Apa Itu Domain? Pengertian Domain bagi Pemula
access_time
hourglass_empty
person_outline

Apa Itu Domain? Pengertian Domain bagi Pemula

Anda pasti pernah menjumpai istilah domain dan bertanya-tanya, apa itu domain? Jadi, jika diibaratkan, domain atau nama domain adalah alamat rumah Anda. Contohnya, GPS membutuhkan nama jalan atau kode pos agar sistem bisa menyediakan arah untuk Anda. Nah, web browser juga membutuhkan nama domain untuk mengarahkan Anda atau pengunjung ke suatu website.

Nama domain terdiri dari dua elemen utama. Contohnya, nama domain Facebook.com memuat nama website (Facebook) dan ekstensi nama domain (.com). Pada saat perusahaan (atau orang pribadi) membeli nama domain, mereka bisa menentukan server mana yang menjadi tujuan pengarahan nama domain.

Web hosting murah & domain gratis mulai dari 20 ribuan! Dapatkan penawaran terbatas ini, diskon hingga 90%!

Daftarkan Domain

Registrasi nama domain dikelola oleh organisasi yang disebut ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). ICANN menentukan ekstensi nama domain yang tersedia dan memiliki database yang tersentralisasi berisi informasi pengarahan nama domain.

Setiap website yang Anda buka terdiri dari dua elemen utama: nama domain dan web server.

  1. Web server adalah mesin fisik yang menyimpan file dan database website Anda lalu menampilkannya kepada para pengunjung situs saat mereka mengakses dan membuka website Anda dari komputer.
  2. Nama domain merupakan nama yang diketikkan para pengunjung untuk membuka dan mengakses website Anda. Nama ini mengarahkan web browser ke server yang menyimpan resource website. Tanpa adanya nama domain, orang-orang harus mengetikkan alamat IP server untuk mengakses situs Anda, yang tentunya akan cukup merepotkan.

Bagaimana Cara Kerja Domain?

Nama domain bekerja layaknya shortcut yang mengarahkan kita ke server yang mengonlinekan website.

Perlu diketahui bahwa setiap website sebenarnya memiliki alamat IP sendiri agar bisa diakses oleh komputer, karena komputer bekerja dengan memahami angka-angka tertentu. Namun, akan sangat merepotkan bagi kita untuk mengingat setiap angka tersebut. Oleh karena itu, nama domain pun diciptakan.

Contohnya, Hostinger.co.id adalah nama domain. Anggap saja alamat IP kami adalah 100.90.80.70. Alamat IP ini mengarah ke sebuah server, tapi tidak bisa digunakan untuk mengakses website kami jika pengunjung mencoba membukanya. Sebab, agar alamat IP bisa digunakan untuk mengakses website, server remote harus menggunakan port 80 dengan halaman default (index.html) yang tersimpan dalam direktori aplikasi web.

Nah, setelah memahami apa itu domain dan cara kerjanya, bisa kita simpulkan bahwa akan sangat merepotkan untuk mengakses website dengan pengaturan default server dan alamat IP. Oleh karena itu, hampir semua pemilik website memilih untuk menggunakan provider seperti Hostinger yang menawarkan nama domain gratis jika membeli paket web hosting selama setahun atau lebih.

Domain juga bisa memanfaatkan redirect atau pengalihan yang membantu Anda menentukan apakah pengunjung yang membuka situs Anda akan otomatis diarahkan ke situs lain. Cara ini sangat berguna untuk campaign dan microsite, atau untuk mengarahkan pengunjung ke halaman landing khusus di situs utama Anda. Opsi pengalihan juga akan membantu menghindari kesalahan penulisan domain. Misalnya, ketika Anda salah mengetikkan URL Facebook dengan menulis www.fb.com, Anda akan tetap diarahkan ke www.facebook.com berkat opsi ini.

Berbagai Tipe Domain

Tidak semua nama domain mengikuti rumus dan aturan yang sama. Meskipun domain .com paling banyak digunakan, yaitu sekitar 46,5% dari seluruh website di dunia, masih ada domain lain yang bisa Anda pilih, seperti .org dan .net. Berikut beberapa tipe domain yang paling banyak digunakan:

TLD: Top Level Domain

Seperti namanya, tipe nama domain ini merupakan top level (tingkat atas) dalam sistem nama domain di Internet. Tersedia ribuan TLD yang bisa Anda gunakan, dan yang paling banyak digunakan antara lain adalah .com, .org, .net, dan .edu.

Daftar TLD resmi dikelola oleh organisasi yang disebut Internet Assigned Numbers Authority (IANA) dan bisa Anda lihat di sini. IANA mencatat bahwa daftar TLD juga menyertakan ccTLD dan gTLD, yang akan kami bahas setelah ini.

ccTLD: County Code Top Level Domain

ccTLD hanya menggunakan dua huruf dan didasarkan pada kode negara internasional, misalnya .us untuk United States dan .jp untuk Jepang. Biasanya ccTLD digunakan oleh perusahaan yang membuat situs khusus bagi wilayah-wilayah tertentu, dan bisa menunjukkan kepada pengunjung bahwa situs yang dikunjunginya valid sesuai tujuan mereka.

gTLD: Generic Top Level Domain

Pada dasarnya, gTLD adalah TLD yang tidak menggunakan kode negara. Sebagian besar gTLD ditujukan bagi penggunaan tertentu, misalnya .edu untuk website institusi pendidikan (edukasi). Nah, Anda tidak harus memenuhi syarat tertentu untuk mendaftarkan gTLD, seperti .com yang tidak selalu ditujukan bagi website komersial.

Contoh gTLD lainnya adalah .mil (militer), .gov (pemerintah), .org (lembaga nirlaba dan organisasi), dan .net yang awalnya dibuat sebagai nama domain untuk penyedia layanan internet (ISP), tapi sekarang bisa digunakan di bidang apa saja.

Tipe Nama Domain Lainnya

Nah, sampai di sini, Anda sudah tahu apa itu domain, cara kerja, dan beberapa tipe domain. Selanjutnya kami akan memperkenalkan variasi nama domain lain yang bisa Anda gunakan:

Second Level Domain

Anda mungkin pernah melihat nama domain ini. Second level domain adalah domain yang berada tepat setelah top level domain. Tenang, kami tidak akan menggunakan penjelasan yang terlalu teknis karena akan lebih mudah jika menggunakan contoh, khususnya untuk yang berkaitan dengan kode negara.

Contoh second level domain adalah .co.uk yang digunakan oleh beberapa website perusahaan di Inggris. Atau, .gov.uk yang digunakan oleh institusi pemerintah Inggris, dan .ac.uk yang digunakan oleh institusi akademik dan universitas di negara kerajaan tersebut.

Subdomain

Dengan subdomain, para webmaster tidak harus membeli nama domain tambahan jika ingin menambahkan pembagian di situsnya. Mereka cukup membuat subdomain yang bisa diarahkan ke direktori tertentu di server. Subdomain bisa menjadi opsi terbaik utuk situs campaign dan tipe konten web lainnya yang sebaiknya dipisahkan dari halaman atau situs utama.

Sebagai contoh, Facebook menggunakan developers.facebook.com untuk menyediakan informasi tertentu kepada para developer web dan developer aplikasi yang ingin memanfaatkan API Facebook. Contoh lainnya adalah support.google.com.

Domain gratis/free domain

Ada juga nama domain gratis yang bisa Anda peroleh dari berbagai website builder seperti WordPress.com, Squarespace, Weebly, dan sebagainya.

Domain gratis mirip dengan subdomain karena menggunakan nama website dalam domain pribadi Anda. Contohnya adalah businessbooks.wordpress.com atau businessbooks.squarespace.com, yang berarti domain tersebut diperoleh dari WordPress dan Squarespace.

Namun, tipe domain ini kurang cocok digunakan untuk jangka panjang bagi bisnis atau jika Anda ingin memiliki branding yang unik. Akan jauh lebih baik jika Anda memiliki nama domain sendiri.

Cara Daftar Domain

Setiap penyedia nama domain menggunakan sistem yang berbeda, dan proses daftar domain akan bergantung pada provider yang Anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, silakan baca cara membeli domain kami.

Untuk mendaftarkan nama domain, pertama Anda harus mengecek ketersediaan nama domain di fitur pencari domain. Sebagian besar penyedia nama domain memungkinkan Anda mengetikkan atau memasukkan nama domain yang diinginkan untuk mengecek ketersediaannya. Di Hostinger, kami juga menyediakan berbagai opsi nama domain lain jika nama domain yang Anda inginkan sudah digunakan oleh user lain.

Daftar domain - fitur cek domain

Setelah itu, Anda hanya perlu menyelesaikan langkah-langkahnya dengan mengeklik Checkout Sekarang dan melakukan pembayaran untuk nama domain yang dipilih. Setelah nama domain dibeli dan terdaftar, Anda akan mendapatkan akses untuk mengelola control panel yang memiliki semua tool manajemen yang Anda butuhkan.

Cara Transfer Domain

Nama domain juga bisa ditransfer dari satu registrar ke registrar lainnya. Namun, Anda harus memenuhi syarat-syarat berikut agar cara transfer domain bisa dilakukan tanpa masalah:

  1. Sudah melewati 60 hari atau lebih sejak kali terakhir domain ditransfer atau didaftarkan.
  2. Domain tidak boleh sedang dalam status Redemption atau Pending Delete.
  3. Anda harus memiliki kode otorisasi domain (atau disebut juga EPP code).
  4. Informasi kepemilikan domain harus valid, dan layanan perlindungan privasi harus dimatikan.

Meskipun transfer domain bukanlah hal wajib, akan jauh lebih mudah bagi Anda jika menggunakan layanan web hosting dan domain yang sama.

Cara Transfer Domain

Di Hostinger, cara transfer domain bisa dilakukan dari registrar mana pun. Prosesnya sendiri berlangsung selama 4-7 hari. Jangan khawatir, jika belum memahami cara transfer domain, tim Support kami akan siap sedia membantu Anda!

Jadi, Apa Itu Domain?

Di dunia web hosting, nama domain diibaratkan alamat suatu gedung atau rumah. Berikut beberapa hal terkait pengertian domain yang harus Anda ketahui:

    1. Nama domain diasumsikan sebagai alamat suatu tempat.
    2. Nama domain terdiri dari nama website (misalnya Hostinger) dan ekstensi nama domain (misalnya, .co.id).
    3. Semua registrasi nama domain dikelola oleh ICANN.
    4. Cara kerja domain mengarahkan pengunjung ke server yang tepat (saat mengakses website).
    5. Domain .com merupakan nama domain yang paling populer dan digunakan oleh 46,5% website.
    6. ccTLDs menggunakan kode negara dan mengacu pada area geografis (misalnya, .cn atau .es).
    7. gTLD merupakan ekstensi nama domain yang digunakan untuk tujuan spesifik (misalnya, .org untuk organisasi).
    8. Setiap registrar menawarkan proses daftar domain yang berbeda-beda.
    9. Anda bisa menggunakan fitur cari domain untuk mengetahui ketersediaan nama domain yang Anda inginkan.
    10. Domain bisa ditransfer dari satu provider ke provider lainnya.
    11. Server merupakan mesin fisik yang menyimpan file website.
    12. Jika Anda butuh bantuan, tim Support kami akan selalu siap membantu Anda.

Cari Domain Sekarang

Artikel Terkait Nama Domain

Ingin mengetahui lebih banyak tentang website, domain, dan web hosting? Berikut beberapa artikel yang bisa membantu Anda:

Kesimpulan

Selesai! Dari tutorial ini, Anda kini sudah mengetahui pengertian domain seperti apa itu domain, cara kerja domain, dan berbagai jenisnya. Selain itu, Anda juga sudah mempelajari cara transfer domain dan cara daftar domain.

Jika memiliki pertanyaan seputar nama domain, jangan sungkan untuk menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini!

Penulis

Author

Ariata C. / @ariata

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tutorial pilihan

Tutorial terkait

Author

Anisa Febiola irfansah Balas

May 20 2020

halo saya anisa saya pengguna baru ingin mencba membeli domain namun saya ingin bertanya setelah pembayaran bentuk yang diterima berupa apa apakah akun seperti blog atau bagaimana. dan apakah nama domain tersebut bisa di rename.? karena saya baru pertama mencoba saya belum mengetahui bagaimana kelanjutan setelah pembayaran atas sebuah domain tersebut

    Author

    Ariata C.

    Dibalas pada May 25 2020

    Halo kak, Untuk nama domain, akan sangat riskan jika direname atau diubah namanya setelah melakukan proses pendaftaran. Perubahan tersebut sedikit banyak akan memengaruhi performa website. Jika ingin informasi lebih jelas mengenai produk hosting dan domain yang kami miliki, bisa langsung menghubungi tim support via email di support@hostinger.co.id. Kami akan menjawab pertanyaan kakak sesegera mungkin. Terima kasih :)

Author

Fitriani N Balas

November 02 2020

Halo kak, domainnya berlaku setahun kan? Setelah setahun, kalau beli domain baru lagi untuk melanjutkannya apa dengan nama domain yang sama atau bisa ganti nama domian lain? Mohon penjelasannya ya kak, saya masih pemula banget soal domain dan hosting. Terimakasih sebelumnya.

    Author

    Ariata C.

    Dibalas pada November 03 2020

    Selamat siang, Domain berlaku selama setahun. Tidak perlu beli domain baru jika masih ingin menggunakan domain yang lama. Cukup diperpanjang saja. Perlu diingat, domain memiliki masa kedaluwarsa dan masa tenggang. Bilamana domain tidak dibayarkan sampai pada jatuh tempo, domain tidak akan bisa digunakan lagi dan akhirnya tersedia untuk didaftar oleh user lain. Terima kasih

Author

Fery Martin Situmeang Balas

November 09 2020

• Domain sangat menarik dalam berdagang online, dan memperkenalkan produk kita.

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!