius mengelola website dan merek yang direpresentasikannya.
  • Tingkat konversi menurun — jika Anda punya situs ecommerce, user experience yang buruk bisa membuat konsumen batal membeli produk Anda.
  • Terganggunya peringkat di mesin pencarian — mesin pencarian tidak suka website yang waktu loadingnya lama, jadi, situs Anda mungkin tidak akan mendapat peringkat tinggi di SERP.

Sejak internet menjadi lebih cepat, pengguna web juga cenderung menjadi lebih tidak sabaran. Setiap milidetik terasa berharga untuk mendapatkan pengunjung baru.  Jadi, setiap aspek website Anda juga harus mampu merespons input pengguna dengan cepat.

Nah, untuk mengoptimalkan website, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mempercepat proses loadingnya. Jadi, sekarang mari cari tahu beberapa cara umum untuk mempercepat loading WordPress Anda.

Cek Kecepatan Website Terlebih Dahulu

Ada banyak sekali tool berguna yang bisa membantu Anda mengukur performa situs, salah satunya adalah GTmetrix. Untuk pengujian dan pelaporan dasar, versi gratis tool ini menyediakan banyak fitur canggih. Anda juga bisa membeli GTmetrix PRO untuk mendapatkan fitur filter dan grafik laporan tambahan mulai dari $14,95 per bulan.

Jika ingin mengecek performa situs terhadap situs lainnya, Anda bisa mengunjungi Pingdom.

GTmetrix sebagai cara mempercepat loading website

Perlu second opinion? Baca artikel kami tentang 20 tool gratis untuk menguji kecepatan website guna mendapatkan informasi selengkapnya.

13 Cara Mudah untuk Mempercepat Loading WordPress

Menurut MachMetrics, waktu loading yang ideal adalah tiga detik atau kurang. Jika lebih lama, website Anda harus segera dioptimalkan.

Berikut ini adalah cara mempercepat loading WordPress yang bisa Anda lakukan.

1. Perbarui WordPress dan PHP ke Versi Terbaru

Cara paling mudah dan paling dasar untuk mempercepat loading website WordPress adalah dengan memperbarui CMS. Pembaruan dirilis secara rutin dan memberikan peningkatan terbaru, yang biasanya juga mencakup peningkatan kecepatan.

WordPress menyediakan cara mudah untuk memperbarui website melalui dasbor admin, yaitu di bagian Updates. Jika tidak punya kredensial untuk mengakses area admin, artikel ini menjelaskan cara lain untuk memperbarui WordPress.

Memperbarui WordPress sebagai cara mempercepat loading website

Untuk PHP, situs Anda sekarang seharusnya menggunakan versi 7.4. Peningkatan performa yang Anda dapatkan dengan bermigrasi dari PHP 5 ke PHP 7 akan cukup signifikan karena versi ini menyediakan pengoptimalan memori yang lebih baik.

Jika ingin mengubah versi PHP, cukup gunakan hPanel. Tapi, sebaiknya gunakan versi PHP yang paling baru dan stabil karena Anda bisa memanfaatkan fitur dan peningkatan terbarunya.

Mengubah versi PHP menggunakan hPanel

Sayangnya, ada satu hal penting yang harus Anda ingat: kurangnya backward compatibility (kompatibilitas mundur) PHP 7.x. Ini berarti Anda tidak bisa menggunakan plugin dan tema tertentu, termasuk yang sebelumnya berfungsi tanpa masalah di PHP 5. Untuk mengecek apakah website Anda saat ini menggunakan plugin atau tema semacam ini, silakan gunakan plugin WordPress PHP Compatibility Checker.

2. Sajikan Konten Melalui HTTP/2

Belum menggunakan HTTP/2? Sebaiknya mulai gunakan sekarang juga. Protokol HTTP/2 mendukung multiplexing superior, paralelisme, dan kompresi HPACK yang menjadikannya lebih baik dari pendahulunya. Untuk menerapkan HTTP/2, aktifkan HTTPS terlebih dahulu. Untungnya, HTTP/2 berhasil menyingkirkan overhead TLS yang biasanya diperlukan saat menggunakan HTTPS.

Protokol ini menjadikan website lebih cepat dan lebih aman dalam berbagai hal. Contohnya, jika menggunakan fitur push server, Anda bisa menghentikan siklus permintaan/respons HTTP dengan mengambil file tertentu, bahkan sebelum HTML diurai. Elemen impor seperti logo, banner, dan CSS pun akan muncul lebih dulu dibanding elemen lain.

3. Hapus Plugin dan Tema yang Tidak Perlu

WordPress menyediakan cara mudah untuk memaksimalkan fungsi situs menggunakan plugin dan tema. Meski begitu, performa website akan menjadi lambat dengan banyaknya plugin dan tema yang digunakan.

Untuk mengatasinya, hapus atau nonaktifkan plugin dan tema yang tidak digunakan. Atur situs Anda agar tetap bersih dan rapi dengan mempertahankan hal-hal yang mendukung fungsionalitasnya saja. Dengan demikian, kecepatan website WordPress Anda pasti akan meningkat.

Baca juga panduan kami tentang cara menginstal dan meng-uninstal plugin WordPress.

4. Minimalkan Skrip CSS, HTML, dan JavaScript

Cara ini cukup optimal untuk mempercepat loading website WordPress. Biasa disebut minification, teknik ini akan memperkecil ukuran file dan skrip front-end (HTML, CSS, JS) dengan menghapus komentar dan format file yang tidak diperlukan. Lebih baiknya lagi, proses ini tidak akan memengaruhi performa website Anda.

Untuk langkah ini, Anda bisa menggunakan plugin WordPress seperti Autoptimize dan W3 Total Cache. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca tutorial kami.

Minify CSS, JS dan HTML untuk mempercepat WordPress

5. Aktifkan Kompresi Gzip

Dengan cara ini, Anda bisa mengurangi waktu pengambilan data website dari server ke browser pengunjung. Dengan kata lain, kecepatan loading website Anda akan meningkat.

Ada banyak tool pengujian kompresi Gzip gratis seperti CleverStat dan GiftOfSpeed yang bisa mengecek apakah situs Anda sudah mengaktifkan fitur ini. Jika belum, gunakan plugin WordPress lain atau modifikasi file .htaccess dan tambahkan kode berikut untuk mengaktifkannya:

<IfModule mod_deflate.c>
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/javascript
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/x-icon
  AddOutputFilterByType DEFLATE text/svg+xml
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-truetype
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-ttf
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-otf
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-opentype
  AddOutputFilterByType DEFLATE application/vnd.ms-fontobject
  AddOutputFilterByType DEFLATE font/ttf
  AddOutputFilterByType DEFLATE font/otf
  AddOutputFilterByType DEFLATE font/opentype
# For Older Browsers Which Can't Handle Compression
  BrowserMatch ^Mozilla/4 gzip-only-text/html
  BrowserMatch ^Mozilla/4\.0[678] no-gzip
  BrowserMatch \bMSIE !no-gzip !gzip-only-text/html
</IfModule>

Untuk lebih lengkapnya, silakan baca artikel kami guna mencari tahu tentang penggunaan kompresi Gzip.

6. Optimalkan Gambar

Memang, gambar yang indah bisa membuat konten terlihat lebih berkesan. Tapi, apakah Anda sadar bahwa gambar bisa memperlambat website? Situs yang memiliki banyak gambar kemungkinan akan mengalami masalah ini. Ya, gambar berkualitas tinggi perlu waktu loading yang lebih lama, dan akhirnya memperlambat situs Anda.

Ada dua cara untuk memperkecil ukuran gambar tanpa menurunkan kualitasnya: gunakan plugin pengoptimalan gambar WordPress, atau atur ukuran gambar. Untuk cara pertama, Anda bisa menggunakan plugin WordPress yang bernama Smush. Untuk mengatur ukuran gambar, silakan baca selengkapnya di halaman ini.

Optimasi gambar menggunakan Smush

7. Bagi Konten Panjang menjadi Beberapa Halaman

Cara lain untuk mempercepat loading website WordPress adalah dengan menggunakan pagination. Anda bisa menerapkannya pada kolom komentar serta postingan dan halaman yang memiliki banyak konten. Dengan membaginya, Anda bisa menghindari pemborosan bandwidth situs dan pengunjung pun tidak kebingungan dengan banyaknya informasi.

Pagination sebagai cara mempercepat loading website wordpress

Cara Menerapkan Pagination pada Kolom Komentar WordPress

  1. Dari dasbor WordPress, buka Settings -> Discussion.
  2. Di halaman Discussion Settings, atur jumlah maksimal komentar per halaman dan urutan tampilannya.Mengatur jumlah maksimal komentar per halaman dan urutan tampilannya
  3. Setelah selesai, scroll ke bawah dan klik Save Changes.

Menerapkan Pagination pada Postingan WordPress di Gutenberg Block Editor

Ada dua cara lain untuk menerapkan pagination pada postingan: manual atau menggunakan plugin WordPress.

  1. Arahkan kursor ke area yang ingin dibagi, lalu klik ikon plus.Menerapkan pagination ke halaman dengan Gutenberg Editor
  2. Cari “Page Break“, lalu klik opsi tersebut.Contoh hasil menambahkan page break di postingan WordPress

Jika ingin menerapkan teknik ini ke semua postingan dan halaman secara otomatis, ada banyak sekali plugin gratis WordPress yang bisa membantu Anda, seperti WP-Paginate dan WP-PageNavi. Cukup tetapkan batas kata minimal untuk menentukan area pagination, dan taraaa! Plugin ini akan menyelesaikan semuanya.

