10 Website & Aplikasi Jual Foto Online Terbaik untuk Cuan!

Jual foto online adalah salah satu cara terbaik menghasilkan uang di internet bagi Anda yang menyukai fotografi. Entah sekadar hobi foto-foto atau sudah menekuninya ke jenjang profesional, Anda bisa memanfaatkan kemampuan tersebut untuk cari cuan.

Sebab, kini banyak perusahaan atau agensi yang mencari foto yang bisa mereka gunakan dalam materi pemasaran maupun sebagai elemen visual aset digital mereka. Dari sini, mulai bermunculan website jual foto untuk memfasilitasinya.

Nah! Kalau ingin bergabung menjual karya fotografi, Anda bisa memanfaatkan 10 situs jual foto terbaik yang akan kami ulas di artikel ini untuk membantu Anda menjual foto secara online. Kami mempertimbangkannya dari berbagai faktor, termasuk tingkat komisi dan fitur khusus.

Selain itu, kami juga akan membagikan tips dan cara memaksimalkan keuntungan dengan memulai bisnis online jualan foto Anda sendiri. Sudah penasaran? Yuk scroll ke bawah!

Website dan Aplikasi Jual Foto Terbaik Paling Cuan

Di bagian ini, kami akan menjelaskan lebih lengkap aplikasi dan website yang direkomendasikan untuk menjual foto di internet, termasuk langkah-langkah dan syarat yang harus Anda penuhi untuk mulai menghasilkan uang atau royalti.

Ini dia beberapa website dan aplikasi jual foto online yang bisa Anda coba:

1. Getty Images

homepage website getty images

Ada 3 situs fotografi stok yang dikelola di bawah Getty Images Holdings, Inc., yaitu Getty Images, iStock, dan Unsplash.

Getty Images adalah website fotografi stok, sedangkan iStock adalah penyedia fotografi microstock. Meskipun sama-sama merupakan tempat jual foto online yang menguntungkan, keduanya berbeda dari segi jumlah penjualan dan sistem harga.

Website foto stok memfasilitasi lebih sedikit penjualan dibandingkan website microstock, tapi juga menawarkan harga yang lebih tinggi. Kontributor iStock bisa memperoleh komisi sekitar 15-45%, sedangkan kontributor Getty Images mendapatkan 20% untuk gambar dan 25% untuk video.

Diakuisisi oleh Getty Images Holdings, Inc. pada tahun 2021, Unsplash adalah website fotografi stok gratis. Website ini sekarang menawarkan Unsplash+, yang memungkinkan pelanggan mengakses konten pilihan yang bisa digunakan untuk tujuan komersial.

Apabila menjual stok foto di Unsplash+, Anda bisa mendapatkan kompensasi satu kali sebesar $5-$30/gambar (sekitar Rp78.000-Rp470.000).

2. Website Sendiri

Bagaimanapun, tempat jual foto terbaik adalah website Anda sendiri. Dengan membuat website sendiri, Anda bisa sepenuhnya mengatur bisnis fotografi online Anda, termasuk harga, tampilan, serta syarat dan ketentuannya. Satu hal yang paling penting adalah, 100% keuntungan akan menjadi milik Anda.

Ada dua cara utama untuk membuat website fotografi sendiri: menggunakan CMS (sistem manajemen konten) atau website builder. CMS agak lebih sulit dipelajari daripada website builder, namun menyediakan manajemen yang lebih menyeluruh.

Dengan CMS, Anda juga harus membeli paket web hosting dan domain. Di sisi lain, sebagian besar paket website builder biasanya sudah menyertakan hal-hal penting seperti hosting, maintenance, dan dukungan.

Gunakan CMS seperti WordPress kalau Anda menginginkan cara yang lebih praktis, atau buat website sendiri menggunakan website builder seperti Hostinger untuk cara yang lebih simpel tanpa perlu ribet.

3. Shutterstock

homepage website shutterstock

Shutterstock adalah penyedia media stok seperti foto dan video, gambar, vektor, serta musik. Dalam 15 tahun terakhir, mereka sudah membayarkan komisi hingga lebih dari $1 miliar kepada para kontributornya. Platform ini memungkinkan Anda submit konten, membuat dan berbagi portofolio, serta memantau hasil penjualan.

Tingkat penghasilan kontributor meningkat seiring dengan semakin banyaknya konten yang mendapat lisensi. Ada 6 tingkat penghasilan untuk stok foto dan video, yang memungkinkan kontributor memperoleh komisi antara 15-40%.

Selain itu, Anda bisa menghasilkan uang dari referral. Saat ada pengguna yang mendaftar menggunakan link referral Anda, akan ada komisi yang Anda dapatkan, yaitu $0,04 (sekitar Rp600) dari gambar dan 10% dari video saat karya orang tersebut didownload.

