WordPress

Tutorial Docker – Install WordPress di Docker (Windows, macOS, dan Linux)

Tutorial Docker - Install WordPress di Docker (Windows, MacOS, dan Linux)

Pengenalan

Jika kerap mengikuti informasi terkini di dunia pengembangan web, pasti Anda sering mendengar istilah ‘container’. Kontainerisasi memiliki banyak use-case: apakah Anda sedang mencari lingkungan virtual yang terisolasi untuk menguji aplikasi atau hendak membuat aplikasi Anda bersifat portabel sehingga mudah dikembangkan di sistem mana pun.

Salah satu solusi kontainerisasi yang sangat terkenal adalah Docker. Saking populernya, setiap pengguna atau programmer harus melibatkan Docker jika sedang berbicara soal container.

Di tutorial Docker ini, Anda akan mengetahui cara menggunakan Docker untuk membuat proyek di WordPress. Panduan ini juga bermanfaat bagi siapa pun yang membutuhkan lingkungan minimal untuk menjalankan tes terisolasi di proyek mereka. Pun pedoman ini berguna sebagai playground bagi pengguna yang ingin bereksperimen dengan berbagai plugin dan tema WordPress.

Yang Anda Butuhkan di Tutorial Docker

Sebelum memulai tutorial Docker, Anda membutuhkan:

  • Akses ke line command

Pengertian Docker

Memahami konsep mesin virtual akan membantu kita mengenal container dengan mudah. Sama seperti mesin virtual, container menawarkan keamanan dengan secara serentak menjalankan instance terpisah dari sistem operasi tanpa adanya interaksi antara satu sama lain. Pun sama halnya dengan mesin virtual, container meningkatkan portabilitas & fleksibilitas proyek, sebagaimana Anda tidak bergantung pada hardware spesifik mana pun, dan dapat bermigrasi ke cloud, local environment mana saja, dan lain-lain.

Berbeda dengan mesin virtual, yang membutuhkan instalasi sistem operasi kaya fitur bersamaan dengan besarnya overhead, container membagikan kernel sistem operasi tunggal selagi tetap mempertahankan isolasi dengan mematuhi container lainnya. Singkatnya, manfaat yang sama dari mesin virtual dapat Anda rasakan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Docker menggunakan skema yang sama untuk membuat container di VM berbasis Linux. Di container Docker tunggal, Anda akan mendapatkan akses ke seluruh keperluan pengembangan: source code, dependency, dan runtime.

Docker sangat berguna bagi developer WordPress. Tak hanya sebagai inti untuk membuat lingkungan tes WordPress (database, dependency, server), tetapi juga  membuang sistem resource yang bernlai, seperti ruang server, memori, dan lain-lain. Secara cepat, Docker mampu meningkatkan performanya dengan membuat lingkungan minimal dan bisa dibawa ke mana pun Anda suka.

Langkah 1 – Menginstall Docker

Beruntung, Docker tersedia di semua sistem operasi mayor: Windows, macOS, dan Linux. Sayangnya, level Docker support berfluktuasi di antara sistem operasi ini. Kemungkinan mileage menjadi beragam karena bergantung pada sistem operasi mana yang Anda gunakan.

Opsi 1.1 Instalasi Linux

Jika menyangkut penyebaran Docker, Linux merupakan sistem operasi yang direkomendasikan. Hal ini disebabkan suatu fakta bahwa awalnya Docker dirilis di Linux pada tahun 2013. Instalasi Docker di distribusi Linux yang berbeda akan memberi hasil yang berbeda pula. Langkah-langkah di bawah ini menunjukkan cara menginstall Docker di Ubuntu 14.04 LTS. Jika Anda sedang menjalankan distribusi Linux yang berbeda, lihat dokumentasi resmi Docker.

  1. Update daftar:
  2. Install paket Docker.io:
  3. Jalankan dua command di bawah ini untuk memperbaiki path:
  4. Jalankan command ini untuk mengecek apakah Docker berfungsi:
  5. Jika Anda ingin mengaktifkan Docker ketika sistem di-boot, jalankan command ini:

Opsi 1.2 Instalasi macOS

Sejak Yosemite diperbarui, macOS juga men-support Docker. Meskipun tidak secanggih versi Linux, Anda masih dapat menggunakan macOS yang sama di sistem Mac dengan Docker:

  1. Unduh Docker untuk Mac dan install seperti software lainnya.Tutorial Docker - Docker untuk Mac
  2. Selama proses konfigurasi, Docker akan meminta Anda untuk memasukkan password. Klik OK dan masukkan password.Masukkan password Docker
  3. Docker akan terpasang (prosesnya berlangsung selama beberapa menit). Bulatan hijau di bagian bawah layar menandakan jika Docker berhasil dijalankan.Instalasi Docker selesai

Opsi 1.3 Instalasi Windows

Karena jumlah permintaan pasar sudah mencukupi, Docker di-porting ke versi arus utama Windows pada Juni 2016. Sebelum ini, hanya pengguna Server Windows saja yang bisa menggunakan Docker di platform Microsoft. Kini, Anda hanya membutuhkan versi 64-bit dari Windows 10. Tambahan lagi di persyaratan OS, aktifkan Hyper-V, yang dapat Anda boot sendiri ke dalam BIOS atau membiarkan Docker Installer melakukannya untuk Anda.

