Apa Itu Skema Database? Pengertian dan Contohnya Lengkap

Skema atau Database Schema adalah framework atau blueprint yang digunakan oleh para programmer untuk membangun dan menulis kode database. Skema bisa membantu user database memahami informasi yang disimpan.

Skema database merupakan bagian yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi atau software, terutama yang berkaitan dengan data dan basis data. Singkatnya, skema database adalah istilah untuk menyebut struktur atau tata letak yang menjabarkan suatu rangkaian data.

Dengan kata lain, skema basis data mendeskripsikan bagaimana data akan diatur dan dihubungkan. Jadi, skema bisa mencakup objek skema seperti tabel, tampilan, kolom, relasi, package, indeks, jenis, dan banyak elemen lainnya.

Di artikel ini, selain menjelaskan apa itu skema database, kami juga akan membahas jenis-jenisnya, persyaratan integrasinya, beserta beberapa contohnya. Yuk, simak!

Pengertian Database Schema

Desainer database membuat schema untuk membangun elemen, atribut, dan koneksi penting dari kelompok data tertentu.

Database schema dijabarkan dalam bentuk diagram yang menjelaskan kepada administrator tentang bagaimana data akan disimpan dalam database relasional atau non-relasional. Selain itu, ukuran dan kompleksitas diagram akan bergantung pada proyeknya.

Schema ini penting untuk mendesain DBMS (sistem manajemen database) dan RDBMS (sistem manajemen database relasional) seperti MySQL, PostgreSQL, dan Oracle.

Skema Database Fisik dan Logis

Unuk desain database sendiri, ada dua jenis skema, yaitu fisik dan logis.

Perbedaan skema database fisik dan logis adalah, skema fisik mewakili koneksi aktual ke sumber atau target data, sedangkan skema logis mewakili nama logis yang terkait dengan sumber atau target tersebut.

Untuk lebih jelasnya, kami akan mendeskripsikan jenis-jenis ini secara lebih mendetail.

Skema Database Fisik

Skema database fisik menunjukkan bagaimana data diatur secara fisik dalam sistem penyimpanan, biasanya dalam bentuk file dan indeks. Jenis ini mengubah skema logis menjadi struktur data fisik yang bisa digunakan pada DBMS tertentu.

Dalam desain skema database fisik, struktur tabel akan ditampilkan seluruhnya, termasuk nama kolom, jenis data, dan batasan, serta kunci utama, kunci tamu, dan relasi yang ada di antaranya.

Model database fisik juga memiliki karakteristik seperti berikut:

  • Menjelaskan persyaratan data suatu proyek.
  • Semua tabel dan kolom ditentukan.
  • Kunci tamu digunakan untuk menentukan koneksi antartabel.
  • Karena keterbatasan fisik, schema ini mungkin berbeda dengan model logis.

Pada tahap ini, Anda akan memetakan:

  • Entitas ke tabel.
  • Atribut ke kolom.
  • Kunci utama ke indeks unik.
  • Kunci tamu ke indeks non-unik.
Skema database

Skema Database Logis

Skema database logis menjelaskan batasan atau aturan logis yang akan diterapkan pada data. Perhatian utamanya adalah memahami entitas data, termasuk relasi dan atributnya.

Pembuatan skema ini seharusnya tidak terbatas pada DBMS tertentu. Desain database logis akan tetap sama, terlepas dari platform yang Anda gunakan.

Salah satu cara untuk menampilkan desain logis adalah dengan membuat representasi visual, yang disebut diagram entitas-relasi atau diagram ER (entity-relationship diagram). Beberapa software yang bisa Anda gunakan untuk membuatnya adalah Microsoft Visio dan LucidChart.

Diagram ER secara umum menampilkan:

  • Semua entitas penting
  • Atribut setiap entitas
  • Kunci utama (primary key) yang secara khusus menjadi identitas instance tertentu suatu entitas
  • Plus, kunci tamu (foreign key) yang mendeskripsikan relasi antarentitas

Sebagai contoh, entitas “Book” memiliki atribut: title (judul), subject (topik), publisher (penerbit), dan year (tahun). Di sini, “ISBN” merupakan Kunci utama (Primary Key). Selanjutnya, “Book” memiliki relasi dengan entitas “Author”, yang diwakili dengan kunci tamu “ID Author”.

Diagram ER

Perlu diketahui bahwa skema logis untuk proyek yang berbeda bisa dibuat dengan beberapa cara. Sintaksisnya juga akan berbeda untuk mendeskripsikan batasan logis dan arsitektur data.

Persyaratan Integrasi Skema Database

Sebuah database bisa memiliki lebih dari satu skema. Jadi, agar database bisa berfungsi tanpa masalah, persyaratan berikut ini harus terpenuhi:

  • Overlap preservation – pastikan elemen-elemen yang overlapping (tumpang tindih) di dalam skema berada di tabel skema basis data.
  • Extended overlap preservation – salin entitas yang terkoneksi dengan elemen yang tumpang tindih (tapi hanya muncul di satu skema) ke skema database yang dihasilkan.
  • Normalization – hindari mengelompokkan elemen dan relasi independen dalam satu tabel.
  • Minimality – cek agar tidak ada entitas pada database schema apa pun yang hilang.

Contoh Skema Database

Setelah Anda memahami apa itu skema basis data beserta persyaratannya, selanjutnya kami akan membahas beberapa contoh skema dari database SQL dan PostgreSQL.

1. SQL

Skema di SQL server adalah kumpulan objek database tak terbatas yang terkait ke sistem database. Ini mencakup tabel, fungsi, tampilan, dan indeks. Skema ini termasuk dalam jenis logis, dengan sejumlah manfaat seperti:

  • Satu skema bisa digunakan di beberapa database.
  • Izin keamanan bisa melindungi objek database seperti tabel dan indeks.
  • Kepemilikan skema bisa dipindahkan/ditransfer.
  • Objek yang dibuat di database bisa dipindahkan antarskema.
  • Membantu proses manipulasi dan akses ke objek database.

Sintaksis umum untuk membuat skema di SQL adalah:

CREATE SCHEMA [schema_title] [AUTHORIZATION owner]
[DEFAULT CHARACTER SET set_name]
[PATH schema_title[, ...]]
[ ANSI CREATE statements [...] ]
[ ANSI GRANT statements [...] ];

Parameter yang digunakan adalah:

  • schema_title – nama skema yang dibuat.
  • AUTHORIZATION owner – nama user yang memiliki skema.
  • DEFAULT CHARACTER SET set_name – menentukan karakter default yang ditetapkan untuk objek skema.
  • PATH schema_title[, …] – nama dan jalur (path) file opsional.
  • ANSI CREATE statements […] – terdiri dari satu atau lebih pernyataan CREATE.
  • ANSI GRANT statements […] – terdiri dari satu atau lebih statement GRANT.

2. PostgreSQL

Skema di PostgreSQL adalah namespace yang memuat objek database yang dinamai. Ini meliputi tabel, jenis data, indeks, fungsi, tampilan, dan operator. Semua obyek dipastikan memiliki nama unik.

Satu database bisa memiliki lebih dari satu skema, tapi tiap-tiapnya merupakan bagian dari satu database saja. Objek yang berbeda dalam dua skema juga boleh memiliki nama yang sama.

Sintaksis untuk membuat database schema di PostgreSQL 9.3.13 adalah:

CREATE SCHEMA schema_title [ AUTHORIZATION user] [ schema_element [ ... ] ]
CREATE SCHEMA AUTHORIZATION user [ schema_element [ ... ] ]
CREATE SCHEMA IF NOT EXISTS schema_title [ AUTHORIZATION user ]
CREATE SCHEMA IF NOT EXISTS AUTHORIZATION user

PostgreSQL juga secara otomatis membuat schema publik untuk setiap database baru. Di sinilah tempat Anda menemukan objek tanpa nama skema.

Kesimpulan

Skema database adalah sketsa atau diagram yang merujuk pada penataan atau organisasi data yang disimpan dalam basis data. Ada dua jenis skema, yaitu logis dan fisik. Jenis pertama mewakili bagaimana data ditata, sementara yang kedua menentukan struktur penyimpanan fisiknya.

Skema basis data sangatlah penting dalam proses pembuatan dan sistem manajemen database, karena membantu user memahami dan membaca informasi yang disimpan di database.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami peran skema basis data dan cara menggunakannya, ya. Kalau masih memiliki pertanyaan terkait topik ini, jangan ragu untuk menyampaikan komentar Anda di bawah ini.

Author
Penulis

Yuliyana W.

Yuliyana adalah seorang penerjemah lepas dengan berbagai minat. Saat ini dia tertarik mengikuti topik teknologi, dan ingin berbagi sedikit temuannya kepada para pembaca.