Panduan dan Tips Membuat Website Mobile Friendly
access_time
hourglass_empty
person_outline

Panduan dan Tips Membuat Website Mobile Friendly

Jika saat ini Anda sedang mencari informasi mengenai cara membuat website mobile friendly atau ingin mengoptimasi website yang sudah ada agar dapat diakses melalui perangkat mobile, maka sekarang ini Anda membaca artikel yang tepat.

Sudah bukan rahasia lagi kalau tiap blogger atau webmaster wajib memiliki website yang mobile friendly. Selain meningkatkan trafik, website yang teroptimasi ramah di perangkat mobile memberi peluang yang lebih baik untuk unggul di antara kompetitor.

Mengapa Harus Memiliki Website yang Mobile-friendly?

Sejak kemunculan smartphone di era komunikasi yang terus berkembang ini, sebagian besar orang lebih sering mengakses internet melalui perangkat mobile. Alasannya sederhana, mereka bisa berinternet ria kapan saja dan di mana saja.

Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna telepon genggam semakin bertambah. Tak heran bila fakta terkini menyebutkan bahwa sebesar 70% trafik internet berasal dari smartphone dan perangkat mobile lainnya. Persentase ini seolah menjadi faktor kuat bagi Anda untuk mulai memikirkan cara membuat web menjadi responsive di tool lain selain desktop.  

Selain sebagai media penyedia informasi, perangkat mobile juga menjadi perantara bagi 51% konsumen yang mencari tahu lebih banyak soal brand baru beserta produk yang dimiliki atau yang akan diluncurkan. Angka persentase ini menunjukkan bahwa optimasi website mobile friendly memiliki peranan yang penting bagi pengembangan dan perluasan bisnis Anda.

Ditambah lagi, sebanyak 89% orang akan merekomendasikan suatu brand jika mereka puas dengan pengalaman browsing via smartphone yang diberikan oleh website brand tersebut.

Faktor lain yang juga tak kalah pentingnya adalah sistem peringkat website Google yang telah diperbarui untuk menampilkan hasil pencarian yang lebih baik bagi pengguna telepon pintar. 

Dengan kata lain, jika website tidak dioptimasi dengan baik, maka keberadaannya akan dihilangkan dari hasil pencarian Google untuk perangkat mobile atau peringkat website berada di urutan bawah mesin pencari (SERP).

Pentingnya Memiliki Website yang Responsif

Untuk menghadirkan website yang mobile friendly, Anda harus tahu cara membuat web menjadi responsive terlebih dulu.

“Website yang responsif” merupakan website yang mampu merespons secara optimal ketika user mengakses suatu halaman web melalui perangkat mobile. Dengan kata lain, apa pun jenis perangkat yang dipakai untuk mengakses website, tampilan dan fungsinya tetap normal dan bekerja sebagaimana mestinya.

Berikut beberapa keuntungan memiliki website responsif:

1. Kualitas SEO yang Lebih Baik

Apa pun perangkat yang dipakai untuk mengakses halaman web, desain website yang responsif tetap menggunakan URL dan HTML yang sama. Pengaturan ini memungkinkan Google untuk bisa menjelajahi, mengindeks, dan mengelola konten situs dengan lebih mudah dan efisien. Alhasil, kualitas SEO di website Anda akan menjadi lebih baik.

2. Tidak Perlu Membuat Desain Baru

Website yang sudah responsif tidak memerlukan desain yang baru agar bisa diakses di perangkat mobile. Dengan kata lain, tampilan website akan tetap sama meskipun diakses dari sejumlah perangkat yang berbeda. Anda pun bisa menghemat waktu dan tenaga.

3, Hemat Biaya dan Mudah Dikelola

Website yang responsif lebih mudah dikelola dan dikembangkan. Jika ada elemen yang diubah dari suatu website, maka perubahan tersebut akan ditampilkan di semua jenis perangkat. Tidak ada perbedaan tampilan konten meski website diakses melalui PC, laptop, atau smartphone. 

Terlebih lagi, biaya operasionalnya lebih hemat karena Anda tidak perlu mengembangkan website untuk PC dan website untuk perangkat mobile secara terpisah.

7 Tips Membuat Website Mobile Friendly

Sebelum memulai pembahasan ini lebih lanjut, ada satu hal yang harus Anda ketahui. Untuk cara membuat website versi mobile, Anda perlu menguasai pengetahuan dan kemampuan teknis terlebih dulu.

