Apa Itu Headless CMS? Pengertian, Kelebihan, dan Fungsinya

Headless CMS adalah sistem manajemen konten yang berfungsi sebagai repositori konten, memisahkan bagian front-end (head) dari back-end (body) sehingga konten bisa dibuat di satu back-end lalu diluncurkan ke beberapa front-end yang berbeda menggunakan API.

Kini, headless CMS merupakan salah satu solusi terbaik dalam kategori DXP (Digital Experience Platform) yang baru. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, cara kerjanya masih cukup sulit dipahami oleh sebagian orang.

Headless CMS memungkinkan tim marketing merilis konten di berbagai channel, mulai dari halaman landing hingga aplikasi mobile, website mobile, dan perangkat “internet of things” (IoT) melalui API.

Di artikel ini, kami akan membantu Anda memahami apa itu headless CMS dan perbedaannya dengan traditional CMS. Selain itu, kami juga akan membahas kelebihan, kelemahan, serta penggunaan terbaiknya. Mari mulai!

Pengertian Headless CMS

Sistem manajemen konten headless sering disebut sebagai infrastruktur konten atau API konten. Sistem ini berbasis cloud, dan berfungsi untuk memisahkan repositori konten back-end dengan area penyajian konten (presentation layer) di bagian front-end.

Headless CMS menawarkan CaaS (Content as a Service) sehingga proses pembuatan dan pengeditan konten bisa dilakukan di dalam infrastruktur CMS, sementara konten mentahnya bisa disediakan untuk sistem lainnya.

cara kerja headless cms

Cara kerja headless CMS adalah sebagai berikut:

  1. Editor konten membuat dan mengelola konten pada antarmuka back-end.
  2. Tim developer front-end akan membuat “head” (tempat konten disajikan) dan mengelola distribusi konten. Developer bisa memanfaatkan tool front-end dan framework pilihan mereka untuk mengembangkan aplikasi atau meluncurkan channel baru.
  3. GraphQL API atau RESTful API akan terhubung ke setiap endpoint API untuk menyediakan konten di website, aplikasi mobile, perangkat IoT, dan platform digital lainnya.
  4. Dengan sistem ini, konten yang sama dari satu repositori bisa disajikan dalam beberapa jenis, misalnya postingan blog di halaman web, feed di media sosial, atau konten native pada smartwatch.

Beberapa contoh headless CMS terbaik di antaranya adalah Sanity.io, Contentstack, Contentful, dan GraphCMS.

Perbedaan Headless CMS dan Traditional CMS

Perbedaan headless CMS dan traditional CMS adalah, headless CMS hanya menawarkan fungsionalitas back-end, sedangkan traditional CMS menyediakan solusi yang menyeluruh untuk pengelolaan dan penyajian konten.

Traditional CMS, yang juga dikenal sebagai sistem manajemen konten ‘monolithic’, hanya memungkinkan konten dirender pada satu front-end, yaitu halaman web. Oleh karena itu, para marketer harus mengubah konten mereka apabila ingin menampilkannya di platform lain.

Beberapa contoh monolithic CMS terbaik di antaranya adalah WordPress, Wix, dan Magento. Biasanya, CMS seperti ini terdiri dari:

  • Database untuk menyimpan, membaca, dan menulis konten
  • Halaman admin untuk segala hal yang berkaitan dengan pembuatan konten
  • Area penyajian untuk menyediakan konten
cara kerja traditional cms

Sementara itu, arsitektur headless menggunakan framework model konten. Arsitektur ini mengurai konten menjadi beberapa bagian terpisah sesuai dengan tujuannya masing-masing, sehingga menghasilkan konten yang lebih terstruktur.

Sebagai contoh, pembuatan model konten memungkinkan headless CMS untuk menyimpan judul, isi, visual, dan tag konten digital secara terpisah. Dengan begitu, staf marketing bisa menyesuaikan dan menggunakan kembali konten yang sama di platform lain dengan mudah.

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah perbedaan headless CMS dan traditional CMS:

Traditional CMSHeadless CMS
Memprioritaskan APITidakYa
Dependensi platformBack-end terhubung ke front-endBack-end berjalan terpisah
FungsiManajemen konten: pembuatan, pengeditan, dan penyimpananManajemen konten dan penerbitannya
Arsitektur kontenDibuat untuk satu front-endBisa disesuaikan dengan presentation layer apa pun
Penyesuaian kontenSulit disesuaikanMudah disesuaikan
Model kontenTidak terstrukturTerstruktur
Perangkat yang didukungTerbatasTanpa batas
Marketing omnichannelKurang kompatibelSangat kompatibel
Fleksibilitas untuk developerTidak fleksibelSangat fleksibel
HostingIn-house (lokal)Berbasis cloud
KeamananKurang efektifDitingkatkan
KecepatanWaktu loading halaman lebih lamaWaktu loading halaman lebih singkat
Fokus pengembanganBerorientasi pada proyekBerorientasi pada produk
Alur kerjaWaterfallAgile

Fungsi Headless CMS

Arsitektur traditional CMS mungkin sangat terbatas meskipun lebih familiar. Layout dan desain yang dihasilkan sering kali terlalu biasa, dan user perlu melakukan banyak proses copy-paste yang merepotkan apabila perlu menggunakan bagian konten yang sama.

Nah, dengan headless CMS, para marketer tidak perlu berurusan dengan keterbatasan ini. Kalau Anda masih belum yakin untuk menggunakan infrastruktur ini, berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan sistem headless:

Fleksibilitas Front-End

Sistem ini memungkinkan proses yang lebih fleksibel untuk mengoptimalkan penerbitan omnichannel. Keterbatasan komponen siap pakai seperti template, layout, dan format bisa diminimalkan, sementara konsistensi dan relevansi konten tetap terjaga.

Sebagai repositori konten, headless CMS menjadi hub konten pusat yang bisa difungsikan untuk mengambil data. Struktur konten digitalnya mempermudah proses penyesuaian konten bagi para marketer untuk berbagai platform digital.

Kompatibilitas dengan Berbagai Perangkat

Salah satu hal yang menjadi masalah saat menyajikan konten di beberapa perangkat adalah konten yang harus disesuaikan untuk setiap sistem operasi (OS). Nah, menggunakan CMS yang memprioritaskan API, masalah ini pun bisa disingkirkan.

Arsitektur headless memungkinkan developer menggunakan API milik CMS untuk membuat query bagi beberapa OS, termasuk Windows, Linux, Android, macOS, dan embedded OS di perangkat IoT.

Kemampuan Adaptasi (Agility)

Kerangka kerja content model pada infrastruktur headless mendukung alur kerja agile, memungkinkan tim marketing bekerja secara bersamaan dengan tim developer. Infrastruktur ini akan turut mendorong produktivitas dan peningkatan yang berkelanjutan.

Alur kerja agile tidak bergantung pada urutan sehingga marketer bisa meninjau kembali fase tertentu apabila harus melakukan penyesuaian. Setelah konten dibuat, developer bisa memprosesnya untuk ditampilkan di presentation layer apa pun.

Skalabilitas dan Keamanan yang Lebih Baik

Penggunaan channel marketing yang beragam berarti ada lebih banyak resource dan data yang perlu diolah. Untungnya, sebagian besar opsi headless CMS sangat mudah diskalakan; hampir tidak ada down-time selama maintenance.

Kalau keamanan adalah prioritas Anda, opsi headless CMS adalah pilihan yang tepat. Dengannya, platform penerbitan konten tidak bisa diakses dari database CMS karena terpisah di berbagai web server dan domain.

Selain itu, konten yang disajikan melalui API sering kali bersifat read-only, yang tentunya akan turut meningkatkan keamanan. Ini juga membantu meningkatkan protokol keamanan toko online dan melindungi Anda dari potensi ancaman cyber seperti DDoS dan akses yang tidak sah.

Contoh Penggunaan Headless CMS

Meskipun memiliki banyak manfaat untuk manajemen konten, arsitektur ini mungkin tidak selalu sesuai untuk semua jenis proyek. Berikut ini adalah tiga contoh penggunaan headless CMS yang bisa Anda jadikan inspirasi:

Website eCommerce

Beberapa sistem manajemen konten headless bisa digunakan untuk back-end website eCommerce. Apabila memiliki toko online, Anda bisa memindahkan website Anda ke environment headless untuk:

  • Meningkatkan pengalaman pelanggan. Headless CMS menawarkan waktu loading yang lebih cepat daripada sistem manajemen konten biasa, yang bisa Anda bandingkan menggunakan tool cek kecepatan website. Bagi retailer, platform ini akan turut meningkatkan angka kepuasan pengunjung.
  • Menawarkan personalisasi. Dengan arsitektur headless, konten pemasaran dan konten produk bisa dikaitkan tanpa masalah dengan riwayat pembelian dan aktivitas browsing pelanggan, untuk menyediakan pengalaman belanja yang lebih personal.
  • Lebih unggul dari kompetitor. Headless CMS memungkinkan para developer meluncurkan update dengan cepat tanpa mengganggu sistem back-end. Jadi, bisnis bisa selalu mengikuti perkembangan tren pasar tanpa hambatan.
  • Memastikan keamanan yang lebih ketat. Website toko online sering kali menjadi sasaran utama para hacker karena banyaknya informasi sensitif yang dikirim dan diterima selama transaksi.

Staples Canada adalah salah satu website e-Commerce terbaik yang dikembangkan berdasarkan infrastruktur headless. Retailer enterprise ini menggabungkan e-Commerce headless Shopify Plus dengan API Storefront untuk menerbitkan konten di berbagai touchpoint pelanggan.

toko online staples canada

Selain itu, mengintegrasikan headless CMS dengan platform eCommerce yang ada akan memudahkan proses checkout. Marketer bisa menggunakan platform eCommerce untuk semua transaksi finansial, dan mereka tetap bisa mendesain area tampilannya.

Produk dan Layanan

Karena menawarkan content as a service, headless CMS adalah solusi kolaborasi konten yang tepat untuk produk atau layanan seperti bantuan suara, AR/VR, atau perangkat IoT. Dengan sistem ini, pembuatan konten native bagi channel-channel tersebut bisa dilakukan secara lebih praktis.

Contohnya yaitu Spotify Design, yang merupakan komunitas global untuk para desainer produk. Mereka menggunakan headless CMS Contentful dengan generator website statis Gatsby untuk desain homepage yang inovatif.

spotify.design

Website dan Aplikasi Web

Website dan aplikasi web yang dibangun berdasarkan framework JavaScript seperti React, Ember.js, Vue.js, dan Angular bisa memanfaatkan headless CMS, yang berfungsi baik dengan sebagian besar API.

Headless CMS juga bisa mempermudah pengelolaan konten di website Jamstack yang dibuat dengan generator website statis seperti Gatsby, Hugo, Pelican, dan 11ty. Sebab, generator website statis tidak menggunakan database sebagai repositori, sehingga metode API-first pada headless CMS sangat cocok dalam hal ini.

Elastic adalah contoh website yang menggunakan environment headless. Website ini memanfaatkan headless CMS Built.io, sehingga tim marketing bisa memindahkan konten dengan mudah dari berbagai platform ke satu single content hub.

homepage elastic

Atau, pemilik website bisa menyiapkan sistem headless WordPress untuk menggunakan back-end CMS tersebut dan tetap bisa menyesuaikan area front-end dengan bebas. Untuk menerapkannya, ada dua cara yang bisa dilakukan, seperti:

Kekurangan Headless CMS

Meskipun infrastruktur konten headless memiliki banyak kelebihan, penggunaannya juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Cukup kompleks. Tidak seperti monolithic CMS atau page builder drag-and-drop, arsitektur headless mengharuskan marketer membangun aplikasi dan menyesuaikan desainnya dari nol.
  • Masalah formatting. Developer tidak selalu bisa melihat preview kontennya di presentation layer.
  • Ketergantungan pada developer. Headless CMS membutuhkan banyak coding. Oleh karena itu, tim marketing harus selalu siap berkolaborasi dengan developer untuk menyesuaikan konten secara rutin.
  • Biaya tinggi. Dengan environment headless, budget yang harus disiapkan juga lebih banyak karena ada biaya tersendiri bagi CMS, developer, dan infrastruktur untuk menghosting aplikasi. Dengan kata lain, prosesnya akan lebih efisien apabila Anda sudah punya sumber daya pengembangan untuk mendukung peralihan ke sistem headless. Contohnya, kalau Anda akan menggunakan CMS reguler, sebagian besar sumber daya untuk proses development bisa digunakan untuk menyempurnakan desain keseluruhan website Anda atau membeli ekstensi yang diperlukan.

Kesimpulan

Di tengah pertumbuhan World Wide Web saat ini, headless CMS adalah solusi yang tepat untuk marketing omnichannel.

Tidak seperti traditional CMS dengan front-end bawaan, headless CMS adalah sistem manajemen konten khusus back-end. Dengan metode berbasis API, sistem ini memungkinkan editor membuat konten di antarmuka back-end, lalu disajikan di berbagai platform oleh developer.

Dalam web development, headless CMS memungkinkan tim developer membuat halaman web menggunakan framework JavaScript populer. Sistem ini juga mempermudah penanganan proyek yang lebih ekstensif, misalnya website eCommerce dan layanan streaming.

Tertarik untuk menghadirkan pengalaman digital lintas platform? Pertimbangkan untuk beralih ke headless CMS. Namun ingat, selalu rencanakan resource pengembangan dan strategi marketing Anda dengan cermat untuk migrasi yang efektif. Semoga berhasil!

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Manager di Hostinger. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi, digital marketing, dan bahasa. Melalui tutorial yang dibagikannya di blog Hostinger, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalahnya.