WordPress

Cara Membuat File htaccess WordPress Default

Cara Membuat File htaccess WordPress Default

WordPress tidak bisa diragukan kemampuannya jika itu berhubungan dengan sistem blog. Meskipun pada umumnya dikenal sebagai sistem manajemen konten (CMS), keunggulan WordPress terletak pada manajemen blog. Karena WordPress kini telah berkembang dan menjadi populer, kebanyakan web developer mau tidak mau akan berhadapan dengan CMS ini. Ada satu kelalaian yang dilakukan para developer, yaitu menggabungkan file .htaccess dengan WordPress. Di tutorial ini, kami akan memperbaiki kesalahan tersebut dengan menjelaskan pengertian , fungsi, serta menunjukkan cara membuat file htaccess WordPress.

Apa itu file .htaccess?

Jika istilah file .htaccess masih terasa asing di telinga Anda, maka gunakan tutorial ini sebagai kesempatan bagi Anda untuk memahaminya lebih jauh. Mengapa file .htaccess perlu dicari? Karena file ini disembunyikan secara default di dalam direktori root project. Namun, kasus seperti ini tidak selalu terjadi.

File .htaccess bukan merupakan file yang spesifik di WordPress. Kenyataannya, situs apa pun yang menggunakan Server Web Apache dapat memakai file .htaccess. File itu sendiri merupakan file konfigurasi untuk server. Jika file .htaccess ada di direktori root project, server web akan mencari file itu kapan pun server tersebut membuat dan menjalankan website.

File .htaccess bertujuan untuk mengonfigurasi ulang pengaturan Server Web Apache yang bersifat spesifik sehingga dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur-fitur tertentu. Misalnya, use-case khusus dari file .htaccess bertujuan untuk membuat pengalihan/redirect dari URL non-www ke www dan sebaliknya. Use lainnya juga termasuk pengaturan privilige (hak akses) untuk file-file tertentu, memblokir bot atau menambahkan jenis-jenis MIME.  Sangatlah bermanfaat jika Anda memerhatikan pengaturan keamanan WordPress. Fitur-fitur ini berguna saat pengembangan WordPress dilakukan, sebagaimana Anda pun akan mengonfigurasi beberapa pengaturan sesuai keinginan.

Cara membuat file htaccess WordPress default

Saat mengunduh dan menginstall WordPress di web server Apache, secara standar file .htaccess juga akan ikut terpasang. File ini tersembunyi. Jika ingin melihatnya, Anda harus mengaktifkan opsi ‘Show Hidden Files’ di sistem file. Kami telah menulis tutorial lengkap tentang cara membuat file .htaccess pada sistem yang berbeda. Namun, terkadang file .htaccess tidak ditemukan saat instalasi WordPress berlangsung atau file tersebut mungkin saja tidak sengaja terhapus. Jika memang demikian, Anda disarankan untuk membuat file .htaccess secara manual.

Instruksi di bawah ini menunjukkan cara membuat file .htaccess di File Manager Hostinger. Akan tetapi, proses pembuatan file tersebut tetap sama atau identik jika Anda melakukannya via cPanel. Anda juga dapat membuat file .htaccess di komputer dan menguploadnya di server web menggunakan FTP client.

Untuk membuat file .htaccess menggunakan file manager Hostinger, Anda hanya perlu membuka direktori root di instalasi WordPress. Biasanya, direktori ini diberi nama public_html. Setelah direktori tersebut berhasil terbuka, buat file teks baru dan beri nama .htaccess.

Cara membuat file htaccess WordPress default

Buka file tersebut di text editor mana saja. File .htacess memuat beberapa baris kode yang menentukan pengaturan default server web. File .htaccess WordPress secara standar akan terlihat seperti ini:

Copy kode-kode di atas dan paste di file .htaccess yang baru saja dibuat. Simpan file dan keluar.

Kode .htaccess WordPress default

Selamat! Anda sudah berhasil menerapkan cara membuat file htaccess WordPress. Buka WordPress Anda untuk memastikan website tersebut berfungsi sebagaimana mestinya karena konfigurasi .htaccess yang salah dapat mengakibatkan 500 internal errors.

Kesimpulan

File .htaccess wajib dibuat agar WordPress dapat bekerja dengan baik. File ini menawarkan berbagai fitur tambahan dari server web, khususnya yang berkaitan dengan pengaturan keamanan, seperti mencegah spamming, memblokir bot berbahaya, dan lain sebagainya.

Di tutorial ini, Anda telah:

  • Mempelajari tentang konfigurasi file .htaccess serta kegunaannya.
  • Mengetahui cara membuat file htaccess WordPress jika file tersebut tidak ada saat instalasi WordPress berlangsung.
  • Mempelajari cara menambahkan kode terkait untuk membuat operasional file.

Kini Anda sudah tidak merasa asing lagi dengan istilah file .htaccess WordPress. Anda bisa mengetahui lebih lanjut soal file ini guna membuat WordPress lebih canggih dan menarik.

Gabung bersama ratusan ribu pelanggan di seluruh dunia

dan dapatkan tutorial baru langsung di email Anda

Please wait...

Abone olduğunuz için teşekkürler!

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.10.275
/bln