Website

Drupal vs Joomla: Mana yang Akan Anda Gunakan?

Drupal vs Joomla: Mana yang Akan Anda Gunakan?

Agar website yang dionlinekan sukses dan berhasil menjaring lebih banyak audience, maka untuk membuatnya Anda membutuhkan rencana yang matang. Selain itu, platform yang andal dan powerful, seperti Sistem Manajemen Konten (CMS), juga sangat dibutuhkan. Ada banyak jenis CMS yang dapat dipilih untuk membuat website, tapi dua platform yang sangat terkenal di kalangan user dan developer berpengalaman adalah Joomla dan Drupal.

Di artikel ini kami akan membuat perbandingan Drupal vs Joomla untuk memudahkan Anda dalam memilih mana platform CMS terbaik jika ingin mengonlinekan blog atau website. Perbandingan yang kami lakukan berdasarkan pada lima kriteria di bawah ini:

  1. Kemudahan penggunaan
  2. Manajemen situs
  3. Kemudahan kustomisasi
  4. Performa
  5. Keamanan

Dengan mengandalkan lima kriteria di atas, kami harap Anda dapat menentukan CMS yang tepat untuk membuat website.

Pengenalan Drupal vs Joomla

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah baik Joomla maupun Drupal sama-sama masuk dalam kategori self-hosted CMS. Ini berarti kedua software tersebut bersifat open-source serta dapat diunduh dan disetup di server mana pun yang diinginkan.

CMS open-source adalah pilihan terbaik bagi hampir semua jenis website karena platform tersebut menawarkan berbagai opsi untuk mengelola tampilan dan fungsionalitas situs. Hanya saja, masing-masing platform memiliki setup dan opsi yang berbeda-beda sehingga akan menjadi sedikit sulit bagi orang-orang untuk memilih software yang tepat.

Dari segi popularitas, Joomla menempati posisi kedua setelah WordPress. CMS berbasis PHP ini memungkinkan Anda untuk membuat berbagai tipe website, serta memberikan sejumlah kontrol untuk mengelola situs:

Joomla

Sementara itu, dari segi platform CMS, Drupal lebih ramah niche. Fakta ini lantas tidak membuat Drupal menjadi pilihan yang ‘buruk’. Kenyataannya platform ini memiliki reputasi yang baik di kalangan para web developer. Bahkan banyak website berskala besar yang dibangun di fondasi CMS ini. Hal tersebut dikarenakan Drupal memiliki bermacam-macam fitur unik bawaan:

Drupal

Ada hal penting yang harus Anda ketahui: meskipun Joomla dan Drupal memiliki banyak fungsionalitas yang hampir sama, dua platform ini menargetkan user yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, akan kami bahas perbedaan-perbedaan Joomla vs Drupal di bawah ini.

Joomla vs Drupal: Kemudahan Penggunaan

Pastinya Anda menginginkan CMS yang menawarkan berbagai fleksibilitas yang mudah dipelajari untuk membuat website. Apabila Anda membutuhkan waktu berminggu-minggu lamanya untuk mempelajari dan memahami sejumlah artikel, tutorial, dan panduan tentang suatu CMS, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa platform tersebut tidak user-friendly.

Joomla adalah sistem manajemen konten yang seimbang karena selain kaya akan fitur, juga menawarkan kemudahan dalam menggunakan fitur-fitur tersebut. Anda akan merasakannya begitu masuk ke dashboard Joomla:

Dashboard Joomla

Meski banyak pengaturan dan opsi yang terpampang pada dashboard, Anda tidak akan kesulitan menggunakannya. Sebagai contoh, klik tab Articles untuk melihat dan mengecek daftar semua konten yang sudah dipublish:

Daftar artikel yang sudah dipublish

Sama halnya ketika ingin membuat artikel baru, Anda akan diarahkan ke text editor. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman kami, editor Joomla adalah salah satu tool terbaik yang pernah ada. Di dalamnya terdapat sejumlah opsi Optimasi Mesin Pencari (SEO) bawaan:

Editor Joomla

Sayangnya dashboard Drupal tidak serapi Joomla. Tampaknya opsi yang ditawarkannya pun sedikit. Walaupun demikian, begitu Anda menggalinya lebih dalam, Anda akan menemukan berbagai pengaturan yang bisa diandalkan:

