Apa Itu VPN? Pengertian, Jenis, dan Fungsi VPN

Apa Itu VPN? Pengertian, Jenis, dan Fungsi VPN

Virtual Private Network atau VPN adalah layanan jaringan virtual yang melindungi privasi Anda saat online di Internet. Cara kerjanya yaitu dengan menyamarkan alamat IP dan mengenkripsi traffic sehingga Anda bisa online dengan aman dan membuka konten yang diblokir di negara atau wilayah Anda.

Selain dalam hal privasi dan keamanan, VPN juga memungkinkan Anda mengakses lebih banyak konten di internet. Anda bisa mengubah lokasi virtual dengan VPN dan membuka website yang biasanya hanya bisa diakses di wilayah tertentu, umumnya di luar negeri.

Nah, kalau mau tahu apa itu VPN lebih lanjut, di artikel ini kami akan membahas jenis-jenis dan fungsi VPN. Kami juga akan menunjukkan cara menggunakan VPN dan menawarkan alternatif lainnya. Yuk, baca sampai habis ya!

Download Istilah-Istilah Web Development untuk Pemula

Cara Kerja VPN

Ketika Anda menggunakan internet tanpa VPN, penyedia layanan internet (ISP) Anda akan menjadi jembatan utama antara perangkat Anda dan internet. ISP akan menetapkan IP address khusus ke perangkat Anda, serta melacak semua website yang Anda buka.

Di sisi lain, kalau VPN diaktifkan di perangkat, semua request untuk mengakses website akan diteruskan melalui tunnel terenkripsi dan dirutekan melalui server VPN sebelum mencapai server target.

Setelah permintaan diproses, data akan dikirim kembali ke perangkat pengguna melalui koneksi VPN yang terenkripsi dan proses routing yang sama.

Sebenarnya saat menggunakan VPN, koneksi internet perangkat masih melewati ISP. Tapi karena dienkripsi dan dirutekan via server VPN, ISP tidak akan tahu website apa yang Anda buka. ISP hanya tahu bahwa Anda terhubung ke VPN, dan traffic tereknripsi diteruskan dari perangkat Anda ke suatu server.

Kalau masih bingung dengan cara kerja VPN, kira-kira begini proses utama yang dilakukan VPN dan manfaatnya:

  • Proxying. Sama seperti proxy, VPN menyembunyikan IP address dan lokasi Anda agar privasi Anda terlindungi saat online. Website yang Anda buka hanya akan mengetahui IP address dan lokasi server VPN.
  • Autentikasi. Proses autentikasi memastikan VPN client hanya berkomunikasi dengan server VPN yang Anda gunakan. Hasilnya, pihak ketiga atau pihak luar pun tidak bisa menginterupsi data Anda.
  • Tunneling. Koneksi VPN akan mengaktifkan tunnel terenkripsi untuk traffic internet. Proses ini akan “membungkus” setiap paket data ke dalam paket data lain, sehingga membuatnya sulit dibaca oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Enkripsi. Sejumlah website yang menggunakan SSL/TLS akan mengenkripsi data yang ditransmisikan antara perangkat Anda dan server target. Tapi, enkripsi ini terbatas pada website yang Anda buka. Sementara itu, VPN tunnel mengenkripsi semua traffic. Banyak provider VPN menggunakan enkripsi military-grade, yang berarti data hampir tidak mungkin bisa dibaca oleh pihak ketiga.

Semua proses di atas bekerja sama untuk melindungi data Anda dari ISP dan pihak luar lainnya yang kemungkinan ingin membajak data Anda.

Dengan mengaktifkan VPN, Anda bisa menyembunyikan data pribadi berikut:

  • Alamat IPAlamat IP adalah identitas khusus yang diberikan pada suatu perangkat. Alamat IP atau IP address bisa menunjukkan informasi rahasia seperti ISP, negara, kota, bahkan alamat rumah Anda. Nah, VPN akan otomatis menyamarkan IP address Anda agar data pribadi ini tidak dicuri.
  • Lokasi. Karena cara kerja VPN adalah dengan menyembunyikan IP address asli, lokasi Anda pun bisa terlihat seolah-olah ada di tempat lain. Misalnya, kalau Anda sekarang di Jakarta tetapi menggunakan server VPN di Inggris, pengguna lain akan melihat bahwa Anda berada di Inggris.
  • Histori pencarian dan browsing. Karena koneksi internet Anda diteruskan melalui VPN tunnel terenkripsi, ISP Anda atau pihak luar yang berbahaya tidak akan tahu apa yang sedang Anda cari di internet. Ini akan membantu Anda menghindari iklan tertarget dan melindungi privasi Anda saat online sehari-hari.

Jenis-Jenis VPN

Ada berbagai jenis VPN yang bisa digunakan, dan masing-masing memiliki tujuannya sendiri. Untuk yang paling umum, beberapa jenis VPN adalah personal, remote access, mobile, dan site-to-site. Mau tahu lebih lanjut? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Personal VPN

Jenis VPN ini juga disebut dengan VPN konsumen atau komersial. Personal VPN menghubungkan pengguna ke internet publik dengan koneksi terenkripsi melalui server VPN. Tujuan utama personal VPN adalah untuk melindungi privasi online dan melewati geo-blovking (pembatasan wilayah).

Karena digunakan untuk tujuan komersial, setting personal VPN tentunya mudah di berbagai perangkat, seperti PC, laptop, konsol game, dan perangkat mobile. Beberapa contoh layanan personal VPN adalah NordVPN, ExpressVPN, dan Surfshark.

2. Remote Access VPN

Remote access VPN adalah jenis VPN yang memungkinkan pengguna terhubung ke jaringan pribadi atau lokal. Jenis ini umumnya digunakan oleh karyawan agar bisa terhubung dengan aman ke jaringan kantor serta mengakses data dan file perusahaan.

Jenis VPN ini sangat cocok bagi pekerja remote dan karyawan yang bekerja dari rumah. Mereka bisa mengakses file kerja seolah-olah sedang berada di kantor. Enkripsinya juga sangat penting untuk melindungi data sensitif milik perusahaan saat menggunakan hotspot Wi-Fi publik.

3. Mobile VPN

Mirip dengan remote access VPN, mobile VPN umumnya digunakan oleh karyawan untuk terhubung dari jarak jauh ke jaringan bisnis perusahaannya.

Perbedaan utamanya adalah, mobile VPN akan tetap terhubung meskipun pengguna mengubah koneksi internetnya atau tidak terhubung ke internet. Jadi, mobile VPN direkomendasikan bagi pengguna yang mobilitasnya tinggi atau yang koneksinya tidak stabil.

4. Site-to-Site VPN

Jenis VPN ini menggabungkan dua jaringan di lokasi yang berbeda. Contohnya, kalau suatu perusahaan punya 2 kantor di Eropa dan Asia, site-to-site VPN bisa menggabungkan kedua jaringan pribadi perusahaan tersebut.

Banyak perusahaan global yang menggunakan kombinasi site-to-site VPN dan remote access VPN. Site-to-site VPN menggabungkan semua jaringan pribadi perusahaan di seluruh dunia, sedangkan remote access VPN memungkinkan karyawan mengakses semua jaringan tersebut dalam satu waktu.

Fungsi VPN

Nah, sampai di sini, Anda sudah mempelajari apa itu VPN dan cara kerjanya. Tapi, seberapa perlukah Anda menggunakan VPN?

Bagi Anda yang mengutamakan privasi, keamanan, dan kebebasan saat membuka website, sebenarnya VPN bisa menjadi tool yang sangat tepat. Berikut fungsi VPN dan mengapa Anda memerlukannya.

1. Menjaga Privasi

Tugas VPN adalah mengenkripsi traffic jaringan dan merutekan koneksi internet melalui remote server. VPN memungkinkan Anda menyembunyikan data online seperti IP address, lokasi, histori pencarian dan browsing, serta aktivitas download.

Dengan demikian, ISP, website yang dibuka, dan pihak luar lainnya pun tidak akan bisa membaca data online tersebut apabila Anda menggunakan VPN.

2. Meningkatkan Keamanan

Tidak bisa dipungkiri kalau internet memang penuh dengan ancaman keamanan yang menargetkan website dan pengguna. Enkripsi VPN dan penyamaran IP address bisa meningkatkan keamanan dalam aktivitas online setiap pengguna.

Kalau Anda browsing internet menggunakan koneksi tidak tepercaya, misalnya Wi-Fi umum, Anda sangat berisiko menjadi korban cyberattack. Dengan VPN, koneksi internet Anda akan dienkripsi dan alamat IP Anda akan disembunyikan dari jaringan yang tidak aman dan semacamnya.

Bagi pekerja remote, VPN tidak hanya penting untuk mengakses file perusahaan, tapi juga menjaga keamanan data rahasia perusahaan. Selain itu, VPN juga menjaga keamanan data tersebut agar tidak dibaca atau dicuri oleh pihak luar yang berbahaya.

3. Memberikan Kebebasan Berinternet

VPN bisa mengubah lokasi virtual penggunanya, jadi Anda bisa membuka konten yang tidak tersedia di wilayah atau negara Anda.

Contohnya adalah acara TV di Netflix yang mungkin hanya tersedia di lokasi tertentu, atau website media sosial yang diblokir di negara Anda. Dengan mengganti lokasi melalui VPN, Anda pun bisa mengakses konten yang diblokir menurut wilayah tersebut.

Koneksi VPN juga bisa menembus pembatasan data dan bandwidth oleh ISP, karena ada beberapa ISP yang membatasi bandwidth untuk layanan online yang butuh banyak resource, misalnya website streaming atau jaringan peer-to-peer (P2P). VPN bisa melakukan bypass sehingga Anda bisa memaksimalkan koneksi internet kapan saja.

Beberapa toko online dan website penjualan tiket juga menampilkan harga berbeda untuk pelanggannya berdasarkan lokasi atau kebiasaan belanja mereka. Nah, VPN bisa mencegah hal ini, dan membantu Anda mendapatkan harga terbaik saat berbelanja online.

Dengan banyaknya manfaat VPN seperti di atas, kami sangat merekomendasikan Anda untuk menggunakan VPN saat:

  • Menggunakan Wi-Fi yang tidak aman. Gunakan VPN saat terhubung ke jaringan publik, misalnya Wi-Fi gratis. VPN akan mencegah administrator jaringan dan pelaku kejahatan cyber di jaringan agar tidak membaca dan mencuri data Anda.
  • Bepergian atau traveling. VPN memungkinkan Anda menerima konten lokal seperti biasanya, bahkan saat Anda bepergian ke negara lain.
  • Menggunakan layanan streaming. Menonton konten video secara online dari layanan streaming menggunakan VPN bisa mencegah pembatasan kecepatan dari ISP. Anda juga bisa mengakses film dan acara TV yang tersedia di negara lain.
  • Bermain game online. Beberapa game membatasi fitur-fiturnya berdasarkan wilayah. Dengan VPN, Anda bisa mengakses fitur-fitur khusus tersebut.
  • Mendownload file. Tanpa VPN, aktivitas download Anda bisa dilihat oleh ISP. Kalau Anda ikut berbagi file secara P2P, orang asing bisa melihat alamat IP Anda. Dengan menggunakan VPN saat mendownload, Anda bisa mencegah masalah privasi ini.
  • Belanja online. Dengan VPN, Anda bisa mencegah pemberlakuan perbedaan harga yang ditampilkan dan mendapatkan tawaran terbaik untuk barang yang mau dibeli.

Cara Menggunakan VPN

Sebelum mempelajari cara menggunakan VPN, Anda harus mengetahui lebih dulu siapa saja penyedia layanan VPN yang tepercaya dan layak untuk dipilih.

Ingat, sebagian besar layanan VPN gratis tidak begitu direkomendasikan, karena sering menyimpan log aktivitas online Anda atau mengandung malware. Karena masalah ini, tujuan awal penggunaan VPN pun menjadi tidak terpenuhi apabila menggunakan layanan gratis.

Gunakan layanan VPN berkualitas seperti NordVPN, ExpressVPN, atau Surfshark. Layanan VPN yang bagus bisa mempercepat koneksi Anda, tidak menyimpan log aktivitas online, dan memiliki banyak lokasi server di seluruh dunia. Rata-rata layanan VPN ini dibanderol seharga $5-10/bulan.