8. Aktifkan Caching

Caching adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat loading WordPress. Oleh mesin caching, informasi yang sering digunakan akan disimpan pada hard disk client sehingga browser tidak perlu mengambilnya lagi dari server.

Ada banyak sekali plugin caching untuk mempercepat loading WordPress, di antaranya adalah WP Super Cache dan W3 Total Cache. Silakan baca panduan kami untuk menentukan mana yang paling baik untuk Anda.

Anda juga bisa menggunakan LiteSpeed Cache untuk mengoptimalkan website. Plugin ini menyediakan fitur seperti pengoptimalan gambar, minification CSS, JavaScript, dan HTML, cleaner dan optimizer database, serta banyak lainnya.

9. Gunakan CDN

CDN (Content Delivery Network), atau Jaringan Pengiriman Konten, adalah jaringan server data yang tersebar secara geografis. Tujuannya adalah mengurangi latensi, yang kemudian akan meningkatkan kecepatan penyajian konten.

Mengaktifkan CDN di website Anda akan membagi konten statis ke setiap server data dalam jaringan. Setiap permintaan data yang diterima web server kemudian ditransfer ke server data yang paling dekat dengan lokasi client. Ada banyak penyedia CDN yang bisa Anda gunakan, salah satunya adalah Cloudflare.

10. Optimalkan Database

Database terkadang menyimpan data tidak berguna seperti komentar spam dan draf lama sehingga harus rutin dibersihkan. Seperti meng-uninstal plugin dan tema yang tidak digunakan, menghapus data ini bisa mempercepat loading website WordPress Anda.

Anda bisa melakukan tugas ini dengan menginstal plugin pengoptimalan database WordPress seperti WP-Optimize dan Advanced Database Cleaner. Plugin ini akan otomatis menghapus data yang tidak diperlukan dari database Anda, serta mengompresi tabel dan gambar pada waktu tertentu.

11. Gunakan Kompresi Brotli

Algoritme kompresi Brotli dari Google disebut bisa mengalahkan Gzip dalam hal mengefisienkan ukuran.

Brotli vs Gzip sebagai cara mempercepat website wordpress

Untuk menggunakan Brotli, Anda harus mengaktifkannya di server origin. Namun, karena masih dalam pengembangan, tidak semua browser bisa mendukung Brotli. Anda bisa menerapkan mekanisme fallback agar browser yang didukung nantinya meminta aset Brotli, sementara browser yang tidak didukung akan meminta aset Gzip.

Seperti GZIP, hanya gunakan Brotli untuk mengompresi HTML, CSS, JavaScript, dan file teks lainnya. File biner seperti JPEG dan MP4 justru bisa menjadi lebih besar. Kunjungi Sitepoint untuk membaca artikel lengkap tentang cara menerapkan Brotli di server origin serta mengukur dampak kompresi Brotli pada situs WordPress.

12. Gunakan Petunjuk Resource

Petunjuk resource mempercepat penyajian konten dengan mengoptimalkan cara resource dimuat. Dengannya, browser pengguna akan mengunduh file meskipun belum benar-benar dibutuhkan. Contohnya, “preload” memungkinkan developer memprioritaskan resource tertentu, lalu “prefetch” memerintahkan browser pengguna untuk mengunduh resource saat stand by.

Dengan demikian, proses yang diperlukan untuk memuat halaman pun menjadi lebih sedikit, dan respons terhadap input pengguna akan terasa lebih cepat. WordPress memperkenalkan dukungan untuk petunjuk resource pada 2016 dengan WordPress 4.6. Jika masih menggunakan versi lama WordPress, tingkatkan sekarang juga.

13. Gunakan Format Gambar Modern seperti WebP

File JPEG dan GIF kini mulai jarang digunakan. Format gambar baru seperti FLIF, WebP, dan HEIF menggunakan algoritme kompresi inovatif untuk menyajikan gambar berkualitas dengan ukuran yang lebih kecil. Jadi, menggunakan format ini bisa mempercepat loading website WordPress Anda.

Sayangnya, tidak semua browser mendukung format ini, jadi Anda harus memiliki format alternatif untuk beberapa pengguna. Nah, WebP bisa menjadi opsi yang tepat karena didukung oleh banyak browser, dan kabarnya browser yang saat ini belum mendukungnya akan segera melakukannya. Jika ingin mencari tahu browser apa saja yang mendukung format gambar baru ini, silakan gunakan tool Can I Use.

Jika belum ingin mencoba format gambar ini, Anda harus memastikan bahwa gambar di website Anda sudah dioptimalkan dengan benar.

Tutorial Lain terkait Cara Mempercepat Loading Website WordPress

Selain 13 cara yang sudah kami jelaskan di sini, masih ada beberapa tutorial lain yang bisa Anda coba untuk mempercepat loading website WordPress:

Kesimpulan

Memiliki website yang lambat adalah kesalahan fatal yang harus dihindari semua webmaster. Apabila masalah ini terus dibiarkan, website dan merek yang Anda hadirkan kepada pengunjung bisa saja meninggalkan kesan buruk.

Sebagai kesimpulan, kami akan meringkas langkah-langkah dalam tutorial ini tentang cara mempercepat loading WordPress:

  1. Perbarui WordPress dan PHP ke Versi Terbaru
  2. Sajikan Konten Melalui HTTP/2
  3. Hapus Plugin dan Tema yang Tidak Perlu
  4. Minimalkan Skrip CSS, HTML, dan JavaScript
  5. Aktifkan Kompresi Gzip
  6. Optimalkan Gambar
  7. Bagi Konten Panjang menjadi Beberapa Halaman
  8. Aktifkan Caching
  9. Gunakan CDN
  10. Optimalkan Database
  11. Gunakan Kompresi Brotli
  12. Gunakan Petunjuk Resource
  13. Gunakan Format Gambar Modern seperti WebP

Semoga tutorial ini bisa membantu Anda mempercepat website WordPress Anda! Untuk membaca informasi selengkapnya tentang tips dan trik serta panduan yang lebih mendetail mengenai WordPress, silakan baca tutorial WordPress kami.

Penulis

Author

Ariata C. / @ariata

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tutorial terkait

Author

karpet lantai Balas

January 22 2018

nanya ya GAN, misalkan saya pake plugin wp-smush untuk compres image lalu setelah selesai image tersebut di compres, wp-smusnya saya non aktifkan/copot. apakah ukuran gambarnya kembali kembali lagi sebelum di compres mohon, penjelasannya TERIAMKASIH

    Author

    Syafiq

    Dibalas pada June 01 2018

    Setahu saya untuk gambar yang sudah dikompress akan tetap ada meski pluginnya dinonaktifkan.

      Author

      geya

      Dibalas pada June 17 2018

      ukuran gambar dalam sebuah website tentu menentukan loading website....

        Author

        ariata

        Dibalas pada July 04 2018

        Benar sekali, Pak. Gambar yang memiliki ukuran terlalu besar akan memengaruhi kecepatan loading website. Untuk itu, disarankan memanfaatkan plugin WordPress untuk mengoptimasi gambar, seperti plugin Smush Image Compression and Optimization. Bapak juga bisa membaca tutorial Hostinger yang lain terkait optimasi gambar, yaitu Meningkatkan Performa Website – Menggunakan Gambar Progressive JPEG. Terima kasih :)

          Author

          Karpet Lantai

          Dibalas pada July 08 2018

          berapa masa umurnya ya mas,, untuk next update...???

          Author

          ariata

          Dibalas pada July 11 2018

          Apakah maksudnya update WordPress? Kalau iya, biasanya akan ada notifikasi atau pemberitahuan untuk update :)

Author

Blog88 Balas

June 06 2018

mana yag lebih bagus WP-Rocket atau W3 Total Cache untuk mempercepat loading wordpress?

    Author

    ariata

    Dibalas pada July 04 2018

    Selamat siang, WP-Rocket vs W3 Total Cache, keduanya sama-sama bagus. Hanya saja, WP-Rocket menawarkan penginstallan dan konfigurasi yang lebih mudah dibanding W3 TOtal Cache. Tentu saja ini keunggulan buat pemula yang masih awam di dunia WordPress. Selain itu, WP-Rocket juga bisa meningkatkan kecepatan website dengan mengurangi waktu loading. Sayangnya, WP-Rocket berbayar. Tapi tetap saja plugin ini layak untuk diinstall. Di sisi lain, W3 Total Cache bisa Anda install dengan gratis. Namun, pengaturan dan konifigurasinya cukup sulit untuk pemula. Tidak sama seperti WP-Rocket yang pengelolaannya tidak mengharuskan Anda untuk menguasai istilah teknis dan bahasa pemrograman, untuk menggunakan W3 Total Cache, Anda harus paham benar segala sesuatu terkait website. Akan tetapi, W3 Total Cache bisa dikustomisasi sesuai keinginan dan kebutuhan Anda. Semoga penjelasan singkat ini bisa membantu :)

Author

Wallpaper Custom Balas

August 14 2018

terimakasih banyak atas pencerahannya gan..

Author

Dwi Wahyudi Balas

January 10 2020

Wah pas lagi nyari artikel tentang ini, ma kasih banyak Kak buat infonya. Langsung dipraktekin nih...

Author

Ali Rochmad Balas

February 02 2020

Penulisanya mudah dipahami. Dan saya pun sudah mendapatkan jawaban dri pertanayaan saya. Thanks

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!