Glosarium

Apa Itu Localhost? Pengertian dan Fungsi Localhost Bagi Pemula

Pengenalan

Agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar, tentunya kita menggunakan bahasa sebagai jembatan penghubungnya. Namun, kadang kala ada beberapa kosakata spesifik yang sulit dipahami dalam situasi atau pembahasan tertentu, misalnya istilah pada bidang komputer. Jika ingin belajar tentang jaringan, penting bagi Anda untuk mengerti dan memahami bahasa pemrograman yang digunakan terlebih dulu. Sebagai permulaannya, Anda bisa mempelajari apa itu localhost.

Sebenarnya, Apa Itu Localhost?

Pada bidang jaringan, localhost adalah sebuah program komputer yang aktif, sedangkan komputer sendiri berperan sebagai virtual server. Dalam hal ini, komputer yang dimaksud bukan datang dalam bentuk fisik, tetapi lebih kepada suatu sistem yang beroperasi di dalam komputer itu sendiri. Masih sulit untuk mengerti pengertian localhost? Baiklah, anggap saja localhost adalah suatu cara untuk ‘memanggil’ komputer yang dalam hal ini merupakan suatu jaringan atau server.

Loopback Address 127.0.01

Tak hanya dikenal sebagai suatu istilah dalam jaringan, localhost juga bisa digunakan sebagai nama domain, seperti google.com atau wikipedia.org. Dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa localhost adalah sebuat alamat. Jika mengetikkan google.com di kolom alamat browser, maka Anda akan diarahkan ke halaman atau beranda utama Google. Lalu, bagaimana dengan domain localhost? Tentu saja, dengan mengetikkan domain ini, Anda akan dibawa ke komputer. Hal inilah yang disebut sebagai loopback address.

Seperti nama domain pada umumnya, localhost juga memiliki alamat IP (Internet Protocol). Alamatnya bervariasi mulai dari 127.0.0.0 hingga 127.255.255.2555, tapi normalnya 127.0.0.1. Apabila 127.0.0.1 diakses dengan menggunakan koneksi IPv4, maka akan memunculkan loopback. Anda juga bisa mengakses loopback menggunakan koneksi IPv6 dengan memasukkan :1.

Fun fact: tiga angka pertama – 127 – dibuat khusus hanya untuk loopback. Karena itulah, Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP) langsung tahu kalau Anda ingin terhubung ke komputer setelah memasukkan alamat apa pun yang dimulai dengan tiga angka tersebut. Semua website bisa memiliki alamat IP yang dimulai dengan 127. Jika IP suatu website diawali dengan tiga angka tersebut, maka perangkat loopback akan terbuat. Perangkat inilah yang dimaksudkan dengan software antarmuka virtual yang berada di dalam sistem operasi komputer Anda.

Apa Tujuan Localhost?

Jadi, apa fungsi localhost dan apa yang bisa Anda lakukan dengan software ini? Meskipun pengertian localhost terlihat sederhana, software ini sangat berguna bagi Anda yang berprofesi sebagai web developer atau bergelut di bidang komputer. Umumnya, ada tiga manfaat yang ditawarkan oleh loopback:

  • Mengetes Kecepatan

Sebagai administrator jaringan atau network, pastinya Anda ingin memastikan bahwa semua peralatan dan TCP/IP berjalan serta berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, Anda harus melakukan tes koneksi dengan mengirimkan perintah ping ke localhost. Jika sistem operasi yang Anda gunakan adalah Windows, misalnya, maka buka command prompt dan masukkan “ping localhost” atau “ping 127.0.0.1”. Tes ini akan menampilkan hasil performa. Berdasarkan hasil ini, jika ditemukan masalah, maka Anda bisa memperbaikinya saat itu juga.

  • Mengetes Program atau Aplikasi Web

Membuat koneksi ke localhost juga penting untuk para developer, apalagi jika Anda sedang membuat dan mengembangkan aplikasi atau program yang membutuhkan koneksi internet. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sistem operasi yang Anda gunakan berperan sebagai server yang terstimulasi setelah loopback dibuat atau dimunculkan. Oleh karena itu, Anda dapat meload file penting dari suatu program ke dalam server, dan mengecek fungsionalitasnya.

  • Memblokir situs

Kegunaan lain yang bisa Anda lakukan dengan loopback adalah memblokir website yang tidak ingin atau tidak boleh diakses. Loopback sangat berguna dalam mengamankan browser Anda dari situs-situs yang berbahaya, misalnya yang berisi virus. Sebelum mencari informasi lebih lanjut tentang cara memblokir situs dengan localhost, Anda harus terlebih dulu tahu apa itu file hosts dan fungsinya. Umumnya, semua website memilki alamat IP. Website dapat diakses dan dibuka karena DNS atau Domain Name System mencari alamat IP yang sesuai dengan tempat di mana website tersebut terdaftar. Dalam hal ini, komputer akan membantu menyempurnakan keseluruhan proses dengan menyimpan file hosts untuk setiap situs yang Anda buka. File ini memuat alamat IP dan nama domain website. Anda dapat mengubah alamat IP ke 127.0.0.1, dan situs yang menyimpan file hosts yang telah dimodifikasi sebelumnya akan mengarahkan Anda ke localhost. Contoh yang paling nyata adalah admin komputer suatu perusahaan memblokir akses ke suatu website.

Sebelum membuat website, pastikan Anda memilih provider hosting yang tepat dan berkualitas. Di Hostinger, Anda akan memperoleh layanan web hosting yang terbaik di kelasnya. Pun jaminan 30 hari uang kembali.

Selengkapnya

Kesimpulan

Kini Anda sudah tahu pengertian localhost yang lebih dari sekadar istilah teknis di komputer. Localhost adalah nama domain yang memungkinkan Anda untuk melakukan serangkaian tes dan juga memblokir akses terhadap suatu website. Jika saat ini Anda berprofesi sebagai teknisis IT, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu localhost dan cara menggunakan loopback.

Tentang penulis

Ariata C.

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tambah Komentar

Klik di sini untuk menulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.10.275
/bln