Website WordPress

Sukses di Tahun 2019 dengan Buat Toko Online Sendiri

Sukses di Tahun 2019 dengan Buat Toko Online Sendiri

Di zaman sekarang, internet telah memudahkan siapa pun yang ingin berbisnis online. Bahkan, dengan segala kemudahan yang ditawarkan, Anda bisa buat toko online sendiri tak sampai sehari! Meski prosesnya lebih panjang dari sekadar membuat website sederhana, tetap saja situs ecommerce dapat dionlinekan dengan mudah.

Dengan buat toko online sendiri, Anda tidak perlu lagi memusingkan biaya DP. Maka dari itu, jadikan bisnis online sebagai bagian dari masa depan Anda.

Belum pernah membuat website atau sama sekali belum memikirkan bisnis seperti apa yang hendak ditawarkan? Jangan khawatir, cara membuat toko online tidak begitu sulit. Meski prosesnya sedikit lebih panjang, Anda tidak perlu takut. Jika memang Anda adalah seorang pribadi yang tekun dan ulet serta punya tekad yang kuat, maka setiap langkah dan metode yang diperlukan untuk membuat situs ecommerce bisa dilakukan dan dilewati.

Berikut panduan lengkap cara membuat website toko online dari awal:

  • Bagaimana cara mendapatkan nama domain dan layanan hosting yang tepat untuk toko online Anda
  • Beragam cara yang bisa Anda terapkan untuk buat toko online (serta ‘rute’ yang sebaiknya diambil)
  • Mengapa diperlukan riset pasar, cara melakukan riset, dan mengetahui produk yang sedang nge-trend
  • Berbagai cara membuat toko online sendiri
  • Bagaimana cara untuk melakukan penjualan pertama
  • Pendekatan atau metode yang paling efektif untuk membuat penjualan setiap saat

Jadi, apa lagi yang Anda tunggu? Baca artikel dan panduan ini agar Anda bisa dan mampu mengonlinekan situs eCommerce yang mendatangkan keuntungan.

Apa yang Harus Anda Lakukan Sebelum Buat Toko Online

Sebelum loncat ke cara buat toko online, Anda membutuhkan nama domain dan web hosting. Jika untuk saat ini Anda belum memikirkan produk atau layanan seperti apa yang hendak dijual, maka beli domain bisa dilakukan di kemudian hari. Namun, jika sudah tahu bisnis online yang hendak dikembangkan, maka jangan skip bagian pembahasan ini.

Ada banyak opsi untuk buat toko online. Sebagai contoh, Anda bisa memanfaatkan Shopify dan Wix yang merupakan pilihan orang-orang pada umumnya. Alternatifnya, gunakan WooCommerce atau platform eCommerce sejenisnya untuk membuat toko online sendiri.

Shopify banyak digunakan karena kemudahannya. Namun, platform ini tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk buat toko online. Berikut alasannya:

Tahukah Anda kalau memilh Shopify justru membatasi potensi, peluang, serta kesempatan yang dimiliki oleh toko online?  Alasan pertama, opsi desain terbatas, dan pilihan tema di Shopify tidak sebanyak yang ada di WordPress. Selain itu, desain dan temanya berbayar. Bagaimana bisa Anda mengeluarkan sejumlah duit untuk menggunakan sebuah platform yang bahkan Anda sendiri tidak punya kontrol lebih terhadapnya? Alasan kedua, keluar dari Shopify berarti Anda harus memulai segalanya dari awal.

Lain halnya jika Anda memilih WooCommerce. Anda punya kontrol penuh terhadap desain dan tampilan toko online. Di samping itu, WordPress dan WooCommerce tidak menuntut Anda untuk membayar sejumlah biaya alias gratis. Untuk mengaktifkan dan menggunakannya, Anda hanya perlu membeli nama domain dan hosting.

Baik Shopify maupun WooCommerce sama-sama menawarkan bantuan pelanggan yang dapat Anda andalkan. Hanya saja, pada akhirnya nanti tetap platform yang memberikan kontrol penuh dan kesempatan untuk upgrade-lah yang jadi pilihan terbaik.

Jika Anda ingin tahu mengenai kelebihan dan kekurangan WooCommerce dan Shopify secara mendalam, silakan baca artikel ini. Setelah membaca artikel tersebut, Anda akan sepenuhnya yakin bahwa WordPress dan WooCommerce adalah kombinasi yang pas untuk website toko online Anda.

Bisnis Online dengan Dropshipping?

Tidak semua orang punya pengalaman dalam berbisnis. Bagi sebagian orang yang belum familiar dengan bidang ini memilih teknik drop shipping sebagai langkah awalnya. Drop shipping adalah suatu teknik atau metode berbisnis di mana Anda tidak menjadi orang pertama yang mengelola inventaris dan produk fisik. Konsep drop shipping sangat simpel, yaitu Anda menjual suatu produk di toko online dan vendor ketigalah yang mengurus segala hal terkait pengiriman.

Drop shipping adalah metode berbisnis yang dipandang mudah dan cukup atraktif. Hanya saja, metode ini tidak disarankan bagi Anda yang ingin membangun bisnis online dan berharap akan keuntungan jangka panjang.

Berbisnis online dengan teknik drop shipping tidak membawa profit margin atau keuntungan dalam jumlah banyak. Tentunya bukan hal ini yang diinginkan jika Anda hendak mengembangkan toko online. Selain itu, Anda juga akan kesulitan memperkenalkan dan mengukuhkan brand jika yang dijual bukanlah produk sendiri, apalagi Anda memakai brand orang lain (karena melakukan drop shipping).

Di samping pengiriman diurus oleh pihak ketiga, kekurangan lain dari drop shipping adalah mau tak mau Anda turun tangan sebagai customer service. Sebenarnya, merangkap tugas sebagai customer service bukanlah hal buruk. Hanya saja, hal ini menjadi ‘bencana’ karena baik inventaris maupun pengiriman bukan Anda yang mengurusnya. Anda sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap dua hal ini. Bayangkan ada ratusan pelanggan marah di saat bersamaan karena masalah penundaan pengiriman atau pengiriman yang terlambat, misalnya. Tentu saja ini akan membuat Anda pusing tujuh keliling! Ya sudah, Anda hanya bisa berharap kalau pengiriman produk yang dipesan para pelanggan segera dikirimkan dan tiba dengan cepat.

Di satu sisi, drop shipping adalah metode berbisnis yang mudah bagi Anda yang masih pemula. Namun, di sisi lain, metode ini bukanlah pilihan yang tepat jika Anda hendak membuat dan mengembangkan brand sendiri untuk menuai keuntungan besar jangka panjang.

Jadi, apabila Anda hendak buat toko online yang sepenuhnya bisa dikelola dan dikembangkan, maka solusinya adalah juallah produk Anda sendiri.

Produk dan Layanan yang Dibutuhkan untuk Buat Toko Online

Untuk membuat toko online, ada sejumlah produk dan layanan yang wajib Anda miliki.

Berikut gambarannya:

  • Nama domain
  • Web hosting untuk mengonlinekan situs eCommerce.
  • Platform untuk buat toko online, misalnya WordPress dan WooCommerce.
  • Modal untuk membuat produk MVP (akan dijelaskan lebih lanjut) dan produk mula-mula
  • Pengemasan dan pengiriman produk
  • Biaya untuk iklan berbayar

Seperti yang Anda lihat, modal yang dibutuhkan untuk buat toko online tidak begitu banyak. Tentu saja ini menjadi berita baik jika dibandingkan dengan membuat bisnis offline atau membangun toko fisik.

Langkah 1 – Riset Pasar

Anda tidak mungkin membuat toko online tanpa produk. Itu namanya mustahil. Akan tetapi, sebagian orang merasa kesulitan untuk mencari bahkan mendapatkan ide mengenai produk-produk apa yang hendak dijual.

