access_time
hourglass_empty
person_outline

LiteSpeed: Tool Andal untuk Optimasi Website Anda

Tidak diragukan lagi bahwa kecepatan menjadi faktor utama performa keseluruhan website WordPress. Bila Anda ingin memukau pengunjung dan berada pada peringkat atas SERP, sebaiknya berikanlah kesan pertama yang baik tentang website Anda.

Selama lebih dari 10 tahun, Hostinger selalu memberikan dan menyediakan berbagai tool untuk membuat dan mengelola website kepada setiap pelanggannya.

Hostinger juga mendukung LiteSpeed agar pelanggan kami mendapatkan user experience terbaik. Plugin LiteSpeed Cache merupakan tool yang berfungsi untuk mengoptimasi fitur LiteSpeed secara penuh. Tool ini juga harus dimiliki oleh tiap user WordPress.

LiteSpeed sendiri adalah plugin optimasi situs all-in-one yang terpercaya dan mudah digunakan. Pada artikel ini, kami akan menunjukkan cara memaksimalkan fungsi plugin LiteSpeed.

Jika belum memiliki website WordPress atau berencana untuk meng-upgrade website yang Anda miliki saat ini, Anda dapat memulainya sekarang bersama Hostinger. Dapatkan jaminan 30 hari uang kembali jika Anda tidak puas dengan layanan kami. Jangan ragu, mulai lah bergabung hari ini.

Dapatkan LiteSpeed dengan Hostinger

Cara Instal dan Aktivasi Plugin LiteSpeed Cache

ilustrasi banner plugin LiteSpeed Cache

Jika Anda menggunakan layanan Hostinger, maka plugin LiteSpeed Cache sudah terinstall di dalamnya sehingga Anda tidak perlu lagi mengikuti langkah-langkah pemasangannya. Namun, jika Anda menggunakan layanan wbe hosting lain, maka Anda harus menginstall plugin ini terlebih dulu. Prosesnya cepat dan mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Untuk memulainya, login ke dashboard WordPress dan masuk ke bagian Plugin.
  2. Cari dengan kata kunci “LiteSpeed Cache”, klik Install Now dan Activate.
  3. Refresh halaman dan LiteSpeed Cache akan muncul di dashboard WordPress.

Cara Mengonfigurasi Plugin LiteSpeed Cache

Hostinger bekerja sama dengan LiteSpeed untuk memberikan layanan dan tool yang berkualitas tinggi untuk para pelanggan. Itulah mengapa plugin LSChace sudah langsung tersedia di akun Anda ketika login.

Sekarang mari bahas cara setup plugin LSCache ini. Tool ini memiliki banyak sekali fitur yang serbaguna, tapi Anda tidak perlu mengonfigurasikan semuanya untuk dapat menggunakannya.

Berikut kami sampaikan dasar-dasar cara untuk mengonfigurasi website WordPress Anda dengan menggunakan plugin ini.

Setting Umum dan Cache

Pertama, kami berada pada bagian General. Di sini, Anda dapat memilih untuk mengupgrade plugin secara otomatis atau tidak. Selain itu, Anda juga dapat menambah domain key di sini.

menu setting plufin litespeed

Pada bagian Cache, Anda akan melihat setting cache untuk plugin yang dapat diaktifkan maupun dinon-aktifkan. Sebagai contoh, Anda dapat mengatur konten yang ingin Anda cache secara manual, seperti user yang login, halaman login dan lainnya.

Demi kenyamanan Anda, tiap entri pada plugin memiliki deskripsi singkat dari tiap settingnya. Jika memerlukan info lebih lanjut, Anda dapat mengaksesnya melalui tombol Learn More yang berada tepat di sebelah halaman judul. Nantinya, Anda akan diarahkan ke halaman dokumentasi resmi LiteSpeed Cache

Ditambah lagi, beberapa setting memiliki pesan peringatan “This setting will edit the .htaccess file.” sehingga Anda dapat lebih berhati-hati saat mengganti pengaturan pluginnya.

Ada juga beberapa tab lain pada bagian ini seperti tab setting TLL dan Purge. TLL adalah singkatan dari time-to-live dan di sini lah Anda dapat mengatur pre-set untuk rentang waktu cache tiap settingnya. Pada tab Purge, Anda dapat mengontrol setting auto-purge untuk konten yang tersimpan di cache.

Anda juga dapat mengakses tab Excludes untuk mengatur jenis konten yang tidak ingin Anda cache.

Jangan lupa untuk klik tombol Save Settings setelah Anda selesai dengan pengaturannya.

Ada banyak hal yang dapat ubah dan konfigurasikan dengan plugin LiteSpeed Cache. Namun, jika Anda merasa ragu untuk mengutak-atik berbagai setting yang telah kami sebutkan tadi, cukup biarkan seperti pengaturan defaultnya.

Menggunakan settingan default dari plugin ini pun kami rasa sangat cukup untuk meningkatkan kecepatan loading website.

Optimasi Gambar dan Halaman

menu optimasi gambar dan halaman website pada plugin litespeed cache

Plugin ini juga memiliki fitur optimasi gambar dan halaman yang powerful. Fitur tersebut bernama Image Optimization.

Image Optimization memiliki dashboard sendiri yang menyediakan informasi seberapa bagusnya optimasi gambar yang dipasang di website Anda.

Dengan Page optimization, Anda dapat mengganti pengaturan CSS dan JavaScript secara manual dan memilih untuk menyimpan info Gravatar secara lokal di dalam sistem dimana software server LiteSpeed diinstal.

Database, Crawler, dan Toolbox

tampilan menu untuk fitur database, crawler dan toolbox

Kami belum selesai membahas fitur LiteSpeed Cache yang begitu bervariasi. Pada bagian Database, Anda bisa memerhatikan status dari tiap jenis data yang tersimpan di website Anda, seperti membersihkan semua revisi unggahan ataupun komentar spam dalam satu klik.

LSCache juga menghadirkan Crawler untuk mencari halaman yang sudah expired pada backend website Anda dan kemudian akan merefreshnya. Sedangkan, fitur Toolbox akan menampilkan opsi optimasi one-click dan advance setting lainnya.

tampilan menu cache toolbox LiteSpeed

Apa itu Web Caching?

daftar fitur yang ditawarkan oleh litespeeed

Kecepatan website Anda begitu penting karena berbagai alasan. Salah satu di antaranya adalah, tidak ada pengunjung yang mau terlalu lama menunggu loading konten Anda.

Maka dari itu, web caching hadir untuk meningkatkan kecepatan loading website dengan cara menyimpan informasi secara lokal, entah pada web browser seseorang atau web server.

Hal tersebut mencegah proses loading ulang seluruh informasi untuk kesekian kalinya bagi pengunjung yang sebelumnya telah membuka website Anda.

LiteSpeed Cache adalah plugin WordPress yang digunakan untuk mengelola informasi yang dimuat oleh website. Jika tidak hati-hati, caching dapat memengaruhi experience browsing para pengunjung website. Contohnya, data yang dicache menjadi kadaluarsa dan user tidak dapat merefresh halaman Anda.

Plugin WordPress ini memungkinkan Anda untuk melakukan pengelolaan menyeluruh seperti mengelola dimana cache disimpan dan bagaimana cache ini digunakan. Karena itu, tool ini harus dimiliki oleh pemilik website.

Namun, Anda perlu ingat bahwa tool yang paling powerful saja tidak cukup untuk membuat performa website menjadi lebih baik, Anda juga memerlukan web hosting yang andal.

Hostinger memiliki berbagai paket hosting murah mulai dari Shared, Cloud, hingga VPS. Jika Anda ingin membuat blog atau meningkatkan kualitas website Anda, bergabunglah bersama kami.

Tingkatkan Performa Website Sekarang

Kesimpulan

Mengelola website memang sulit, terlebih lagi jika hasil akhirnya tidak sesuai dengan bayangan Anda. Mungkin Anda akan kecewa berat, begitupun dengan para pengunjung. Namun, kini Anda tidak perlu melakukan semuanya sendiri.

Dengan plugin seperti LiteSPeed Cache, Anda dapat meningkatkan waktu loading website menjadi lebih cepat secara mudah. Plugin yang andal ini menjadi fitur tambahan yang harus dimiliki dalam koleksi plugin WordPress Anda karena tidak hanya berkualitas, tetapi juga gratis.

Penulis

Author

Nadia Agatha / @nadiaagathapramesthi

Nadia merupakan penerjemah lepas sejak 2016, kini ia menjadi penerjemah untuk Hostinger. Ia gemar membaca dan melakukan penelitian seputar penerjemahan dan sosiolinguistik. Disamping itu, ia juga suka bermain dengan kucingnya dan bercengkrama bersama teman-temannya di waktu senggang.

Tutorial terkait

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!