Cara Membuat Website Gratis, Mudah Tanpa Coding!

Anda ingin membuat website, tapi belum menyiapkan budget yang cukup? Tenang! Sekarang ini, ada banyak cara membuat website gratis yang bisa Anda coba. Yap, Anda tidak perlu membayar mahal untuk membuat website, salah satunya berkat adanya layanan hosting gratis.

Dengan layanan ini, Anda bisa membuat berbagai jenis website dan mengonlinekannya. Beberapa penyedia bahkan menyertakan integrasi CMS seperti WordPress, cocok untuk Anda yang belum pernah membuat website.

Nah, di artikel ini, kami akan menjelaskan langkah-langkah membuat website secara gratis. Anda bisa mengikutinya dengan mudah, bahkan meskipun masih pemula. Siap memulai website Anda? Yuk, simak tutorialnya di bawah ini!

Cara Membuat Website Gratis Tanpa Coding

Pada dasarnya, proses setup website gratis akan lebih mudah daripada menggunakan paket web hosting berbayar. Di bagian ini, kami akan membagikan cara menghosting website secara gratis serta menyiapkan platform website.

Kami akan menggunakan CMS WordPress karena pengelolaannya yang mudah dan tidak membutuhkan coding.

1. Tentukan Jenis Website yang akan Dibuat

Anda harus menentukan dulu jenis website yang akan Anda buat. Pada langkah ini, tentunya Anda sudah punya gambaran tentang website Anda, misalnya website pribadi, toko online, portofolio, atau website perusahaan.

Nah, Anda perlu merumuskan apakah website tersebut akan berupa website statis dan website dinamis.

Website statis, yang disimpan sebagai halaman HTML, menampilkan konten yang sama untuk setiap pengunjung. Sementara itu, konten website dinamis akan selalu diperbarui secara real-time atau berubah-ubah berdasarkan perilaku pengunjung.

Karena hosting gratis biasanya memiliki resource yang terbatas, website statis bisa menjadi pilihan yang ideal. Sebagian besar website statis hanya menampilkan informasi, seperti website resume, portofolio online, dan website dokumentasi.

Website seperti ini juga tidak terlalu rentan terhadap serangan cyber, serta tidak membutuhkan banyak ekstensi tambahan seperti website dinamis sehingga minim risiko masalah plugin.

Meski begitu, ada juga layanan hosting gratis yang menawarkan resource yang cukup besar sehingga mampu menghosting website dinamis secara stabil. Beberapa contoh website dinamis termasuk website toko online, website berita, layanan streaming, dan media sosial.

2. Dapatkan Hosting dan Domain Gratis

Meskipun ada banyak hosting gratis yang tersedia di internet, menemukan opsi yang tepat dengan resource yang memadai sebenarnya susah-susah gampang. Untuk membantu Anda, kami punya beberapa daftar pertimbangan berikut ini saat memilih hosting gratis:

  • Uptime. Jaminan uptime menunjukkan perkiraan waktu akses website oleh pengunjung tanpa adanya downtime atau restart dari server. Pilihlah hosting gratis yang memberikan jaminan uptime 99,9%.
  • Kecepatan koneksi. Juga disebut waktu respons server, faktor ini mengukur seberapa cepat server merespons permintaan dari browser pengunjung. Waktu yang baik adalah kurang dari 200 milidetik. Jadi, cek waktu respons penyedia yang Anda pilih menggunakan tool seperti Bitcatcha dan GTmetrix.
  • Pusat data. Mengurangi latensi yang membantu meningkatkan performa website. Pilihlah hosting gratis yang memiliki pusat data di lokasi yang dekat dengan target audiens Anda.
  • Resource. Mencakup CPU power, ruang disk, RAM, dan bandwidth. Meskipun hosting gratis biasanya menyediakan resource terbatas, Anda selalu bisa memperkirakan kebutuhan website Anda lebih dulu dan memilih layanan yang memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Keamanan. Cari tahu apakah perusahaan web hosting pilihan Anda memiliki firewall yang kuat untuk memblokir traffic berbahaya. Selain itu, cari tahu juga langkah-langkah keamanan lainnya, seperti privasi domain, proteksi DDoS, deteksi malware, dan kebijakan backup.
  • Dukungan pelanggan. Banyak perusahaan hosting hanya menyediakan dukungan untuk paket berbayar, jadi pastikan Anda melakukan riset dengan cermat.
  • Ulasan pelanggan. Manfaatkan forum dan website ulasan untuk mengetahui pengalaman pengguna lainnya tentang penyedia web hosting pilihan Anda.

Selain memilih layanan hosting, Anda juga perlu mendapatkan domain. Untungnya, sebagian besar penyedia hosting gratis sudah menyediakan nama domain gratis bersama layanan hostingnya.

Tidak perlu jauh-jauh mencari lagi, karena Anda bisa mendapatkan layanan web hosting gratis di Hostinger yang juga mencakup nama domain. Ini dia cara mendapatkan hosting gratis di Hostinger:

  1. Buka halaman hosting gratis dari Hostinger, lalu pilih paket Website Hosting Gratis.
  1. Anda kemudian akan diarahkan ke halaman pendaftaran 000webhost, layanan hosting gratis dari Hostinger. Di halaman ini, Anda bisa mendaftar akun untuk mulai membuat website gratis, atau login kalau sudah punya akun.
  1. Setelah itu, Anda perlu mengonfirmasi pesan verifikasi yang dikirimkan ke alamat email yang Anda gunakan untuk mendaftar akun. Kalau pesan tidak masuk, Anda bisa mengklik Resend email.
halaman verifikasi email di 000webhost
  1. Anda kemudian akan diarahkan ke halaman 000webhost untuk mulai membuat website gratis. Klik Mulai Sekarang, lalu ikuti panduan yang disediakan.

Di halaman awal tersebut, Anda akan diminta untuk memasukkan nama website dan password. Nama ini nantinya akan menjadi domain website Anda. Namun, perlu diingat bahwa layanan hosting gratis biasanya memiliki batasan.

Dalam hal ini, domain gratis yang Anda dapatkan adalah subdomain dengan akhiran 000webhostapp.com. Kalau untuk sekadar membuat website pribadi atau portofolio pertama Anda, subdomain ini tentu tidak masalah.

Namun, kalau akan membuat website profesional seperti toko online atau website bisnis, sebaiknya gunakan nama domain sendiri yang bukan merupakan subdomain. Nama domain sendiri akan lebih kredibel dan bisa membantu memperkenalkan brand Anda secara lebih luas.

Kalau ingin menggunakan domain sendiri, Anda bisa mengecek ketersediaannya dulu dengan mengetik namanya pada kolom di bawah ini.

Cek Domain Murah

Ketik nama domain yang diinginkan dan segera cek ketersediaannya

Apabila Anda membutuhkan bantuan untuk membeli domain, Anda bisa membaca artikel kami lainnya yang membahas tentang cara membeli domain. Kalau sudah, lanjutkan ke langkah berikutnya untuk menyiapkan platform website Anda.

3. Siapkan WordPress dengan Hosting Gratis

Seperti yang tadi dijelaskan, kami akan menggunakan WordPress di tutorial ini karena kemudahan penggunaannya.

Anda bisa menginstal WordPress dengan mudah menggunakan layanan hosting gratis dari Hostinger. Di bagian berikutnya, kami akan menjelaskan langkah-langkah menyiapkan WordPress di 000webhost.

Menginstal WordPress

  1. Setelah menentukan nama website dan password pada panduan awal, Anda akan diminta untuk menginstal WordPress atau mengupload website. Klik Pilih pada opsi Instal WordPress.
  1. Pilih bahasa serta masukkan email administrator dan password admin WordPress Anda di langkah berikutnya. Pastikan untuk membuat password yang kuat sesuai panduan.
  1. WordPress kemudian akan diinstal. Setelah itu, Anda akan diarahkan ke dashboard pengelolaan 000webhost. Untuk mengakses dashboard WordPress Anda, buka WordPressRingkasanEdit Website.

Kalau sudah punya nama domain sendiri, Anda juga bisa mengarahkan domain ke hosting gratis Anda melalui menu ToolSetup Alamat WebsiteHubungkan Domain.

Kalau sudah menyelesaikan langkah-langkah di atas, sekarang saatnya Anda mengelola WordPress.

Menginstal Tema dan Plugin WordPress

WordPress yang diinstal menggunakan layanan hosting gratis dari Hostinger tetap memiliki fitur-fitur utama yang Anda butuhkan. Anda bisa menginstal tema dan plugin untuk menyesuaikan desain website dan fungsinya.

Untuk menginstal tema, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Di dashboard WordPress, buka Appearance (Tampilan) → Themes (Tema). Untuk mencari tema lain, pilih Add New Themes (Tambahkan Tema Baru).
  1. Pilih tema sesuai keinginan Anda. Pada contoh ini, kami akan menggunakan tema Neve. Pilih Install (Pasang) tema untuk menginstalnya, lalu Activate (Aktifkan) untuk menerapkannya di website baru Anda.
  1. Karena tema Neve sudah menyediakan konten demo, Anda bisa langsung menyesuaikannya untuk mendapatkan desain yang Anda inginkan.

Apabila memerlukan referensi untuk menemukan tema WordPress, Anda bisa menyimak artikel kami yang membahas tentang rekomendasi tema WordPress terbaik. Selain memilih tema dengan tampilan yang optimal, pastikan juga kesesuaiannya dengan kebutuhan website Anda, ya.

Selanjutnya, Anda perlu menginstal plugin di website WordPress Anda. Berikut caranya:

  1. Dari dashboard WordPress, pilih Plugins (Plugin) → Add New Plugin (Tambahkan Plugin Baru).
  1. Pilih plugin yang ingin Anda tambahkan pada website, setelah itu klik Install Now (Instal Sekarang) → Activate (Aktifkan). Plugin yang Anda instal akan ditambahkan ke website, yang kemudian bisa Anda konfigurasikan melalui dashboard WordPress.

Sebaiknya pilih beberapa plugin penting yang memang benar-benar Anda butuhkan saja. Sebab, menginstal terlalu banyak plugin akan membuat performa website Anda menjadi lambat.

Untuk menemukan plugin yang perlu diinstal, Anda bisa membaca artikel kami tentang rekomendasi plugin WordPress terbaik. Beberapa plugin yang kami rekomendasikan adalah:

  • LiteSpeed Cache. Berfungsi untuk mempercepat loading website Anda dengan menyimpan salinan cache file website.
  • Yoast SEO. Plugin SEO untuk mengoptimalkan website Anda di halaman hasil mesin pencari (SERP).
  • Akismet Anti-Spam. Memfilter komentar yang dikirimkan oleh pengunjung ke postingan website Anda.

Saat melakukan penyesuaian, mungkin ada saatnya loading website Anda memakan waktu terlalu lama. Hal ini dikarenakan hosting gratis memiliki resource yang terbatas sehingga hanya bisa menangani bandwidth dalam jumlah terbatas.

Apabila membutuhkan lebih banyak resource, Anda bisa upgrade ke paket hosting Premium dengan harga mulai dari Rp24990.00/bulan. Paket ini sudah menyertakan resource yang memadai untuk menerima hingga 25.000 traffic bulanan.

Selain itu, paket ini juga sudah menyertakan domain gratis, SSL gratis unlimited, dan AI website builder untuk membantu Anda mendesain website tanpa perlu coding sama sekali!

Nah, kalau sudah selesai menginstal tema dan plugin, Anda pun siap membuat postingan pertama Anda. Lanjutkan di bawah ini untuk mengetahui langkah-langkahnya yuk!

4. Mulai Buat Halaman dan Postingan Website

Website Anda sudah siap, dan sekarang saatnya menambahkan halaman serta postingan agar pengunjung bisa mengaksesnya. Langkah-langkah untuk membuat halaman dan postingan WordPress juga sangat mirip.

Untuk membuat halaman, buka Pages (Laman) → Add New Page (Tambah Laman Baru). Tambahkan judul halaman dan kontennya, lalu klik Publish (Terbitkan) di pojok kanan atas untuk mengonlinekannya. Kemudian, Anda bisa menambahkan halaman ke menu WordPress.

Kalau memutuskan untuk menambahkan blog ke website WordPress Anda, selanjutnya Anda perlu membuat postingan. Seperti saat menambahkan halaman, pilih Posts (Pos) → Add New Post (Tambahkan Pos Baru) dari dashboard WordPress.

Selanjutnya di halaman pengeditan, Anda bisa mulai menulis artikel blog. Jangan lupa untuk mengoptimasi postingan agar muncul di halaman hasil mesin pencari seperti Google.

Tentukan juga kategori postingan agar pengunjung bisa mengaksesnya dengan mudah. Kalau menginstal Yoast SEO, Anda akan melihat beberapa indikator yang menunjukkan seberapa optimal postingan Anda.

Apabila membutuhkan panduan selengkapnya, baca artikel kami tentang cara menggunakan Yoast SEO.

Selain optimasi halaman, ada beberapa tips lainnya untuk mengoptimalkan performa website Anda secara keseluruhan, yang akan kami jelaskan di bagian selanjutnya.

5. Optimalkan Performa Website

Penting untuk mengoptimalkan performa website Anda agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Contohnya, kalau membuat website toko online, Anda tentu ingin menjangkau lebih banyak calon pembeli untuk meningkatkan pendapatan, kan?

Nah, dalam hal ini, Anda bisa melakukan langkah-langkah optimasi website atau menerapkan beberapa teknik SEO agar performa website Anda makin bagus.

Strategi yang bisa Anda implementasikan di antaranya mencakup:

  • Optimalkan website untuk perangkat seluler. Saat ini, hampir semua orang pasti menggunakan smartphone miliknya untuk mengakses website. Oleh karena itu, Anda wajib membuat website yang mobile-friendly agar siapa pun bisa mengaksesnya tanpa masalah dari mana saja.
  • Dapatkan backlink berkualitas. Backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke website atau halaman web Anda. Link ini dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penentu peringkat website di mesin pencari. Jadi, untuk meningkatkan performa website, Anda perlu mendapatkan backlink yang berkualitas.
  • Optimasi konten gambar dan visual. Untuk membuat konten yang menarik, tentu saja Anda perlu menambahkan gambar dan visual untuk menyempurnakan tampilannya. Namun, terkadang ukuran gambar yang terlalu besar justru akan memperlambat website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengoptimalkan gambar website agar tidak menghambat performanya.

Selesai! Sampai pada tahap ini, Anda pun sudah siap online dengan website baru Anda. Perlu diingat bahwa setelah website Anda online dan berkembang, Anda mungkin tidak bisa lagi menerima lebih banyak pengunjung.

Hosting gratis menyediakan resource yang terbatas untuk mengonlinekan website. Mulai dari domain yang kurang profesional, bandwidth yang terbatas, hingga fitur-fitur keamanan yang mungkin kurang bisa melindungi website Anda.

Apabila ingin membuat website WordPress dengan performa yang lebih baik dan resource yang lebih optimal, Anda bisa mencoba paket managed WordPress hosting. Paket ini secara khusus dirancang untuk CMS WordPress, menyertakan fitur-fitur penting yang Anda butuhkan untuk mengonlinekan website WordPress Anda.

Kalau masih bingung apakah Anda harus menggunakan layanan hosting gratis, yuk lanjutkan ke bagian berikutnya!

Pertimbangan saat Membuat Website dengan Hosting Gratis

Meskipun hosting website gratis memang menguntungkan dari segi budget, ada beberapa kekurangan layanan ini yang sebaiknya Anda pertimbangkan.

Masalah Keamanan

Keamanan adalah salah satu kelemahan utama layanan hosting gratis. Sebagian besar paket hosting gratis tidak memiliki fitur atau prosedur keamanan yang baik. Akibatnya, website Anda pun akan lebih rentan terhadap serangan cyber.

Meskipun website yang kena hack biasanya masih bisa diperbaiki, masalah keamanan bisa menimbulkan kepanikan dan mungkin mengharuskan Anda mengeluarkan biaya untuk mengatasinya.

Jadi, kalau memang ingin menggunakan hosting gratis, audit keamanan website Anda secara rutin. Kalau tidak, informasi sensitif seperti kredensial login dan data pribadi Anda mungkin bisa bocor akibat serangan cyber.

Dukungan Terbatas

Dukungan pelanggan adalah aspek penting untuk setiap layanan, terutama bagi pengguna baru. Sayangnya, sebagian besar layanan hosting gratis tidak menyediakan dukungan yang baik melalui live chat maupun telepon.

Namun, ada juga penyedia hosting gratis yang memiliki panduan mandiri seperti halaman tutorial. Dengan panduan ini, Anda bisa menangani masalah website menggunakan artikel atau dokumentasi lengkap yang disediakan.

Tidak Fleksibel

Layanan hosting gratis sering kali memiliki iklan dan kurang bagus untuk membangun brand Anda sendiri. Selain itu, subdomain yang disertakan juga kurang mendukung untuk meningkatkan brand recognition.

Kalau menggunakan hosting gratis untuk website bisnis, calon klien Anda mungkin akan menganggap bisnis Anda kurang tepercaya. Selain itu, beberapa hosting gratis memasang iklan di website pengguna sehingga menghilangkan ciri khas brand bagi siapa pun yang menggunakannya.

Dalam hal desain, hosting gratis biasanya menyediakan template. Layanan ini juga mungkin tidak mengizinkan penggunaan desain khusus sehingga kurang sesuai dengan brand voice Anda, membuat website Anda terlihat tidak profesional.

Resource Terbatas

Resource server yang disediakan hosting gratis biasanya terbatas, termasuk ruang penyimpanan dan bandwidth.

Kekurangan ini bisa menyebabkan masalah performa, seperti loading yang lambat atau downtime karena resource yang diberikan tidak bisa mengimbangi konten website atau audiens yang terus bertambah.

Jadi, tidak semua layanan hosting gratis cocok untuk website dengan traffic tinggi dan website yang memiliki banyak media, seperti toko online, layanan streaming, dan website sharing video.

Tidak Bisa Diatur sesuai Kebutuhan

Layanan hosting untuk membuat website gratis tidak memiliki tingkatan paket. Kalau resource yang disediakan sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan website, Anda harus upgrade ke paket premium.

Sebagai perbandingan, user hosting berbayar bisa upgrade paket kapan saja saat diperlukan. Jadi, mereka bisa menginstal fitur dan software tambahan untuk menambahkan lebih banyak fungsi pada websitenya. Mereka juga bisa downgrade paket kalau sudah tidak memerlukan terlalu banyak resource.

Selain itu, layanan hosting gratis mungkin tidak mengizinkan Anda melakukan migrasi ke penyedia lain, karena website Anda dan kontennya adalah milik mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu membuat website lagi dari nol kalau pindah ke hosting lain.

Kalau memilih untuk membuat website gratis dengan layanan Hostinger, Anda bisa upgrade kapan pun dari 000webhost ke paket langganan Hostinger tanpa harus kehilangan data website. Cukup transfer website Anda, lalu nikmati resource yang lebih optimal.

SEO yang Kurang Baik

Selain untuk mendapatkan lebih banyak traffic, (SEO) juga bisa membantu meningkatkan brand awareness. Namun, strategi SEO Anda mungkin tidak akan memberikan hasil yang diinginkan karena batasan yang diberlakukan hosting gratis.

Dari poin-poin di atas, berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan mesin pencari menganggap website sebagai tidak kredibel:

  • Performa website yang buruk
  • Bounce rate tinggi
  • Downtime yang sering terjadi
  • Otoritas domain rendah

Akibatnya, website Anda mungkin tidak bisa mendapatkan peringkat yang baik di SERP.

Secara keseluruhan, hosting premium jauh lebih baik daripada hosting gratis karena menyediakan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk memfasilitasi aspek-aspek terpenting dalam pengembangan website.

Intinya, kalau akan membuat website gratis, Anda sebaiknya melakukan riset yang menyeluruh dulu dengan berbagai pertimbangan. Dengan begitu, Anda pun bisa upgrade ke paket berbayar tanpa khawatir akan kehilangan data atau masalah performa.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, Anda sekarang sudah tahu cara membuat website gratis. Namun, dengan segala pertimbangannya, layanan hosting gratis sebenarnya tidak selalu cocok untuk segala jenis website.

Penyedia layanan hosting gratis biasanya tidak menyertakan ruang disk dan bandwidth yang cukup untuk memenuhi kebutuhan website seiring dengan perkembangannya. Namun, kalau Anda memang perlu menggunakan hosting gratis, pertimbangkan hal berikut:

  1. Temukan penyedia hosting gratis terbaik. Pertimbangkan hal-hal seperti uptime server, kecepatan koneksi, pusat data, keamanan, dan dukungan pelanggan.
  2. Tentukan jenis website. Hosting gratis lebih cocok untuk website statis seperti resume online, atau website dinamis seperti toko online skala kecil.
  3. Setup akun hosting gratis. Pada langkah ini, Anda perlu mendaftar akun untuk membuat website gratis, mengatur nama website yang akan menjadi domain, dan menyiapkan platform website, misalnya CMS WordPress.
  4. Optimalkan performa website. Terapkan berbagai langkah optimasi untuk meningkatkan performa website. Kalau memerlukan lebih banyak resource, Anda juga bisa upgrade ke hosting premium.

Semoga artikel ini membantu Anda membuat website gratis tanpa masalah, ya. Apabila masih memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah artikel ini!

Author
Penulis

Faradilla A.

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.