Apa Itu Plugin? Pengertian dan Fungsi Plugin di WordPress

Apa Itu Plugin? Pengertian dan Fungsi Plugin di WordPress

Apa itu plugin?

Plugin adalah software yang menambahkan fitur tertentu pada suatu program tanpa mengharuskan Anda mengubah program itu sendiri.

Terkadang, tool ini juga disebut sebagai add-on atau extension. Di WordPress sendiri, sotware ini memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan fungsionalitas website.

Nah, dalam tutorial kali ini, Anda akan mempelajari pengertian plugin WordPress, fungsinya, serta hal-hal lain yang terkait dengannya. Selamat membaca!

Pengertian Plugin WordPress

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, plugin merupakan tool untuk menambahkan fitur tertentu pada suatu program atau website. Plugin WordPress adalah ekstensi yang ditambahkan ke website WordPress untuk memodifikasi dan mengembangkan fungsi utamanya.

WordPress menyediakan ribuan opsi, baik yang berbayar maupun gratis. Mengaktifkan opsi yang sesuai tak hanya mengembangkan fungsionalitas situs dan memperbaiki user experience (UX) website, tapi juga mempermudah aktivitas dan pekerjaan Anda.

Fungsi Plugin

Plugin berfungsi untuk menyediakan fitur yang bisa mengubah atau memodifikasi kemampuan suatu program. Di WordPress, Anda bisa menggunakannya untuk mengubah kode asli situs tanpa perlu mengeditnya sendiri. Cukup unduh dan instal, lalu website Anda bisa menjadi toko online, majalah online, portofolio online, atau bahkan kursus online!

Sebagai contoh, ada WooCommerce untuk membuat toko online, dan ada Bookly untuk membuat sistem reservasi online. Atau, ada Envira yang pastinya menjadi favorit para fotografer yang punya website fotografi.

Kemudian, ada juga yang hanya bekerja di balik layar. Tool ini berfungsi untuk mengoptimalkan performa dan cara kerja website. Contohnya adalah WPSmush untuk mengompresi gambar, W3 Total Cache untuk menaikkan performa situs, dan WordFence untuk meningkatkan sistem keamanan website.

Pertanyaan Umum seputar Plugin WordPress

Setelah mengetahui apa itu plugin dan fungsinya, Anda mungkin sedikit memiliki beberapa pertanyaan seputar plugin WordPress. Nah, berikut adalah jawaban kami untuk pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang tool ini.

1. Di mana saya bisa download plugin WordPress?

Ada banyak marketplace dan website untuk download plugin WordPress. Meski demikian, Anda tetap harus berhati-hati dalam memilih situs atau marketplace tersebut. Sebab, tool ini pada umumnya dibuat dan dikembangkan oleh developer yang lisensinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Agar keamanan situs terjamin, sebaiknya gunakan direktori WordPress. Ada lebih dari 50.000 opsi yang bisa Anda pilih di direktori tersebut.

apa itu plugin: beranda utama direktori plugin WordPress

Selain versi gratis, tersedia juga versi premium yang menawarkan lebih banyak fitur canggih. Anda bisa mengunjungi marketplace seperti Code Canyon, MOJO Marketplace, atau Creative Market untuk mencari opsi premium.

2. Versi gratis vs premium: pilih yang mana?

Satu hal yang harus Anda tahu, versi berbayar tidak selalu lebih baik daripada versi gratis. Ada banyak opsi gratis yang menyediakan fitur premium dengan kualitas lebih baik. Jadi, apabila versi premium terlalu mahal, Anda selalu punya alternatif menggunakan versi gratis.

Berikut pertimbangan saat memilih antara plugin gratis vs berbayar:

  • Fitur yang disediakan
    Repositori WordPress memiliki banyak pilihan gratis. Sayangnya, tidak semua fitur canggih ditawarkan  oleh versi gratis. Mau tak mau, Anda harus membeli plugin premium atau versi berbayar plugin gratis. Sebelum membeli versi berbayar, cari tahu lebih dulu fitur yang disediakan. Apabila Anda memang butuh fitur tersebut, upgrade versi gratis ke versi premium, atau langsung beli plugin premium.
  • Bantuan/dukungan
    Umumnya, plugin premium menawarkan bantuan penuh. Misalnya, jika mengalami error atau Anda membutuhkan tips untuk menyesuaikannya, Anda bisa menghubungi tim dukungan pengembang tool tersebut. Versi gratis biasanya tidak menyediakan bantuan tersebut.
  • Ketersediaan dokumentasi
    Versi premium menyertakan file dokumentasi. File ini memuat informasi pengaturan dan konfigurasi semua fitur yang ada pada tool tersebut. Selain itu, file dokumentasi terkadang menyertakan tips dan trik untuk memaksimalkan plugin.

3. Apa saja persiapan untuk menginstalnya?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda memasang tool ini.

Pertama, pahami kebutuhan website Anda. Percuma saja membuka repositori WordPress kalau Anda tidak tahu apa yang harus diinstal.

Kedua, cari tahu rekomendasi tool apa saja yang perlu Anda instal. Metode ini sangat berguna ketika Anda kebingungan dalam memilih opsi yang paling baik untuk diinstall ke situs Anda.

Terakhir, cek kompatibilitasnya dengan versi dan tema WordPress. Beberapa plugin tidak kompatibel dengan versi lama atau terbaru WordPress. Apabila tema yang Anda terapkan tidak kompatibel atau sesuai dengan opsi yang dipilih, sebaiknya jangan lanjutkan penginstalan karena bisa merusak website.

4. Mengapa saya tidak bisa mengaktifkannya di WordPress?

WordPress memiliki dua versi, yakni WordPress.com dan WordPress.org.

WodPress.org memberikan kebebasan bagi usernya untuk menginstall berbagai jenis plugin, sedangkan WordPress.com tidak. Hanya user yang sudah membeli Paket Business WordPress.com saja yang boleh menginstall plugin ke situs. Akan tetapi, variasi plugin yang tersedia terbatas.

5. Saya ingin menginstal banyak plugin. Bolehkah?

Secara teknis, banyak sedikitnya plugin yang diinstall tidak akan memengaruhi performa situs. Namun, plugin dengan susunan kode yang jarang atau tidak pernah diperbarui akan memicu error atau bahkan menurunkan performa website.

Satu hal yang harus diingat: apa pun yang ditambahkan pada website Anda akan membutuhkan ruang. Jadi, jika menginstalnya terlalu banyak, kapasitas disk atau website akan berkurang drastis.

Terlebih lagi, ada beberapa opsi yang fungsinya mirip. Jika diinstal bersamaan, fiturnya pun akan “bergesekan” dan menyebabkan masalah. Jadi, sebaiknya cukup instal beberapa yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Kesimpulan

Bisa dibilang, jika bukan karena plugin, WordPress mungkin tidak akan secanggih sekarang. Tool ini mampu mengembangkan fungsionalitas website hingga mengubahnya menjadi jenis website tertentu, serta mengamankan dan memaksimalkan potensi website.

Setelah membaca artikel ini, semoga Anda kini sudah paham apa itu plugin, fungsinya, serta apa saja yang harus dipertimbangkan saat menentukan pilihan. Jika ada yang masih ingin Anda tanyakan, jangan sungkan untuk menyampaikannya melalui kolom komentar di bawah ini ya!

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah SEO Content Analyst di Hostinger. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi, digital marketing, dan bahasa. Melalui tutorial yang ditulisnya di blog Hostinger, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalahnya.