access_time
hourglass_empty
person_outline

SQLite vs MySQL – Perbedaan Keduanya

Database adalah bagian inti dari setiap desain website atau development. Ada beberapa database yang tersedia di pasaran. SQLite, dan juga MySQL, adalah database open source yang sama-sama populer. Dalam artikel ini, kami akan memecah perbedaan penting antara keduanya dan membantu Anda memahami keduanya – SQLite vs MySQL.

Sistem manajemen database (DBMS) sering disebut juga sebagai RDBMS. RDBMS adalah singkatan dari Relational Database management system. Pada tingkat paling dasar, semua database digunakan untuk mengelola, memelihara, dan memanipulasi data.

Model data dapat menjadi salah satu dari dua:

  1. NoSQL – model yang tidak terstruktur dan masih berkembang
  2. Relational DBMS – model yang terstruktur dan lebih menonjol digunakan

Apa itu Sistem Manajemen Database (DBMS)

DBMS adalah software yang berinteraksi dengan database. DBMS memfasilitasi beberapa operasi atas database yang dikelola. Beberapa dari operasi ini adalah:

  • Mengelola akses database
  • Menjalankan query SQL
  • Menulis data ke dalam database
  • Memperbarui database
  • Menghapus data dari database

Dalam kebanyakan kasus, databse dan DBMS digunakan secara bergantian. Namun, database adalah kumpulan data yang disimpan sementara DBMS adalah software yang digunakan untuk mengakses database.

Setiap DBMS memiliki model dasar yang menentukan struktur database dan bagaimana data dapat diambil. DBMS relasional menggunakan model data relasional. Di sini, data disusun dalam bentuk tabel. Setiap tabel memiliki seperangkat atribut atau kolom, dan setiap baris juga disebut sebagai tupel. Keduanya pun memiliki relasi antar satu dengan yang lain. Karena ini, struktur database ini disebut sebagai RDBMS.

Untuk bekerja pada RDBMS, Anda harus menggunakan SQL atau Structured Query Language. Setiap RDBMS memiliki dialek yang berbeda.

SQLite vs MySQL

SQLite, serta MySQL, adalah RDBMS open source. Mari cari tahu tentang perbedaan keduanya.

Perbedaan Arsitektur – SQLite vs MySQL

  • SQLite adalah proyek open-source yang tersedia di domain publik
  • MySQL adalah proyek open-source yang dimiliki oleh Oracle

SQLite adalah database tanpa server dan mandiri. SQLite juga disebut sebagai database tertanam, yang berarti mesin DB berjalan sebagai bagian dari aplikasi.

Di sisi lain, MySQL membutuhkan server untuk dijalankan. MySQL akan memerlukan arsitektur klien dan server untuk berinteraksi melalui jaringan.

Dukungan Tipe Data – SQLite vs MySQL

SQLite mendukung tipe data ini: Blob, Integer, Null, Text, Real.

MySQL mendukung tipe data yang disebutkan di bawah ini:

Tinyint, Smallint, Mediumint, Int, Bigint, Double, Float, Real, Decimal, Double precision, Numeric, Timestamp, Date, Datetime, Char, Varchar, Year, Tinytext, Tinyblob, Blob, Text, MediumBlob, MediumText, Enum, Set, Longblob, Longtext.

Seperti yang Anda tahu, MySQL jauh lebih fleksibel dalam hal dukungan tipe data.

Penyimpanan dan Portabilitas – SQLite vs MySQL

Library SQLite berukuran sekitar 250 KB, sedangkan server MySQL sekitar 600 MB. SQLite langsung menyimpan info dalam satu file, sehingga nantinya info tersebut mudah disalin. Tidak ada konfigurasi yang diperlukan, dan proses dapat dilakukan dengan support yang minim.

Sebelum menyalin atau mengekspor MySQL, Anda perlu menyatukannya menjadi satu file. Namun, untuk databse yang lebih besar, proses ini akan menjadi kegiatan yang menghabiskan waktu Anda.

Multiple Access dan Skalabilitas – SQLite vs MySQL

SQLite tidak memiliki fungsionalitas user management tertentu. Oleh karena itu, SQLite tidak cocok untuk akses multiple user. MySQL memiliki sistem manajemen user yang dibangun dengan baik sehingga dapat menangani banyak user dan memberikan berbagai tingkat perizinan.

SQLite cocok untuk database yang lebih kecil. Seiring pertumbuhan database, kebutuhan memori juga semakin besar saat menggunakan SQLite. Optimalisasi kinerja lebih sulit ketika menggunakan SQLite. Hal tersebut terjadi karena SQLite memiliki beberapa batasan penulisan.

Sebaliknya, MySQL mudah diukur dan dapat menangani database yang lebih besar tanpa harus repot dengan berbagai hal.

Keamanan dan Kemudahan Setup – SQLite vs MySQL

SQLite tidak memiliki mekanisme otentikasi bawaan. Dengan begitu, file database SQLite dapat diakses oleh siapa saja. Namun, MySQL hadir dengan banyak fitur keamanan bawaan. Ini termasuk otentikasi dengan username, password, dan juga SSH.

SQLite tidak memerlukan konfigurasi rumit. Dapat dikatakan bahwa SQLite mudah untuk disetup. Sedangkan MySQL membutuhkan lebih banyak konfigurasi dibandingkan dengan SQLite. MySQL juga memiliki lebih banyak panduan setup.

Kapan Harus Menggunakan SQLite?

Ada saat-saat tertentu ketika SQLite bisa lebih efektif daripada alternatifnya. Beberapa skenario ini adalah:

  • Mengembangkan aplikasi standalone kecil-kecilan
  • Proyek-proyek kecil yang tidak membutuhkan banyak skalabilitas
  • Ketika Anda memiliki persyaratan untuk membaca dan menulis langsung dari disk
  • Development dan pengujian dasar

Kapan Harus Menggunakan MySQL?

Berikut adalah beberapa skenario di mana MySQL menjadi opsi unggulan:

  • Ketika Anda membutuhkan akses beberapa user ke aplikasi
  • Ketika user membutuhkan fitur keamanan dan otentikasi yang kuat
  • Dengan sistem terdistribusi
  • Ketika memiliki aplikasi yang membutuhkan database yang lebih besar
  • Saat memiliki proyek yang membutuhkan skalabilitas lebih banyak
  • Aplikasi berbasis web
  • Saat mengembangkan solusi khusus

Kelebihan dan Kekurangan – SQLite vs MySQL

Mari kita simpulkan perbedaan mendasar antara kedua opsi ini:

Kelebihan dari SQLite:

  • Berbasis file, mudah diatur dan digunakan
  • Cocok untuk pengembangan dan pengujian dasar
  • Sangat portable
  • Menggunakan sintaks SQL standar dengan perubahan kecil
  • Mudah digunakan

Kekurangan dari SQLite:

  • Minim user management dan fitur keamanan
  • Tidak mudah diukur
  • Tidak cocok untuk database besar
  • Tidak dapat dikustomisasi

Kelebihan dari MySQL:

  • Mudah digunakan
  • Menyediakan banyak fitur terkait database
  • Fitur keamanan yang baik
  • Mudah diukur dan cocok untuk database besar
  • Memberikan kecepatan dan kinerja yang baik
  • Memberikan manajemen pengguna yang baik dan beberapa kontrol akses

Kekurangan dari MySQL:

  • Membutuhkan keahlian teknis untuk pengaturan
  • Sintaksnya sedikit berbeda dibandingkan dengan SQL konvensional

Kesimpulan

Kini, Anda telah mempelajari apa itu DBMS, RDBMS, sekaligus perbedaan antara SQLite dan MySQL! Keduanya memiliki sedikit perbedaan arsitektur dan juga fitur. Pada akhirnya, Anda sendiri yang dapat menentukan database apa yang cocok untuk proyek Anda. Kami harap Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat sekarang. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Penulis

Author

Nadia Agatha / @nadiaagathapramesthi

Nadia merupakan penerjemah lepas sejak 2016, kini ia menjadi penerjemah untuk Hostinger. Ia gemar membaca dan melakukan penelitian seputar penerjemahan dan sosiolinguistik. Disamping itu, ia juga suka bermain dengan kucingnya dan bercengkrama bersama teman-temannya di waktu senggang.

Tutorial terkait

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!