Daftar HTTP Status Code serta Arti dan Penyebabnya

Daftar HTTP Status Code serta Arti dan Penyebabnya

HTTP status code adalah kode error yang ditampilkan oleh server mengenai status permintaan klien saat mengakses halaman web. Apabila browser menampilkannya, berarti ada masalah yang dialami oleh server asal saat mencoba memproses permintaan Anda.

Ada berbagai jenis kode error HTTP yang dikelompokkan menurut respons server terhadap permintaan klien, yang bisa menjadi isyarat penting untuk mengatasi masalah. Dengan memahami arti kode status server ini, Anda bisa menjaga performa website Anda sekaligus memaksimalkan upaya SEO.

Di artikel ini, kami akan menjelaskan arti HTTP status code beserta jenis-jenisnya, serta membantu Anda memahami kode error mana saja yang bisa memengaruhi SEO website. Yuk, baca sampai selesai!

Apa yang Dimaksud dengan HTTP Status Code?

Saat Anda mengakses website, browser akan mengirimkan permintaan ke web server untuk menampilkan konten halaman. Setelah memproses permintaan, server akan mengirimkan kembali konten yang diminta, disertai dengan HTTP response code.

Kode status ini terdiri dari 3 digit. Digit pertama dengan rentang 1-5 menunjukkan tipe status. Digit kedua dan ketiga menunjukkan kode status dalam rentang digit pertama. IANA (Internet Assigned Numbers Authority) mengelola lebih dari 40 kode HTTP resmi.

Meskipun kode ini sebenarnya berada di header HTTP halaman, browser biasanya tidak menampilkannya secara default. Nah, Anda bisa menggunakan tool inspeksi bawaan browser atau HTTP header checker untuk melihat header HTTP yang dihasilkan oleh server.

HTTP status code hanya terlihat ketika server gagal memproses permintaan, yang mengakibatkan browser tidak bisa menampilkan konten yang diminta. Oleh karena itu, kode ini lebih sering dijumpai sebagai kode error internet. Jenisnya pun berbeda-beda tergantung pada masalah yang terjadi.

Jenis-Jenis Kode Internet dan Artinya

HTTP response code atau kode internet ini dibagi menjadi 5 kategori. Setiap kategori mewakili jenis komunikasi yang terjadi antara web server dan client.

Ada 5 jenis kode internet yang umum dijumpai, yaitu:

  • 1xx (informasi) ‒ server menerima permintaan dan sedang memprosesnya.
  • 2xx (berhasil) ‒ server berhasil menerima permintaan dan mengirimkan kembali respons yang diharapkan.
  • 3xx (redirect) ‒ server memerlukan tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan karena ada perubahan pada resource.
  • 4xx (client error) ‒ server tidak bisa memenuhi permintaan karena sintaksis yang buruk (bad syntax).
  • 5xx (server error) ‒ server gagal memenuhi permintaan yang valid.

Selanjutnya, kami akan menjelaskan 5 jenis kode internet ini beserta response code yang paling umum.

100 Informasi

Kode status HTTP dengan angka 100-an menunjukkan bahwa server masih memproses permintaan. Kode error internet ini ditampilkan untuk sementara waktu, dan terdiri dari baris status serta kolom header opsional. Pesan ini diakhiri dengan baris kosong.

HTTP response code di kategori ini memberi tahu user tentang proses yang sedang berlangsung, dan meminta mereka untuk menunggu respons. Oleh karena itu, server bisa mengirim lebih dari satu kode selama waktu tunggu tersebut.

100 Continue

Kode ini mengonfirmasi bahwa server belum menolak header permintaan dan meminta klien untuk mengirim body (isi/konten) pesan.

Tujuan kode ini adalah menentukan apakah server mau menerima permintaan tanpa mengirim body permintaan, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien.

101 Switching Protocols

Server telah mengikuti permintaan yang dikirim oleh user agent untuk beralih protokol agar pengiriman respons lebih optimal. Misalnya, beralih ke versi HTTP yang lebih baru akan mengurangi waktu download dan latensi server.

103 Early Hints

Kode ini menunjukkan bahwa klien akan menerima beberapa kolom header permintaan sebelum pesan HTTP terakhir. Hal ini memungkinkan user agent memuat resource sambil menunggu proses selesai. Pada umumnya, server akan menyertakan kolom header yang sama dalam respons akhir.

200 Sukses

HTTP status code dengan angka 200-an mengonfirmasi bahwa server berhasil menerima, memahami, dan menyetujui permintaan.

200 OK

Ini adalah kode status respons standar untuk permintaan HTTP yang berhasil. Server akan mengirimkannya bersama resource yang diminta sehingga halaman web bisa berfungsi normal.

Informasi yang ditampilkan dengan kode ini bergantung pada metode permintaan yang dipilih:

  • GET request ‒ berisi entitas yang sesuai dengan resource yang diminta.
  • HEAD request ‒ berisi kolom header permintaan yang terkait dengan resource yang diminta, tidak termasuk isi permintaan.
  • POST request ‒ menjelaskan atau berisi hasil tindakan.
  • TRACE request ‒ berisi pesan permintaan yang diterima oleh server.

201 Created

HTTP response code ini mengonfirmasi bahwa permintaan berhasil terkirim dan server telah membuat resource baru yang akan dikirim kembali dalam isi respons.

Kolom header Location atau Uniform Resource Identifier (URI) pada permintaan mengidentifikasi resource yang baru dibuat. Jenis media di kolom header Content-Type menentukan format entitas.

202 Accepted

Server telah menyetujui permintaan, tapi belum memulai atau menyelesaikan prosesnya. Dengan mengirimkan response code ini, server bisa menerima permintaan untuk proses lain tanpa memaksa user agent mempertahankan koneksi hingga proses selesai.

203 Non-Authoritative Information

Response code ini hanya muncul saat menggunakan server proxy. Server proxy memodifikasi 200 kode status respons yang dikirim oleh web server asal sebelum meneruskannya ke klien.

204 No Content

Kode ini menginformasikan bahwa server berhasil memproses permintaan, tapi tidak menampilkan konten apa pun. Kode ini akan diakhiri dengan baris kosong pertama setelah kolom header, sehingga permintaan menjadi tidak memiliki isi.

Misalnya, kode error ini mungkin muncul di halaman web dengan fungsi “simpan dan lanjutkan”. Klien tidak perlu keluar dari halaman web setelah berhasil menyimpan perubahan.

205 Reset Content

Mirip dengan kode 204, arti kode 205 Reset Content yaitu server sudah berhasil memproses permintaan, tapi tidak menampilkan konten apa pun. Satu-satunya perbedaannya adalah kode ini juga meminta user agent untuk mengatur ulang tampilan dokumennya.

206 Partial Content

Kode 206 biasanya muncul di browser yang kompatibel dengan header HTTP Accept-Ranges. Artinya, browser mendukung download sebagian.

Kode ini menunjukkan bahwa server berhasil memproses permintaan, tapi hanya mengirim sebagian resource yang diminta seperti yang dijelaskan di kolom header Range.

300 Redirect

Kode status server dengan angka 300-an menginformasikan bahwa user agent perlu mengambil tindakan tambahan untuk memenuhi permintaan. Ini terjadi karena resource yang diminta telah dipindahkan ke lokasi lain. Jadi, kode ini biasanya muncul saat terjadi redirect ke tempat baru.

Karena fungsinya ini, kode 300-an biasanya muncul pada URL forwarding. Tapi, Anda mungkin tidak melihatnya kalau permintaan kedua menggunakan metode GET request atau HEAD request. Kalau demikian, user agent bisa melakukan tindakan tambahannya tanpa interaksi pengguna.

300 Multiple Choices

Kode redirect ini menunjukkan bahwa user agent bisa memilih salah satu resource permintaan yang tersedia. Pesan ini biasanya muncul saat ada beberapa ekstensi nama file atau ambiguitas dalam permintaan.

301 Moved Permanently

Kode ini biasanya muncul bersama dengan redirect halaman permanen. Status server 301 memberi tahu bahwa resource direlokasi secara permanen ke URL lain, yang dinyatakan di header Location.

Karena relokasi bersifat permanen, mesin pencari akan mengalihkan semua traffic dari halaman lama ke yang baru saat web crawler menjumpai HTTP status code ini. Untuk itu, pemilik web biasanya menggunakan kode ini saat mentransfer atau mengganti domain atau menggabungkan dua website.

302 Found

Mirip dengan HTTP status code 301, 302 Found akan mengarahkan pengguna ke URL lain. Tapi, karena relokasi hanya bersifat sementara, kode ini akan meminta browser untuk memproses permintaan di masa mendatang menggunakan URL lama.

303 See Other

Kode ini menunjukkan bahwa pengunjung dialihkan ke halaman lain, bukan ke resource yang baru saja diupload, yang bisa diambil menggunakan metode GET request. Kode ini biasanya merespons permintaan HTTP PUT, POST, atau DELETE.

304 Not Modified

Server memberi tahu browser bahwa resource tidak berubah sejak disimpan dalam cache. Jadi, browser bisa mengakses cache lokal resource yang diminta, sehingga mengurangi waktu loading halaman.

305 Use Proxy

Resource yang diminta hanya bisa diakses melalui server proxy yang dinyatakan dalam kolom header Location. Oleh karena itu, browser harus terhubung ke proxy tersebut dan mengirim ulang permintaan. Hanya server asal yang diizinkan untuk menghasilkan HTTP status code ini.

307 Temporary Redirect

Redirect code ini memiliki tujuan yang mirip dengan 302 Found. Perbedaannya yaitu, 307 Redirect tidak mengubah metode HTTP yang digunakan serta isi pesan asli saat mengalihkan permintaan.

Website biasanya menggunakan 307 Redirect untuk mengirim pesan konfirmasi.

308 Permanent Redirect

Arti 308 Permanent Redirect hampir sama dengan 301 Moved Permanently. Tapi, kode ini lebih mirip dengan 307 Redirect karena tidak mengubah metode HTTP dan body pesan asli.

400 Client Error

Kode error internet 400-an menunjukkan bahwa ada masalah yang berasal dari sisi klien sehingga server tidak bisa memproses permintaan. Masalah tersebut mungkin disebabkan oleh browser atau permintaan itu sendiri.

400 Bad Request

400 bad request

Kalau Anda melihat kode error internet ini, artinya ada masalah di sisi klien yang membatalkan validasi permintaan untuk diproses. Beberapa penyebab paling umum di antaranya adalah sintaksis permintaan yang salah, cookie yang tidak valid, dan cache DNS yang tidak disinkronkan.

401 Unauthorized

401 unauthorized

Server tidak bisa memproses permintaan karena tidak memiliki kredensial autentikasi yang valid. Respons harus menyertakan kolom header WWW-authenticate yang berisi informasi tentang hal-hal yang harus dilakukan user kalau tetap ingin mengakses resource yang dilindungi kata sandi.

402 Payment Required

Kode ini baru akan digunakan di masa mendatang karena sebelumnya ada rencana untuk menggunakannya dengan sistem pembayaran digital, tapi rencana ini gagal.

Arti kode 402 adalah server menolak untuk memproses permintaan karena pengguna belum melakukan pembayaran yang diperlukan.

Karena tidak ada aturan penggunaan standar, banyak website eCommerce menggunakan 402 Payment Required untuk membuat paywall.

403 Forbidden

403 forbidden

Kode error internet 403 Forbidden mirip dengan 401 Unauthorized. Error 403 menunjukkan penolakan untuk mengotorisasi permintaan, bahkan dengan kredensial login yang valid. Oleh karena itu, user tidak boleh mengulangi permintaan tersebut.

Penyebab yang paling umum adalah izin yang tidak memadai. Misalnya, user dengan role Writer (Penulis) mencoba mengakses halaman yang dikhususkan untuk role Editor.

Apabila Anda mengalami error ini, silakan baca artikel kami tentang cara mengatasi error 403 Forbidden.

404 Not Found

kode error internet 404 di hostinger

Error 404 not found memberi tahu pengguna bahwa server gagal menemukan resource yang diminta. Tapi, pesan ini tidak berisi informasi tentang apakah resource hilang sementara atau permanen.

Pesan error untuk kode ini bisa berbeda-beda tergantung pada browser yang digunakan. Sejumlah website, termasuk Hostinger, juga menyesuaikannya untuk menyertakan penjelasan singkat tentang error tersebut.

Penyebab paling umum error ini di antaranya adalah URL yang salah ketik, masalah caching, dan propagasi domain yang tidak lengkap.

405 Method Not Allowed

Server asal mendukung metode permintaan HTTP, tapi resource target tidak. Kode status server ini disertai dengan header Allow yang berisi daftar metode yang didukung dan bisa dipilih untuk mengakses resource.

406 Not Acceptable

Respons server bertentangan dengan nilai yang ditetapkan di header Accept. Meski begitu, kode ini jarang digunakan karena server cenderung memberikan resource apa adanya, berapa pun nilai pada header Accept.

Mirip dengan 405 Method Not Allowed, kode ini biasanya dilengkapi dengan daftar karakteristik entity yang didukung dan bisa dipilih.

407 Proxy Authentication Required

Kode error internet ini muncul saat Anda menggunakan server proxy. Error 407 menunjukkan bahwa pengguna harus lebih dulu memberikan kredensial autentikasi yang valid untuk server proxy.

Pesan error ini disertai dengan kolom header Proxy-Authenticate yang berisi instruksi untuk mengotorisasi server proxy.

408 Request Timeout

Server asal akan mengirim kode ini kalau pengguna tidak mengirimkan permintaan selama waktu tunggu, sehingga koneksi dianggap tidak digunakan. 

Karena error internet ini sebagian besar disebabkan oleh lambatnya koneksi atau kesalahan pada URL, user bisa mengulangi permintaan di lain waktu tanpa perlu mengubah konten.

409 Conflict

Server tidak bisa menyelesaikan permintaan karena terjadi konflik pada resource target. Error ini mungkin terjadi saat beberapa user memperbarui file secara bersamaan atau file yang baru diupload memiliki versi yang lebih lama daripada yang tersimpan di server, sehingga terjadi konflik versi.

410 Gone

HTTP response code ini mirip dengan 404 Not Found. Perbedaannya adalah, 410 menunjukkan bahwa resource hilang dari server asal secara permanen dan tidak ada redirect.

411 Length Required

Server akan mengirim response code ini saat permintaan tidak menentukan header Content-Length yang diperlukan oleh resource.

412 Precondition Failed

Server tidak bisa memenuhi prasyarat yang tercantum di kolom header permintaan. Error internet ini biasanya terjadi pada permintaan yang berisi header If-Unmodified- Since atau If-None-Match.

413 Request Entity Too Large

Server menolak untuk memproses permintaan karena entitas permintaan terlalu besar untuk diproses oleh server. Biasanya, error ini terjadi ketika user mencoba mengupload file yang melebihi batas ukuran server.

Sebaiknya baca juga artikel kami tentang 413 Request Entity Too Large untuk mengetahui langkah-langkah mengatasinya.

414 URI Too Long

Server menolak untuk memproses permintaan karena URI permintaan terlalu panjang.

Kode error internet ini biasanya terjadi saat klien mengonversi POST request ke GET request secara tidak benar, awalan URI redirect mengarah ke akhirannya sendiri, atau klien menggunakan buffer ukuran tetap untuk menyerang server.

415 Unsupported Media Type

Kode ini berarti server tidak mendukung jenis media yang disertakan dalam entitas permintaan klien.

416 Range Not Satisfiable

Error 416 berarti server tidak bisa menampilkan sebagian file yang diminta oleh klien. Kemungkinan penyebabnya adalah file tidak berisi rentang yang diminta atau kolom header permintaan rentang memiliki nilai yang salah.

417 Expectation Failed

Server tidak bisa memenuhi persyaratan yang dinyatakan dalam kolom Expect request-header.

419 Authentication Timeout

Kode eror internet non-standar ini terjadi ketika autentikasi yang tadinya valid sudah tidak berlaku lagi. Kode ini berfungsi sebagai alternatif untuk HTTP status code 401 Unauthorized.

422 Unprocessable Entity

Server tidak bisa menyelesaikan permintaan karena mengandung kesalahan semantik. Permintaan gagal karena variabel atau operator yang salah, atau kesalahan urutan pengoperasian, sehingga tidak memiliki maksud.

423 Locked

Kode error internet 423 menandakan bahwa server tidak bisa mengakses resource karena terkunci. HTTP status code ini adalah bagian dari spesifikasi WebDAV, khususnya mekanisme pengunciannya.

424 Failed Dependency

Kode error ini muncul ketika permintaan gagal diproses karena ketergantungannya pada permintaan lain yang juga gagal. Seperti 423 Locked, kode ini juga merupakan bagian dari spesifikasi WebDAV yang merupakan ekstensi HTTP.

425 Unordered Collection

Kode 425 Unordered Collection berarti server menolak untuk memproses permintaan yang mungkin diulang, sehingga mencegah hacker meluncurkan replay attack.

426 Upgrade Required

Anda diminta untuk melakukan upgrade ke protokol lain. Respons server harus disertai dengan kolom header pesan Upgrade yang berisi protokol yang diminta.

428 Precondition Required

Server asal memerlukan respons bersyarat, yang berarti permintaan harus memiliki header prasyarat. Kalau header tersebut tidak sesuai dengan status sisi server, server akan mengirimkan HTTP code 412 lagi.

429 Too Many Requests

Arti kode error internet ini adalah Anda sudah mengirim terlalu banyak permintaan dalam jangka waktu tertentu. Server mungkin menyertakan header Retry-After yang berisi interval waktu setelah pengguna harus mengulangi permintaan.

431 Request Header Fields Too Large

Server menolak untuk memproses permintaan karena satu atau beberapa kolom header HTTP terlalu besar.

HTTP response code ini umumnya menunjukkan kolom header yang bermasalah di isi pesannya, sehingga user bisa mengatasi masalah tersebut.

440 Login Time-out

Kode error internet 440 menunjukkan bahwa Anda harus login lagi karena sesi Anda telah kedaluwarsa.

444 No Response

Kode non-standar ini hanya muncul di file log NGINX, yang menginstruksikan server untuk memutuskan koneksi tanpa mengirim respons ke klien. Status code 444 biasanya digunakan untuk menolak permintaan yang berbahaya.

449 Retry With

Server tidak bisa memproses permintaan karena klien belum memberikan informasi yang diperlukan.

450 Blocked By Windows Parental Controls

Ini adalah extension code Microsoft yang muncul saat Kontrol Orang Tua di Windows memblokir akses ke halaman web tertentu.

451 Unavailable For Legal Reasons

Server tidak bisa mengakses resource karena batasan hukum yang diterapkan oleh pemerintah Anda.

495 SSL Certificate Error

Server NGINX gagal memverifikasi sertifikat SSL client dan menganggapnya tidak valid.

496 No Certificate

Response code NGINX ini muncul saat klien tidak menunjukkan sertifikat SSL yang diperlukan.

497 HTTP to HTTPS

Response code NGINX ini merupakan pengembangan dari kode 400 Bad Request. Kode HTTP ini muncul saat Anda mengirimkan permintaan HTTP melalui port HTTPS.

499 Client Closed Request

Anda menutup permintaan sebelum menerima respons dari server NGINX.

500 Error Server

Kode error internet 500-an menandakan bahwa permintaan gagal karena adanya masalah di sisi server. Umumnya, server mengirimkan status code 500 ketika tidak bisa menemukan respons yang lebih sesuai.

500 Internal Server Error

Server tidak bisa memenuhi permintaan karena kondisi yang tidak terduga.

Error ini akan muncul di WordPress ketika plugin, tema, atau file .htaccess rusak. Kemungkinan penyebab lainnya termasuk batas PHP yang tidak mencukupi dan versi PHP yang tidak kompatibel.

Kalau Anda memerlukan panduan untuk error ini, silakan baca artikel kami tentang 500 internal server error, yang juga membahas cara mengatasinya.

501 Not Implemented

Server tidak mengenali metode permintaan atau fungsi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.

Response code ini adalah kebalikan dari 405 Method Not Allowed, yang menunjukkan bahwa server mengenali fungsi yang diperlukan tapi memilih untuk tidak mendukungnya.

502 Bad Gateway

Server, yang berfungsi sebagai proxy, tidak bisa memenuhi permintaan klien karena telah menerima respons yang tidak valid dari server upstream.

HTTP response code ini bisa terjadi ketika domain belum sepenuhnya dipropagasi setelah pindah ke host baru. Terkadang, firewall mungkin menganggap permintaan tersebut sebagai serangan pada server asal karena konfigurasi yang salah.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah server asal mengalami overload dan terjadi error pada browser karena versi browser yang sudah tidak didukung, atau file corrupt di cache browser.

Untuk mencari tahu selengkapnya tentang kode error internet ini serta cara mengatasinya, silakan baca artikel kami mengenai error 502 bad gateway.

503 Service Unavailable

Server tidak bisa menangani permintaan karena kehabisan resource atau sedang dalam maintenance.

Umumnya, server mengirimkan kode error internet ini karena adanya masalah sementara. Respons disertai dengan kolom header permintaan Retry-After, yang berisi perkiraan waktu pemulihan.

Mengalami error ini? Tenang, kami punya artikel tentang error 503 service unavailable untuk membantu Anda mencari tahu lebih lanjut beserta cara mengatasinya.

504 Gateway Timeout

504 gateway timeout

Server proxy belum menerima respons tepat waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari server upstream.

Beberapa penyebab yang paling umum meliputi konfigurasi firewall yang salah, domain yang tidak bisa di-resolve, overload server, masalah konektivitas, PHP worker terbatas, dan masalah DNS.

Untuk membantu Anda mengetahui error ini lebih lanjut, kami sudah menyiapkan artikel tentang 504 gateway time-out.

505 HTTP Version Not Supported

Server tidak mendukung versi protokol HTTP yang digunakan dalam permintaan. Penggunaan web browser dengan versi yang sudah tidak update biasanya menyebabkan munculnya kode error internet ini.

Respons HTTP dengan kode ini umumnya berisi informasi tentang protokol yang didukung oleh server.

506 Variant Also Negotiates

Server telah menjalankan protokol Transparent Content Negotiation, yang meminta user agent agar memilih salah satu varian yang didukung untuk melayani resource.

HTTP response code ini terkadang menunjukkan ‘circular reference’. Artinya, resource varian yang dipilih dikonfigurasi untuk terlibat dalam negosiasi konten. Akibatnya, proses tidak diselesaikan dengan tepat.

507 Insufficient Storage

Response code WebDAV ini menandakan kurangnya ruang penyimpanan yang diperlukan untuk menyimpan representasi, sehingga server tidak bisa menyelesaikan permintaan.

508 Loop Detected

Masih merupakan kode WebDAV, error 508 Loop Detected menunjukkan bahwa server mengalami loop tak terbatas saat memproses permintaan.

Versi lainnya disebut “Resource limit reached”, yang berarti server tidak bisa memenuhi permintaan karena telah melampaui batas resource yang diterapkan oleh web host.

509 Bandwidth Limit Exceeded

Kode eror internet ini biasanya muncul di website yang menggunakan paket shared hosting. Error 509 menunjukkan bahwa server telah melampaui batas bandwidth karena volume traffic website yang tinggi.

510 Not Extended

Klien tidak menggunakan ekstensi apa pun yang didukung oleh server. Respons kode ini umumnya mencakup semua informasi yang diperlukan untuk menginformasikan ekstensi yang diperlukan.

511 Network Authentication Required

Kode ini dikirim oleh proxy perantara yang mengontrol akses ke jaringan. Klien harus diautentikasi sebelum jaringan bisa memberikan akses.

Error 511 biasanya terjadi ketika Anda mencoba mengakses jaringan publik. Anda harus menyetujui Ketentuan Layanan untuk mendapatkan akses.

520 Web Server Returned an Unknown Error

Response code Cloudflare ini menunjukkan bahwa server asal menampilkan respons kosong atau tidak dikenal ke reverse proxy.

521 Web Server is Down

Error 521 yang juga merupakan kode Cloudflare ini muncul ketika server asal tidak bisa terhubung ke reverse proxy. Masalah ini mungkin terjadi karena server web asal memblokir koneksi dari alamat IP Cloudflare tertentu.

522 Connection Timed Out

Cloudflare tidak bisa menjangkau server asal untuk membuat koneksi Transmission Control Protocol (TCP) sehingga server kehabisan waktu. Kesalahan konfigurasi DNS adalah penyebab paling umum terjadinya error ini.

523 Origin is Unreachable

Masih dalam kategori error Cloudflare, kode 523 berarti Cloudflare tidak bisa menjangkau server web asal. Error internet ini disebabkan oleh DNS record atau pengaturan server yang salah atau tidak ditemukan.

524 A Timeout Occurred

Cloudflare berhasil menghubungkan TCP ke server asal, tapi reverse proxy belum menerima respons HTTP dalam jangka waktu tertentu sehingga server kehabisan waktu.

525 SSL Handshake Failed

Cloudflare tidak bisa melakukan SSL atau TLS handshake dengan server web asal. Website mungkin memiliki sertifikat SSL yang tidak dikonfigurasi dengan benar, sehingga klien dan server tidak bisa terhubung dengan aman.

599 Network Connect Timeout Error

Beberapa proxy HTTP mengirimkan response code ini ketika terjadi timeout koneksi jaringan pada klien di depan proxy.

Apa Hubungan Kode Status HTTP dan SEO?

Mesin pencari menggunakan web crawler untuk mengindeks konten website dan memberinya peringkat dalam hasil pencarian. Saat melakukan crawling website, web crawler akan mendaftarkan semua HTTP status code yang ditemui untuk menentukan kesehatan website dan peringkat setiap halaman web.

Nah, oleh karena itu, kode status HTTP ini sebenarnya memainkan peran penting dalam SEO website.

Untuk hasil terbaik, semua halaman web diharapkan untuk memberikan kode HTTP 200-an, yang menandakan bahwa semua resource website berhasil diakses.

Meskipun kode 300-an tidak selalu berdampak buruk bagi SEO, sebisa mungkin Anda pasti ingin meminimalkan kemunculannya. Kategori HTTP status code ini memberi tahu mesin pencari apakah redirect halaman bersifat sementara atau permanen.

Kemudian, kode error internet 400-an dan 500-an adalah kode yang bisa berdampak buruk bagi SEO website. Kategori ini mencegah crawler mengindeks halaman web, sehingga algoritme mesin pencari menganggap bahwa website Anda memiliki kualitas yang rendah.

Cara terbaik agar performa SEO website tetap maksimal adalah dengan mengecek kode status di website secara berkala. Ada 2 cara untuk melihat HTTP status code website, yaitu secara manual atau menggunakan tool inspeksi URL.

Metode manual adalah yang paling cocok untuk mengecek halaman web satu per satu karena bisa dilakukan per halaman. Anda bisa melakukannya menggunakan tool bawaan browser.

Berikut cara mengecek HTTP response code di halaman web menggunakan Chrome DevTools :

  1. Buka halaman web yang diinginkan di Chrome. Lalu, klik tiga titik di menu bagian atas dan buka More tools (Fitur lainnya) -> Developer tools (Alat pengembang).
chrome devtools
  1. Buka panel Network (Jaringan) di bagian atas. Pilih simbol panah di sampingnya untuk memperluas opsi.
chrome devtools network
  1. Pilih salah satu permintaan HTTP yang ditampilkan di tabel. HTTP status code akan muncul di tab Headers (Header). Screenshot berikut menunjukkan bahwa halaman beranda Hostinger menampilkan kode 200.
chrome devtools headers

Kalau Anda menjalankan website multi-level, inspeksi akan lebih mudah dilakukan dengan HTTP header checker. Misalnya, gunakan HttpStatus.io yang mendukung pengecekan massal hingga 100 URL.

Meski begitu, sebaiknya gunakan tool yang disediakan oleh Google Search Console karena memiliki fitur URL Inspection dan Index Coverage Report yang mampu mengecek keseluruhan kesehatan website.

Pertama, tambahkan dulu website Anda ke Google Search Console:

  1. Buka homepage Google Search Console dan klik Start now.
  2. Masukkan nama domain Anda, lalu klik Continue.
tambah domain di google search console
  1. Salin kode verifikasi yang dihasilkan oleh platform tersebut. Tutup tab.
kode verifikasi google search console
  1. Buka konsol pengelolaan DNS milik registrar domain Anda. Bagi user yang mendaftarkan domainnya ke Hostinger, Anda bisa mengakses konsol tersebut melalui DNS Zone Editor dari hPanel.
  1. Tambahkan record baru menggunakan kode verifikasi berikut:
    • Tipe ‒ TXT
    • Nama ‒ @ (gunakan nilai default saja)
    • TXT value ‒ masukkan kode verifikasi Google Search Console
    • TTL ‒ 14400
  1. Klik Tambah Record. Kalau berhasil, Anda akan melihat pesan konfirmasi.
  1. Tunggu hingga data DNS dipropagasi sepenuhnya. Lalu, kembali ke tab Google Search Console dan pilih Verify.
  2. Kalau pesan berikut ditampilkan, berarti Anda berhasil menambahkan website ke platform tersebut. Klik Go to Property untuk mengakses dashboard.
kepemilikan terverifikasi google search console

Gunakan tool inspeksi URL untuk mengecek setiap halaman web atau buka tab Coverage untuk melihat kesehatan website secara umum.

Ingat, Google Search Console hanya berfungsi untuk memantau website yang terdaftar di indeks Google.

Kesimpulan

Memahami arti HTTP status code penting bagi Anda yang sering online, khususnya webmaster. Setiap kode tersebut menginformasikan status permintaan klien, yang memberi tahu user apakah server bisa mengambil resource yang diminta atau tidak.

Karena sangat memengaruhi SEO, sebaiknya pantau status HTTP ini secara rutin menggunakan HTTP header checker. Idealnya, semua halaman web Anda harus menampilkan HTTP code 200, yang berarti permintaan HTTP berhasil dilakukan di seluruh website.

Semoga artikel ini membantu Anda lebih memahami HTTP status code agar bisa memberikan respons yang tepat untuk setiap status server tersebut, khususnya yang termasuk dalam kode error internet. Semoga berhasil!

Pertanyaan Umum Seputar HTTP Status Code

Apakah HTTP Status Code Selalu Ditampilkan Saat Website Error?

HTTP status code akan muncul saat website mengalami error, kecuali ada ‘perantara’ di tengah server dan browser atau saat metode console.clear() digunakan dan dimulai di environment yang tepat untuk menghapus output konsol.

Bagaimana Cara Mencegah Error di Website?

Cara terbaik untuk mencegah error di website adalah dengan menganalisis alur pengguna melalui analitik dan observasi langsung serta mengantisipasi setiap error yang mungkin terjadi. Anda juga bisa meminimalkan error dengan membatasi input user dan menampilkan dialog konfirmasi pada operasi yang tidak bisa dibatalkan.

Author
Penulis

Fitri Wulandari

Fitri adalah seorang penulis dan penerjemah berbagai topik. Mulai dari konten profesional yang serius, hingga cerita seru yang penuh imajinasi. Ia mengisi waktu luangnya dengan membaca, menggambar, dan membuat daftar rencana.