Cara Pindah Hosting WordPress + Plugin Migrasi Terbaik

Cara Pindah Hosting WordPress + Plugin Migrasi Terbaik

Banyak pengguna WordPress yang masih ragu dan khawatir saat ingin memindahkan hosting ke provider hosting atau web server baru. Wajar, sih, karena melakukan cara pindah hosting WordPress yang tidak benar bisa menimbulkan dampak buruk, seperti downtime dan kehilangan data.

Untungnya, ada beberapa cara memindahkan hosting WordPress yang cukup mudah untuk diikuti. Selain cara manual, ada banyak tool yang bisa membantu Anda migrasi hosting WordPress. Tool ini mengotomatiskan hampir seluruh prosesnya, yang tentunya lebih lancar dan aman.

Nah, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan 3 cara memindahkan hosting WordPress ke server baru. Kami juga merekomendasikan 5 plugin yang bisa membantu Anda migrasi WordPress. Selamat membaca!

1. Cara Pindah Hosting WordPress dengan Plugin

Sebenarnya, ada cara pindah hosting WordPress secara manual menggunakan FTP client atau File Manager di control panel hosting dengan mentransfer file dan database WordPress. Namun, ada metode yang lebih mudah, yaitu menggunakan plugin.

Untuk memindahkan hosting WordPress, Anda bisa menggunakan plugin cloning. Ada ratusan script cloning PHP di direktori plugin WordPress yang bisa dipilih.

Sebaiknya gunakan plugin All-in-One WP Migration karena mudah digunakan dan menyediakan semua tool migrasi yang diperlukan.

Sebelum memulai proses migrasi WordPress, pastikan Anda menginstal dan mengaktifkan plugin di akun hosting yang lama dan baru. Kalau sudah, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka dashboard WordPress di situs WordPress yang ingin Anda transfer, lalu pilih All-in-One WP Migration -> Export.
  2. Klik Export to dan pilih opsi File dari menu dropdown.
export website
  1. Tunggu hingga plugin selesai mengambil file WordPress Anda. Setelah prosesnya selesai, download file backup dengan format .wpress dari pop-up window.
  2. Buka dashboard admin WordPress untuk akun hosting baru Anda, lalu pilih All-in-One WP Migration -> Import.
  3. Klik Import from dan pilih File. Lalu, cari file WordPress yang telah Anda ekspor. Ingat, ukuran default file yang diupload maksimal 128 MB. Kalau file backup lebih besar dari 128 MBtambah ukuran maksimum upload file WordPress lebih dulu.
  1. Setelah prosesnya selesai, klik Finish.

Apabila metode impor tersebut tidak berhasil, Anda bisa upload data backup secara manual via FTP atau File Manager dan gunakan fitur restore. Untuk mengakses fitur restore backup, Anda harus upgrade ke Unlimited Extension.

  1. Buka All-in-One WP Migration -> Export di server lama Anda.
  2. Buat dan download file .wpress ke folder lokal di komputer.
  3. Login ke FTP client atau buka File Manager di hosting WordPress baru.
  4. Upload file .wpress ke folder wp-content/ai1wm-backups.
  1. Di dashboard admin WordPress pada server baru Anda, buka All-In-One WP Migration -> Backups. Dan file .wpress akan muncul di sana.
  2. Pilih ikon Restore di sebelah file .wpress.
  1. Klik Proceed untuk memulai migrasi.

Langkah migrasi terakhir saat menggunakan plugin ini adalah dengan menyimpan ulang struktur permalink. Anda harus mengubah strukturnya dua kali untuk merekonstruksi file .htaccess.

  1. Dari sidebar menu WordPress, pilih Settings -> Permalinks.
  2. Pilih struktur baru dan tekan Save Changes. Kalau Anda menggunakan Custom Structure, pastikan sudah menduplikatnya.
  3. Reload halaman pengaturan Permalinks dan pilih struktur original Anda.
  4. Tekan Save Changes kalau sudah selesai.

2. Cara Pindah Hosting WordPress dengan hPanel

Layanan migrasi gratis dari Hostinger adalah cara tercepat dan termudah untuk memindahkan hosting WordPress ke Hostinger. Fitur ini akan melakukan keseluruhan proses migrasi, dan bisa diakses dengan mudah melalui hPanel.

Tool ini perlu username dan password akun WordPress Anda, serta link yang digunakan untuk login ke panel admin WordPress (websiteanda.com/wp-admin).

Tool migrasi ini juga memerlukan link ke halaman login penyedia hosting sebelumnya serta username dan password akun hosting lama.

Berikut cara menggunakan tool migrasi dari Hostinger:

  1. Login ke hPanel dan buka Website -> Migrasi Website.
cara pindah hosting wordpress hpanel
  1. Klik Tambah permintaan, lalu pilih tab WordPress.
  2. Isikan situs dan detail paket hosting WordPress Anda ke kolom yang diperlukan:
  3. Migrasi website ke ‒ masukkan nama domain website WordPress yang baru.
    • http://domain.com/wp-admin ‒ merupakan URL website untuk panel admin WordPress Anda. Misalnya, websiteAnda.com/wp-admin.
    • Username WordPress ‒ username admin yang digunakan untuk login ke panel admin WordPress.
    • Password WordPress ‒ password admin yang digunakan untuk login ke panel admin WordPress.
    • Pilih provider hosting sebelumnya ‒ pilih GoDaddy, SiteGround, HostGator, atau Bluehost. Kalau perusahaan hosting Anda tidak ada dalam daftar, pilih Other.
  1. Klik Tambah permintaan.

3. Cara Pindah Hosting WordPress dengan Layanan Backup Hosting

Cara migrasi WordPress yang terakhir adalah menggunakan layanan backup web hosting untuk memindahkan file WordPress ke web hosting baru.

Beberapa penyedia hosting, seperti Hostinger, menghasilkan backup secara berkala. Anda bisa menggunakan backup itu untuk memindahkan website WordPress ke server baru.

Kalau website WordPress tersebut menggunakan Hostinger, lakukan langkah di bawah untuk mendownload backup-nya menggunakan hPanel:

  1. Login ke hPanel dan pilih File -> Backup.
  2. Hostinger akan menghasilkan backup secara berkala. Jadi, Anda punya opsi untuk memilih backup yang sudah ada atau membuat backup baru untuk didownload.
backup file hpanel
  • Kalau Anda ingin menyimpan backup yang sudah ada, pilih File backup, pilih waktu backup, dan download backup tersebut.
  • Apabila ingin menyimpan backup baru, pilih Buat backup baru -> Pilih. Tunggu hingga backup terbaru dibuat. Lalu, pilih File backup, pilih dan download backup yang baru saja dibuat.
selesai backup di hpanel

Selain dua cara di atas, Anda juga bisa memindahkan WordPress dari perusahaan hosting yang menggunakan cPanel. Untuk mendapatkan backup website WordPress ini, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Dari cPanel, pilih Files -> Backup Wizard.
  2. Di menu wizard backup, pilih Backup -> Full Backup. Opsi backup ini meliputi home directory, database WordPress, konfigurasi forwarder email, dan konfigurasi filter email.
  1. Pilih tempat penyimpanan backup Anda. Di tutorial ini, kami akan memilih Home Directory. Jangan lupa untuk menambahkan alamat email Anda jika ingin menerima notifikasi saat proses backup sudah selesai.
  1. Klik Generate Backup untuk memulai prosesnya.

Setelah mendapatkan file backup dalam format .zip, restore file tersebut di akun hosting yang baru.

Kalau Anda memindahkan hosting ke Hostinger, Anda bisa merestore file tersebut dengan cara berikut:

  1. Login ke hPanel dan buka Website -> Impor Website.
  2. Di bagian Impor website Anda, klik Pilih file untuk mengupload file backup .zip yang tadi sudah didownload.
  3. Klik Import dan tunggu sampai proses restore selesai.
import backup hpanel

Kalau web hosting yang baru menggunakan cPanel, restore file backup .zip dengan cara berikut:

  1. Buka Files -> Backup Wizard dari cPanel akun hosting yang baru.
  2. Di menu wizard backup, pilih Restore -> Home Directory.
  3. Pilih file ZIP backup yang sudah Anda buat, lalu klik Upload.
langkah akhir cpanel

Anda juga bisa merestore data backup secara manual dengan mengupload file .zip ke folder root di web hosting baru. Anda bisa melakukannya melalui File Manager di control panel atau FTP client.

Pastikan semua file website dalam folder WordPress public_html di hosting yang lama sudah dipindahkan ke folder public_html di hosting yang baru.

Tips

Cookie diblokir atau tidak didukung oleh browser adalah error yang umum terjadi setelah Anda memindahkan hosting WordPress ke provider baru. Refresh browser untuk mengatasinya. Apabila masalah berlanjut, nonaktifkan satu per satu plugin keamanan atau cache yang terinstal, dan hapus cookie browser.

5 Plugin Migrasi WordPress Terbaik

All-In-One WP Migration hanyalah salah satu dari sekian banyak plugin migrasi WordPress yang tersedia. Untuk membantu memilih tool yang paling sesuai dengan preferensi Anda, kami telah menyusun daftar yang berisi 5 plugin WordPress terbaik untuk migrasi website.

1. All-In-One WP Migration

all in one wp migration
  • Download: 4.000.000+
  • Rating: 4,6/5
  • Fitur utama: impor dengan cara drag-and-drop, terjemahan dalam 50 bahasa, dukungan penyedia web hosting yang luas
  • Harga: freemium

All-In-One WP Migration adalah solusi mudah untuk memindahkan hosting WordPress. Dengan plugin migrasi ini, Anda bisa mengupload database, file media, tema, dan plugin ke server hosting baru, tanpa membutuhkan pengetahuan teknis.

Fungsi impor dengan cara drag-and-drop membuat proses migrasi menjadi jauh lebih simpel. Selain kompatibel dengan sebagian besar distribusi Linux, macOS, dan Microsoft Windows, plugin migrasi ini juga kompatibel dengan banyak provider hosting.

Karena plugin ini mengimpor file website WordPress dalam beberapa file berukuran kurang dari 2 MB, Anda tidak perlu khawatir dengan batas ukuran upload sebagian besar penyedia hosting. Selain itu, proses duplikat website dan restore di layanan hosting lain bisa dilakukan cukup dengan sekali klik.

Tersedia berbagai ekstensi untuk memperluas fungsi plugin ini, yang memberi dukungan pelanggan premium. Misalnya, Unlimited Extension yang tidak memiliki batas impor 512 MB dan mendukung WP-CLI commands.

Untuk cara memindahkan hosting WordPress ke layanan penyimpanan cloud, plugin ini menawarkan ekstensi penyimpanan cloud dengan harga mulai dari $99. Beberapa layanan penyimpanan cloud yang didukung adalah DropboxGoogle Cloud Storage, dan OneDrive.

2. Duplicator

duplicator
  • Download: 1.000.000+
  • Rating: 4,9/5
  • Fitur utama: prakonfigurasi website, backup manual, dan duplikasi di staging area
  • Harga: freemium

Duplicator adalah salah satu plugin migrasi WordPress terbaik. Plugin ini menyederhanakan proses migrasi dan membantu pengguna meng-cloning website mereka ke web hosting lain atau staging area tanpa mengalami downtime. Duplicator juga digunakan sebagai solusi backup dengan mem-bundling file website menjadi file .zip.

Fitur prakonfigurasi website sangat menyederhanakan prosesnya. Saat Anda ingin membuat backup atau memindahkan hosting WordPress ke layanan hosting baru, Duplicator akan membuat package yang berisi semua file website yang sudah dikonfigurasi sebelumnya. Plugin migrasi ini tidak akan mengonfigurasi tema, plugin, dan data website.

Kalau Anda punya budget, Anda bisa mencoba berbagai fitur premium yang ditawarkan oleh Duplicator Pro.

Versi ini menyediakan fitur backup terjadwal dan integrasi dengan platform penyimpanan cloud populer seperti Amazon S3Dropbox, dan Google Drive Storage. Anda juga akan mendapatkan dukungan yang lebih baik untuk database dan file WordPress yang lebih besar.

Anda bisa mencoba versi premiumnya mulai dari $69/tahun. Semua paket sudah termasuk dukungan pelanggan dan update selama lisensi berlaku.

3. UpdraftPlus

updraftplus
  • Download: 3.000.000+
  • Rating: 4,8/5
  • Fitur utama: backup yang terjadwal otomatis, opsi penyimpanan cloud yang beraneka ragam, penggunaan resource server yang efisien
  • Harga: freemium

UpdraftPlus adalah salah satu plugin backup WordPress terbaik yang layak dicoba. Didownload lebih dari 3 juta kali, plugin ini menjadi favorit pengguna yang mencari solusi backup dan restore.

Plugin backup ini mendukung backup dari jarak jauh, langsung ke platform penyimpanan cloud populer seperti DropboxGoogle Drive, dan Amazon S3. Dengan plugin ini, Anda juga bisa melakukan backup website di server FTP, UpdraftVault, ruang penyimpanan in-house, atau email.

Anda bisa mencari konten backup di WordPress untuk mengaksesnya dan menjadwalkan backup otomatis dengan mudah.

Versi free sendiri sudah menyediakan berbagai fitur yang mempermudah migrasi. Sedangkan UpdraftPlus Premium mengunggulkan harganya yang hemat. Mulai dari $70/tahun, Anda sudah bisa menduplikat dan memindahkan hosting WordPress, serta mengirimkan backup-nya ke beberapa tujuan secara jarak jauh.

Versi premium juga memiliki add-ons, dukungan premium, dan penyimpanan UpdraftVault sebesar 1 GB.

Bagian terbaik dari investasi di UpdraftPlus Premium adalah dengan versi ini kita jadi bisa merestore backup dari plugin backup lain. Selain itu, versi ini menerima backup file SQL generik, yang bisa diubah ke uncompressed, dikompresi ke GZIP, atau dikompresi ke BZIP2.

4. WP Migrate DB

wp migrate db
  • Download: 300.000+
  • Rating: 4,5/5
  • Fitur utama: serialisasi data dan array support, kompatibilitas multisite, hosting support universal
  • Harga: freemium

WP Migrate DB adalah plugin WordPress user-friendly lainnya. Plugin ini akan mempercepat proses migrasi, terutama untuk database.

Dengan WP Migrate DB, database WordPress bisa dipindahkan dengan mudah dan tanpa risiko. Plugin ini bisa mencegah berbagai risiko data corrupt karena mendukung serialisasi data dan array. Versi free juga mendukung Multisite dan kompatibel dengan semua penyedia hosting.

WP Migrate DB merupakan plugin migrasi database WordPress yang sangat bagus. Namun, agar bisa memindahkan keseluruhan website beserta semua file dan medianya, Anda masih perlu mengupgrade plugin ke versi Pro. Harga WP Migrate DB Pro mulai dari $49/tahun.

Selain fitur migrasi keseluruhan website, versi Pro juga menyediakan berbagai fitur lanjutan seperti dukungan terhadap WP-CLI, migrasi dengan cara push and pull, dan migrasi one-click.

5. Migrate Guru

migrate guru
  • Download: 70.000+
  • Rating: 4,9/5
  • Fitur utama: migrasi website one-click, peringatan real-time, dan prosedur migrasi tanpa error
  • Harga: Free

Jika Anda mencari alternatif free, sebaiknya gunakan Migrate Guru. Plugin ini menyediakan cara memindahkan hosting WordPress yang mudah dan bebas risiko.

Anda hanya perlu mengisi formulir yang berisi detail akun hosting baru, dan fungsi migrasi one-click akan menangani proses lainnya. Keseluruhan proses ditangani oleh server plugin, sehingga risiko errornya sangat kecil.

Migrate Guru bisa meng-cloning website WordPress hingga 1 GB dalam waktu kurang dari 30 menit. Pengguna WordPress dengan website yang berat akan merasa bahwa batas ukuran migrasinya sangatlah fleksibel. Sebab, Migrate Guru memungkinkan Anda menduplikat atau memindahkan file WordPress hingga 200 GB.

Tidak seperti plugin migrasi lainnya, Migrate Guru tidak menawarkan integrasi dengan platform penyimpanan cloud. Namun, plugin ini otomatis menduplikat website WordPress ke servernya dan menyimpan semua file penting WordPress di sana sampai proses migrasi selesai.

Migrate Guru kompatibel dengan 5.000+ perusahaan web hosting di seluruh dunia. Selain itu, plugin ini memiliki dukungan Multisite dan peringatan real-time.

Plugin ini juga menyediakan pusat bantuan yang menjawab pertanyaan umum terkait prosedur migrasi dan fungsi plugin.

Kenapa Harus Pindah Hosting WordPress?

Bagi beberapa pemilik website, migrasi hosting WordPress bisa terasa merepotkan karena ada banyak detail yang perlu diperhatikan selama prosesnya. Ada juga yang merasa kalau tindakan ini sangat berisiko. Mereka takut migrasi bisa merusak keseluruhan website WordPress.

Tapi, kalau dilakukan dengan benar, proses migrasi ternyata memiliki beberapa manfaat. Beberapa alasan paling umum kenapa admin website ingin memindahkan hosting WordPress ke server baru adalah:

  • Lebih banyak keuntungan. Karena ada banyak provider hosting yang bisa dipilih, Anda mungkin memutuskan untuk mencari opsi lain yang menawarkan keuntungan lebih tinggi. Contohnya seperti paket Shared Hosting dari Hostinger, yang bisa dibeli mulai dari Rp13900 saja per bulan.
  • Dukungan pelanggan yang lebih baik. Akses ke dukungan pelanggan yang responsive dan berguna bisa membuat pengelolaan website WordPress menjadi lebih baik dan mudah.
  • Resource dan fitur hosting yang lebih banyak. Penting untuk mendapatkan resource dan tool hosting yang diperlukan agar website WordPress Anda semakin berkembang.
  • Keamanan server yang lebih baik. Ketika menjadi administrator website, keamanan website WordPress seharusnya menjadi prioritas Anda. Keamanan website juga memainkan peran penting dalam melindungi kredibilitas website dan privasi pengunjung website.

Kesimpulan

Kini Anda tahu bahwa pindah hosting WordPress ke layanan hosting baru ternyata menguntungkan. Anda bisa mendapatkan paket yang lebih terjangkau, dukungan pelanggan yang lebih baik, fitur dan resource hosting yang lebih banyak, serta keamanan server yang lebih baik.

Ada beberapa cara pindah hosting WordPress. Namun, sebelum memilihnya, pastikan Anda mempertimbangkan kebutuhan pribadi dan pengetahuan teknis yang diperlukan.

Berikut ringkasan tentang 3 cara pindah hosting WordPress yang sudah Anda pelajari:

  • Cloning plugin. Gunakan plugin untuk mengekspor dan mengimpor file WordPress dengan beberapa klik saja.
  • Tool migrasi otomatis. Kalau Anda migrasi ke Hostinger, kirimkan permintaan migrasi agar proses pindah hosting bisa dilakukan dengan cepat.
  • Layanan backup web hosting. Gunakan backup yang sudah dibuat dengan paket hosting lama untuk memindahkan file WordPress ke server baru.

Semoga tutorial ini bisa memudahkan Anda saat memindahkan hosting WordPress. Dan jika Anda sudah memilih metodenya, silakan beri tahu kami lewat komentar.

Author
Penulis

Faradilla A.

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Manager di Hostinger. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami.