access_time
hourglass_empty
person_outline

Cara Install Docker di Ubuntu 18.04 dan Cara ‘Setting’nya

Docker adalah tool serbaguna yang dapat memecahkan masalah klasik antara developer dan sysadmin – developer mengatakan aplikasi bekerja pada perangkat mereka, sementara sysadmin khawatir tentang perubahan library dan persyaratan. Dengan Docker, masalah ini dapat diatasi. Maka, dalam tutorial ini, kami akan menunjukkan kepada Anda cara install Docker di Ubuntu 18.04.

Docker pada dasarnya adalah perangkat virtual, yang memungkinkan Anda menjalankan image. Dengan Docker, Anda tidak perlu khawatir tentang berbagai persyaratannya! Docker sangat cocok digunakan pada berbagai proyek VPS.

Memahami Docker

Docker adalah teknologi open source yang digunakan untuk men-deploy aplikasi melalui container. Hal ini relatif baru, tetapi akan selalu ada peningkatan secara berkala! Docker sangat populer di kalangan developer dan dapat diinstal dengan mudah pada distribusi Linux favorit Anda. Pada tutorial kali ini, kami akan membahas cara memasang Docker di Ubuntu!

Kemampuan utama Docker yang baru adalah memungkinkan Anda untuk “mengemas” aplikasi atau serangkaian layanan dalam container. Container Docker adalah instance dari aplikasi berisi semua library dan komponen yang diperlukan agar aplikasi dapat berfungsi. Dari sudut pandang teknis, container adalah sejenis perangkat virtual tereduksi yang berfungsi secara independen dari sistem operasi tempat aplikasi atau layanan tertentu dijalankan.

Container Docker dibentuk dari image yang merupakan hasil dari aplikasi atau layanan yang dikemas. Ini dapat berisi sistem operasi yang lengkap atau aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya. Artinya, dari image adalah bahwa container akan mulai berfungsi.

Ada banyak image Docker yang dapat digunakan dalam siklus kerja harian Anda. Tidak menutup kemungkinan bahwa kami juga dapat membuat image kami sendiri dan memperluas kemampuan aplikasi hebat ini.

Maka dengan mengingat hal yang telah disebutkan tadi, mari belajar cara menginstal Docker di Ubuntu 18.04.

Cara Install Docker di Ubuntu 18.04

Docker tidak ada dalam repositori resmi Ubuntu 18.04. Namun, hal tersebut bukan menjadi halangan dalam proses install Docker di Ubuntu. Mari mulai dari langkah pertama:

1. Masuk ke VPS Anda

Pertama, Anda harus terhubung ke server menggunakan SSH. Jika Anda mengalami masalah, lihat tutorial Putty kami.

2. Perbarui Sistem Anda

Kemudian, update sistem Anda agar lebih aman dan luwes untuk menginstall Docker. Untuk melakukannya, jalankan dua command berikut:

 sudo apt update 
 sudo apt upgrade 

3. Instal Package Prerequisite

Setelah kami memperbarui sistem, kami perlu menginstal beberapa package yang diperlukan sebelum menginstal Docker. Anda dapat melakukan ini dengan bantuan command:

 sudo apt-get install  curl apt-transport-https ca-certificates software-properties-common 

4. Tambahkan Repositori Docker

Sekarang Anda harus menambahkan repositori Docker. Langkah ini akan membuat proses instalasi lebih mudah. Cara ini pun memungkinkan kami untuk menggunakan metode instalasi yang didukung secara resmi.

Pertama, kami menambahkan kunci GPG, dengan memasukkan command berikut di baris command:

 curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo apt-key add - 

Selanjutnya, tambahkan repositori:

 sudo add-apt-repository "deb [arch=amd64] https://download.docker.com/linux/ubuntu $(lsb_release -cs) stable" 

Lalu, update informasi repositori:

 sudo apt update 

5. Install Docker Ubuntu 18.04

Anda hampir selesai! Gunakan command ini untuk menginstall Docker:

 sudo apt install docker-ce 

6. Periksa Status Docker

Setelah instalasinya selesai, Anda dapat memeriksa status layanan yang terinstal.

 sudo systemctl status docker 

Itu saja, Anda sekarang tahu cara menginstal Docker di Ubuntu 18.04. Mudah kan? Mari pelajari beberapa dasar cara menggunakan Docker!

Cara Menggunakan Docker di Ubuntu 18.04

Setelah Docker diinstal, yang perlu Anda lakukan adalah menggunakan test image untuk memeriksa apakah semuanya berfungsi sebagaimana mestinya. Lakukan lah dengan command berikut:

 sudo docker run hello-world 

Sekarang, jika Anda ingin mencari image yang tersedia, Anda hanya perlu menggunakan command berikut:

 sudo docker search [search_query] 

Ganti saja query Anda dengan teks yang dikurung.

Misalnya, jika Anda ingin mencari image yang berhubungan dengan Debian, command dan output akan terlihat seperti ini:

 sudo docker search debian 
output atau hasil dari search image docker ubuntu

Kemudian, untuk mendownloadimage ke komputer Anda, Anda akan menggunakan nama image bersama dengan command berikut:

 sudo docker pull [image_name] 

Aslinya, command tersebut akan terlihat seperti ini:

 sudo docker pull debian 

Umumnya, user akan memiliki beberapa image pada sistemnya. Anda dapat melihat daftarnya dengan command:

 sudo docker images 

Daftarnya akan terlihat seperti yang diterima ketika Anda memasukkan search query.

Setelah itu, Anda dapat mengeksekusi image Anda menggunakan command pull dan ID image.

 sudo docker run -i -t [image] 

Ada opsi yang memperluas fungsionalitas dari command itu sendiri. Misalnya, opsi –i membuat eksekusi image menjadi interaktif. Atau opsi -d yang mengeksekusi di latar belakang.

Setelah kami menjalankan image, kami dapat mengakhiri eksekusi dengan menggunakan kombinasi tombol CTRL+D.

Langkah terakhir, jika Anda ingin menggunakan Docker tanpa hak akses root, Anda perlu menjalankan command berikut:

 sudo usermod -aG docker $(whoami) 

Lalu, restart sistem, dan segera setelah itu, perubahan akan diterapkan.

Kesimpulan

Keunggulan Docker membuat deployment software jarak jauh  menjadi lebih efisien daripada sebelumnya. Berkat Docker, developer tidak akan memiliki masalah dalam mengetahui bagaimana aplikasi Anda akan berjalan di luar environment test. Di sisi lain, sysadmin tidak harus berjuang dengan perubahan sistem atau mencari library yang diperlukan.

Dalam tutorial ini, kami menunjukkan kepada Anda langkah pertama yang harus diambil untuk install Docker Ubuntu. Untuk memperluas kegunaan dari utilitas luar biasa ini, kami sarankan Anda untuk menilik pada dokumentasi resmi.

Penulis

Author

Nadia Agatha / @nadiaagathapramesthi

Nadia merupakan penerjemah lepas sejak 2016, kini ia menjadi penerjemah untuk Hostinger. Ia gemar membaca dan melakukan penelitian seputar penerjemahan dan sosiolinguistik. Disamping itu, ia juga suka bermain dengan kucingnya dan bercengkrama bersama teman-temannya di waktu senggang.

Tutorial terkait

Ketik balasan

Komentar*

Nama*

Email*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadilah bagian dari Hostinger!