Berbicara soal Docker Installer, Anda dapat mengunduh dan menjalankan Docker Installer untuk Windows. Kami sarankan memakai versi Stable, meskipun Anda bebas memilih versi Edge atau Legacy Edge. Pada saat proses instalasi berlangsung, Anda akan diminta untuk memasukkan password sistem yang sangat penting guna memberikan hak akses Docker.Install Docker di Windows 10

Setelah proses instalasi selesai, Docker akan terpasang secara otomatis. Layar Selamat Datang akan muncul dan menyapa Anda. Proses instalasi dapat diverifikasi dengan cara membuka Windows command shell (cmd.exe) dan jalankan command di bawah ini:

Jika berhasil menjalankan command di atas, Anda dapat lanjut ke tahap selanjutnya.

Setelah Docker berhasil diinstall, Anda pasti ingin menguji apakah proses instalasi berjalan sesuai rencana. Ada beberapa cara untuk melakukan pengujian ini. Metode yang paling mudah dan sangat lazim untuk menguji Docker adalah dengan menjalankan:

Command ini akan menunjukkan gambar contoh ‘Hello World’ dari Docker Hub (akan dijelaskan lebih mendalam) dan membuat container baru menggunakan gambar tersebut. Setelah command di atas dijalankan, akan terlihat pesan seperti ini:

Anda berhasil melakukan instalasi Docker. Jika ingin mempelajari hal ini lebih lanjut, Anda bisa membaca bagian Getting Started di halaman resmi Docker.

Langkah 2 – Menginstall WordPress di Docker

Setelah membuat distribusi Docker berfungsi di sistem operasi, kami akan mulai melakukan deploy terhadap WordPress untuk menuai manfaat container. Catatan: mulai saat ini dan seterusnya, tidak masalah sistem operasi mana yang Anda gunakan.

Ada dua metode untuk memasang WordPress pada Docker. Metode pertama bersifat manual, menggunakan CLI untuk menjalankan WordPress. Metode kedua bersifat cleaner, metode yang lebih sistematis untuk menjalankan WordPress di Docker menggunakan Docker Compose. Metode kedua akan dijadikan contoh di tutorial Docker WordPress ini.

Menjalankan WordPress dengan Docker Compose

Metode ini disarankan untuk membuat container WordPress, atau container mana pun, di Docker. Pemasangan WordPress di Docker menggunakan tool Docker Compose. Tiap container yang dibuat melalui Docker Compose menggunakan file config sehingga lebih mudah untuk di-port.

Jika instruksi di Langkah 1 diikuti dengan benar, maka seharusnya Anda sudah memiliki Docker Compose yang terinstall. Sebaiknya tetap jalankan pengujian:

Selanjutnya, Anda perlu membuat direktori baru untuk WordPress:

Seperti di bagian sebelumnya. Setelah berada di dalam direktori, buka text editor mana pun dan buat file baru yang diberi nama docker-compose.yml.

Salin file .yml di bawah ini dan simpan perubahannya:

File ini akan melakukan proses instantiate terhadap layanan database MySQL, menyediakan informasi penting di database, dan memunculkan gambar WordPress dari Docker Hub.

Untuk mengaktifkan file, jalankan command ini:

Masukkan localhost:8000 atau http://127.0.0.1:8000 di browser Anda. Hasilnya akan terlihat di layar instalasi ‘Famous 5-Minute’.Layar instalasi Docker WordPress

Kesimpulan

Docker adalah tool yang sangat bagus jika Anda ingin memperoleh manfaat kontainerisasi. Docker benar-benar berguna bagi developer WordPress sebagaimana mereka harus bereksperimen dengan plugin, tema, dan lain-lain.

Di tutorial Docker untuk WordPress ini, Anda telah mempelajari cara menginstall Docker di Linux, macOS, dan Windows. Anda pun sudah mengetahui cara membuat WordPress baik secara manual dengan menggunakan CLI maupun Docker Compose. Dengan membaca tutorial Docker ini, kami berharap para developer menghindari mesin virtual dan menggantinya dengan container pada saat membuat aplikasi WordPress.

Gabung bersama ratusan ribu pelanggan di seluruh dunia

dan dapatkan tutorial baru langsung di email Anda

Please wait...

Abone olduğunuz için teşekkürler!

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.10.275
/bln