Website

Shopify vs PrestaShop: Anda Pilih Mana untuk Buat Toko Online?

Shopify vs PrestaShop: Anda Pilih Mana untuk Buat Toko Online?

Dulu Anda harus menguasai bidang pengembangan web (atau menyewa jasa web developer) untuk membuat toko online. Namun kini, sudah ada berbagai pilihan platform yang memudahkan Anda dalam membuat situs e-commerce yang kompleks tanpa harus berkutat dengan beragam baris kode. Dua di antara sekian banyak platform yang ditawarkan adalah PrestaShop dan Shopify.

Di artikel ini kami akan membahas dua platform tersebut serta membandingkan Shopify vs PrestaShop sehingga Anda dapat menentukan software mana yang terbaik untuk membuat toko online. Pembahasan akan kami bagi dalam beberapa kriteria, yaitu:

  1. Kemudahan penggunaan
  2. Manajemen situs
  3. Dapat dikustomisasikan
  4. Performa
  5. Keamanan

Dengan mengandalkan lima kriteria di atas, Anda pasti bisa mendapatkan software ecommerce terbaik. Tunggu apa lagi? Mari kita bahas Prestashop vs Shopify lebih lanjut.

Mengenal Shopify vs Prestashop

Sebelum membahas Shopify vs Prestashop, ada hal paling utama yang wajib diketahui, yakni perbedaan antara platform self-hosted dan platform hosted.

Prestashop adalah platform self-hosted, yang berarti softwarenya dapat diinstall di server mana pun. Bahkan Anda tidak harus terikat dengan provider web hosting tertentu. Anda bebas mencari penyedia hosting yang menawarkan semua fitur yang dibutuhkan.

PrestaShop tidak membatasi penggunaan terhadap fitur-fitur tertentu. Anda bisa mengakses dan menggunakan semuanya tanpa proses yang panjang. Dengan beragam fitur yang tersedia, Anda dapat memasukkan sebanyak mungkin list produk, mengelola dan mengatur pembayaran, menangani pelanggan, dan lain sebagainya:

mengenal Shopify vs PrestaShop

Shopify, di sisi lain, merupakan platform hosted. Untuk mengaktifkannya, Anda harus membayar biaya berlangganan yang langsung ditawarkan oleh Shopify. Tidak seperti PrestaShop, Shopify tidak dapat diinstall di server yang Anda inginkan.

Meskipun memiliki kekurangan, Shopify unggul dalam software ecommerce-nya yang sangat intuitif. Membuat toko online terasa begitu mudah dengan platform ini. Jika Anda tidak masalah dengan keterbatasan pilihan server yang disediakan, maka Shopify adalah pilihan yang tepat:

Salah satu software ecommerce terbaik

Selanjutnya kami akan menjelaskan apa saja yang membuat PrestaShop vs Shopify berbeda satu sama lain. Kami juga akan membahas lebih dalam lagi mengenai perbedaan antara platform hosted dan platform self-hosted karena hal tersebut menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi keputusan Anda nantinya.

Shopify vs PrestaShop: Kemudahan Penggunaan

Bagi sebagian orang, membuat toko online bukan proses yang mudah. Di bayangan mereka sudah terpatri berbagai proses dan langkah yang sulit dan panjang untuk dilakukan. Namun sebenarnya, membuat toko online itu bisa dilakukan dengan mudah jika Anda tahu tips dan triknya. Salah satunya adalah menemukan platform yang tepat yang menawarkan kemudahan penggunaan.

PrestaShop dan Shopify adalah dua platform yang user-friendly dan mudah digunakan. Bahkan Shopify memanfaatkan keunggulan ini sebagai selling point-nya. Berdasarkan pengalaman kami, Shopify adalah salah satu platform yang sangat mudah untuk dikelola, dan semuanya itu berkat adanya drag-and-drop shop builder serta dashboard yang intuitif:

Drag-and-drop shop builder milik Shopify

Proses membuat toko online dengan Shopify mudah dan tidak akan menyita waktu yang lama. Anda hanya perlu membuat akun di Shopify, kemudian platform ini akan setup struktur toko online default. Jika menginginkan tampilan yang lebih menarik, Anda bisa mengutak-atik struktur defaultnya:

Conton tampilan toko online di Shopify

Jika dibandingkan dengan Shopify dalam hal kemudahan penggunaan, PrestaShop memiliki kesulitannya tersendiri. Perbedaan utamanya terletak pada sejumlah opsi yang ditawarkan PrestaShop. Anda akan menyadarinya begitu masuk ke dashboard:

Dashboard PrestaShop

Mengaktifkan PrestaShop juga membutuhkan waktu yang lama karena hampir semuanya dilakukan secara manual. Apabila Anda membeli paket hosting PrestaShop di Hostinger, proses setupnya menjadi sederhana karena kami akan melakukannya semua untuk Anda.

Kesimpulannya, Shopify ditujukan untuk user yang tidak atau belum punya pengalaman membuat dan mengonlinekan toko online. Sebaliknya, PrestaShop merupakan platform yang dikhususkan bagi orang-orang yang memang paham dengan segala keruwetan terkait pembuatan toko online. Jadi, sudah jelas sekarang bahwa Shopify lebih mudah digunakan daripada PrestaShop.

Shopify vs PrestaShop: Manajemen Toko Online

Platform apa pun yang dipilih sebaiknya menyediakan berbagai opsi untuk mengelola situs toko online. Sebagai contoh, Anda akan menangani berbagai metode pembayaran dan juga pengiriman.

Dari segi fitur, Shopify dilengkapi dengan semua tool dasar yang Anda butuhkan untuk mengonlinekan situs e-commerce. Namun apabila menghendaki fitur tingkat lanjut, maka Anda harus membeli paket premiumnya:

Paket di Shopify

Sebagai contoh, dengan membeli paket dasar (basic plan) Shopify, Anda akan memperoleh akses ke sejumlah produk yang unlimited dan bisa membuat hingga dua akun staff. Akan tetapi, jika ingin mengaktifkan fitur pembayaran dari Shopify, maka Anda dikenakan biaya sebesar 2.9% + $0.30 per penjualan.

Jika membeli paket yang termahal, maka Anda akan mendapatkan potongan biaya untuk fitur pembayaran sebesar 2.4% + $0.30 per penjualan. Selain itu, Anda juga akan memperoleh diskon pengiriman dan bisa membuat hingga 15 akun staff. Jadi, meskipun Shopify menawarkan kemudahan penggunaan, biaya operasionalnya akan semakin mahal seiring dengan berkembangnya toko online Anda.

PrestaShop, di sisi lain, tidak menawarkan bermacam-macam paket yang harus dibeli. Ketika mengaktifkan platform ini, Anda sudah mendapatkan akses penuh ke semua fiturnya. Anda hanya perlu mengeluarkan sejumlah biaya untuk membeli hosting. Dengan begini, Anda bisa lebih berhemat daripada menggunakan Shopify:

Paket hosting di Hostinger

Terdapat pula beberapa fitur di PrestaShop yang memungkinkan Anda untuk menambahkan sistem kupon, berbagai pilihan diskon, dan rekomendasi produk.

Singkatnya, Shopify menawarkan sistem kelola toko online yang lebih mudah dan sederhana – sebuah platform yang sesuai untuk bisnis berskala kecil. Hanya saja, jika Anda benar-benar ingin mengembangkan serta mengukuhkan situs e-commerce, maka sebaiknya pilih PrestaShop karena platform ini menyediakan semua pengaturan yang Anda butuhkan.

Shopify vs PrestaShop: Kemudahan Kustomisasi

Membandingkan Shopify vs PrestaShop tidak bisa dilakukan hanya dari satu atau dua sudut pandang saja. Ada beberapa hal lain yang bisa ditinjau, seperti opsi tambahan untuk kustomisasi. Tool ini ada di hampir semua platform, termasuk Shopify dan PrestaShop. Dengan adanya opsi kustomisasi, Anda dapat mengaktifkan dan menambahkan fitur baru ke toko online menggunakan ekstensi atau add-ons. Selain opsi kustomisasi, Shopify dan PrestaShop juga menyediakan berbagai template dan tema sehingga Anda dapat memodifikasi tampilan, style, serta layout toko online dengan cepat.

App store Shopify menawarkan beragam opsi yang bisa Anda gunakan untuk mengembangkan fungsionalitas platform. Di antaranya terdapat tool yang berfungsi untuk mengintegrasikan Shopify dengan layanan lainnya, termasuk MailChimp dan Sumo:

Apps store shopify

Shopify juga memungkinkan Anda untuk menerapkan tema baik yang gratis maupun premium. Tidak seperti yang disediakan oleh platform lainnya, tema di Shopify memiliki tampilan yang modern, dan hal ini merupakan sebuah keunggulan:

Tema yang trending

Kelebihan lain yang dimiliki Shopify adalah drag-and-drop store builder yang sangat intuitif sehingga pengguna pemula tidak akan menemukan kesulitan pada saat mengkustomisasi platform ini. Bahkan Anda bisa dengan mudah mengubah tampilan toko online sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.

Dari segi module (versi lain dari add-ons) dan tema, PrestaShop menawarkan hal yang hampir sama dengan Shopify. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah pilihan module dan tema yang disediakan oleh PrestaShop. Hingga artikel ini diturunkan, terdapat kurang lebih 3.000 module dan ratusan tema yang bisa diinstall:

Tema PrestaShop

Menambahkan fitur baru ke PrestaShop tidak sesulit yang dibayangkan. Lagi pula, Anda punya banyak pilihan. Namun, hal ini berbeda dengan tema. Meskipun pilihan yang diberikan tidak sedikit, tampilan tema PrestaShop tidak semodern seperti yang ada pada Shopify. Begitu pula pada saat Anda ingin mengkustomisasi toko online. Prosesnya tidak semudah seperti yang ditawarkan Shopify. Anda memang masih punya kesempatan untuk mengutak-atik tampilan toko online sesuai keinginan, tapi tingkat kemudahannya tidak bisa dibandingkan jika Anda menggunakan drag-and-drop builder milik Shopify.

Jadi, hasil perbandingan PrestaShop vs Shopify dari segi kustomisasi adalah Shopify menawarkan sejumlah tema yang tampilannya lebih modern daripada PrestaShop.

Shopify vs PrestaShop: Performa

Performa adalah salah satu faktor penentu di aplikasi toko online terbaik. Tak hanya itu, performa juga berkaitan erat dengan kecepatan loading ketika website diakses oleh customer dan pada saat Anda mengubah beberapa pengaturan di back end. Umumnya ada empat faktor yang memengaruhi kecepatan waktu loading website:

  1. Paket hosting. Pemilihan tipe atau layanan hosting yang Anda gunakan menentukan seberapa banyak trafik yang bisa didatangkan ke toko online. Provider hosting tempat paket hosting Anda bernaung sedikit banyak juga memberikan dampak yang signifikan terhadap performa situs.
  2. Platform yang digunakan. Beberapa platform e-commerce bahkan sanggup memuat banyak visitor.
  3. Setup dan desain toko online. Terkadang Anda tidak sengaja mengupload gambar beresolusi tinggi atau menginstall terlalu banyak ekstensi sehingga waktu loading toko online bertambah.
  4. Koneksi internet pengunjung website. Biasanya koneksi internet yang melambat akan membuat waktu loading website bertambah. Namun, belakangan ini sudah banyak provider yang menyediakan fasilitas internet super cepat. Jadi, faktor ini tidak terlalu berpengaruh.

Berdasarkan pengalaman kami, nomor satu dan dua masih menjadi permasalahan utama mengapa kecepatan waktu loading melambat. Ketika dilakukan serangkaian tes, kami menemukan bahwa PrestaShop dan Shopify memiliki performa yang cukup baik. Perbedaannya hanya terletak pada Shopify yang adalah platform hosted, sedangkan PrestaShop tidak.

Di Shopify, semua paket yang ada menawarkan kecepatan loading website yang sama. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tentang performa. Satu hal yang membedakan masing-masing paket adalah fitur yang dimilikinya.

Performa PrestaShop, di sisi lain, tergantung pada platform hosting yang Anda gunakan untuk membuat toko online. Ada beberapa provider hosting yang punya track record bagus terkait performa, dan hal ini harus dijadikan pedoman ketika memilih penyedia hosting terbaik. Jika menginginkan hasil yang lebih maksimal, kami sarankan untuk memilih paket hosting yang memang dioptimasi untuk PrestaShop.

Tentu saja akan tiba saatnya di mana toko online yang Anda buat berkembang dan mampu mendatangkan jumlah trafik yang banyak. Jika layanan yang dipilih adalah shared hosting, maka Anda harus tahu bahwa sudah saatnya Anda mengupgrade paket yang digunakan. Meski biayanya terjangkau, resource yang dimiliki shared hosting tidak sebanyak yang ditawarkan Virtual Private Server (VPS). VPS adalah paket hosting premium yang bisa memberikan performa terbaik bagi toko online Anda. Pelanggan pun tidak akan mengeluh soal waktu loading yang lambat.

Secara keseluruhan, baik Shopify maupun PrestaShop menawarkan kontrol lebih bagi user untuk membuat dan mengonlinekan situs e-commerce. Dalam hal performa, Shopify vs PrestaShop, keduanya sama-sama unggul.

Shopify vs PrestaShop: Keamanan

Keamanan adalah faktor utama yang tidak boleh disepelekan, apalagi yang Anda buat adalah toko online. Informasi pribadi pelanggan dan sistem pembayaran adalah dua hal yang akan selalu Anda temui. Jika terjadi pencurian data pelanggan, apakah ada yang masih mau percaya dengan situs Anda?

Ada dua faktor utama yang memengaruhi keamanan online di situs e-commerce, yakni:

  1. Platform e-commerce yang digunakan.
  2. Tool atau software keamanan yang diaktifkan oleh provider web hosting yang Anda pilih.

Tak hanya performa, keamanan Shopify juga patut diacungi jempol. Apa pun paket Shopify yang digunakan, web toko online akan tetap aman selama Anda mengikuti perintah atau aturan yang ditetapkan, misalnya menggunakan password yang ‘strong’.

PrestaShop juga aman, tapi akan lebih aman jika Anda memilih provider hosting yang berkualitas. Anda pun juga akan mendapatkan akses ke koleksi add-ons yang lebih banyak daripada yang ditawarkan Shopify. Dengan kata lain, pilihan tool keamanan situs e-commerce beragam, yang tentu saja akan memudahkan Anda dalam mengelola toko online.

Berbicara soal keamanan, PrestaShop dan Shopify sama-sama unggul. Hanya saja, PrestaShop menawarkan lebih banyak tool keamanan daripada Shopify. Jadi, sudah jelas, kan, siapa pemenang Shopify vs PrestaShop dalam hal keamanan?

Kelebihan Shopify

Meskipun Shopify merupakan platform yang lebih ditujukan bagi pengguna awam, software ini menawarkan banyak fitur yang bahkan dapat dimanfaatkan oleh user yang sudah berpengalaman, seperti:

  • Akses ke shop builder yang intuitif.
  • Beragam pilihan tema dan add-ons yang powerful serta modern.
  • Performa dan sistem keamanan yang canggih.

Kini Anda sudah tahu kelebihan dan kekurangan Shopify. Apabila Anda ingin membuat toko online berskala kecil, kami menyarankan untuk menggunakan platform yang memang dirancang demi kenyamanan dan kemudahan pengguna, seperti Shopify. Dengan begini, Anda tidak perlu ‘pusing’ memikirkan performa toko online atau pengaturan kompleks lainnya. Luangkan saja waktu Anda untuk meningkatkan penjualan.

Kelebihan PrestaShop

Jika Anda sudah pernah mencoba menggunakan PrestaShop dan Shopify, maka Anda akan menyadari bahwa perbedaan keduanya terletak pada experience user. Berikut beberapa alasan mengapa kami lebih menyarankan Anda untuk memakai PrestaShop daripada Shopify atau kompetitor lainnya:

  • Anda punya banyak pilihan untuk opsi manajemen toko online.
  • Tersedia ribuan module dan ratusan tema yang bisa Anda gunakan.
  • Anda diperbolehkan untuk ‘mengutak-atik’ pengaturan keamanan tanpa batasan.
  • Karena PrestaShop merupakan platform open-source, Anda dapat mengonfigurasikannya sesuai kebutuhan.

Kemudahan kustomisasi merupakan selling point utama dari PrestaShop. Apabila yang Anda cari adalah platform yang memberikan lebih banyak opsi daripada yang ditawarkan Shopify, maka PrestaShop adalah pilihan untuk software ecommerce terbaik. Bahkan Anda bisa berhemat lebih banyak jika membuat toko online berbasis PrestaShop di shared hosting. Setelah trafik meningkat dan pengunjung semakin banyak, Anda bisa mengupgrade hosting ke layanan premium.

Kesimpulan

Platform e-commerce yang Anda pilih menentukan masa depan toko online. Tool yang benar dan tepat akan menyediakan berbagai fitur untuk memudahkan Anda dalam membuat bahkan menskalakan toko online. Berdasarkan pengalaman kami, Shopify lebih maksimal untuk toko online sederhana yang tidak membutuhkan berbagai fitur tingkat lanjut. Sementara itu, PrestaShop bisa jadi solusi terbaik bagi user yang hendak membuat toko online berskala besar dan membutuhkan banyak opsi baik itu yang sederhana maupun tingkat lanjut.

Jadi menurut Anda, mana platform yang terbaik jika membandingkan PrestaShop vs Shopify? Silakan tulis komentar Anda pada kolom di bawah ini!

Tentang penulis

Ariata C.

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tambah Komentar

Klik di sini untuk menulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.10.275
/bln