Saat pembeli mendaftar menggunakan link Anda, komisi yang akan Anda dapatkan bahkan bisa mencapai $200 (sekitar Rp3,1 juta) pada pembayaran pertama mereka.

4. Alamy

homepage alamy sebagai salah satu website jual foto

Alamy adalah website jual foto asal Inggris yang juga menerima konten lainnya seperti vektor dan video. Setiap bulannya, mereka membayarkan komisi hingga lebih dari $1 juta kepada para kontributornya.

Situs foto stok ini menawarkan berbagai tool untuk memantau kebutuhan dan penjualan pelanggan. Terlebih lagi, foto yang Anda submit tidak akan diedit sehingga Anda bisa sepenuhnya mengelola karya Anda.

Setelah menjadi kontributor Alamy, terdapat periode pemberitahuan 45 hari apabila Anda ingin berhenti menjadi kontributor, dan Anda bisa mulai menjual foto secara online dalam waktu 24 jam setelah menguploadnya.

Ada tiga model komisi website ini: Alamy Silver, Gold, dan Platinum. Kontributor Alamy Silver mendapatkan komisi 17-20%, kontributor Alamy Gold mendapatkan 34-40% dari penjualan, dan kontributor Alamy Platinum mendapatkan 40-50%.

Selain itu, website fotografi stok ini cocok untuk menjual foto secara online kalau Anda masih pelajar, karena Anda akan mendapatkan komisi 100% selama dua tahun setelah mendaftar sebagai kontributor.

5. Dreamstime

homepage website dreamstime

Dreamstime adalah penyedia media microstock bebas royalti dengan lebih dari 40 juta pengguna, dan mereka memiliki library yang besar dengan lebih dari 200 juta file media stok. Selain foto stok, mereka menawarkan vektor, klip video, dan file audio.

Model komisinya adalah bagi hasil, antara 25-50% untuk kontributor, dan gambar eksklusif menerima bonus tambahan sebesar 10%. Selain itu, kontributor eksklusif mendapatkan bagi hasil 60% untuk semua penjualan dan tambahan $0,20 (sekitar Rp3000) untuk setiap pengajuan yang disetujui.

Terdapat juga program referral yang menawarkan komisi 10% dari keuntungan kotor transaksi orang yang dirujuk. Aturan ini berlaku selama 3 tahun setelah pendaftaran per referral serta berlaku untuk kontributor dan pelanggan yang dirujuk ke Dreamstime.

Untuk membantu pihak afiliasi, platform ini menawarkan tool seperti link, lencana, banner, dan plugin WordPress.

6. Adobe Stock

homepage adobe stock sebagai salah satu rekomendasi situs jual foto

Terintegrasi dalam platform Adobe Creative Cloud, Adobe Stock adalah penyedia media microstock yang menawarkan beragam aset berkualitas HD, termasuk gambar, ilustrasi, grafik vektor, template, musik, dan video bebas royalti.

Situs jual foto ini menawarkan banyak keuntungan kepada kontributor. Anda bisa mengupload foto, menambahkan kata kunci, dan menjualnya menggunakan machine learning Adobe dan mengimpor album langsung dari Adobe Lightroom.

Selain itu, kontributor Adobe Stock juga mendapatkan akses gratis ke Adobe Portfolio, tool yang memungkinkan Anda membuat website portofolio dengan cepat dan mudah.

Dalam hal bagi hasil, Adobe Stock menawarkan royalti 33% untuk gambar, vektor, dan ilustrasi, serta 35% untuk video. Anda juga bisa mendaftar Program Afiliasi Adobe untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Apabila mempromosikan Adobe Stock di platform Anda menggunakan banner pemasaran mereka atau link teks, Anda bisa mendapatkan $72 untuk pembayaran bulanan (sekitar Rp1,1 juta) atau 8,33% dari setiap pembelian.

7. 500px

500px

500px adalah platform sharing foto bagi Anda yang berprofesi sebagai fotografer untuk menjual foto di internet, saling terhubung satu sama lain, memberi atau menerima saran, dan mencari peluang kerja.

Tersedia banyak fitur berguna di website ini, misalnya algoritme Pulse yang selalu menampilkan foto dan fotografer baru, serta fitur Statistics yang memberikan informasi performa foto Anda. Ada juga Quests, yaitu kompetisi foto kreatif mingguan yang bisa diikuti orang-orang untuk mendapatkan hadiah.

Ada tiga tingkat keanggotaan 500px: Free, Awesome seharga $3,99/bulan (sekitar Rp62.000), dan Pro seharga $7,99/bulan (sekitar Rp125.000). Di samping itu, 500px menawarkan kesempatan kepada anggota dari semua tingkatan untuk menjadi kontributor.

Anggota tingkat Free bisa mendapatkan hingga 60% dari penjualan bersih apabila melisensikan fotonya secara eksklusif dengan platform ini, sementara anggota Awesome dan Pro mendapatkan komisi 100%.