Memang sangat menyenangkan bisa mempelajari dan mencoba berbagai hal baru. Hanya saja, mengoptimasi website untuk perangkat mobile bukanlah hal yang mudah bagi para user pemula. Oleh karena itu, bila Anda masih baru di bidang optimasi website, kami sangat menyarankan agar Anda menyewa jasa web developer.

Berikut tujuh tips membuat website mobile friendly:

1. Mulailah dengan Membuat Website Versi Mobile Terlebih Dulu

Biasanya orang-orang mengembangkan website untuk perangkat yang lebih besar, misalnya PC atau laptop. Sebenarnya, tindakan ini tidak salah. Namun, permasalahannya akan muncul ketika Anda harus mengoptimasi website untuk para pengguna smartphone dan perangkat mobile lainnya. Hal ini dikarenakan optimasi website di layar yang lebih kecil, misalnya smartphone atau tablet, jauh lebih sulit dibandingkan dengan optimasi di layar yang lebih besar.

Karena itulah, kami menyarankan Anda untuk membuat desain mobile terlebih dulu. Setelah berhasil mendesain website yang menarik dan fungsional untuk para pengguna smartphone, barulah Anda berpindah ke tampilan website untuk layar yang lebih besar.

2. Mengonversi Situs Versi Desktop ke Situs Versi Mobile

Jika saat ini Anda sudah punya situs versi desktop yang sepenuhnya berfungsi tapi belum dioptimasi untuk perangkat mobile, maka inilah saatnya untuk mengonversikan situs ke versi mobile.

Ada dua cara mengonversikan situs, yaitu dengan menggunakan layanan converter online dan plugin CMS.

Mengonversikan Situs Versi Desktop dengan Online Site Converter

bMobilized dan Duda Mobile adalah dua dari sekian online site converter terpopuler. 

bMobilized menawarkan konversi instan dengan gambar otomatis dan penyesuaian konten. Tool ini memberi jaminan bahwa hasil konversi situs dapat diakses oleh lebih dari 13.000 perangkat mobile dari berbagai brand. 

Untuk menggunakan layanannya, Anda harus bersedia membayar biaya sebesar 19.99 USD per bulan. Selain konversi situs ke versi desktop, bMobilized juga memberikan dukungan profesional untuk para developer.

Mengonversikan website mobile friendly dengan bMobilized

Online site converter lainnya adalah Duda Mobile. Website builder ini berfokus pada pembuatan website yang fungsional dan mobile-friendly.

Anda tidak perlu membayar untuk mulai menggunakan tool ini. Hanya saja, jika Anda menginginkan fitur premium, seperti dukungan email, custom domain, dan layanan backup, maka Anda harus membayar biaya berlangganan senilai 19 USD per bulan.

Duda Mobile juga menyediakan satu set fitur tingkat lanjut untuk membantu user mengembangkan situs e-commerce yang mobile friendly dan memiliki berbagai opsi bahasa. Jika tertarik dengan fitur ini, Anda harus membayar 22 USD hingga 46 USD per bulannya.

Duda Mobile

Mengonversi Website dengan Plugin CMS

Cara kedua untuk mengonversi situs versi desktop ke situs versi mobile adalah dengan menggunakan plugin. Metode ini akan memberi hasil yang lebih baik jika sebelumnya Anda sudah menggunakan platform CMS seperti Joomla, Drupal, atau WordPress.

Untuk para pengguna WordPress, plugin CMS yang dibutuhkan adalah WPtouch dan Jetpack.

Sementara itu, untuk pengguna Joomla, plugin yang disarankan adalah Responsivizer dan JoomlaShine.

Terakhir, untuk para pengguna Drupal, bisa menginstall plugin ThemeKey atau MobileTheme.

WPtouch Pro

Tidak semua plugin yang disebutkan di atas bisa dipakai secara gratis. Beberapa plugin justru menerapkan biaya berlangganan. Misalnya, apabila Anda memilih paket Enterprise untuk plugin WPtouch pro, maka Anda harus merogoh kocek hingga 359 USD per tahun.

3. Menggunakan Tema yang Responsif

Desain yang responsif akan secara otomatis membuat website Anda menjadi website yang mobile friendly. Nantinya website akan memiliki tampilan yang sama dan konsisten baik di desktop maupun smartphone.

Tersedia banyak sekali tema WordPress yang responsif yang layak Anda coba. Sebagian besar tema bisa langsung diinstall tanpa harus melakukan pembayaran terlebih dulu. Meski gratis, performanya bisa disamakan dengan tema berbayar.

Salah satu tema responsif dan menawarkan performa yang cepat untuk website WordPress adalah Avada. Tema ini akan memuat konten website kurang dari semenit, pilihan yang sangat sempurna bagi Anda yang ingin membuat website mobile friendly.

Untuk mencari tahu apakah suatu tema responsif atau tidak dan menawarkan kecepatan loading tinggi, gunakan Pingdom

Pingdom dikatakan sebagai tool terbaik karena mampu menyediakan data lengkap mengenai kecepatan website. Untuk menggunakan Pingdom, salin link website, kemudian tempelkan ke kolom URL. Pilih lokasi di mana Anda ingin memulai tes website, lalu klik Start Test.

Tool ini akan menampilkan angka (berdasarkan performa website secara menyeluruh), waktu loading, dan elemen penting lainnya di website.

Bahkan Pingdom juga memberikan catatan atau tips untuk menaikkan kecepatan website.

Berikut contoh penggunaan Pingdom pada tema Avada (live demo).

Hasil tes tema Avada

Seperti yang Anda lihat di tangkapan layar, waktu loading website yang dimiliki Avada adalah 953 milidetik.

4. Jangan Pernah Menggunakan Flash

Sudah banyak web developer yang ‘meninggalkan’ Flash karena tool ini menggunakan terlalu banyak resource hardware yang dapat mengakibatkan respons halaman melambat dan waktu loading meninggi.

Tak hanya itu, Flash juga akan memberi dampak buruk pada kualitas SEO website.

Terlebih lagi, baik Android maupun iOS, keduanya tidak mendukung Flash. Jadi, penggunaan software ini sangat tidak disarankan kalau Anda ingin website mobile friendly.

5. Mempertahankan Kecepatan Situs

Kecepatan dan performa website sangat dipengaruhi oleh kualitas server dan hosting yang digunakan. Oleh karena itu, pilihlah hosting yang cepat dan dapat diandalkan, apalagi Anda hendak menerapkan cara membuat website versi mobile.

Untuk memperoleh performa yang lebih baik, pakailah Cloud hosting atau VPS hosting. Dua paket hosting ini menawarkan server berkecepatan tinggi sehingga tidak akan membutuhkan waktu lama untuk memuat semua konten website.

Cloud hosting

Hal lain yang perlu Anda perhatikan untuk mengoptimasi kecepatan situs adalah membatasi atau mengurangi  jumlah konten yang membutuhkan plugin tambahan.

Kecepatan situs juga bisa dinaikkan dengan mengoptimasi beranda utama (homepage). Berikut beberapa tips untuk memastikan homepage tidak mengurangi kecepatan website secara keseluruhan:

  • Kurangi jumlah postingan yang ada di halaman depan (batasi antara 5-10 post).
  • Hapus widget yang tidak dibutuhkan.
  • Hapus plugin yang tidak dibutuhkan, atau tidak aktif, atau tidak relevan.
  • Pertahankan agar tampilan homepage selalu bersih dan rapi.

Dengan tampilan homepage yang selalu tertata rapi dan bersih, website Anda tak hanya terlihat menarik tapi juga memiliki loading yang cepat!

6. Perhatikan Tampilan Situs

Lima belas detik pertama merupakan momen penting yang menentukan apakah user akan tetap tinggal dan menjelajahi website Anda atau justru meninggalkannya. Oleh karena itu, Anda harus berusaha semaksimal mungkin untuk memberi impresi yang baik agar user tidak berpaling dari website.

Konten memang berperan penting dalam menjaring lebih banyak pengunjung situs. Namun, bukan berarti Anda memfokuskan diri pada konten dan lantas melupakan tampilan situs. Tahukah Anda jika tampilan website apik dan memukau, pengunjung situs akan bertahan lebih dari 15 detik?

Pastikan Anda sudah menonaktifkan format autocorrect di halaman login (mengisi formulir web di perangkat mobile terkadang menyulitkan), menggunakan tombol dan font berukuran besar, dan mendesain ulang popup (jika ada) untuk mendapatkan website yang mobile friendly.

Pakai tool mobile-friendly test untuk mengecek apakah situs Anda sudah teroptimasi perangkat mobile atau belum.

tool mobile friendly

7. Mengaktifkan Accelerated Mobile Pages (AMP)

Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah salah satu proyek Google yang berfungsi untuk mempercepat proses loading website dengan menggunakan data yang di-compress yang ukurannya delapan kali lebih kecil dari ukuran halaman situs versi mobile pada umumnya. Dengan naiknya kecepatan website hingga empat kali, website akan lebih ramah di perangkat mobile.

AMP sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Twitter, New York Times, dan Adobe. Berikut ini beberapa alasan mengapa popularitas AMP begitu besar:

Menaikkan Kecepatan Loading Situs di Perangkat Mobile

Menurut Google, sekitar 53% pengguna perangkat mobile akan keluar atau meninggalkan website jika waktu loadingnya lebih dari 3 detik.

Keunggulan utama AMP adalah loading yang cepat. Dengan mengaktifkan teknologi ini, kecepatan situs akan meningkat dan organic traffic tidak akan hilang.

Meningkatkan Visibilitas Situs di Antara User

Google akan melengkapi website yang menggunakan AMP dengan simbol ‘petir’. Simbol ini akan ditampilkan di daftar pencarian berbasis perangkat mobile dan berfungsi untuk membedakan mana situs yang didukung AMP dan mana yang tidak.

Logo AMP di perangkat mobile

Simbol AMP yang ditunjukkan di hasil pencarian tersebut memberikan dampak yang positif dan juga peluang yang besar. Website Anda jadi lebih mudah muncul dan ditemukan karena sudah mulai banyak user yang mencari situs dengan simbol AMP guna menghemat waktu (FYI: situs AMP punya waktu loading yang rendah).

Menggunakan Google AMP Cache untuk Menaikkan Performa Server

Google AMP Cache merupakan jaringan pengiriman konten (CDN) berbasis proxy yang digunakan untuk memudahkan proses transfer dari dokumen AMP yang valid ke user. 

Dalam kalimat yang lebih sederhana, Google AMP Cache akan menyimpan data situs. Dengan begitu, situs Anda akan loading lebih cepat dan juga mobile friendly.

Berikut beberapa keunggulan Google AMP Cache yang dapat menaikkan performa server:

  • Menyimpan data gambar dan font.
  • Membatasi maksimum dimensi dari suatu gambar secara otomatis.
  • Mengkonversi format gambar ke ukuran atau format yang lebih kecil dan pas untuk perangkat mobile.
  • Menurunkan kualitas gambar untuk mempercepat proses loading.
  • Menggunakan channel yang aman (HTTPS) dan teknologi protokol web terbaru (SPDY, HTTP/2).

Kesimpulan

Jika ingin sukses di dunia online, maka Anda harus terus beradaptasi dengan trend terbaru di bidang teknologi. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengguna perangkat mobile, ada baiknya bagi Anda untuk mulai memprioritaskan optimasi website.

Berikut tujuh tips membuat website mobile friendly:

  • Buatlah website untuk perangkat mobile terlebih dulu.
  • Konversikan situs versi desktop ke situs versi mobile dengan menggunakan layanan converter online, seperti bMobilized dan Duda Mobile, atau plugin CMS khusus optimasi situs mobile.
  • Menggunakan tema yang responsif dan mengecek performanya dengan memakai Pingdom.
  • Jangan menggunakan Flash!
  • Mempertahankan kecepatan website dengan berlangganan di layanan web hosting yang cepat dan aman.
  • Pastikan tampilan situs rapi dan bersih.
  • Menggunakan Accelerated Mobile Pages (AMP) untuk menaikkan performa website di perangkat mobile.

Meskipun cara membuat website versi mobile ini memakan waktu lama dan prosesnya cukup sulit, hasil akhir yang akan Anda tuai sangatlah berharga. 

Dengan menerapkan ketujuh tips di atas, website Anda punya kesempatan besar untuk menghasilkan organic traffic yang lebih baik di masa mendatang! 

 

Penulis

Author

Ariata C. / @ariata

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tutorial terkait

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!