Selain itu, layanan VPN umumnya mudah disiapkan dan digunakan. Memiliki software VPN client di semua komputer dan perangkat mobile akan memungkinkan Anda mengelola privasi, keamanan, dan kebebasan saat membuka website.

Secara umum, berikut cara setting VPN di perangkat Anda:

  1. Pilih provider VPN yang tepercaya, lalu beli paket langganan yang Anda inginkan. Kami akan menggunakan NordVPN sebagai contoh.
  2. Download dan install aplikasi NordVPN di perangkat Anda.
  1. Masukkan kredesial login.
  2. Jika perlu, buka pengaturan VPN dan aktifkan fitur tambahan. Anda bisa mengaktifkan fitur VPN kill switch atau berganti ke protokol VPN lain.
  3. Untuk terhubung ke server VPN tercepat di lokasi Anda, pilih Quick connect. Atau, Anda bisa memilih negara yang diinginkan dari daftar server.

Alternatif VPN

VPN adalah salah satu dari banyak tool yang bisa digunakan untuk melindungi privasi, keamanan, dan kebebasan Anda saat berinternet. Tapi, kalau tidak mau menggunakan VPN, Anda juga bisa mencoba altefnatif lain, yang cara kerjanya cukup mirip.

Proxy

Proxy adalah server perantara bagi perangkat dan website. Proxy mengirimkan permintaan website atas nama perangkat, lalu mengembalikan hasilnya. Proxy bisa menyamarkan alamat IP Anda, tapi tidak menyediakan fitur apa pun dan tidak begitu user-friendly dibandingkan dengan VPN.

Tor

homepage tor browser

Tor adalah browser website anonim open-source. Cara kerjanya adalah dengan mengenkripsi traffic internet secara multi-layer dan merutekannya secara acak melalui jaringan server global, sehingga identitas Anda hampir 100% anonim.

Tool ini mudah digunakan dan tersedia di berbagai sistem operasi populer, termasuk Windows, macOS, Linux, dan Android.

Namun, Tor punya satu kekurangan besar: lambat. Ini diakibatkan oleh rumitnya mekanisme yang digunakan untuk melindungi privasi pengguna. Kekurangan lainnya adalah, kalau VPN melindungi pada tingkat sistem, Tor hanya melindungi pada tingkat aplikasi.

SmartDNS

SmartDNS mirip seperti server proxy, tapi tidak menyamarkan IP address Anda. SmartDNS menggunakan server DNS untuk membuka blokir konten yang dibatasi menurut wilayah. Ingat, SmartDNS hanya bisa digunakan dengan website tertentu yang didukung oleh penyedia layanan.

Keunggulan SmartDNS adalah, sistem ini bisa membuka blokir konten tanpa memperlambat koneksi. Sayangnya, SmartDNS tidak dirancang sebagai solusi privasi dan keamanan, jadi tool ini tidak menyembunyikan IP address Anda dan tidak menyediakan koneksi terenkripsi.

Lantern

lantern open internet

Lantern adalah tool untuk mengelabui sistem sensor konten di website peer-to-peer. Dengan Lantern, pengguna bisa menembus batasan internet melalui jaringan pengguna tepercaya. Meskipun efektif untuk membuka blokir website yang disensor, Lantern bukanlah browser privasi seperti Tor karena tool ini akan mengumpulkan beberapa data pengguna.

Kesimpulan

Melalui tutorial ini, Anda sudah tahu bahwa VPN adalah jaringan yang menyediakan koneksi aman ke internet publik. VPN menyembunyikan informasi pribadi Anda, mengenkripsi traffic internet, dan memungkinkan Anda mengakses konten yang hanya bisa diakses di wilayah tertentu.

Cara kerja VPN yaitu dengan merutekan semua permintaan website dari perangkat ke server VPN melalui tunnel terenkripsi dan mengirimkannya ke server target. Setelah diproses, hasilnya akan dikirimkan kembali ke perangkat menggunakan proses yang sama.

Jadi, bisa disimpulkan ya, bahwa VPN adalah tool yang cukup penting dan mudah digunakan apabila Anda mengutamakan privasi, keamanan, dan kebebasan saat membuka website. Semoga artikel ini bisa membantu Anda memutuskan apakah Anda perlu VPN.

Terima kasih sudah membaca. ?

Author
Penulis

Faradilla A.

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.