8. Etsy

homepage website etsy

Etsy adalah website kreatif yang tentunya akan sangat menyenangkan bagi Anda yang tertarik dengan kerajinan tangan. Marketplace ini berfokus pada barang-barang buatan tangan atau vintage, serta perlengkapan seni dan kerajinan.

Namun, banyak juga yang menggunakan platform ini untuk menjual foto secara online, baik dalam bentuk foto digital maupun cetakan fisik.

Penjual di Etsy dikenakan tiga biaya berbeda: biaya iklan, transaksi, dan pemrosesan pembayaran. Biaya iklan adalah $0,20 (sekitar Rp3.100), dan kalau terjual, Etsy membebankan biaya transaksi sebesar 6,5% dari harga jual, termasuk ongkir. Apabila menggunakan Etsy Payment untuk menerima uang, ada biaya pemrosesan sebesar 3% + $0,25 (sekitar Rp3.800).

Anda bisa mendaftar dan membuat toko tanpa biaya, tapi boleh membayar $10/bulan (sekitar Rp155.500) untuk langganan Etsy Plus guna mendapatkan fasilitas tambahan. Selain itu, penjual bisa mengikuti program Offsite Ads agar produknya diiklankan di seluruh web. Semua penjualan dari program ini dikenakan biaya 15%.

9. Snapped4U

snapped4u

Snapped4U adalah marketplace online khusus untuk menjual foto potret dan foto acara. Fotografer bisa membuat galeri, menetapkan harga sendiri, dan mengupload gambar dalam format .jpeg. Kemudian, mereka bisa mengirimkan fotonya melalui email setelah menerima pembayaran dari klien.

Setiap pemilik akun memiliki Halaman Pribadi yang menampilkan semua galeri aktifnya. Pengguna juga bisa menambahkan gambar dan bio singkat, serta mempersonalisasi URL profilnya. Selain itu, terdapat fitur untuk mengunci galeri menggunakan kata sandi.

Di platform ini, Anda bisa memposting gambar secara gratis, tapi ada biaya pendaftaran sebesar $10 (sekitar Rp155.500). Snapped4U juga mengambil komisi untuk setiap penjualan .

Akun di wilayah Amerika Serikat dikenakan biaya komisi $0,50 (sekitar Rp7.800) untuk foto dengan harga $5 (sekitar Rp78.000) atau kurang dan 10% untuk foto di atas $5. Sementara itu, akun luar AS dikenakan biaya komisi $0,60 (sekitar Rp9.400) untuk foto dengan harga $5 atau kurang dan 12% untuk sisanya.

10. FotoMoto

fotomoto

Fotomoto adalah widget eCommerce yang menawarkan layanan cetak sesuai permintaan untuk menjual produk foto digital atau hasil cetak foto. Platform ini bisa diintegrasikan tanpa masalah dengan website Anda, serta mendukung berbagai platform, termasuk WordPress dan Joomla.

Dashboard yang intuitif menyediakan tool kustomisasi dan pemantauan yang berguna. Untuk menggunakan widget ini, Anda perlu mendaftar, menghubungkan metode pembayaran ke akun Fotomoto, lalu setup toko online.

Setelah widget belanja Fotomoto ditambahkan, tombol Buy (beli) akan muncul di samping gambar di website Anda. Setelah menerima pesanan, Anda bisa menyerahkan sisa prosesnya pada jaringan Fotomoto, atau memproses pesanan sendiri.

Platform ini menawarkan 3 paket langganan. Paket Free tidak mengharuskan Anda berlangganan, tapi ada biaya transaksi sebesar 22%. Paket Pro tersedia dengan harga $10/bulan (sekitar Rp155.500) dengan biaya transaksi 12%. Terakhir, harga paket Pro Plus adalah $25/bulan (sekitar Rp390.000) dan membebankan biaya 10% untuk satu transaksi.

Cara Menjual Foto di Internet

Setelah Anda mengetahui platform penjualan foto terbaik yang direkomendasikan, di bagian ini kami akan menjelaskan cara memulainya. Penasaran ingin langsung mulai mempraktikkan ide bisnis online ini? Simak cara menjual foto di internet berikut!

1. Tentukan Niche Fotografi

Foto adalah salah satu produk digital yang paling menguntungkan untuk dijual secara online. Langkah pertama untuk menemukan audiens yang tepat dan menarik calon pelanggan produk ini adalah dengan memilih spesialisasi Anda.

Kalau belum menentukan niche, coba lakukan eksperimen dengan berbagai gaya fotografi. Sebaiknya lakukan riset juga tentang tren fotografi paling populer saat ini, lalu tentukan apa yang paling dicari klien di pasaran.

Lakukan riset keyword untuk menganalisis volume pencarian terkait gaya fotografi. Ini juga bisa menjadi strategi yang bagus untuk menentukan niche yang paling menguntungkan.

Berikut beberapa ide foto untuk menghasilkan uang:

  • Foto Orang. Potret dan candid orang sangat cocok untuk kebutuhan umum seperti website, poster, dan billboard. Jenis foto ini juga sangat populer sebagai stock photo untuk website sekolah, NGO, dan institusi pemerintah.
  • Bisnis. Gambar bertema kantor lebih cocok untuk landing page website dan selebaran promosi.
  • Makanan. Genre fotografi still-life ini sangat populer untuk penggunaan komersial oleh berbagai bisnis, mulai dari periklanan hingga penerbitan.
  • Arsitektur. Foto yang mengabadikan landmark atau gedung ikonik adalah favorit para pemilik blog traveling, website hotel, bahkan sekolah.
  • Objek. Banyak pemilik bisnis yang mencari foto satu subjek, misalnya buku, kaus, atau item lain, untuk dipasang di halaman produknya.
  • Alam. Gambar bunga dan pemandangan sangat cocok untuk foto yang dicetak dan menjadi pilihan populer bagi website pariwisata.

2. Pilih Platform Jual Foto di Internet

Ada berbagai cara menjual foto di internet yang bisa Anda pilih. Misalnya, Anda bisa membuat website fotografi sendiri, mengandalkan agensi stock photo, atau ikut serta dalam komunitas marketplace.

Secara umum, ada 2 kategori platform eCommerce untuk menjual foto secara online, yaitu di website fotografi stock dan non-stock.

Jual foto di internet melalui website stock adalah pilihan yang paling mudah. Website tersebut akan menangani segalanya, mulai dari web hosting dan penjualan, hingga marketing. Pilihan yang populer di antaranya adalah Getty Images dan Depositphotos.

Namun, website stock photo memiliki beberapa batasan. Misalnya, Anda harus mematuhi aturan resolusi gambar, lisensi, tema, dan terkadang peralatan gambar. Selain itu, Anda harus membagi hasil penjualan foto kepada platform tersebut.

Di website fotografi non-stock, Anda bisa lebih bebas mengontrol gambar dan branding Anda. Pada dasarnya, Anda bisa menjual foto apa pun, menggunakan berbagai format gambar, serta menetapkan harga sendiri, asalkan mengikuti pedoman komunitas platform.

Salah satu kekurangan website ini adalah, biasanya Anda perlu menangani sendiri penjualan dan promosi gambar. Meskipun perlu waktu lebih lama untuk menjual satu gambar, Anda berpeluang menerima lebih banyak keuntungan nantinya.

Untuk pembayaran, sebagian besar website fotografi stock akan memberikan pembayaran satu kali per bulan setelah Anda berhasil mengumpulkan jumlah penghasilan tertentu. Sementara website non-stock akan memberikan pembayaran setiap kali Anda berhasil menjual produk.

3. Pastikan Legalitas Karya Anda

Penting! Hostinger tidak menawarkan saran hukum. Bagian ini hanya mencantumkan faktor-faktor umum yang perlu dipertimbangkan. Anda perlu melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan lembaga hukum yang tepat.

Semua gambar akan memiliki hak cipta begitu dibuat atau dipublikasikan. Bahkan, foto pribadi di platform media sosial juga tunduk pada hukum hak cipta.

Jual foto di internet berarti Anda tidak terlibat dalam transaksi barang fisik. Namun, Anda tetap harus mematuhi hukum yang berlaku. Untuk menjual foto dan video dengan aman, Anda perlu memperhatikan legalitas dalam jenis aktivitas eCommerce ini.

Ingat, pada umumnya, Anda masih memiliki hak cipta atas foto Anda saat menjualnya secara online. Namun, hal ini juga berarti Anda menerbitkan lisensi sehingga orang lain bisa menggunakan foto Anda untuk tujuan tertentu.

Dengan kata lain, Anda perlu menentukan bagaimana dan dalam konteks seperti apa pembeli bisa menggunakan gambar Anda. Sebagi contoh, berikut ini lisensi dasar yang mungkin bisa Anda jual:

  • Penggunaan pribadi. Pembeli memiliki hak untuk menggunakan foto Anda secara non-komersial.
  • Penggunaan komersial atau kreatif. Pembeli berhak menggunakan foto Anda untuk materi iklan atau pemasaran.
  • Penggunaan editorial. Pembeli berhak memublikasikan foto Anda di media online maupun offline, seperti majalah, koran, dan blog.
  • Penggunaan retail. Pembeli berhak menggunakan foto Anda pada produk seperti pakaian, notebook, atau mug.
  • Hak eksklusif. Pembeli foto Anda adalah satu-satunya pihak yang berhak menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Beberapa website stock photo mungkin membeli hak eksklusif atas foto Anda agar website lain tidak menjualnya.
  • Hak non-eksklusif. Hak atas foto Anda boleh dijual berkali-kali, yang biasanya berlaku pada website stock photo.
  • Bebas royalti. Pembeli mendapatkan lisensi gambar bebas royalti satu kali untuk menggunakan foto Anda beberapa kali dan dengan berbagai cara, selama masih dalam konteks yang sesuai.
  • Hak terkelola. Pembeli membeli lisensi satu kali untuk menggunakan foto Anda khusus untuk tujuan tertentu.

Bagaimana Kalau Anda Tidak Memegang Hak Cipta Penuh?

Perlu diketahui bahwa dalam beberapa situasi, Anda mungkin tidak memegang kepemilikan hak cipta penuh atas foto-foto Anda. Situasi ini mencakup:

  • Foto Anda menampilkan orang yang bisa dikenali.
    Dalam hal ini, “bisa dikenali” berarti wajah dan ciri khas seseorang ditampilkan dalam gambar sehingga mereka sendiri atau orang lain bisa mengetahui siapa yang ada di foto.

    Orang-orang dalam foto Anda berhak menentukan bagaimana Anda boleh menggunakan foto-foto tersebut, termasuk apakah Anda memiliki hak hukum untuk menjualnya. Untuk menghindari pelanggaran hak cipta, Anda harus menandatangani formulir rilis yang sesuai sebelum menjual foto.
  • Foto Anda mengandung properti yang bisa diidentifikasi.
    Perusahaan, gedung, dan sebidang tanah milik pribadi akan memerlukan formulir rilis properti, meskipun dianggap sebagai ruang publik, seperti air mancur, mural, atau mal. Ini juga termasuk interior ruang pribadi seperti rumah dan restoran.
  • Foto Anda memuat karya yang dilindungi hak cipta.
    Salah satu contohnya adalah saat Anda memotret karya seni di galeri. Foto itu sendiri mungkin merupakan pelanggaran hak cipta, baik dipublikasikan di internet maupun tidak.
  • Anda menerima komisi dari pihak ketiga untuk mengambil foto.
    Misalnya, saat ada yang menyewa jasa Anda untuk menjadi fotografer di suatu acara, seperti pernikahan atau konferensi, dan tidak memiliki izin untuk memublikasikannya secara online atau menggunakannya untuk tujuan komersial.
  • Anda adalah karyawan yang mengambil foto untuk tugas kerja.
    Untuk hal ini, baca dengan cermat ketentuan dalam kontrak karyawan untuk memastikan gambar yang akan Anda jual tidak melanggar perjanjian. Biasanya, ini berarti Anda tidak boleh menggunakan peralatan, materi, atau waktu kerja Anda untuk memulai bisnis online milik sendiri.

Pastikan Anda memperhatikan semua implikasi hukum tersebut sebelum menjual foto online.

Apa yang Harus Dilakukan Kalau Ada yang Mencuri Karya Anda?

Mungkin, ada kalanya hak cipta Anda dilanggar, misalnya ketika ada seseorang yang mencuri foto Anda.

Sebagai tindakan preventif, pastikan Anda menambahkan watermark pada semua gambar yang diupload di domain publik. Cara ini akan meminimalkan risiko seseorang menggunakan foto Anda tanpa membeli lisensi yang sesuai.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan kalau Anda tidak ingin orang lain menggunakan foto tersebut.

Sebagai pemilik hak cipta, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menghubungi langsung orang tersebut dan memintanya menghapus foto Anda. Terkadang, mereka mungkin tidak tahu kalau sudah melanggar hak cipta seseorang dan bersedia menghapus foto tersebut.

Di sisi lain, kalau pelanggar hak cipta tidak mengikuti permintaan Anda, pihak mediasi bisa membantu menyelesaikan sengketa. Kalau masalah masih berlanjut, Anda mungkin bisa membawanya ke meja hijau yang akan memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

4. Jangkau Audiens

vsco community

Aktif di media sosial adalah cara efektif untuk menarik audiens dan menghasilkan prospek yang lebih baik bagi bisnis fotografi online. Kalau ingin menggunakan profil yang sudah ada, cobalah merapikan feed atau timeline Anda sebagai branding untuk menunjukkan profesionalitas.

Atau, buat profil baru untuk memamerkan karya Anda dan gunakan hashtag untuk meningkatkan visibilitas. Misalnya, tool khusus media sosial seperti AllHashtags bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan saran dan insight terkait produk online terlaris atau topik terkait niche Anda.

Membuat profil di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twitter, dan LinkedIn juga bisa menjadi ide bagus untuk menjangkau sebanyak mungkin audiens.

Selain itu, sebaiknya buat akun di website khusus fotografi seperti VSCO dan Flickr. Ini adalah cara terbaik untuk terus mendapatkan inspirasi dari kreator lainnya serta tetap aktif di berbagai komunitas fotografi.

Kalau ada budget, Anda bisa membayar untuk postingan bersponsor. Misalnya, manfaatkan iklan Instagram atau postingan bersponsor Tumblr untuk meraih popularitas. Dengan tool ini, Anda biasanya bisa menentukan audiens target dan mendapatkan laporan detail terkait postingan Anda.

Anda juga bisa melihat daerah mana yang paling banyak memiliki engagement dengan postingan Anda, yang tentunya berguna untuk membangun niche.

Yang tidak kalah penting, tautkan semua akun media sosial Anda ke profil lain yang Anda miliki. Misalnya, sertakan username akun VSCO dan akun LinkedIn Anda di bio Instagram. Pastikan juga untuk menautkannya di email, resume, dan kartu nama.

5. Perbanyak Sumber Penghasilan

Ada beberapa cara untuk meningkatkan penghasilan dari jual foto online. Berikut ini beberapa contohnya:

Jual dalam Versi Cetak dan Produk Lain

printful

Meskipun stock photo populer di kalangan bisnis, penerbit, dan brand, foto tersebut tidak terlalu diminati di kalangan penggemar fotografi individu.

Untuk memperluas jangkauan pasar dan menarik lebih banyak audiens, selain jual foto di internet Anda juga bisa memasarkannya dalam bentuk cetakan fisik atau dicetak pada produk sehari-hari seperti kaus, sarung bantal, casing HP, dan topi.

redbubble

Cara ini cukup efektif untuk menjangkau calon pelanggan, membuat fanbase, serta menentukan gaya fotografi dan produk yang paling disukai audiens Anda.

Kemudian, cara menjual foto di internet dalam versi cetak lainnya adalah dengan mendaftar ke marketplace print-on-demand seperti Printful, Redbubble, atau CafePress.

produk redbubble

Di marketplace tersebut, Anda bisa menjual produk fisik cukup dengan mengupload gambar ke website. Manajemen stok, pencetakan, pengemasan, dan pengiriman akan ditangani oleh mereka. Ini bisa jadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin memperluas jangkauan tanpa harus repot membuat website sendiri.

Meskipun Anda mungkin tidak menerima margin laba tinggi, cara ini sangat cocok untuk mengetahui tren pasar dan melihat apakah penjualan produk fisik bisa menjadi peluang usaha yang patut dipertimbangkan di masa mendatang.

Jual Photobook

photo book kustom

Photobook bisa menjadi alternatif yang bagus bagi orang-orang yang memiliki koleksi lengkap foto dengan niche tertentu. Selain dikenal sebagai teman ngopi di kafe, photobook juga sangat populer di pasar khusus, seperti fotografi fashion, traveling, dan pemandangan.

Karena dianggap sebagai produk yang memiliki nilai kemewahan dan lebih elegan daripada jenis produk cetak lainnya, photobook layak dipertimbangkan kalau Anda ingin mengembangkan brand secara lebih luas.

Cara jual photobook online yang mudah adalah dengan mendaftar ke layanan seperti Shutterfly atau Blurb. Anda bisa menggunakan layanan pencetakan mereka saja, atau memilih layanan end-to-end lengkap.

Sebagai contoh, Blurb memiliki software design gratis yang akan membantu Anda menyeleksi layout photobook. Platform ini juga menawarkan gift box, pengemasan, dan layanan pengiriman yang bisa Anda sesuaikan. Selain itu, Blurb memiliki toko buku online untuk menerbitkan photo book Anda secara mandiri.

Jual Jasa Fotografi

Untuk mengubah hobi fotografi Anda menjadi bisnis yang berkembang pesat, sebaiknya jual jasa fotografi.

Tergantung pada niche dan minat, Anda bisa menawarkan berbagai jasa foto, mulai dari fotografi event, real estate, potret, hingga foto produk.

Ada beberapa cara untuk melakukannya. Pertama, buat dan promosikan jasa di website Anda sendiri. Sebaiknya gunakan juga sistem jadwal seperti Setmore untuk mengelola booking dan pembayaran.

Opsi lainnya adalah dengan memasang iklan jasa foto Anda di situs freelance seperti Upwork dan Fiverr. Cara ini tidak hanya cocok untuk membangun nama Anda di antara komunitas freelance, tapi Anda juga bisa langsung menghubungi lowongan dari pihak yang sedang mencari jasa fotografi tertentu.

upwork

Selain itu, membangun relasi baik online maupun offline adalah hal penting untuk memasarkan jasa fotografi Anda. Di samping aktif di medsos, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  • Hadiri acara networking. Cari acara networking dan fotografi di wilayah Anda. Atau, daftar forum networking online untuk memperkenalkan nama Anda di sana.
  • Buat kartu bisnis. Anda tidak pernah tahu kapan akan bertemu calon pelanggan. Kartu bisnis berisi link ke portofolio online Anda, atau bahkan kode QR untuk memindai informasi cepat, bisa membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

Tips Jual Foto Online agar Untung Maksimal

Di bagian ini, kami akan membagikan tips dan trik terbaik jual foto online untuk memaksimalkan keuntungan Anda.

Pilih Subjek Anda dengan Hati-hati

Cari tahu target pasar Anda dan pilih subjek yang sesuai. Sebaiknya pilihlah jenis foto yang banyak diminati dan memiliki daya tarik umum.

Cara terbaik untuk melihat permintaan pasar saat ini adalah dengan melakukan riset terkait tren fotografi. Misalnya, Anda bisa melakukan riset keyword untuk mengetahui volume pencarian terkait gaya fotografi tertentu.

Beberapa contoh subjek yang bisa Anda ambil fotonya adalah manusia, makanan, arsitektur, dan alam. Cari tahu audiens yang sekiranya akan tertarik. Misalnya, foto stok orang-orang di lingkungan kantor sangat populer karena banyak digunakan di website bisnis atau perusahaan.

Perhatikan Pencahayaan dan Komposisi

Pelajari teknik fotografi dasar untuk menghasilkan foto berkualitas yang bersih, tajam, dan menyenangkan secara visual. Cari tahu jenis pencahayaan dan komposisi yang paling sesuai dengan subjek Anda.

Misalnya, tentukan intensitas, arah, dan kualitas cahaya saat pengambilan foto. Intensitas adalah kecerahan cahaya, sedangkan arah adalah sumber cahaya dan jenis bayangan yang ditimbulkannya. Kualitas mengacu pada seberapa lembut atau tegas cahaya tersebut.

Dalam hal komposisi, hilangkan elemen yang tidak perlu untuk menyoroti tujuan foto Anda. Untuk hal ini, Anda bisa mendekatkan subjek atau memanfaatkan kedalaman bidang. Coba gunakan rule of third untuk mengetahui posisi ideal subjek.

Gunakan Keyword dan Deskripsi yang Relevan

Anda tetap perlu menerapkan strategi optimasi mesin pencari agar foto lebih mudah ditemukan dan diidentifikasi di internet. Nantinya, foto Anda akan mendapat peringkat lebih baik dalam hasil pencarian, dan muncul di bawah kategori atau niche yang relevan.

Gunakan judul yang lugas namun deskriptif. Jelaskan hal yang ada di foto tersebut, tapi tidak perlu berlebihan. Sertakan kata kunci yang sesuai baik dalam judul maupun deskripsi.

Manfaatkan semua fitur yang disediakan website penjualan foto untuk mendeskripsikan dan mengategorikan foto Anda, yang mungkin mencakup tag, lokasi, ukuran, dan orientasi.

Promosikan Foto di Media Sosial

Media sosial sangat ideal untuk membangun audiens dan menarik calon pembeli. Buat profil media sosial untuk memamerkan karya terbaik Anda, gunakan hashtag untuk meningkatkan visibilitas, dan berinteraksilah dengan followers untuk meningkatkan engagement (keterlibatan).

Untuk memperluas jangkauan dan menargetkan audiens yang berbeda, buat akun di lebih dari satu platform. Jangan lupakan platform fotografi seperti VSCO dan Flickr untuk terhubung dengan sesama fotografer dan mendapatkan inspirasi.

Selain itu, coba jual foto terbaik Anda melalui iklan karena bisa membantu menargetkan demografi tertentu dan melacak statistik. Contoh program tersebut termasuk Iklan Instagram dan Iklan Pinterest.

Diversifikasikan Portofolio

Fokus pada satu niche atau gaya memang disarankan bagi pemula, tapi kalau sudah cukup lama menggeluti bidang ini, bedakan portofolio fotografi Anda untuk meningkatkan peluang konversi. Hal ini tidak hanya membantu Anda memaksimalkan penghasilan, tapi juga meningkatkan keahlian.

Dengan cara ini, Anda juga akan menjangkau target audiens yang lebih luas, serta bisa menjual foto di berbagai platform dan menyesuaikannya dengan ketentuan masing-masing. Setelah itu, Anda bisa merambah bidang video untuk lebih mendiversifikasi konten.

Upload Foto Baru secara Teratur

Upload foto baru secara rutin dengan tetap menjaga kualitasnya menjadikan portofolio Anda tetap ‘fresh’ dan membantu Anda meningkatkan skill.

Menyediakan konten baru juga akan menarik lebih banyak calon pelanggan, karena mereka akan melihat bahwa Anda konsisten menyajikan karya baru dan meningkatkan kualitas. Bahkan, orang-orang mungkin akan mulai mengenali gaya Anda dan dengan sengaja mencari foto Anda.

Sempurnakan Karya Foto Anda

Pembeli foto stok pasti mengharapkan kualitas yang lebih HD daripada foto yang mereka ambil sendiri. Jadi, sebaiknya sempurnakan foto Anda menggunakan berbagai aplikasi edit foto terbaik.

Anda mungkin perlu mengedit foto beberapa kali sampai hasilnya jernih dan HD, misalnya dengan menghapus latar belakang, mengurangi ketajaman, atau mengoreksi warna foto.

Kemudian, ada berbagai macam software edit foto gratis atau premium. Contoh opsi gratis misalnya GIMP dan Pixlr. Namun, kalau ada budget lebih, sebaiknya gunakan aplikasi premium seperti Affinity Photo atau Adobe Photoshop yang menjadi standar industri.

Pahami Hukum yang Berlaku

Sebelum mulai jual foto di internet, pastikan Anda memahami hukum yang berlaku di industri foto stok. Cek lagi apakah foto Anda legal sebelum menjualnya. Misalnya, karya Anda tidak boleh mengandung pelanggaran hak cipta.

Kalau foto menampilkan orang dan properti yang mudah dicari lokasinya, Anda harus mendapatkan persetujuan dulu sebelum menjual gambar tersebut. Anda juga mungkin tidak sepenuhnya memiliki hak cipta kalau mengambil foto tersebut sebagai karyawan atau dibayar oleh pihak ketiga.

Saat mengupload foto di situs jual foto online, Anda tidak menjual hak ciptanya kepada orang lain. Sebaliknya, Anda melisensikan hak penggunaan karya dengan berbagai cara. Beberapa contoh izin yang bisa ditawarkan mencakup hak eksklusif, hak non-eksklusif, dan hak terkelola.

Cek juga apakah Anda memerlukan izin usaha untuk menjual foto di internet. Fotografer mungkin perlu memiliki izin kreatif dan artistik untuk memanfaatkan dan memonetisasi skillnya.

Kesimpulan

Dengan jual foto di internet, Anda bisa mendapatkan penghasilan baik sebagai fotografer profesional maupun hobi semata. Ada banyak situs dan aplikasi untuk menjual foto secara online, dengan tingkat komisi dan fitur masing-masing.

Ini dia website jual foto online yang paling menguntungkan:

  • Website sendiri – paling ideal bagi Anda yang ingin sepenuhnya mengelola penjualan karya secara fleksibel.
  • Shutterstock – cocok untuk menjual stok foto berukuran besar dan berkualitas HD untuk papan reklame dan media cetak.
  • Getty Images – terbaik untuk fotografi stok kreatif dan editorial.
  • Etsy – opsi terbaik untuk menjual hasil cetak karya fotografi.
  • Alamy – salah satu platform paling menguntungkan untuk fotografer pelajar.

Ingat, ada beberapa tips untuk memaksimalkan keuntungan saat menjual foto di internet. Pilih subjek dengan hati-hati beserta pencahayaan dan komposisinya. Tingkatkan visibilitas menggunakan kata kunci dan deskripsi yang relevan, lalu promosikan karya melalui media sosial.

Selain upload foto baru secara rutin, diversifikasikan juga jenis foto yang Anda ambil dan sempurnakan foto tersebut menggunakan aplikasi edit foto. Apa pun website jual foto yang dipilih, jangan lupa untuk memahami hak dan kewajiban hukum Anda. Semoga berhasil!

Pertanyaan Umum seputar Cara Menjual Foto Online

Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai cara jual foto di internet.

Foto Apa yang Laku Dijual?

Beberapa foto yang paling banyak dicari adalah foto alam, peralatan elektronik, dan subjek yang berhubungan dengan bisnis. Selain itu, riset menunjukkan bahwa sebagian besar foto terlaris diambil saat fajar atau senja ketika pencahayaan tidak terlalu terang. Foto dengan subjek yang tidak dikenal dan gambar yang menampilkan rambu-rambu kosong juga sangat populer.

Apakah Perlu Kamrea Profesional untuk Menjual Foto?

Belum tentu. Syarat utamanya adalah Anda harus menghasilkan foto berkualitas dengan resolusi tinggi. Secara teknis, Anda bisa menghasilkan gambar HD dengan kamera smartphone yang bagus, tapi memang sebaiknya gunakan kamera.

Berapa Keuntungan Menjual Foto di Internet?

Jumlahnya tergantung pada banyak faktor, seperti platform tempat Anda menjual foto serta komisinya, eksklusivitas kontributor, dan lokasi geografis Anda. Sebagian besar website jualan foto atau agensi foto stok biasanya menawarkan bagi hasil sebesar 15-60%.

Apakah Hak Cipta akan Tetap Dimiliki setelah Foto Dijual Online?

Biasanya, ya, hak cipta penuh tetap menjadi milik Anda. Ketika jualan foto di internet, Anda tidak menjual hak cipta atas foto tersebut. Namun, Anda menawarkan lisensi penggunaannya berdasarkan syarat dan ketentuan yang telah disepakati.

Author
Penulis

Faradilla A.

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.