access_time
hourglass_empty
person_outline

Cara Install Docker di Ubuntu 18.04

Docker adalah teknologi open-source yang berfungsi untuk men-deploy aplikasi melalui container. Meskipun relatif masih baru, plaform ini terus diperbarui dan sudah memiliki komunitas pengguna yang cukup banyak.

Kehadiran Docker seolah mengatasi permasalahan yang kerap terjadi antara developer dan system administrator. Gambarannya seperti ini: developer bilang aplikasi A bekerja normal di perangkatnya, tapi system admins khawatir kalau-kalau mereka akan mengubah library dan persyaratannya. Nah, dengan adanya Docker, komunikasi antara developer dan system admins akan lebih terbuka dan transparan. Masalah pun akan minim.

Pada umumnya Docker merupakan perangkat virtual yang memperbolehkan penggunanya menampilkan gambar. Tidak ada yang perlu dipikirkan mengenai persyaratannya, dan karena ini pulalah Docker cocok untuk website dan aplikasi yang dibuat di VPS.

Platform ini sudah sangat populer di kalangan developer dan dapat diinstall di distribusi Linux.

Di artikel ini, kami akan membahas cara install Docker Ubuntu 18.04.

Terbatas! Diskon besar-besaran VPS Hosting sampai 77%. Tunggu apa lagi? Yuk, segera klaim diskonnya.

Klaim Diskon

Cara Install Docker Ubuntu 18.04

Docker tidak ada di repositori resmi Ubuntu 18.04. Oleh karena itu, Anda harus menginstallnya terlebih dulu. Cara install Docker di Ubuntu 18.04 tidak begitu rumit. Berikut langkah-langkanya.

1. Buka VPS

Buat sambungan ke server menggunakan SSH. Jika mengalami kendala, segera cek tutorial PuTTY.

2. Perbarui Sistem

Sistem harus diperbarui agar instalasi Docker lebih aman. Jalankan dua perintah ini:

sudo apt update
sudo apt upgrade

3. Install Package yang Dibutuhkan

Setelah sistem diperbarui, install package yang dibutuhkan dengan menjalankan perintah ini:

sudo apt-get install curl apt-transport-https ca-certificates software-properties-common

Berikut deskripsi singkat dari masing-masing string di atas:

  • apt-transport-https – package manager akan mentransfer file dan data melalui https.
  • ca-certificates – web browser dan sistem akan mengecek sertifikat keamanan.
  • curl – transfer data.
  • software-properties-common – menambahkan script untuk mengelola software.

4. Menambahkan Repositori Docker

Dengan adanya repositori Docker, Anda bisa mengaktifkan metode instalasi yang resmi.

Masukkan perintah ini ke baris perintah untuk menambahkan GPG key:

curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo apt-key add -

Tambahkan repositori:

sudo add-apt-repository "deb [arch=amd64] https://download.docker.com/linux/ubuntu $(lsb_release -cs) stable"

Perbarui informasi repositori:

sudo apt update

Jalankan perintah ini untuk instalasi melalui Docker repo dan bukannya default Ubuntu repo:

apt-cache policy docker-ce

Hasilnya akan seperti ini. Versi yang ditampilkan pun berbeda-beda:

docker-ce:
   Installed: (none)
   Candidate: 16.04.1~ce~4-0~ubuntu
   Version table:
      16.04.1~ce~4-0~ubuntu 500
           500 https://download.docker.com/linux/ubuntubionic/stableamd64packages

Sampai di langkah ini, docker-ce belum diinstall.

5. Install Docker Ubuntu 18.04

Gunakan perintah apt untuk install Docker Ubuntu 18.04:

sudo apt install docker-ce

6. Cek Status Docker

Cek status layanan setelah instalasi selesai:

sudo systemctl status docker

Selesai! Kini Anda sudah tahu cara install Docker di Ubuntu 18.04.

Cara Menggunakan Docker di Ubuntu 18.04

Selanjutnya, cek gambar untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Jalankan perintah ini:

sudo docker run hello-world

Gunakan perintah ini jika ingin mencari gambar yang tersedia:

sudo docker search [search_query]

Ganti [search_query] dengan teks.

Misalnya, untuk mencari gambar yang berkaitan dengan Debian, perintah dan juga hasilnya akan seperti ini:

sudo docker search debian

Install Docker Ubuntu 18.04 - Docker Hello World

Untuk mengunduh gambar  ke komputer, masukkan namanya ke dalam teks bertanda kurung kotak pada perintah di bawah ini:

sudo docker pull [image_name]

Contoh:

sudo docker pull debian

Biasanya user memiliki beberapa gambar di sistem. Untuk menampilkan daftar gambar, gunakan perintah ini:

sudo docker images

Daftar gambar yang ditampilkan sama persis dengan daftar gambar yang muncul pada saat Anda memasukkan query pencarian.

Eksekusi gambar dengan perintah pull dan ID (nama) gambar.

sudo docker run -i -t [image]

Tersedia opsi lain untuk menambah fungsionalitas perintah di atas. Misalnya, opsi -i untuk eksekusi gambar yang lebih interaktif atau opsi -d yang akan mengesekusi gambar di latar belakang.

Untuk mengakhiri gambar yang dieksekusi, tekan kombinasi tombol CTRL+D.

Jika ingin menggunakan Docker tanpa hak akses, jalankan perintah ini:

sudo usermod -aG docker $(whoami)

Setelah itu, restart sistem untuk menerapkan perubahan.

Menggunakan Perintah Docker

Perintah Docker terdiri atas passing optioncommand, dan argumen. Format sintaksnya akan seperti ini:

docker [option]




        [arguments]

Gunakan perintah ini untuk mengecek semua subcommand yang tersedia:

docker

Tambahkan perintah ini untuk melihat opsi yang tersedia:

docker docker-subcommand --help

Berikut ini 18 subcommand Docker yang tersedia:

docker attach – Attach local standard input, output, and error streams to a running container
docker build – Build an image from a Dockerfile
docker builder – Manage builds
docker checkpoint – Manage checkpoints
docker commit – Create a new image from a container's changes
docker config – Manage Docker configs
docker container – Manage containers
docker context – Manage contexts
docker cp – Copy files/folders between a container and local filesystem
docker create – Create a new container
docker diff – Inspect changes to files or directories on a container's filesystem
docker events – Get real time events from the server
docker exec – Run a command in a running container
docker export – Export a container's filesystem as a tar archive
docker history – Show the history of an image
docker image – Manage images
docker images – List images
docker import – Import the contents from a tarball to create a filesystem image
docker info – Display system-wide information
docker inspect – Return low-level information on Docker objects
docker kill – Kill one or more running containers
docker load – Load an image from a tar archive or STDIN
docker login – Log in to a Docker registry
docker logout – Log out from a Docker registry
docker logs – Fetch the logs of a container
docker manifest – Manage Docker image manifests and manifest lists
docker network – Manage networks
docker node – Manage Swarm nodes
docker pause – Pause all processes within one or more containers
docker plugin – Manage plugins
docker port – List port mappings or a specific mapping for the container
docker ps – List containers
docker pull – Pull an image or a repository from a registry
docker push – Push an image or a repository to a registry
docker rename – Rename a container
docker restart – Restart one or more containers
docker rm – Remove one or more containers
docker rmi – Remove one or more images
docker run – Run a command in a new container
docker save – Save one or more images to a tar archive (streamed to STDOUT by default)
docker search – Search the Docker Hub for images
docker secret – Manage Docker secrets
docker service – Manage services
docker stack – Manage stacks
docker start – Start one or more stopped containers
docker stats – Display a live stream of container(s) resource usage statistics
docker stop – Stop one or more running containers
docker swarm – Manage Swarm
docker system – Manage Docker
docker tag – Create a tag TARGET_IMAGE that refers to SOURCE_IMAGE
docker top – Display the running processes of a container
docker trust – Manage trust on Docker images
docker unpause – Unpause all processes within one or more containers
docker update – Update configuration of one or more containers
docker version – Show the Docker version information
docker volume – Manage volumes
docker wait – Block until one or more containers stop, then print their exit codes

Mengenal Docker

Dengan Docker, Anda bisa melakukan ‘package’ terhadap aplikasi tertentu atau satu set layanan di dalam container. Container Docker sendiri adalah instance aplikasi yang memuat semua library dan komponen yang dibutuhkan oleh suatu aplikasi agar dapat berfungsi. Praktisnya, container layaknya perangkat mesin yang direduksi dan berfungsi secara terpisah dari sistem operasi tempat aplikasi atau layanan tertentu dijalankan.

Container Docker dibuat dari gambar yang dihasilkan dari aplikasi atau layanan yang ‘di-package’. Di dalamnya terdapat sistem operasi lengkap atau aplikasi bawaan. Bisa dibilang, container akan memulai pekerjaannya dari gambar.

Untuk pekerjaan sehari-hari, ada banyak gambar Docker yang bisa digunakan. Anda juga dapat membuat gambar sendiri dan memaksimalkan platform ini.

Kesimpulan

Docker mempermudah deploy software sehingga lebih efisien. Berkat platform ini, developer tidak akan menemui kendala ketika aplikasi dijalankan di luar lingkungan pengetesan (test environment). Di sisi lain, system administrator tidak perlu berkutat dengan perubahan sistem atau mencari library yang dibutuhkan.

Di tutorial ini, kami telah membahas cara install Docker Ubuntu 18.04 dan cara menggunakannya. Untuk memaksimalkan fungsionalitasnya, cek dokumentasi resmi Docker. Happy developing!

Penulis

Author

Nadia Agatha / @nadiaagathapramesthi

Nadia merupakan penerjemah lepas sejak 2016, kini ia menjadi penerjemah untuk Hostinger. Ia gemar membaca dan melakukan penelitian seputar penerjemahan dan sosiolinguistik. Disamping itu, ia juga suka bermain dengan kucingnya dan bercengkrama bersama teman-temannya di waktu senggang.

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!