Apa Itu e-Commerce? Simak Penjelasan & Cara Memulai Bisnis eCommerce
access_time
hourglass_empty
person_outline

Apa Itu e-Commerce? Simak Penjelasan & Cara Memulai Bisnis eCommerce

Dengan semakin banyaknya cara dan peluang untuk mendapatkan uang dari Internet, Anda pasti pernah ingin mencobanya juga, atau minimal pernah mendengar kata e-commerce. Tapi, apakah Anda sudah tahu apa itu e-commerce? Apa yang harus dilakukan jika ingin memulai bisnis di bidang ini?

Lanjutkan membaca karena kami akan membahas semua hal tentang ecommerce, mulai dari apa itu eCommerce, manfaat e-commerce, jenis bisnis e-commerce yang ada saat ini, hingga cara yang bisa dicoba untuk memulai bisnis ecommerce Anda sendiri.

Apa Itu e-Commerce?

e-Commerce adalah istilah yang digunakan untuk menyebut hal-hal terkait transaksi online. Pengertian eCommerce mencakup berbagai jenis aktivitas dan tool online, mulai dari internet banking dan e-wallet, hingga pemesanan tiket dan lelang online.

Namun, secara umum, pengertian e-Commerce lebih dikenal sebagai kegiatan belanja online, yang meliputi aktivitas membeli dan menjual produk fisik atau digital melalui Internet.

Raksasa retailer online seperti Amazon dan Walmart menjadi beberapa contoh website eCommerce yang paling populer saat ini.

Amazon sebagai contoh apa itu e-commerce

Seberapa Penting Industri eCommerce Sekarang?

Hingga detik ini, belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan pada perkembangan industri eCommerce. Bahkan, penjualan online kini menyumbang lebih dari 14% penjualan ritel di seluruh dunia dan diperkirakan akan mencapai 22% di tahun 2023.

Dengan lebih dari dua miliar pembeli online di seluruh dunia, penjualan online global ditaksir akan menyumbang lebih dari 95% total pembelian di tahun 2040. Tidak bisa dipungkiri, industri eCommerce kini telah menjadi bagian dari hidup kita.

Sampai di sini, kita sudah membahas apa itu eCommerce dan pengertian e-Commerce. Mari lanjutkan ke manfaat e-Commerce bagi pelanggan dan penjual.

Apa Saja Manfaat e-Commerce bagi Bisnis dan Konsumen?

Setelah tahu apa itu e-Commerce, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa bisnis ini bisa sangat populer. Berlawanan dengan toko fisik, berikut adalah manfaat e-Commerce yang membuatnya berkembang pesat:

Pasar tersedia secara global

eCommerce tidak terbatas ruang dan wilayah. Anda bisa menjual produk kepada siapa saja di seluruh dunia.

Pembeli bisa menemukan dan membeli produk dengan lebih mudah tanpa dibatasi lokasi, sementara bisnis mampu meningkatkan penjualan dan pendapatan jauh lebih tinggi dibanding melalui toko fisik konvensional.

Selain itu, penjual tidak perlu mendirikan atau membangun apa pun untuk membuat etalase toko. Jika sudah memiliki produk yang akan dijual, cukup mulai e-Commerce Anda untuk langsung memasarkannya di Internet.

Buka 24 jam, 7 hari seminggu, sepanjang tahun

Merujuk kembali ke bagian “Apa itu e-Commerce” di atas, semua aktivitas di eCommerce dilakukan secara online. Artinya, produk Anda selalu tersedia setiap saat secara online.

Bagi merchant, peluang penjualan tentu akan meningkat dan pendapatan tidak bergantung pada jam buka toko. Terlebih lagi, 87% pembeli kini lebih suka mencari produk secara online. Jadi, dengan toko online, Anda bisa memperkenalkan produk secara lebih luas.

Bagi pembeli, manfaat e-Commerce ini benar-benar memudahkan segalanya karena transaksi bisa dilakukan kapan saja cukup dengan beberapa sentuhan dari ujung jari mereka.

Selain itu, Anda akan sangat terbantu jika memasarkan produk secara global. Konsumen datang dari berbagai zona waktu, dan ketersediaan selama 24/7 jelas akan meminimalkan kemungkinan kehilangan konsumen.

Untuk meningkatkan kepuasan pengunjung, gunakan chatbot agar Anda bisa memberikan bantuan pelanggan setiap waktu, baik saat online maupun tidak.

Biaya jauh lebih murah

Selain tidak mengharuskan Anda mendirikan toko fisik, manfaat e-Commerce lainnya adalah biaya yang diperlukan untuk membuat toko menjadi jauh lebih murah.

Pertama, Anda bisa memulai website e-Commerce hanya dengan Rp127.101/bulan.

Kedua, Anda tidak perlu merogoh kocek untuk biaya gudang dan penyimpanan produk jika memilih sistem dropship. Pemasok akan menyelesaikan pesanan konsumen untuk Anda.

Iklan online juga lebih murah dibanding media konvensional. Hebatnya lagi, kini ada banyak sekali platform iklan yang tersedia sehingga Anda bisa mengatur strategi marketing sesuai anggaran.

Terakhir, Anda tidak perlu menggaji karyawan karena bisnis bisa dikelola sendiri. Bahkan, jika ternyata membutuhkannya, Anda hanya perlu merekrut 1-2 staf karena fitur platform e-Commerce kini sudah semakin canggih, seperti yang akan dijelaskan pada poin setelah ini.

Manajemen menjadi lebih mudah

Dengan e-Commerce, bisnis bisa mengotomatiskan manajemen barang berkat tool dan layanan yang disediakan. Proses terkait stok produk dan operasional pun menjadi lebih simpel dan mudah.

Misalnya, Anda bisa menambah, mencatat, dan mengelola daftar produk dari satu halaman saja.

Detail pengiriman juga bisa ditangani tanpa perlu repot berkat tool penghitungan real-time. Anda tidak perlu lagi bolak-balik membuat dan mengedit informasi seputar ongkos kirim.

Tergantung pada platform yang Anda gunakan, toko online juga biasanya menawarkan berbagai opsi pembayaran. Konsumen bisa memilih metode yang menurut mereka lebih nyaman.

Salah satu platform e-Commerce yang memiliki semua fitur di atas adalah Zyro dari Hostinger.

eCommerce Zyro dari Hostinger

Dengan platform yang tepat, Anda bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara lebih mudah serta meminimalkan stres agar bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.

Terlebih lagi, toko eCommerce yang Anda buat bersama kami pasti akan memberikan user experience yang optimal ketika konsumen berbelanja secara online. Situs Anda akan memiliki performa yang andal, dengan sistem manajemen pesanan yang menjamin kecepatan pengiriman.

Informasi lebih jelas dan penargetan prospek sesuai strategi

Dengan toko fisik, Anda hanya bisa menyajikan sedikit informasi mengenai setiap produk.

Tapi tidak begitu dengan toko eCommerce. Anda bisa menambahkan deskripsi mendetail tentang produk atau layanan, serta menampilkan sebanyak mungkin varian sesuai keinginan. Anda bahkan bisa melengkapi informasi brand untuk meningkatkan kredibilitas dan membangun kepercayaan pelanggan.

Fitur minor ini mungkin tidak begitu signifikan, tapi cukup efektif untuk membantu meningkatkan penjualan. Menurut sebuah studi, konsumen yang cukup mengenal suatu produk akan merasa lebih puas dan percaya diri dengan keputusan mereka untuk membeli.

Jadi, salah satu manfaat e-Commerce selanjutnya adalah Anda bisa menggunakan strategi penargetan prospek.

Karena toko online memungkinkan Anda mengumpulkan data konsumen, Anda bisa melakukan strategi pemasaran sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan informasi pelanggan, seperti jenis kelamin, usia, atau riwayat pembelian.

