Social Media Marketing: Panduan agar Bisnis Lebih Sukses

Social Media Marketing: Panduan agar Bisnis Lebih Sukses

Social media marketing adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk menghasilkan konversi bagi bisnis Anda. Pengusaha maupun individu yang ingin mencoba berbisnis wajib menggunakan strategi ini untuk meningkatkan brand awareness dan traffic.

Anda pun bisa turut memanfaatkan media sosial untuk bisnis, karena dengan masifnya perkembangan teknologi saat ini, bisa dibilang bahwa digital marketing adalah strategi pemasaran yang paling ampuh untuk meraup lebih banyak keuntungan.

Di artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu social media marketing, platform yang bisa Anda gunakan untuk pemasaran media sosial, serta cara menerapkan strategi media sosial untuk bisnis. Yuk, simak sampai akhir ya!

Apa Itu Social Media Marketing?

Social media marketing adalah strategi pemasaran digital yang dilakukan melalui platform media sosial atau jejaring sosial. Strategi promosi melalui social media bisa menggunakan konten, baik berupa artikel, foto, maupun video. Dalam bahasa Indonesia sendiri, social media marketing berarti pemasaran media sosial.

Pada dasarnya, pemasaran media sosial adalah strategi yang melibatkan copywriting dan visual seperti gambar dan video untuk membuat konten berkualitas yang mampu menjual produk.

Ada beberapa alasan yang membuat social media marketing menjadi strategi wajib bagi bisnis Anda. Beberapa manfaat social media marketing adalah

  • Sebagai platform interaktif antara Anda dengan calon pelanggan. Anda bisa membangun kepercayaan dan relasi, serta memperkenalkan brand kepada jaringan pengguna yang luas.
  • Anda bisa menjangkau audiens dengan lebih cepat. Media sosial bisa diakses kapan saja tanpa terbatas ruang dan waktu.
  • Lebih terjangkau dibanding media periklanan biasa. Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membuat flyer (selebaran), billboard (baliho), atau iklan di TV.
  • Memberikan laporan real-time tentang campaign Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengukur efektivitas strategi marketing dengan lebih cepat.

Social Media Platform untuk Promosi Bisnis

Ada banyak sekali platform media sosial yang tersedia dan bisa diakses oleh siapa saja. Namun, untuk menerapkan strategi social media marketing yang efektif, Anda harus memilih platform yang tepat. Sebab, tidak semua media sosial memiliki fitur atau tempat yang bisa membantu Anda memasarkan produk.

Di bawah ini, kami telah merangkum beberapa platform social media yang bisa Anda gunakan untuk mempromosikan bisnis.

Berikut rekomendasi media sosial untuk bisnis:

1. YouTube

YouTube sebagai media sosial untuk bisnis

Menurut data dari survei Tempo, YouTube menjadi platform media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia pada tahun 2021. Di platform ini, Anda bisa membuat berbagai konten dalam bentuk video, baik untuk konten tutorial maupun promosi atau ulasan produk baru.

Kelebihan YouTube untuk social media marketing adalah:

  • Memiliki jumlah pengguna yang sangat banyak.
  • Penjabaran produk lebih jelas melalui audiovisual.
  • Konten terasa lebih interaktif dan komunikatif.
  • Video yang berkualitas akan meningkatkan reputasi brand.

Sementara itu, kekurangannya adalah:

  • Konsep video harus matang dan butuh waktu untuk mengeditnya.
  • Perlu gear dan alat yang tidak murah untuk membuat video berkualitas.
  • Anda harus mempelajari cara SEO YouTube agar konten lebih mudah ditemukan.

2. WhatsApp

WhatsApp untuk sosial media marketing

Hampir semua pengguna internet di Indonesia pasti menggunakan WhatsApp. Ya, aplikasi yang satu ini menjadi platform media sosial yang benar-benar populer untuk berbagai tujuan. Selain untuk penggunaan pribadi dalam hal komunikasi, WhatsApp juga menyediakan fitur bisnis yang bisa Anda manfaatkan dalam social media marketing.

Berikut keunggulan WhatsApp sebagai media sosial untuk bisnis:

  • Terasa lebih personal karena melalui chat.
  • Komunikasi bisa dilakukan dua arah dengan lebih cepat.
  • Tersedia fitur bisnis, misalnya lokasi dan katalog untuk mencantumkan produk jualan Anda.
  • Integrasi yang mudah dengan aplikasi lain untuk meningkatkan social media marketing.

Kekurangannya adalah sebagai berikut:

  • Nomor yang digunakan tidak boleh sama dengan nomor WhatsApp pribadi.
  • Nama akun bisnis Anda tidak bisa diubah.
  • Proses perolehan pelanggan cenderung pasif, menunggu pelanggan menghubungi nomor Anda.

3. Instagram

Instagram untuk sosial media marketing

Instagram juga merupakan salah satu platform yang berpeluang besar untuk menjangkau klien potensial dengan cepat. Jumlah penggunanya yang mencapai 91 juta di Indonesia per Juli 2021 didominasi anak muda dalam usia produktif-konsumtif, yaitu antara 18-24 tahun. Oleh karena itu, Instagram bisa menjadi salah satu platform social media marketing yang cukup efektif.

Berikut kelebihan Instagram sebagai media sosial untuk bisnis:

  • Kontennya berupa foto dan video, yang umumnya lebih diminati masyarakat.
  • Terintegrasi dengan berbagai platform lainnya.
  • Memiliki banyak fitur, seperti Story, IGTV, dan Reels yang bisa menunjang promosi.
  • Bisa mencerminkan persona brand Anda melalui visual yang memiliki ciri khas.

Sedangkan kekurangan Instagram sebagai media promosi adalah:

  • Sangat menonjolkan visual sehingga Anda harus memasukkan konten semenarik mungkin.
  • Algoritmanya sering berubah, dan Anda harus sering melakukan penyesuaian.
  • Harus sering-sering upload konten agar engagement tidak turun.

4. Facebook

Facebook sebagai media promosi

Tak salah lagi, Facebook merupakan satu platform media sosial terbesar di internet. Popularitasnya dan jangkauan audiens yang luas membuat Facebook menjadi tool social media marketing yang cukup ampuh. Ditambah lagi, Facebook memiliki fitur berguna bernama Insight untuk bisnis yang memungkinkan Anda memahami performa setiap konten yang Anda upload.

Berikut kelebihan Facebook sebagai media promosi:

  • Memiliki fitur marketplace dengan jutaan pengguna.
  • Anda bisa membuat halaman bisnis sesuai keinginan.
  • Konten tulisan dan visual sama-sama ditonjolkan.
  • Tersedia fitur fanspage dan grup untuk meningkatkan efektivitas promosi.

Sedangkan kekurangan Facebook sebagai media promosi adalah:

  • Sulit mendapatkan traffic organik, kecuali Anda membayar sejumlah biaya.
  • Iklan Anda hanya bisa dilihat oleh pengguna yang login ke platform ini.
  • Postingan mudah tenggelam karena alur tampilan postingan yang saling menumpuk.

5. TikTok

TikTok sebagai media sosial untuk bisnis

Platform video ini mulai naik daun di Indonesia pada tahun 2020 lalu, terutama sejak pandemi COVID-19 mulai merebak. Orang-orang mencari banyak kegiatan agar tidak bosan berada di rumah sehingga mereka mulai mencoba membuat konten yang menghibur di TikTok. Bahkan, beberapa pengguna juga mulai promosi bisnis di TikTok untuk menjaring lebih banyak pelanggan.

Kelebihan TikTok sebagai media promosi adalah:

  • Penggunanya didominasi anak muda yang suka mencoba produk.
  • Tersedia fitur Ads untuk membantu Anda mengiklankan produk.
  • Banyak trending topic atau challenge yang bisa Anda manfaatkan untuk promosi.
  • Video promosi Anda bisa dilihat oleh siapa saja tanpa harus punya akun.

Sementara itu, kekurangan TikTok untuk social media marketing adalah:

  • Konten harus dibuat sekreatif mungkin agar bisa mencapai FYP.
  • Kelompok pengguna masih sebatas anak-anak muda.
  • Sulit memantau metrik/analitik performa konten Anda.
  • Belum memiliki fitur marketplace tersendiri.

6. Twitter

Twitter sebagai media sosial untuk bisnis

Lain dari media sosial sebelumnya, Twitter fokus pada konten dalam bentuk tulisan dengan jumlah karakter terbatas. Namun, batas karakter ini bisa menjadi keunggulan tersendiri karena bisa membuat unggahan atau tweet Anda lebih efisien.

Selain itu, tweet Anda bisa viral dengan cepat dengan adanya fitur Retweet dan Like yang akan otomatis membagikan konten Anda kepada followers pengguna lain apabila mereka me-retweet atau menyukai cuitan Anda.

Kelebihan Twitter untuk media promosi:

  • Tersedia fitur Retweet dan Like sehingga cuitan mudah viral.
  • Anda bisa menjalin relasi yang lebih personal dan interaktif dengan pelanggan.
  • Fitur pencarian yang sangat efektif untuk mencari keyword produk.
  • Konten promosi bisnis bisa disesuaikan secara lebih fleksibel dalam bentuk cuitan.

Sedangkan kekurangan Twitter sebagai media sosial untuk bisnis adalah:

  • Karakter terbatas mengharuskan Anda membuat konten yang pendek namun efektif.
  • Ada banyak bot dan buzzer yang mungkin mengganggu aktivitas promosi Anda.
  • Tidak ada tempat khusus untuk menjual atau mempromosikan produk.

7. LinkedIn

LinkedIn sebagai media promosi

LinkedIn kini mulai populer di Indonesia untuk hal-hal yang berhubungan dengan bisnis, seperti untuk proses recruitment atau mencari pekerjaan. Namun, LinkedIn juga cukup efektif sebagai sarana social media marketing dengan menargetkan niche tertentu di pasar Anda.

Pengguna LinkedIn kebanyakan adalah orang berpendidikan sehingga Anda berkesempatan untuk membagikan konten tentang produk atau brand Anda secara lebih mendalam.

Kelebihan LinkedIn sebagai media sosial untuk bisnis:

  • Sebagian besar penggunanya adalah orang yang paham bisnis.
  • Promosi lebih terarah karena kebanyakan kontennya adalah hal-hal terkait bisnis.
  • Anda bisa membangun jaringan profesional untuk berbagai model bisnis.

Sedangkan kekurangan LinkedIn untuk promosi bisnis adalah:

  • Konten promosi kurang fleksibel karena harus tampil profesional.
  • User interface yang sedikit membingungkan.
  • Harga untuk solusi marketingnya dirasa terlalu mahal.

8. Pinterest

Pinterest sebagai media promosi

Platform media sosial Pinterest kini banyak diminati oleh pengguna karena fitur personalisasinya yang cukup bagus. User bisa menyesuaikan konten yang mereka lihat berdasarkan minatnya pada bidang tertentu, misalnya resep makanan, dekorasi rumah, atau karya seni.

Pinterest yang berfokus pada foto dan visual ini pun memiliki tempat sendiri di kalangan pengguna internet yang suka dengan hal-hal estetik nan indah. Nah, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk social media marketing.

Berikut keunggulan Pinterest untuk media promosi:

  • Promosi lebih tertarget karena user bisa menyesuaikan minatnya.
  • Konten bisa dinikmati secara luas karena user tidak harus login.
  • Gambar atau foto bisa menggunakan hyperlink ke website Anda atau sumber lain.
  • Tidak harus ada interaksi terus menerus untuk menjaga engagement rate.

Sedangkan kekurangan Pinterest untuk media promosi adalah:

  • Masih kurang begitu populer di Indonesia.
  • Bisa terkena pelanggaran hak cipta jika konten Anda tidak original.
  • Anda harus terus sering-sering membuat Pin karena Pinterest mengutamakan content freshness.

Strategi Promosi Melalui Social Media

Agar bisa mempromosikan produk melalui media sosial, Anda harus memiliki strategi yang matang. Anda tidak bisa serta-merta memposting konten promosi tanpa ada tujuan atau target yang jelas. Selain itu, Anda juga harus menyesuaikan konten apa yang akan Anda gunakan untuk promosi agar bisa mempostingnya di media sosial yang tepat.

Nah, ini strategi social media marketing yang akan mendorong bisnis Anda:

1. Buat Rencana Tujuan yang Matang

Jika ingin menggunakan media sosial sebagai sarana social media marketing, Anda harus membuat rencana tujuan yang matang. Hal ini wajib hukumnya agar usaha yang Anda keluarkan bisa mencapai target yang diinginkan.

Apakah Anda akan menggunakan media sosial sekadar untuk memperkenalkan brand?

Atau, Anda ingin langsung menjual produk Anda di media sosial?

Atau mungkin, Anda ingin menggunakan media sosial untuk meningkatkan engagement rate?

Setelah menentukan tujuan awal ini, Anda pun bisa mengatur strategi berikutnya sesuai tujuan Anda.

2. Kenali Calon Target Pelanggan Anda

Mengetahui target audience Anda tentunya penting untuk mencapai kesuksesan campaign social media marketing. Ada berbagai faktor yang harus diperhitungkan ketika mengidentifikasi target audience Anda, seperti umur, jenis kelamin, dan lainnya.

Selain itu, untuk memahami audiens yang tepat, Anda juga harus mengetahui detail produk yang dijual. Coba pikirkan tentang kegunaan produk Anda. Solusi apa yang ditawarkan olehnya? Misalnya, jika menjual produk pakaian bergambar karakter anime, Anda bisa menargetkan anak muda berusia 15-25 tahun. Atau, jika menjual produk gendongan bayi ergonomis, Anda bisa menargetkan para orang tua baru, biasanya berusia 28-35 tahun.

Setelah mengidentifikasi target audience Anda, selanjutnya adalah Anda perlu membuat konten yang sesuai dengan karakteristik audiens. Hal ini akan membantu meningkatkan engagement rate, sekaligus membangun relasi dengan pelanggan.

3. Pilih Platform Media Sosial untuk Bisnis

Sudah menentukan tujuan awal? Kemudian, sudah mencari tahu target pelanggan Anda? Sekarang saatnya memilih platform social media yang sekiranya cocok dengan produk dan usia calon pelanggan Anda.

Untuk itu, coba lihat demografi setiap platform social media yang akan Anda gunakan sebagai media promosi.

Menurut data dari Statista, pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 180 juta orang. Lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia tahun 2020 yang mencapai 273,5 juta jiwa.

Dalam jumlah ini, kelompok usia yang mendominasi adalah 25-34 tahun, disusul oleh kelompok usia 18-24 tahun. Dari sini, Anda bisa memilih platform social media marketing yang paling sesuai dengan latar belakang target pelanggan Anda.

4. Buat Konten yang Menarik Sesuai Platform dan Audiens

Setiap kelompok usia memiliki kebiasaan dan preferensi yang berbeda-beda. Itulah mengapa Anda perlu mencari tahu bagaimana cara mereka berpikir, jenis konten yang mereka sukai, dan bagaimana cara mereka berkomunikasi.

Sesuaikan semua ini dengan produk yang Anda jual dan usia rata-rata pelanggan yang menjadi target Anda.

Untuk mulai membuat konten, Anda bisa lebih dulu menentukan nada dan suasana postingan Anda, misalnya formal atau informal. Jika menyasar usia remaja, gunakan tone informal yang terkesan gaul.

Sebaliknya, jika menyasar kelompok usia dewasa, gunakan bahasa yang formal dan baku, serta terkesan menghormati. Jangan sampai terbalik, karena akibatnya bisa fatal.

Kemudian, sesuaikan jenis konten dengan media sosial yang akan digunakan untuk memposting konten promosi tersebut. Untuk Instagram, misalnya, buat konten visual yang mencuri pandangan pengguna, padat informasi, tanpa banyak tulisan.

Lalu untuk TikTok, buat video dengan sound yang sedang populer dan transisi yang bagus.

5. Bangun Relasi dengan Pelanggan Anda

Sering-seringlah melakukan komunikasi dua arah dengan pelanggan untuk menunjukkan bahwa bisnis Anda peduli dengan mereka. Cari tahu apa yang diinginkan pelanggan atau yang tidak mereka sukai, kemudian manfaatkan data tersebut untuk membuat konten promosi yang lebih sesuai dengan preferensi pelanggan.

Selain itu, interaksi dengan pelanggan juga bisa meningkatkan engagement rate, yang nantinya akan turut mendorong keberhasilan social media marketing Anda.

6. Pantau Kompetitor dan Evaluasi Strategi

Riset kompetitor juga penting agar Anda terus update dan bisa bersaing dengan mereka untuk menjadi yang lebih unggul. Cari tahu produk dan harga yang ditawarkan oleh pesaing, serta konten seperti apa yang mereka sajikan di media sosial untuk bisnis.

Bandingkan performa kampanye Anda dengan mereka, lalu jadikan sebagai evaluasi untuk meningkatkan strategi sosial media Anda berikutnya.

7. Optimasi Konten Pemasaran

Apabila semuanya sudah siap dan Anda ingin memaksimalkan upaya social media marketing, cobalah gunakan beberapa tool berbayar untuk beriklan di media sosial. Misalnya, Anda bisa menggunakan Facebook Ads, Instagram Ads, atau YouTube Ads.

Mana pun yang akan Anda pilih, pastikan layanan tersebut sesuai dengan tujuan awal Anda untuk menggunakan social media marketing.

Jadi, Social Media Marketing Adalah…

Selesai! Di artikel ini, Anda sudah mempelajari apa itu social media marketing dan manfaatnya, jenis-jenis media sosial untuk bisnis, serta cara social media marketing yang bisa membantu mendorong angka penjualan.

Mengingat banyaknya jumlah pengguna media sosial baik di Indonesia maupun seluruh dunia, bisa disimpulkan bahwa social media marketing adalah salah satu strategi yang wajib Anda terapkan.

Nah, untuk membantu Anda mengingat, di bawah kami uraikan kembali langkah-langkah untuk membantu Anda memaksimalkan jejaring sosial sebagai media promosi.

Berikut strategi promosi melalui sosial media yang efektif:

  1. Buat rencana target yang matang
  2. Riset calon target pelanggan
  3. Pilih platform social media marketing yang tepat
  4. Buat konten yang menarik dan relevan
  5. Bangun relasi dengan pelanggan
  6. Pantau kompetitor dan evaluasi strategi
  7. Optimasi konten pemasaran dengan Ads

Meskipun butuh waktu yang tidak singkat untuk merencanakan social media marketing, jika Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan pertimbangan yang matang, hasil yang didapat pun pasti akan sepadan.

Jadi, sudah menentukan media sosial untuk bisnis Anda? Semoga berhasil!

Author
Penulis

Faradilla A.

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Manager di Hostinger. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami.