Perbedaan Proxy dan VPN: Privasi, Keamanan, dan Harga

Perbedaan Proxy dan VPN: Privasi, Keamanan, dan Harga

Proxy dan Virtual Private Network (VPN) mampu menyembunyikan alamat IP Anda sehingga privasi koneksi internet Anda lebih terlindungi. Tapi, meskipun fungsinya sama, ternyata ada beberapa perbedaan Proxy dan VPN yang cukup signifikan.

Perbedaan yang paling utama antara proxy vs VPN adalah harganya, serta tingkat privasi dan keamanan yang ditawarkan. Nah, di artikel ini, kami akan menjelaskan perbandingan proxy dan VPN, serta perbedaannya agar Anda bisa memilih solusi yang paling tepat. Simak sampai akhir, ya!

Proxy vs VPN: Definisi dan Perbedaan Utamanya

Proxy server berperan sebagai jembatan atau penengah antara komputer dan website atau aplikasi berbasis web. Server ini mengirimkan permintaan web atas nama komputer, lalu memberikan hasilnya.

Proxy vs VPN

Nah, karena ada penengah antara komputer dan jaringan web, aktivitas online user akan dikaitkan ke alamat IP lain yang berada di server host remote. Ketika terhubung ke server proxy, alamat IP asli user akan disembunyikan.

Server proxy bisa berlokasi di mana pun di seluruh dunia. User bisa memilih lokasi server yang diinginkan, mengonfigurasinya pada aplikasi web tertentu, dan terhubung ke internet menggunakan IP lokasi tersebut.

Proxy ada beberapa jenis, dan tiga yang paling umum digunakan adalah:

  • HTTP proxy – Digunakan untuk membuka website secara anonim atau mengakses konten yang dibatasi berdasarkan wilayah.
  • SOCKS proxy – Proxy ini digunakan untuk aplikasi dan tujuan lain terkait web di luar protokol HTTP atau HTTPS, misalnya aplikasi streaming video, P2P sharing, atau game.
  • Transparent proxy – Juga disebut inline proxy, jenis ini digunakan oleh administrator jaringan untuk mengontrol aktivitas online, misalnya memblokir akses ke website atau halaman web tertentu.

Di sisi lain, VPN atau Jaringan Pribadi Virtual membuat tunnel aman untuk koneksi internet, menyembunyikan IP komputer serta mengenkripsi data yang dikirim dan diterima antara perangkat dan web.

Untuk membuat koneksi, Anda perlu menginstal client dulu di komputer. Setelah diaktifkan, permintaan web yang dikirim dari komputer Anda akan dienkripsi dan dirutekan oleh client melalui server web yang dipilih, sebelum pada akhirnya mencapai server target.

Setelah permintaan diproses, informasi dikirim kembali ke komputer dengan proses enkripsi data yang sama.

Singkatnya, layanan Virtual Private Network melindungi alamat IP user yang sebenarnya dan mempersulit pencurian data sensitif atau rahasia.

Meski serupa, berikut perbedaan proxy dan VPN:

  • VPN dikonfigurasi pada level sistem operasi, sementara proxy diatur per aplikasi. Setelah terhubung ke jaringan virtual, traffic internet dari semua aplikasi dan proses latar belakang akan dirutekan melalui server yang aman.
  • Semua VPN mengenkripsi data, sedangkan proxy tidak. Server proxy lebih rentan terhadap snooping dan pencurian data oleh pihak ketiga yang berbahaya.
  • VPN umumnya lebih cepat dan stabil daripada proxy. Perusahaan jaringan virtual besar menggunakan server berkualitas dan menyediakan bandwidth melimpah kepada usernya. Di sisi lain, banyak proxy publik yang tidak dikelola dengan baik.
  • VPN lebih user-friendly daripada proxy. Proses setup Virtual Private Network jauh lebih mudah, Anda hanya perlu mendownload aplikasi layanan VPN lalu konek ke server pilihan Anda. Sebaliknya, setting proxy mengharuskan Anda memasukkan alamat IP proxy yang dipilih dan nomor port ke pengaturan jaringan aplikasi.
  • VPN lebih baik untuk menerobos (bypass) batasan geografis dan mengakses konten yang dibatasi menurut wilayah pada layanan streaming, seperti Netflix dan Hulu. Secara umum, sebagian besar proxy yang tersedia tidak punya teknologi buka blokir canggih yang dimiliki VPN.
  • VPN berkualitas cenderung mahal, sementara proxy umumnya gratis. Biaya layanan VPN yang bagus adalah sekitar $5-$10/bulan, sedangkan untuk HTTP proxy, ada banyak yang tersedia gratis untuk umum.

Proxy vs VPN: Perbandingan Fitur

Untuk lebih memahami perbedaan VPN dan proxy, mari lihat perbandingan fitur masing-masing secara lebih mendetail.

Performa Browsing Web

Dalam hal kecepatan dan kestabilan koneksi, VPN lebih cepat dan lebih stabil daripada server proxy pada umumnya.

Beberapa layanan Virtual Private Network terbaik menggunakan server modern dengan bandwidth besar yang didistribusikan ke para usernya. Penyedia ini mempekerjakan engineer yang memantau dan memelihara server untuk memastikan layanan terbaik. Dengan begitu, user bisa streaming video dan bermain game online dengan latensi minimal.

Akan tetapi, gangguan koneksi memang terkadang terjadi dengan VPN karena server yang overload. Untungnya, user bisa beralih server pada aplikasi atau client jaringan ini dengan sangat mudah.

Di sisi lain, sebagian besar proxy cenderung sulit diprediksi dalam hal kecepatan koneksi.

Banyak koneksi server proxy HTTP gratis yang lambat dan tidak stabil, bahkan ada yang sering tiba-tiba offline. Beberapa proxy bisa sangat cepat karena tidak dienkripsi, jadi Anda harus berhati-hati dengan risiko ini.

VPN juga lebih unggul untuk bypass pembatasan geografis pada website seperti Netflix atau Hulu. Dengan mengaktifkan Virtual Private Network, user bisa menonton film atau acara TV yang tidak tersedia di lokasi mereka saat itu.

Sementara itu, sulit untuk mencari proxy yang bisa menerobos sistem pemblokir proxy canggih.

Contohnya mudahnya adalah sebagian besar proxy hampir tidak mampu membuka blokir konten asing di Tiongkok karena adanya The Great Firewall. Untungnya, beberapa perusahaan VPN besar punya teknologi yang cukup bagus untuk menembus pembatasan ini.

Kesimpulan perbedaan VPN dan proxy dalam hal fitur menunjukkan bahwa secara keseluruhan, performa web browsing menggunakan Virtual Private Network akan lebih baik.

Privasi

Soal privasi, VPN dan proxy bisa menyembunyikan alamat IP asli komputer agar Anda bisa browsing internet secara anonim.

Tapi, kalau Anda ingin yang jauh lebih aman dalam hal perlindungan privasi internet, ada faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkan.

Pertimbangan utama bagi sebagian besar pengguna internet adalah tracking yang dilakukan oleh ISP (Internet Service Provider). ISP Anda secara otomatis mencatat aktivitas internet Anda dalam log, entah Anda menggunakan mode incognito browser atau tidak. Biasanya, ISP melacak beberapa hal berikut:

  • History browsing
  • Waktu yang dihabiskan pada tiap website
  • Tipe perangkat yang Anda gunakan
  • Geolokasi
  • Pencarian online
  • Email

Untuk menyembunyikan aktivitas Anda dari ISP, gunakan VPN. Beberapa ISP mungkin bisa melihat bahwa Anda menggunakan VPN dan data dikirimkan secara terenkripsi ke remote server, tapi pelacakan mereka hanya bisa sampai di situ. History browsing dan data sensitif Anda lainnya tetap tersembunyi.

Dengan proxy, ISP tahu bahwa Anda sedang menggunakan proxy dan proxy apa yang sedang digunakan. Tergantung apakah ada enkripsi atau tidak, ISP mungkin masih bisa melacak aktivitas online Anda. Kalau Anda memang ingin menghindari tracking oleh ISP, jangan gunakan proxy yang tidak dienkripsi.

Nah, tapi, tidak hanya ISP dan website yang bisa melihat aktivitas online Anda. Pemilik remote server tempat Anda terhubung, entah VPN atau server proksi, juga bisa melihatnya. Inilah sebabnya Anda harus memilih VPN atau layanan proxy yang tepercaya.

Untungnya sejumlah provider Virtual Private Network besar memiliki kebijakan tanpa logging yang ketat. Artinya, mereka tidak akan melacak aktivitas online Anda.

Ketika pemerintah atau pihak lain meminta data Anda, provider VPN yang menerapkan kebijakan tanpa logging ini tidak akan bisa memberikannya karena mereka memang tidak menyimpan apa-apa.

Sebaliknya, operator server proksi gratis bisa melihat semua aktivitas online Anda. Kalau Anda membuka website non-HTTPS, operator bisa melihat data apa pun yang Anda masukkan.

Banyak operator server proksi publik yang anonim, sehingga sulit untuk memastikan apakah aktivitas Anda dipantau atau tidak. Hindari penggunaan server proksi publik untuk aktivitas yang melibatkan data sensitif dan pilihlah layanan proksi yang bisa dipercaya.

Keamanan

Layanan VPN dan proxy publik menawarkan tingkat keamanan yang jauh berbeda.

Koneksi Virtual Private Network dienkripsi end-to-end. Provider besar menerapkan berbagai teknologi enkripsi kelas militer, seperti Advanced Encryption Standard (AES) dengan kunci 256-bit yang hampir tidak mungkin bisa dipecahkan.

Saat VPN digunakan, data yang berpindah dari komputer asal ke website dan sebaliknya tidak akan bisa dibaca oleh pihak ketiga. Ini mencegah calon penyerang mencuri informasi sensitif Anda, terutama saat Anda terhubung ke jaringan publik seperti di kafe atau di bandara.

Sementara itu, tidak semua proxy dienkripsi. Sebagian besar proxy HTTP gratis tidak dienkripsi sehingga data berpindah dalam bentuk teks biasa saat masuk dan keluar remote server. Anda menghadapi risiko pembobolan data karena username dan password yang tidak terlindungi ini.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, 68,5% proxy online gratis terlibat dalam aktivitas yang mencurigakan, misalnya tidak mengizinkan HTTPS terenkripsi, memodifikasi JavaScript, atau menyisipkan iklan. Oleh karena itu, proxy HTTP gratis harus benar-benar dihindari, atau digunakan dengan sangat hati-hati.

VPN juga menawarkan proteksi perangkat yang lebih beragam dalam hal keamanan. Berbeda dengan proxy, Virtual Private Network dikonfigurasi pada level sistem operasi sehingga semua traffic web komputer, termasuk proses latar belakang, akan dirutekan melalui VPN.

Untuk memastikan perlindungan yang konsisten, beberapa provider VPN memiliki fitur yang disebut kill switch. Saat diaktifkan, fitur ini akan otomatis mematikan koneksi internet apabila perutean VPN berhenti karena suatu alasan. Ini bisa mencegah kebocoran alamat IP asli dan data Anda secara tak sengaja.

Kebalikannya, proxy harus diatur secara manual pada tingkat aplikasi. Kalau Anda hanya mengonfigurasi proxy pada browser, traffic internet keluar dari aplikasi lain akan tetap berasal dari alamat IP asli Anda.

Kesimpulannya, layanan Virtual Private Network dari provider terkemuka tetap lebih aman daripada sebagian besar proxy server gratis.

Harga

VPN maupun proxy server menyediakan layanan gratis dan berbayar yang bisa Anda pilih.

Ketika konsumen umum menyebut penggunaan proxy, yang mereka maksud adalah penggunaan layanan proxy gratis seperti Hidester, atau pengaturan manual proxy publik dari website seperti Free Proxy List.

Kalau Anda hanya ingin menyembunyikan IP dan tidak begitu khawatir dengan keamanan data, proxy server gratis sudah cukup asalkan Anda tidak menggunakannya untuk menangani informasi rahasia.

Kemudian, ada banyak proxy premium yang menyasar bisnis yang melakukan pengumpulan data, riset market, dan digital marketing. Layanan ini pun cenderung mahal. Sebagai contoh, harga paket residensial Smartproxy yang paling terjangkau adalah $75/bulan.

Layanan VPN gratis maupun premium di sisi lain sangat populer di antara para konsumen.

Umumnya, harga layanan VPN yang cukup bagus adalah $5-10/bulan. Dengan tingkat perlindungan dan banyaknya fitur yang Anda dapatkan, layanan berbayar sangat sepadan dengan harganya. Sebagian besar perusahaan juga menawarkan jaminan 30 hari uang kembali. Jadi, Anda bisa meminta pengembalian kalau tidak puas dengan layanan mereka.

Namun, kami sangat tidak menyarankan layanan gratis, yang biasanya berbentuk aplikasi atau ekstensi browser. Banyak di antaranya terbukti melakukan tracking dan memuat malware, yang tentunya sudah tidak sejalan dengan tujuan penggunaan Virtual Private Network.

Kalau Anda tetap ingin mencoba VPN gratis, gunakan produk dari perusahaan terpercaya yang menawarkan uji coba gratis seperti WindscribeProtonVPN, dan Hotspot Shield.

Jadi, Mana yang Lebih Baik? Proxy atau VPN?

Umumnya, VPN lebih baik secara keseluruhan daripada sebagian besar proxy. Namun, mana pun pilihan yang terbaik, semuanya tergantung pada kebutuhan user masing-masing.

Kalau Anda hanya ingin menyembunyikan alamat IP atau menerobos pemblokiran geografis tanpa mengirimkan informasi sensitif, proxy server sudah cukup.

Namun, kalau membutuhkan solusi yang lengkap untuk menyembunyikan IP, melindungi informasi sensitif, dan menerobos pemblokiran geografis yang paling canggih sekalipun seperti Great Wall Tiongkok, VPN jelas pilihan yang lebih tepat.

Apakah Proxy dan VPN Bisa Digunakan Bersamaan?

Secara teknis, jawabannya adalah bisa, tapi tidak disarankan. Koneksi ke proxy server dan VPN akan menambah beban proses koneksi web, dan akhirnya bisa memperlambat koneksi internet Anda secara signifikan.

Untuk memastikan aktivitas online Anda tetap disembunyikan dengan kecepatan yang stabil, sudah lebih dari cukup menggunakan VPN untuk menyembunyikan alamat IP dan mengenkripsi web traffic Anda.

Kesimpulan

Meskipun sama-sama efektif untuk menyembunyikan alamat IP asli Anda, ada sejumlah perbedaan VPN dan proxy yang cukup signifikan dalam beberapa aspek.

Perbedaan proxy dan VPN adalah, VPN lebih cepat dan stabil, serta memungkinkan user menerobos pemblokiran dan pembatasan menurut wilayah, bahkan yang paling canggih sekalipun. Sebaliknya, proxy yang tersedia luas cenderung lambat dan tak begitu bagus dalam membuka blokir konten.

VPN juga lebih baik untuk keamanan online. Layanan ini menerapkan tunnel terenkripsi untuk semua web traffic, mencegah pihak ketiga mengintip atau mencuri data Anda. Nah, sebagian besar proxy tidak mengenkripsi data Anda sehingga rentan terhadap serangan.

Secara keseluruhan, layanan VPN premium lebih baik dalam melindungi aktivitas dan identitas online Anda. Harga layanannya yang sudah cukup bagus berkisar antara $5-10/bulan.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda menentukan apakah akan menggunakan proxy atau VPN, ya. Kalau masih memiliki pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini!

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Manager di Hostinger. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi, digital marketing, dan bahasa. Melalui tutorial yang dibagikannya di blog Hostinger, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalahnya.