Apa Itu Cloud Hosting? Pahami Pengertian dan Arsitektur Cloud Hosting

Apa Itu Cloud Hosting? Pahami Pengertian dan Arsitektur Cloud Hosting

Jika masih awam, pastinya Anda akan bertanya-tanya, apa itu cloud hosting? Memahami pengertian cloud hosting tidak begitu sulit. Cloud hosting adalah tipe web hosting yang menggunakan berbagai macam server untuk menyeimbangkan load dan memaksimalkan uptime. Alih-alih menggunakan single server, website Anda akan mengakses “cluster” yang memanfaatkan resource dari pool yang terpusat. Hal ini menunjukkan bahwa kalau ada satu server yang gagal, maka server yang lain tidak akan terpengaruh, melainkan tetap berfungsi.

Misalkan saja cloud sebagai web dari beberapa komputer berbeda dan semuanya saling terhubung. Semakin banyak mesin yang terhubung ke jaringan, maka semakin besar pula resource yang ditambahkan ke cloud secara keseluruhan.

Di cloud hosting, ada sebuah bagian yang bernama cloud cluster. Ini berbeda dari web hosting pada umumnya, karena Anda mendapatkan ruang dengan jumlah tertentu dari single server.

Beberapa keunggulan cloud hosting adalah fokus utama pada uptime, resource sendiri, kemudahan dalam scaling, dan alamat IP yang dedicated.

Dapatkan promo terbatas dengan diskon hingga 60% untuk cloud hosting di Hostinger! Kapan lagi ada promo seheboh ini? Mulai sekarang juga!

Dapatkan Sekarang

Arsitektur Cloud hosting

Arsitektur cloud hosting berbeda dari proses setup yang biasanya dijalankan di web hosting reguler:

  • Sebagian besar shared hosting menggunakan pendekatan terpusat di mana satu server menjadi rumah bagi banyak website. Namun, jika server mengalami gangguan, setiap akun yang berada di bawah naungannya juga akan mengalami hal yang sama.
  • Di sisi lain, pendekatan distribusi oleh sistem ini tidak akan mengalami hal serupa. Karena setiap website “didistribusikan” ke beberapa lokasi, maka tidak akan ada masalah downtime jika server pada cluster mengalami gangguan.

Website berskala besar, seperti situs mesin pencari dan jaringan sosial, menggunakan pendekatan distribusi karena tak ada satu pun single server yang sanggup menangani beban yang diterima. Para pemiliki proyek besar semacam ini akan membuat arsitektur cloud hosting sendiri atau menyewa resource dari provider.

Website apa saja yang bisa dibuat di cloud hosting?

Jenis website yang menggunakan cloud hosting sama beragamnya dengan yang memakai hosting biasa. Hanya saja, di kasus-kasus tertentu, sistem cloud ini lebih banyak digunakan.

Jika website memiliki tujuan penting, di mana suatu perusahaan seolah-olah tak bisa ‘hidup’ tanpanya, maka tipe hosting ini adalah pilihan yang tepat. Layanan ini bahkan menjadi pilihan bagi banyak toko ecommerce, situs lead generation, website perusahaan, dan proyek dengan trafik tinggi.

Di saat bersamaan, hosting ini memberikan kemudahan dalam hal scaling apabila Anda menginginkan daya tambahan. Hal ini tentu saja menjadi satu keuntungan bagi agensi berita dan perusahaan penerbitan yang menginginkan peningkatan trafik atau klik dalam jumlah besar pada postingan yang mereka terbitkan.

Kesimpulannya, tipe hosting ini adalah pilihan yang tepat jika menginginkan resource tanpa batas, bahkan lebih baik daripada shared hosting dan server virtual lainnya.

Apakah Hostinger menawarkan layanan cloud hosting?

Tentu saja! Harga paket cloud hosting kami berkisar mulai dari Rp140.000/bulan dan sudah menyertakan berbagai fitur terbaik, seperti alamat IP dedicated, disk space 40 GB, RAM 3GB, dan masih banyak lagi. Semua akun bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki keamanan terjamin sehingga data Anda selalu aman. Paket tahunan kami juga menawarkan:

  • Integrasi CloudFlare
  • Registrasi nama domain gratis
  • Sertifikat SSL gratis
  • Dan masih banyak lagi!

Infrastruktur kami menggunakan teknologi terbaru dan memiliki panduan terbaru, serta jaminan keandalan dan performa. Dengan bantuan live chat 24/7/365, kami siap menjawab semua masalah dan pertanyaan yang Anda ajukan.

Apakah IaaS, PaaS, dan SaaS terkait dengan cloud hosting?

IaaS, PaaS, dan SaaS terkait dengan sistem ini karena sama-sama menggunakan infrastruktur cloud untuk mengirimkan layanannya:

  • IaaS merupakan singkatan dari “infrastructure as a service” dan mengacu kepada model bisnis baru untuk perusahaan hosting. Proses ini melibatkan penawaran mesin virtual dan memproses power melalui arsitektur cloud. Alih-alih menyewa infrastruktur fisik, orang-orang bisa membeli resource yang hanya mereka butuhkan.
  • PaaS merupakan singkatan dari “platform as a service”. Opsi ini biasanya berfungsi untuk menyediakan framework bagi developer untuk dibuat. Dari sudut pandang pengembangan, solusi PaaS begitu populer karena opsi ini mengurangi waktu ke market dan memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar.
  • SaaS merupakan singkatan dari “software as a service”. Istilah ini digunakan pada saat perusahaan memanfaatkan sistem cloud untuk mengirimkan software antarmuka ke user mereka, umumnya melalui web browser atau aplikasi mobile. Contoh dari produk SaaS adalah Google Docs.

Masa depan cloud hosting

Komputasi awan atau cloud computing, secara umum kini makin penting dan kebutuhan masyarakat modern untuknya juga kian meningkat. Teknologi ini mampu membawa dan mengarahkan website industri dan bisnis semakin terkenal di dunia online. Meski porsinya tidak begitu besar, web hosting menjadi batu loncatan bagi cloud.

Jadi, jangan heran jika Anda menemukan bentuk cloud hosting yang menjadi tulang punggung bagi semuanya, mulai dari rekaman kesehatan digital hingga database properti dan perjanjian hukum!

Author
Penulis

Ariata C.

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.