Gunakan informasi ini untuk menyajikan konten yang berbeda-beda dan memberikan rekomendasi personal. Dengan memberikan sesuatu yang menarik perhatian, peluang konversi pun akan meningkat.

4 Jenis Model Bisnis e-Commerce

Setelah membahas apa itu e-commerce dan manfaatnya, selanjutnya kami akan membahas model bisnisnya.

Model bisnis e-Commerce dikategorikan berdasarkan pihak yang terlibat dalam transaksi. Ada 4 jenis model bisnis e-Commerce saat ini, yaitu:

1. Business to Consumer (B2C)

Model bisnis e-Commerce B2C melibatkan perusahaan yang menjual produk dan layanan secara langsung kepada konsumen.

Dari perspektif konsumen, definisi model bisnis ini adalah ketika Anda membeli produk dari website resmi suatu brand. Contohnya, Anda membeli ponsel dari apple.com, atau sepatu dari adidas.com.

B2C sebenarnya tidak hanya meliputi penjualan produk. Model bisnis e-Commerce ini juga bisa berbasis layanan/jasa, seperti Lawn Guru dan Housecall Pro.

Dibandingkan dengan model bisnis lainnya, B2C adalah model yang paling umum dan mudah dipahami.

LawnGuru model bisnis eCommerce B2C

2. Business to Business (B2B)

Dalam model bisnis e-Commerce B2B, kedua pihak sama-sama merupakan entitas bisnis.

Biasanya, transaksi ini terjadi ketika suatu bisnis memerlukan bahan baku untuk produk akhir mereka.

Contohnya adalah perusahaan produsen kendaraan. Dalam prosesnya, penjual atau retailer kendaraan membeli komponen atau suku cadang dari produsen. Transaksi ini mungkin meliputi pembelian ban, selang karet, dan wiper kaca.

Oleh karena itu, model bisnis B2B biasanya menghasilkan penjualan volume tinggi dan dalam frekuensi rutin.

Beberapa perusahaan yang menggunakan model bisnis e-Commerce B2B adalah Berlin PackagingFlexfire LED, dan Bulk Bookstore.

Flexfire LED model bisnis e-commerce B2B

3. Consumer to Business (C2B)

Dalam model bisnis e-Commerce C2B, penjual individu akan menjual barang dan layanan/jasa kepada perusahaan. Metode ini memungkinkan pembeli menentukan harga sendiri.

Situs freelance dan program afiliasi dikategorikan sebagai model bisnis e-Commerce C2B. Contohnya adalah UpworkHubstaff Talent, dan Fiverr.

Upwork model bisnis e-commerce C2B

4. Consumer to Consumer (C2C)

Model bisnis e-Commerce C2C melibatkan sesama konsumen. Penjual individu akan menjual produknya kepada konsumen individu melalui Internet.

Proses ini biasanya melibatkan perantara marketplace online.

Dalam hal ini, situs B2C seperti eBay dan Craigslist bisa membantu seseorang menjual produk kepada orang lain jika sudah memiliki akun.

Craigslist model bisnis e-Commerce C2C

Studi Kasus: 3 Kisah Sukses e-Commerce sebagai Inspirasi

Nah, Anda pasti sudah memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa itu e-Commerce dan mulai terinspirasi untuk membangun bisnis Anda sendiri. Namun, pernahkah Anda mendengar info mengejutkan bahwa 90% bisnis e-Commerce mengalami kegagalan dalam tiga bulan pertamanya di Internet?

Angka kegagalan yang sangat tinggi, dan mungkin akan membuat Anda berkecil hati. Tapi tenang, masih ada 10% bisnis eCommerce yang berhasil bertahan, bahkan berkembang dan sukses hingga saat ini. Anda pun bisa menjadi salah satunya jika tidak gegabah mengambil langkah.

Berikut tiga studi kasus e-Commerce yang bisa Anda pelajari untuk meraih sukses dalam bisnis ini:

Zalora: Mengelola Bisnis yang Berkembang Pesat dengan Cloud Hosting

Zalora sebagai contoh apa itu e-commerce

Zalora adalah retailer fashion dari Asia Tenggara. Di Australia, mereka dikenal dengan nama The Iconic.

Perusahaan yang menggunakan model bisnis e-Commerce B2C ini menawarkan berbagai jenis kategori produk, mulai dari aksesori wanita, perawatan pria, hingga fashion anak-anak.

Menurut Karthik Subramanian, mantan CTO Zalora, perusahaan ini memiliki target untuk menjadi platform e-Commerce fashion yang bisa diakses kapan saja selama 24/7. Mereka juga ingin konsumen bisa berbelanja dengan nyaman.

Bertumpu pada target ini, Zalora menjanjikan beberapa keunggulan bisnis mereka kepada pelanggan.

Misalnya, Zalora menjanjikan pengiriman ekspres tak terbatas, 30 hari pengembalian gratis, dan pengiriman gratis untuk pembelian di atas $50. Hasilnya, konsumen pun sangat tertarik untuk belanja di website mereka.

Dalam sebuah wawancara, Subramanian mengungkapkan bahwa perusahaan ini berkembang rata-rata hingga 100% dalam 3-4 tahun pertamanya.

Untuk menangani banyaknya konsumen, Subramanian memutuskan untuk menghosting website eCommerce mereka dengan cloud hosting. Bukan pilihan yang tepat untuk menggunakan server fisik karena akan menghambat alur konsumen yang dinamis.

Jika Anda berencana untuk memulai dari yang kecil hingga berhasil seperti Zalora, cobalah cloud hosting dari Hostinger.

Layanan cloud hosting Hostinger

Alya Skin: Startup yang Sukses dengan Influencer Marketing

Alya Skin sebagai contoh apa itu e-commerce

Alya Skin adalah brand perawatan kulit dari Australia yang menawarkan produk vegan dan bebas dari aktivitas penyiksaan hewan. Pendirinya, Manny Barbas, melihat peluang untuk menjual masker clay berwarna merah muda, kemudian ia menghubungi partner-nya, James Hachem, untuk bekerja sama memulai usaha.

Pertanyaannya, bagaimana cara mereka memasarkan produk? Masker produksi mereka memang unik, tapi harus ada strategi yang tepat agar angka penjualan bisa terus naik.

Jawabannya adalah menggunakan influencer marketing.

Mereka memulai promosi dengan mengirimkan 1.000 produk kepada beberapa influencer yang diminta untuk memposting dan mengulasnya. Namun, influencer yang mereka ajak bekerja sama juga tidak sembarangan; hanya yang sesuai dengan demografis usia produk Alya Skin yang akan terpilih.

Barbas mengatakan bahwa perusahaan mereka berkembang pesat berkat strategi promosi produk melalui micro-influencer di seluruh Australia. Ia juga yakin bahwa audiens lebih percaya terhadap micro-influencer daripada orang-orang yang hanya memiliki banyak follower.

Bisnis mereka kemudian mengirimkan 400-500 produk per minggunya. Namun, mereka tidak pernah memaksa para influencer tersebut untuk memposting atau membahasnya. Mereka hanya berpesan, “Kalau Anda suka, silakan posting.”

Diamond Candles: Pendapatan Naik berkat Memprioritaskan Personalized Email

Diamond Candles sebagai contoh apa itu e-commerce

Diamond Candles adalah perusahaan yang menjual lilin aromaterapi. Mereka menerapkan model bisnis e-Commerce B2C untuk menjual produk. Selain menggunakan bahan ramah lingkungan, selling point mereka yang cukup unik adalah strategi ring reveal.

Di dalam setiap Ring Candle, terdapat cincin dan kupon yang memberikan kesempatan untuk memenangkan cincin lagi hingga senilai $5.000. Dari sini, konsumen bisa memilih gaya dan ukuran yang pas dengan mereka.

Sensasi yang terasa saat “ring reveal” (menemukan cincin) memberikan pengalaman tersendiri bagi konsumen.

Tapi sebenarnya, strategi yang membuat perusahaan ini berkembang cepat adalah pemasaran email mereka. Ada sekitar 2.000 alamat email yang menghubungi mereka setiap bulannya.

Diamond Candles pun memutuskan untuk fokus dan memprioritaskan strategi email marketing karena tingginya peluang dari area ini. Mereka menggunakan data yang dikumpulkan dari website, kemudian mengubahnya menjadi personalized email.

Tim mereka yakin bahwa email marketing adalah cara yang tepat untuk menjangkau pelanggan baru dan menarik kembali minat pengunjung lama.

Hasilnya, perusahaan ini berhasil menaikkan pendapatan hingga 160% dalam 8 bulan, dan mempersingkat waktu pembelian hingga 75%.

Jika ingin mencoba strategi ini, Anda bisa menggunakan layanan email marketing seperti MailChimpConstant Contact, atau ConvertKit.

3 Langkah Memulai Bisnis e-Commerce yang Berhasil

Selanjutnya, setelah mempelajari apa itu e-commerce, manfaat e-commerce, jenis-jenisnya, dan mencari inspirasi, berikut kami bagikan cara yang bisa Anda coba untuk memulai bisnis e-Commerce:

Langkah 1: Pilih ide bisnis online

Tentukan terlebih dahulu barang dan jasa yang akan Anda jual. Saat mencari inspirasi, sebaiknya pilih strategi yang sekiranya akan menghasilkan dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan di masa depan.

Berikut beberapa tips produk dan layanan/jasa yang akan cukup menjual:

Mampu mengatasi masalah konsumen

Dengan mengatasi masalah konsumen, berarti produk atau layanan Anda mampu memenuhi kebutuhan mereka. Entah itu sesederhana jasa laundry bantal yang kotor, hingga mungkin produk alat bantu dengar dengan harga terjangkau.

Untuk memulai, amati aktivitas sehari-hari yang sekiranya orang-orang malas melakukannya. Tanyakan kepada teman atau keluarga, atau bisa juga melalui survei online.

Menyasar hobi tertentu

Menjual produk yang berhubungan dengan hobi berarti Anda menargetkan konsumen spesifik.

Konsumen yang menggemari hobi tertentu cenderung rela merogoh kocek lebih dalam karena adanya ikatan emosi dengan produk yang akan mereka beli.

Contohnya adalah Wilton, retailer pemasok bahan pembuatan kue yang menyediakan produk untuk berbagai kalangan. Kemudian ada Wayfair untuk dekorasi rumah, dan Bluemoon untuk pencinta scrapbook.

Untuk menemukan inspirasi, Anda bisa mencari tahu beberapa hobi yang cukup populer di kalangan masyarakat.

Wilton bahan pembuat kue B2C

Mengikuti atau menciptakan tren

Perkenalkan brand Anda sebagai pelopor dengan mengidentifikasi tren lebih awal. Jika caranya benar, Anda bisa menciptakan segmen sendiri di pasar dan menjadi lebih unggul dari pesaing.

Ikuti berbagai hal yang sedang populer di media sosial. Anda bisa mulai dengan melihat trending topic di Twitter, atau di Facebook.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail, Anda bisa menggunakan tool social listening seperti Google TrendsTrend Hunter, dan banyak lagi.

Homepage Google Trends

Menyalurkan keahlian Anda

Memiliki keahlian di bidang tertentu? Anda bisa menyulapnya menjadi mesin penghasil uang dari Internet melalui toko online.

Contohnya, Anda bisa menjual jasa desain grafis, penulis, fotografer, dan sebagainya. Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari passive income dengan menjual kursus online melalui Udemy atau Skillshare.

Contoh keren untuk ide ini adalah Aesphi, yang dibuat oleh Del Mauricio. Toko ini menawarkan berbagai jenis layanan digital, mulai dari desain logo hingga editing video.

Homepage Aesphi e-commerce C2B

Langkah 2: Cari produsen untuk produk Anda

Jika menjual produk fisik, Anda harus mencari cara agar produksi barang yang Anda jual tetap berjalan.

Berikut beberapa metode paling umum yang bisa Anda coba:

Gunakan metode outsourcing dengan produsen

Tidak seperti UMKM, produsen mampu memproduksi barang secara massal. Akan jauh lebih efisien dan hemat biaya jika Anda mengambil produk dari produsen besar.

Apabila akan menggunakan model bisnis e-Commerce B2B, sebaiknya gunakan metode outsourcing dengan produsen. Selain hemat biaya, produsen juga bisa membantu Anda memenuhi permintaan konsumen.

Anda hanya perlu mencari produsen yang sesuai dengan kebutuhan dan mengajukan proposal produk.

Contohnya, ada Indie Source sebagai produsen pakaian, dan Ever Shiny sebagai produsen perhiasan.

Indie Source produsen pakaian

Sayangnya, produsen memiliki batas minimal pesanan untuk produk mereka. Jadi, Anda harus menyiapkan modal yang cukup besar untuk memulai bisnis.

Waktu produksi juga bisa lebih lama karena produsen harus melakukan beberapa proses, seperti membuat prototipe, sampel, melakukan penyempurnaan, hingga produksi.

Menjadi reseller dari pemasok grosir

Dengan metode ini, Anda membeli produk dalam jumlah besar dari pemasok lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Untungnya, pemasok grosir biasanya memberikan diskon khusus bagi reseller.

Apabila ingin menjual beragam produk dari berbagai merek, metode ini akan sangat sesuai untuk Anda. Asalkan tahu pemasok yang bagus, Anda pun siap memulai perjalanan bisnis Anda.

Jika ingin menjadi reseller, cobalah mencari pemasok dari direktori seperti SourcifyAliExpress, dan Oberlo.

Oberlo direktori supplier

Namun ingat, margin profit Anda tidak akan sama tingginya seperti jika Anda memproduksi produk sendiri.

Selain itu, Anda harus benar-benar memperhatikan detail produk. Meskipun beberapa pemasok sekilas menyediakan produk yang sama, pasti ada saja sesuatu yang berbeda dari produk mereka.

Gunakan sistem dropship

Jika tidak memiliki ruang untuk stok produk, Anda bisa mencoba metode dropship.

Dengan metode ini, Anda pada dasarnya berperan sebagai perantara untuk menyalurkan barang dari pemasok kepada konsumen. Opsi ini sangat cocok jika Anda ingin lebih fokus pada marketing.

Ada banyak sekali direktori yang bisa Anda manfaatkan untuk menemukan pemasok. Beberapa yang paling populer adalah AliDropshipSalehoo, dan Alibaba.

Namun, sama halnya dengan menjadi reseller, Anda tidak bisa mengontrol kualitas produk. Jadi, cermatlah saat memilih partner untuk metode dropship.

Langkah 3: Mulai bangun bisnis Anda

Langkah ini akan melibatkan berbagai fitur perusahaan Anda, seperti branding, USP (unique selling proposition), dan struktur bisnis.

Buat nama brand

Menurut sebuah studi dari Nielsen, nama brand merupakan salah satu aset perusahaan yang paling berharga.

Nama ini merepresentasikan citra Anda dalam satu atau dua kata. Di samping itu, nama brand memberikan gambaran kepada konsumen mengenai brand personality Anda, memungkinkan mereka mengetahui apa yang ditawarkan oleh bisnis Anda.

Untuk memberikan kesan yang membekas dengan nama brand, cobalah menggunakan rima yang cantik dan berikan penekanan pada suku kata pertama.

Pilih nama brand yang simpel, dan cari artinya dalam bahasa lain untuk menghindari salah paham.

Terakhir, jangan lupa untuk mengecek legalitas nama yang Anda pilih. Pastikan nama tersebut belum dipatenkan oleh bisnis lain.

Tentukan struktur bisnis

Struktur bisnis berperan untuk menangani aspek-aspek hukum bisnis Anda, seperti perpajakan dan perlindungan aset apabila terjadi kebangkrutan atau gugatan.

Ada beberapa struktur bisnis yang bisa Anda pilih. Salah satu opsi yang paling umum untuk toko online adalah LLC (Limited Liability Company) atau PT (Perseroan Terbatas), perusahaan perseorangan, dan partnership atau kemitraan.

LLC merupakan struktur bisnis yang lebih formal, memberikan perlindungan yang cukup memadai karena secara hukum, perusahaan terpisah dari pemiliknya.

Perusahaan perseorangan adalah struktur yang lebih informal, tidak memberikan perlindungan karena bisnis dimiliki oleh individu sehingga urusan perpajakan merupakan kewajiban pemilik.

Mirip dengan perusahaan perseorangan, kemitraan juga merupakan struktur informal, tetapi pemiliknya tidak hanya satu orang dan tidak memiliki organisasi formal. Dalam struktur ini, semua pihak bertanggung jawab atas setiap tindakan yang mereka ambil untuk bisnis.

Jika Anda memiliki bisnis kecil dengan risiko rendah dan profit rendah, perusahaan perseorangan atau kemitraan akan menjadi opsi yang tepat.

Namun, jika memiliki customer base yang cukup besar dan ingin memanfaatkan berbagai opsi pajak yang ada, lindungi perusahaan Anda di bawah struktur LLC/PT.

Beli nama domain

Nama domain adalah alamat Anda di Internet. Pengunjung menggunakan alamat ini untuk mengunjungi toko Anda.

Seperti nama brand, nama domain harus mudah diingat dan diucapkan.

Beberapa contoh nama domain yang jelas dan mudah diucapkan adalah digitalbeauty.comsethgodin.com, dan businessinsider.com.

Untuk menentukan nama domain yang mudah diingat, sebaiknya gunakan .com karena ekstensi domain ini adalah yang paling populer. Selain itu, jangan gunakan angka, tanda hubung, atau huruf dobel.

Temukan unique selling proposition Anda

Unique selling proposition (USP) akan membedakan Anda dari kompetitor. Lebih pentingnya lagi, faktor ini menunjukkan bagaimana bisnis Anda akan memberikan manfaat kepada konsumen.

USP akan direfleksikan pada strategi branding dan marketing Anda.

Contohnya, Fenty Beauty milik Rihanna menjanjikan kepada pelanggan bahwa mereka akan menjadi brand yang sesuai untuk wanita dari berbagai kalangan. USP ini terdapat pada slogan mereka, “Beauty for All.”

Untuk menetapkan USP, cari tahu semua keunggulan dan manfaat bisnis e-Commerce Anda. Jangan pilih yang terlalu umum, dan temukan faktor-faktor apa saja yang mampu menyasar pasar yang kurang diperhatikan oleh bisnis lain.

Memilih Platform untuk Memulai Toko Online

Jika sudah membaca sampai sini, Anda pasti sudah tahu apa itu e-commerce dan hampir semua hal tentangnya, atau bahkan sudah yakin ingin memulai toko online Anda sendiri. Nah, setelah mempersiapkan semuanya, kini saatnya memilih platform yang tepat untuk menghosting bisnis e-commerce Anda.

Memulai Toko Online dengan Platform eCommerce

Platform e-Commerce adalah tool online yang bisa digunakan oleh siapa saja untuk membuat dan menghosting toko online.

Platform ini menyediakan fitur-fitur penting untuk membantu bisnis Anda sukses secara online. Contohnya, platform e-Commerce dasar menyertakan fitur pelacakan kiriman, generator kode promo dan diskon, serta fungsi checkout yang mudah.

Anda mungkin sudah tahu bahwa ada banyak sekali opsi platform e-Commerce yang tersedia. Tenang, kami sudah merangkum beberapa yang terbaik untuk membantu Anda sukses secara online.

Berikut beberapa hosted platform untuk e-commerce:

  • Zyro — pilihan tepat bagi Anda yang ingin berhemat, tetapi membutuhkan platform yang menyertakan semua fitur penting eCommerce.
  • Shopify — platform eCommerce terpopuler sejauh ini karena sistemnya yang intuitif dan fitur penjualan multi-channel.
  • BigCommerce — menawarkan tarif kartu kredit PayPal yang lebih murah bagi pengguna, tergantung pada paket yang Anda pilih.

Jika lebih memilih untuk menggunakan self-hosted platform, berikut opsi terbaik menurut kami:

  • WooCommerce — plugin WordPress untuk mengubah website Anda menjadi toko online.
  • Magento — platform eCommerce terbaik jika ingin mengembangkan dan mengelola bisnis sesuai kebutuhan.
  • PrestaShop — platform open-source khusus untuk membuat toko online.

Pertimbangan saat Memilih Platform e-Commerce

  • Mudah bagi pemula. Cari platform yang tidak hanya mudah penyiapannya, tapi juga mudah didesain dan dikelola.
  • Aman. Untuk proses checkout & pembayaran yang aman, pilih platform yang mendukung sertifikat SSL.
  • SEO- dan mobile-friendly. Hampir semua pengguna ingin berbelanja tanpa masalah di ponsel atau perangkatnya.
  • Dukungan teknis. Baik Anda baru memulai maupun sudah lama di dunia e-commerce, pilih platform yang memiliki tim dukungan khusus yang selalu siap menjawab pertanyaan Anda.
  • Lebih dari satu gateway pembayaran. Pastikan konsumen bisa membayar dengan mudah. Beberapa gateway pembayaran terpopuler meliputi PayPal, Stripe, dan Square.

Menjual secara Online di Marketplace eCommerce

Jika baru memulai bisnis online dan belum ingin menggunakan website, coba jual produk atau layanan Anda melalui marketplace eCommerce. Dengan demikian, Anda tetap bisa menjual produk kepada pengguna akhir dengan mudah.

Untuk langsung menjual produk, Anda bisa menggunakan marketplace seperti Amazon dan AliExpress. Cukup buat akun dan mulai tambahkan produk.

Apabila ingin menjangkau kalangan konsumen tertentu, gunakan marketplace niche online seperti BestBuy untuk barang elektronik, Wayfair untuk perlengkapan rumah, dan Zalando untuk barang fashion.

Sementara itu, untuk marketplace yang memungkinkan tawar-menawar, cobalah TophatterTanga, dan banyak lagi.

Opsi lain jika ingin menjual jasa/layanan, cobalah marketplace untuk freelance seperti Fiverr dan Upwork.

Kesimpulan

Selesai! Sekarang, Anda sudah mendapatkan semua jawaban tentang apa itu e-commerce dan cara memulai toko online. Setelah mengetahui seluk-beluknya, Anda hanya tinggal menentukan di segmen mana Anda akan menjual produk, mencari pemasok, kemudian memulai bisnis secara online.

Dengan membaca artikel ini, semoga Anda bisa memulai perjalanan bisnis online Anda dengan lancar dan sukses di Internet, serta mempertahankan keberhasilan bisnis untuk jangka waktu yang tidak terhingga.

Untuk mendukung bisnis e-Commerce Anda, pastikan memilih platform yang menyediakan semua fitur penting agar toko online Anda berhasil meraih sukses tidak hanya di awal saja. Tunggu apa lagi? Mulai sekarang juga!

Penulis

Author

Faradilla Ayunindya / @faradilla

Faradilla adalah penerjemah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang menyukai segala hal tentang IT dan senang mengikuti tren seputar teknologi. Ia ingin turut berbagi informasi mengenai topik yang sedang populer di dunia online melalui tutorial yang ditulisnya di blog Hostinger.

Tutorial pilihan

Tutorial terkait

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!