Dashboard Drupal

Untuk membuat konten baru, opsi formating teks yang ada di editor Drupal tidak begitu banyak. Umumnya orang-orang yang menggunakan Drupal adalah mereka yang sudah paham akan pengetahuan dasar HTML sehingga dapat membuat dan menambahkan opsi formating teks sendiri:

Editor Drupal

Hal ini wajar Anda temui jika menggunakan Drupal. Platform ini memang ditujukan bagi mereka yang setidaknya punya background dasar tentang web development. Tanpa pengetahuan dan pemahaman tersebut, Anda akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mempelajari seluk-beluk Drupal.

Sampai di sini, kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa ‘pemenang’ Drupal vs Joomla adalah Joomla. Platform tersebut unggul dalam hal kemudahan penggunaan.

Joomla vs Drupal: Manajemen Situs

Selain kemudahan penggunaan, pastinya Anda juga menginginkan CMS yang menawarkan berbagai opsi untuk mengelola website. Opsi-opsi inilah yang nantinya membantu Anda dalam mengerjakan dan menyelesaikan task harian yang diberikan oleh pemilik website.

Sebagai contoh, Joomla memiliki sejumlah pengaturan yang bisa dikustomisasi oleh penggunanya. Misalnya, Anda dapat mengaktifkan SEO situs, memasang CAPTCHA, mengonfigurasikan pengaturan caching, setup berbagai bahasa, dan lain sebagainya:

Pengaturan Joomla

Berita baiknya, platform ini dilengkapi dengan informasi tentang semua pengaturan yang pastinya akan Anda butuhkan apabila tidak memahami satu pun opsi dan pengaturan yang ditemukan. Untuk melihat dan membaca tooltips dari setiap pengaturan yang ada, Anda hanya perlu menggerak-gerakkan mouse di sekitar pengaturan tersebut:

Tooltips

Berbeda dari Joomla, opsi manajemen situs Drupal selangkah lebih maju. CMS ini menawarkan banyak opsi tingkat lanjut, termasuk error logging dan ‘cron’ tasks bawaan. Bahkan di dalamnya juga termuat sejumlah pertanyaan yang biasa diajukan oleh orang-orang:

Pengaturan Drupal

Secara keseluruhan, kedua platform di atas memiliki semua tool dasar yang Anda butuhkan untuk mengelola situs agar tampak lebih profesional. Hanya saja, jika dicari tahu lebih jauh, Anda akan menemukan suatu fakta bahwa Drupal memiliki pengaturan konfigurasi yang mendalam dan bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda yang sudah berulang kali membuat website. Dengan demikian, dari segi manajemen situs Drupal vs Joomla, Drupal lebih unggul dibanding Joomla.

Joomla vs Drupal: Kemudahan Kustomisasi

Anda tidak perlu berpatokan pada satu jenis CMS saja untuk membuat website. Ada beragam jenis CMS yang bisa digunakan, dan masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri, terlebih soal kemudahan kustomisasi.

Baik Joomla maupun Drupal menawarkan kemudahan dalam kustomisasi, dan fakta inilah yang membuat keduanya populer di kalangan user dan developer. Tentu saja kemudahan tersebut ada berkat sistem tema dan modul dari kedua platform tersebut, apalagi Drupal dan Joomla juga open source.

Joomla memiliki hampir 8.000 ekstensi yang bisa Anda gunakan untuk membuat dan menambahkan fungsionalitas baru ke website hanya dalam hitungan menit. Di samping itu, sebagian besar ekstensi gratis. Anda tidak perlu mengeluarkan sejumlah biaya untuk membeli ekstensi tersebut:

Ekstensi Joomla

Di dalam Joomla juga tersedia sistem tema. Jadi, jika Anda ingin mengubah atau mengganti tampilan website, maka prosesnya tidak begitu sulit selama tema yang dibutuhkan tersedia. Sayangnya, Joomla tidak punya direktori tema resmi sehingga Anda harus mencari temanya sendiri.

Dari segi module, Drupal punya banyak pilihan. Bahkan di dalam repositori resmi platform ini terdapat lebih dari 40.000 opsi module – jumlah ini hanya bisa dikalahkan oleh WordPress:

Module Drupal

Bahkan di beranda utama situs resmi Drupal terdapat beragam koleksi tema, dengan jumlahnya lebih dari 2.600:

Tema Drupal

Selain plugin dan tema, Anda bisa lihat kalau inti dari kedua platform CMS ini sepenuhnya dapat dikustomisasikan. Apabila Anda sudah punya pengalaman di bidang pengembangan web, maka tidak akan ada masalah dalam mengaktifkan dan menjalankan fungsionalitasnya. Namun, jika Anda lebih suka dengan kustomisasi manual, maka Drupal bisa jadi alternatif terbaik (karena ada banyak fitur canggih).

Meskipun sama-sama mudah dikustomisasikan, Drupal tetap lebih unggul dari Joomla dalam hal ini. Karena itulah, pemenang dari Joomla vs Drupal adalah Drupal.

Joomla vs Drupal: Performa

Apa pun jenis website yang sedang dibuat, Anda tidak bisa mengindahkan performa begitu saja. Performa adalah salah satu hal terpenting yang membuat pelanggan atau pengunjung situs nyaman, puas, dan terus kembali ke website Anda. Performa yang baik menunjukkan bahwa website punya waktu loading yang cepat dan juga responsif. Jikalau yang terjadi sebaliknya, di mana waktu loading melambat, maka hal tersebut bisa memengaruhi kepuasan dan kenyamanan pengunjung situs. Kemungkinan besar mereka tidak mau lagi kembali ke website Anda, malah mencari sumber atau referensi di situs lain.

Ada banyak faktor yang memengaruhi performa situs, dan dua di antaranya adalah:

  1. CMS yang digunakan untuk membuat dan mengonlinekan website.
  2. Platform hosting serta layanan yang Anda beli.

Masing-masing CMS memiliki keunikan yang berbeda dan tidak ada yang sama. Maka tak heran, akan ada satu atau beberapa di antara sekian platform yang punya performa lebih baik. Sebagai contoh, Joomla menawarkan performa yang solid dan stabil. CMS ini juga memiliki opsi yang bisa Anda gunakan untuk mengaktifkan fitur-fitur, seperti caching dan GZIP compression, yang keduanya dapat mempercepat waktu loading.

Sementara itu, Drupal memiliki reputasi yang terbilang baik karena selain mudah diskalakan, juga dilengkapi dengan resource yang ringan. Hal ini berarti website Anda mampu menangani trafik yang semakin meningkat sebelum akhirnya melambat karena banyaknya pengguna yang mengakses situs. Berkat dua kelebihan ini, Drupal kerap digunakan untuk mengonlinekan website berskala besar dengan jumlah trafik tidak sedikit.

Seperti yang telah kami bahas sebelumnya, baik Joomla maupun Drupal sama-sama merupakan platform yang open source sehingga akan ada banyak opsi yang dapat Anda maksimalkan untuk mempercepat waktu loading. Kedua CMS tersebut dilengkapi dengan sejumlah plugin dan ekstensi yang bisa Anda manfaatkan untuk mengoptimasi performa dan kecepatan website. Bahkan Anda dapat menjalankan beberapa pengaturan secara manual guna mempercepat waktu loading. Dengan kata lain, Anda akan punya website yang performanya cepat entah itu di Joomla atau Drupal.

Di samping penggunaan CMS, pemilihan provider hosting turut menentukan kecepatan loading website. Agar performa website tidak menurun, pastinya Anda membutuhkan paket hosting yang bisa menangani ratusan bahkan ribuan trafik yang datang. Sebagai contoh, suatu website ‘kedatangan’ ribuan pengunjung situs. Sebaiknya, website jenis ini dionlinekan di Virtual Private Server daripada di paket shared hosting karena space yang ditawarkan lebih besar.

Hostinger menyediakan layanan hosting yang sepenuhnya dioptimalkan untuk CMS Drupal dan Joomla sehingga akan sangat mudah bagi Anda yang ingin membuat website berkecepatan tinggi. Dari segi performa, Drupal vs Joomla sama-sama unggul.

Joomla vs Drupal: Keamanan

Hampir semua jenis website menyimpan berbagai informasi user meskipun ada beberapa yang melakukannya tanpa disadari oleh pengunjung situs. Karena itulah, memilih CMS yang menjunjung tinggi keamanan adalah suatu keharusan jika Anda tidak ingin bergumul dalam masalah yang disebabkan oleh adanya kebocoran informasi user.

Joomla dan Drupal sangat memerhatikan faktor keamanan. Bahkan kedua platform ini pernah bermasalah dengan keamanan. Hal ini wajar karena umumnya platform CMS terpopuler hampir selalu menjadi target hacker atau orang tidak bertanggung jawab lainnya. Untungnya kerentanan keamanan segera bisa dideteksi dan diatasi dengan cepat baik di Joomla maupun Drupal. Untuk meningkatkan keamanan, Anda bisa mengutak-atik pengaturan yang ada di dua CMS tersebut. Di samping itu, tersedia sejumlah ekstensi yang berfungsi untuk mengetatkan keamanan website.

Kesimpulannya, kedua platform tersebut sama-sama menawarkan keamanan tingkat tinggi untuk melindungi website Anda. Buatlah password yang kuat untuk mengamankan akun admin dan selalu update software. Di segi keamanan, Joomla vs Drupal sama-sama bisa diandalkan.

Kegunaan Joomla

Joomla adalah platform yang sangat powerful dan hal ini bisa Anda lihat di status penggunaannya. Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus menggunakan Joomla:

  • Seimbang, antara kemudahan penggunaan dan banyaknya fungsionalitas atau fitur yang ditawarkan.
  • Adanya sejumlah opsi kustomisasi.
  • Fitur performa dan SEO bawaan.

Sejauh yang kami tahu, Joomla didefinisikan sebagai CMS yang berada di antara WordPress dan Drupal. Selain mudah digunakan, Joomla juga punya lebih banyak fitur canggih daripada WordPress. Untuk mempelajari dan menggunakannya pun, Anda tidak harus memahami web development. Berbeda ketika Anda menggunakan Drupal.

Apa pun proyek online yang sedang dikerjakan saat ini, Joomla adalah pilihan terbaik. Bahkan platform ini adalah salah satu CMS yang bisa diandalkan untuk membuat website.

Kelebihan Drupal

Banyak orang yang bilang kalau Drupal sangat sulit untuk dipelajari dan dipahami. Namun, begitu Anda meluangkan waktu untuk menggali pengaturannya lebih dalam, akan ada banyak kelebihan yang ditawarkan CMS ini, seperti:

  • Sejumlah opsi manajemen situs bawaan.
  • Tersedianya ribuan module dan tema.
  • Kemudahan kustomisasi terhadap setiap aspek yang ada guna menampilkan website yang lebih menarik dan profesional.
  • Platform ringan yang mudah diskalakan.

Apabila yang Anda cari adalah CMS dengan enterprise level, maka Drupal jawabannya. Ketika membandingkan Drupal vs Joomla, Anda akan tahu bahwa Drupal ternyata menawarkan lebih banyak fitur dibandingkan Joomla. Kekurangannya hanyalah Anda wajib punya pengetahuan dasar tentang web development jika ingin menggunakan Drupal. Apabila masih awam, kemungkinan besar Anda harus menyewa jasa web developer.

Kesimpulan

Dengan menggunakan CMS yang tepat dan andal, website punya fondasi untuk menarik lebih banyak pengunjung. Tak hanya itu, pastikan juga CMS yang digunakan menawarkan semua fungsionalitas yang dibutuhkan untuk mengelola dan mengembangkan website. Di antara sekian banyak pilihan CMS, orang-orang pasti terkadang bingung ketika harus membandingkan Joomla vs Drupal. Seperti yang telah dijabarkan di atas, Joomla lebih user-friendly atau lebih mudah dioperasikan oleh pengguna baru, sedangkan Drupal kaya akan fitur dan opsi, terlebih jika Anda tahu soal web development. Kelebihan Drupal ini bisa Anda manfaatkan dengan baik.

Bagaimana pendapat Anda tentang perbandingan Drupal vs Joomla? Beri tahu kami CMS favorit Anda pada kolom komentar di bawah ini!

Tentang penulis

Ariata C.

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tambah Komentar

Klik di sini untuk menulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.10.275
/bln