Belum mendapatkan ide produk atau jasa yang hendak ditawarkan ke khalayak umum bukan berarti Anda lantas berhenti dan tidak jadi berbisnis online. Sebenarnya, cara untuk mengetahui tipe produk yang akan dijual sangatlah mudah. Mulailah ajukan pertanyaan sederhana ini pada diri Anda: produk seperti apa yang orang-orang butuhkan sehingga mereka rela mengeluarkan sejumlah biaya?

Pertama-tama, cari tahu beberapa kebutuhan yang sekiranya ingin dipenuhi oleh orang-orang. Setelah itu, temukan produk yang berperan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dari sinilah Anda akan mendapatkan keuntungan.

Ketika melakukan riset market, fokuslah pada ‘kekurangan’ yang tidak disadari banyak pihak. Kedengarannya membingungkan? Kami akan menjelaskan satu per satu di bawah ini.

1.1 Cari Tahu Sebanyak Mungkin Tentang Topik dan Produk yang Sedang Naik Daun

Tentunya Anda ingin menjual sesuatu yang unik dan berbeda. Apabila pelanggan bisa menemukan produk yang Anda jual di toko fisik, maka bisa dibilang keuntungan yang akan diperoleh tidak banyak, atau kemungkinan besar bisnis gagal. Sebaiknya, berilah alasan yang signifikan mengapa orang-orang harus membeli produk ini di toko Anda. Salah satu alasan yang paling tepat adalah produk ini hanya bisa didapatkan di toko Anda dan tidak ditemukan di toko-toko lainnya.

Agar toko online Anda berhasil, juallah produk atau menganalisis pasar yang sedang ngre-trend. Tidak hanya mendatangkan keuntungan jangka pendek, tindakan seperti ini juga akan membawa keberhasilan bagi toko online Anda dalam jangka panjang. Jadi, jangan menawarkan produk atau jasa yang cepat pergi, cepat hilang. Cobalah untuk menjual produk yang popularitasnya sedang menanjak.

Sebelum berkutat dengan cara membuat toko online, ada baiknya jika Anda mencatat minat dan hobi Anda terlebih dulu. Minat dan hobi akan menjadi titik awal agar Anda bisa mulai mengeksplorasi berbagai tipe produk dan pasar.

Luangkanlah waktu Anda untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Permasalahan apa saja yang kerap saya temui dan alami setiap harinya?
  • Manakah produk dari koleksi yang dimiliki yang saya sukai?
  • Perusahaan seperti apa yang membuat saya tertarik?
  • Apakah saya tergabung dalam kelompok tertentu?

Berbekal empat pertanyaan di atas, mari secara bersama-sama kita mencari topik dan produk yang sedang trending menggunakan beberapa tool di bawah ini.

TrendHunter

Website TrendHunter

Situs ini menampilkan trend terbaru dan akan datang dari berbagai niche. Sebagian trend menggambarkan keseluruhan niche, sedangkan sebagian lainnya meng-highlight produk tertentu. Dengan meluangkan waktu untuk mempelajari hompepage-nya saja, Anda sudah bisa mendapatkan gambaran umum.

Pencarian trend dapat dipersempit dengan memanfaatkan filter berdasarkan industri, seperti teknologi, budaya, produk yang ramah lingkungan (eco-friendly), kemewahan (luxury), fashion, dan lain sebagainya.

Google Trends

Tool lain yang juga sangat berguna untuk riset pasar dan menganalisis serta meramal apa saja yang akan trending adalah Google Trends. Pilih opsi Top Charts untuk melihat gambaran umum mengenai hal-hal yang sedang populer di berbagai belahan dunia. Di halaman ini, Anda akan melihat topik yang trending di pasar tertentu yang terjadi di masa kini maupun masa lampau.

Google Trends akan memberikan informasi yang sangat berharga, terlebih jika Anda sudah tahu produk atau niche yang hendak dicari. Tool ini akan mengumpulkan historical data dari tahun 2004. Dari data inilah Anda akan tahu market atau pasar mana sajakah yang berkembang dan menjadi populer.

Sebagai contoh, berikut laporan data tentang charcoal mask.

Niche Charcoal Mask di Google Trends

Berdasarkan gambar data di atas, niche charcoal mask terus menanjak dan sama sekali tidak ada tanda-tanda melambat atau menurun.

ECOMHUNT

Produk ECOMHUNT

Sedang mencari situs yang hanya merekomendasikan produk eCommerce yang nge-trend? Maka ECOMHUNT adalah jawabannya. Meskipun situs ini memberikan informasi yang lebih berguna untuk para pelaku bisnis dropshipping, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan riset pasar dengan tool online ini.

Di ECOMHUNT, setiap harinya ada list atau daftar produk baru yang saat ini sedang trending. Anda akan mendapatkan semua data yang berguna bagi bisnis online, termasuk seberapa populer suatu market, seberapa banyak keuntungan atau penjualan yang ingin Anda buat dan peroleh, bagaimana menargetkan suatu market, dan masih banyak lagi.

Untuk saat ini, ECOMHUNT bisa diakses secara gratis. Sayangnya, fitur yang ditawarkan serba terbatas. Di versi terbarunya, Anda akan dikenakan biaya.

Influencer di Instagram

Instagram adalah tool lain yang pastinya akan sangat berguna bagi keberhasilan dan keberlangsungan toko online Anda. Sudah banyak perusahaan yang sukses membangun brandnya dengan jasa marketing yang dilakukan oleh influencer Instagram. Selain digunakan untuk mengembangkan toko dan brand, Anda juga bisa memanfaatkan Instagram dalam mencari produk yang sedang trend dan yang akan datang.

Pada saat mencari tahu berbagai hal tentang suatu niche di Instagram, maka dengan sendirinya Anda akan menemukan influencer siapa saja yang terkait di dalamnya. Ketika melihat-lihat akun influener, carilah produk yang kerap mereka promosikan. Dari sinilah Anda akan tahu bahwa produk yang mereka iklankan termasuk dalam kategori populer dan banyak peminatnya. Anda pun akan mendapatkan gambaran mengenai produk atau bahkan perusahaan yang bisa ‘ditiru’ untuk toko online Anda nantinya.

Produk yang Trending di Tahun 2019

Masih bingung harus memulai dari mana? Anda bisa merujuk pada daftar produk di bawah ini. Setiap link produk menampilkan hasil di Google Trends. Jadi, Anda bisa tahu seberapa populernya produk-produk berikut ini.

Semoga daftar produk di atas bisa menjadi referensi terbaik untuk Anda. Sebagai permulaan, Anda juga bisa menjual salah satu produk di atas.

Hal-hal Lain Terkait Produk yang Harus Dipertimbangkan

Selain mencari informasi mengenai produk apa saja yang bisa dijual, ada hal-hal lain yang jangan sampai lupa untuk dipertimbangkan dan diikutsertakan.

Pertama, kemudahan pengiriman.

Kemungkinan besar di awal penjualan, Anda akan melakukan pengiriman semua produk dengan sendirinya. Karena itulah, Anda harus menerapkan faktor kemudahan dalam pengelolaan serta pengiriman produk dari rumah atau kantor. Selain itu, mahal atau tidaknya biaya pengiriman juga harus dipikirkan matang-matang. Sebagian besar pembeli akan ‘lari’ begitu tahu biaya pengiriman yang ditetapkan mahal. Mereka lebih suka jika biaya pengiriman murah atau bahkan sama sekali tidak ada biaya pengiriman. Jadi, bisa ditarik kesimpulan kalau menetapkan biaya pengiriman yang sangat mahal hanya akan membuat para pelanggan Anda ‘kabur’.

Kedua, juallah barang atau produk yang bernilai tinggi.

Sebenarnya, tidak ada salahnya jika Anda ingin menjual produk denga harga murah. Namun yang jadi masalah, keuntungan atau margin yang didapatkan sedikit. Tentunya sebagai bisnis atau perusahaan startup, memperoleh keuntungan sebesar-besarnya adalah tujuan utama Anda.

Oleh sebab itu, juallah produk yang bernilai tinggi. Hal ini bukan berarti Anda harus menjual barang atau produk dengan harga mahal, melainkan memang layak untuk ditawarkan dengan harga yang tidak murah. Produk yang dijual pun mampu memenuhi permintaan dan kebutuhan para pelanggan sehingga mereka tidak akan segan-segan mengeluarkan sejumlah uang. Atau dengan kata lain, USP yang Anda tetapkan mengarahkan pembeli ke titik harga yang lebih tinggi.

1.2 Cari Titik Temu Antara Passion dan Market yang Anda Tuju

Trending market tidak akan berarti apa-apa jika Anda sendiri tidak peduli bahkan tidak ingin mencari tahu lebih tentang informasi yang dipaparkan. Dalam berbisnis, uang memang menjadi motivator terbesar. Siapa pun tahu itu. Namun, berbisnis bukan hanya soal memperoleh sejumlah keuntungan saja, melainkan lebih dari sekadar masalah finansial.

Anggap saja Anda sudah tahu produk yang hendak dijual. Selanjutnya, buat perbandingan kecil terhadap produk yang menarik perhatian Anda dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

  • Apakah Anda benar-benar peduli dan ingin tahu tentang market atau produk ini?
  • Apakah inilah niche yang akan Anda kembangkan selama 5 tahun atau lebih?
  • Apakah Anda punya pengalaman dalam market ini?
  • Apakah market ini cukup besar untuk menjelma sebagai pesaing bagi perusahaan lain?

Mencari produk sesuai dengan hobi dan minat Anda belumlah cukup. Anda harus mencari keunikan serta perbedaan yang mendasar agar produk yang dijual berbeda dari para pesaing Anda. Jangan menjual produk yang sama atau sudah lebih dulu diperkenalkan oleh brand atau perusahaan lain.

Tanyakan pada diri Anda:

  • Apa kelebihan yang ada di produk Anda yang tidak dimiliki oleh produk lain?
  • Apakah produk Anda mampu memenuhi kebutuhan pelanggan?
  • Bagaimana caranya agar brand Anda unggul dibanding brand lain? (Bantuan pelanggan dan user experience yang lebih baik, produk yang ditawarkan pun memuaskan, dan lain sebagainya)
  • Keunggulan apa saja yang dimiliki oleh pesaing Anda yang tidak ada pada brand Anda?

1.3 Memastikan Ide Anda dan Bagaimana Tuntutan serta Permintaan Pasar

Setelah mendapatkan ide dan gambaran bagaimana nantinya toko online Anda, maka langkah selanjutnya adalah mencari tahu tuntutan dan permintaan pasar. Ada beberapa cara untuk megetahui hal tersebut, dan satu dari sekian di antaranya adalah dengan memanfaatkan Amazon dan Google.

Begini caranya:

Mengecek Daftar Bestseller di Amazon

Selain sebagai retailer eCommerce terbesar di dunia, Amazon juga kerap dijadikan sumber data. Daftar atau List Best Seller-nya memberikan insight yang penting bagi market Anda sehingga Anda tahu produk seperti apa yang mampu mendatangkan keuntungan.

Misalkan saja Anda ingin berbisnis di niche kecantikan (beauty). Cari produk-produk kecantikan best seller di Amazon yang kerap dibeli oleh para pelanggan setianya.

Produk bestseller Amazon

Di sini yang akan kita cari adalah tipe produk yang memberi performa bagus dalam hal jual-beli. Apabila produk tersebut ditawarkan dan dijual oleh beberapa perusahaan dan semuanya laris manis, maka informasi seperti ini bisa membawa kabar baik.

Sekadar informasi, kompetisi adalah hal positif apabila produk yang ditawarkan memiliki pasar yang luas dan Anda berkesempatan untuk sukses.

Tips lain yang bisa Anda lakukan:

Jika Anda ingin mencari celah atau kekurangan dalam suatu market, luangkanlah waktu Anda untuk membaca review atau ulasan negatif. Berbagai review negatif yang ditulis umumnya menggambarkan masalah dan kekecewaan para pelanggan terhadap suatu produk. Dengan begini, Anda bisa memunculkan produk yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan mereka.

Lakukan Riset Keyword atau Kata Kunci

Suatu saat Anda pasti akan mengggunakan fasilitas Google untuk mengembangkan bisnis, apakah itu dengan memanfaatkan Adwords atau pencarian organic. Dengan Google, Anda bisa menemukan berbagai data apakah orang-orang memang mencari produk seperti yang Anda tawarkan, atau bahkan keyword yang terkait dengan market Anda.

Bagi yang punya duit, tersedia berbagai tool berbayar yang bisa digunakan. Namun, jika Anda ingin berhemat atau hanya punya sedikit biaya, maka Google’s Keyword Planner adalah pilihan terbaik. Meskipun langkah-langkah penggunaannya panjang jika dibandingkan dengan tool berbayar seperti KWFinder, Google’s Keyword Planner mampu memberikan informasi berkualitas yang bisa Anda andalkan.

Pertama-tama, buka Google Keyword Planner.

Lalu pilih opsi Find new keywords.

Tool Google Keyword Planner

Di layar selanjutnya, masukkan satu atau beberapa target keyword. Daftar yang memuat berbagai keyword kemudian akan ditampilkan sehingga Anda mendapatkan informasi mengenai traffic range.

Cari keyword

Tambahkan keyword yang relevan ke plan Anda dengan mengklik checkbox dan pilih add to plan.

Pilih opsi Plan Overview yang ada di sisi kiri. Sejumlah data iklan akan dipaparkan, tapi yang menjadi fokus Anda adalah Impressions, kolom yang ada di bawah Keywords (seperti pada gambar berikut ini).

Trafik Google Keyword

Pilih salah satu angka yang ada di kolom Impressions, lalu kalikan dengan 30. Hasil dari perkalian ini menunjukkan estimasi berapa banyak orang yang mengetikkan keyword tersebut di mesin pencari di bulan tertentu.

Meskipun metode ini tidak begitu akurat, tidak ada salahnya jika Anda mencoba menggunakan Google Keyword Planner. Apabila menginginkan hasil yang lebih signifikan, manfaatkan tool keyword berbayar.

1.4 Membuat Prototype atau MVP

Kita asumsikan bahwa sekarang Anda sudah mendapatkan ide untuk toko online. Tunjukkan pada orang-orang bahwa ide yang coba Anda tawarkan memang berkualitas, bukan hanya omongan belaka.

Produk pertama yang Anda jual tidak harus sempurna. Kami menyarankan Anda untuk membuat Minimum Viable Product atau MVP terlebih dulu. Tujuan atau goal dari produk mula-mula ini adalah untuk mewujudkan visi atau apa yang ingin Anda capai. Namun tentu saja, produk mula-mula ini bukanlah produk akhir yang Anda tawarkan.

Ingatlah untuk tidak membuang banyak waktu bahkan biaya dalam memperkenalkan MVP. Buatlah produk MVP secepat mungkin dan mulailah menawarkannya ke orang-orang. Punya teman atau kerabat yang cocok dengan target market Anda? Atau ingin memberlakukan produk sebagai insentif bagi orang-orang yang mau bergabung dalam email list Anda? Tentunya Anda menginginkan feedback secepat mungkin sehingga bisa tahu apakah orang-orang akan membeli produk Anda atau tidak, atau Anda harus melakukan evaluasi kembali (pivot).

1.5 Sumber dan Manufaktur Produk

Manufaktur dan pengiriman produk adalah dua dari sekian aspek yang mungkin saja akan menguras tenaga dan pikiran Anda. Namun, jika ditelisik lebih mendalam, kedua hal ini tidak sesulit yang dibayangkan.

Untuk saat ini, kemungkinan besar Anda tidak memproduksi barang-barang sendiri. Caranya, Anda bisa meminta bantuan dari manufaktur pihak ketiga untuk membuat dan mengirimkan barang-barang yang dijual. Jadi, Anda tidak perlu memikirkan berbagai aspek teknis yang berhubungan dengan produk. Anda cukup mengandalkan manufaktur yang sudah berpengalaman.

Berbagai perusahaan manufaktur tersebar di seluruh dunia, tapi untuk permulaannya, gunakanlah jasa perusahaan manufaktur lokal. Jika menggunakan perusahaan lokal, Anda bisa terlibat dalam pembuatan produk. Selain itu, biasanya perusahaan lokal tidak akan meminta biaya DP dalam jumlah banyak.

Setelah berhasil membuat produk atas nama sendiri dan laris manis di pasaran, maka untuk langkah selanjutnya, Anda bisa mengekspansi bisnis dan bekerja sama dengan perusahaan yang lebih besar guna mengurangi biaya produksi.

Pengemasan Produk

Jangan menyepelekan kemasan produk. Sama seperti orang-orang yang menilai suatu buku dari sampulnya, para calon pelanggan juga akan melakukan hal yang sama terhadap kemasan dari produk Anda. Kemasan adalah hal paling pertama yang dilihat oleh pembeli pada saat produk sudah tiba di tangan mereka.

Luangkanlah waktu untuk berpikir dan membayangkan perasaan para pelanggan ketika membuka kemasan dari produk yang mereka beli. Setelah itu, pilihlah material kemasan yang baik dan berkualitas.

Salah satu situs yang menampilkan informasi padat dan jelas mengenai berbagai tipe kemasan dan juga supplier-nya adalah ThomasNet. Setelah mengetahui ukuran atau dimensi produk, buka situs tersebut dan cari kemasan yang tepat sampai dapat.

Pengiriman Produk

Setelah selesai dengan pengemasan, maka langkah selanjutnya adalah mengirimkan produk-produk yang dipesan oleh klien atau pelanggan. Untuk pengiriman, Anda bisa memanfaatkan jasa dan layanan provider pengiriman, seperti JNE, J&T, atau Tiki.

Apabila bisnis Anda sudah semakin besar dan berkembang, maka solusinya adalah menggunakan perusahaan pihak ketiga untuk memangkas biaya. Provider logistik pihak ketiga akan menyediakan gudang warehouse untuk produk Anda dan juga yang bertanggung jawab terhadap pengiriman. Perusahaan seperti ini biasanya mewajiban jumlah minimum order per bulannya sebelum akhirnya Anda menandatangani semacam perjanjian atau kontrak. Provider pihak ketiga ini dimanfaatkan jasanya setelah bisnis Anda laris manis.

Langkah 2 – Cara Membuat Toko Online (Bahkan Bagian Teknisnya Mudah Dilakukan)

Setelah menemukan ide serta produk yang tepat untuk bisnis eCommerce, kini saatnya untuk buat toko online Anda sendiri.

Beli nama domain dan hosting jika Anda belum memiliki keduanya. Di Hsotinger, Anda bisa mendapatkan keduanya hanya dengan melakukan satu kali pembelian saja! Pilih paket hosting dengan durasi 12 bulan atau kelipatannya dan dapatkan domain gratis di tahun pertama pembelian.

Pastikan provider hosting yang Anda pilih bisa diupgrade seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bisnis online Anda. Selain itu, provider hosting yang dipilih kompatibel dengan WordPress karena kami akan memberi tutorial buat toko online menggunakan CMS terpopuler ini.

Jika sampai saat ini Anda masih belum mendapatkan nama yang tepat untuk toko online, maka berdiamlah diri sebentar dan jawab beberapa pertanyaan ini:

  • Apakah nama domain yang saya buat nantinya mampu menarik perhatian target audience?
  • Apakah nama domain yang saya pilih merepresentasikan pasar atau produk yang saya targetkan?
  • Apakah nama doamin yang saya buat nantinya punya arti lain yang cenderung negatif?

Buatlah nama dan pilihlah domain yang benar-benar mewakili reputasi brand Anda. Buat daftar beberapa perusahaan yang menarik perhatian Anda dan mulailah menganalisis cara mereka membuat produk yang bersifat original dan tidak mudah dilupakan.

2.1 Menginstall WordPress

Setelah membeli domain dan web hosting, langkah selanjutnya adalah menginstall WordPress. WordPress adalah platform dasar dan utama bagi website dan toko online Anda. Di Hostinger, proses install WordPress sangat mudah.

Login ke control panel. Tampilannya seperti pada gambar di bawah ini.

Masuk ke control panel Hostinger

Pilih opsi Hosting yang ada di menu bagian atas, kemudian buka space yang baru saja Anda buat.

Buat toko online di hosting Hostinger

Pilih Auto Installer untuk install WordPress, satu dari sekian banyak CMS terbaik.

Kemudahan install WordPress

Di layar berikutnya, pilih domain di mana Anda hendak menginstall WordPress. Masukkan informasi yang relevan, seperti nama situs, nama Anda, email, kemudian klik Install.

Tunggu selama beberapa saat sampai software berhasil diinstall. Kini Anda sudah punya WordPress yang siap ‘diutak-atik’. Bagaimana? Mudah, kan, caranya?

Install WordPress sedang berlangsung

Setelah WordPress berhasil diinstall, Anda akan menerima email yang berisikan informasi login WordPress. Gunakan informasi ini setiap kali Anda hendak login ke dashboard WordPress.

URL login akan terlihat seperti ini, http://situsanda.com/wp-admin. Buka halaman login, kemudian masukkan username dan password, lalu klik Log In.

Login WordPress

Kini Anda sudah berhasil masuk ke backend situs. Sebelum menginstall software eCommerce, buatlah halaman yang akan dibutuhkan oleh toko online Anda terlebih dulu.

Buka Pages > Add New.

Halaman eCommerce 'Tentang Kami (About)'

Halaman ini akan kita namai About (Tentang Kami). Di halaman ini Anda dipersilakan untuk menulis awal terbentuknya bisnis Anda serta produk yang ditawarkan.

Berikut halaman-halaman lain yang sebaiknya ada di website bisnis Anda:

  • Home
  • Informasi Pengiriman (Shipping Information)
  • FAQ
  • Bantuan Pelanggan (Support)
  • Blog

Secara otomatis, WooCommerce akan membuat halaman yang dibutuhkan oleh toko online Anda agar dapat berfungsi dengan baik, seperti halaman belanja, halaman checkout, dan masih banyak lagi.

2.2 Setup WooCommerce

WooCommerce adalah plugin WordPress gratis yang akan mengubah situs Anda menjadi web eCommerce sepenuhnya. Plugin ini tepat guna dan kaya akan fitur sehingga Anda tidak memerlukan plugin lainnya. Selain itu, WooCommerce juga telah dilengkapi dengan library ekstensi berbayar yang bisa Anda beli untuk mengaktifkan lebih banyak fitur di toko online Anda.

Untuk menginstall WooCommerce, buka Plugins > Add New dan ketik WooCommerce di kolom pencarian sebelah kanan. Cari plugin yang dimaksud dengan tampilan seperti di bawah ini:

Install WooCommerce

Setelah klik Activate, Anda akan diarahkan ke area di mana Anda bisa memasukkan semua informasi toko online Anda.

Setup WooCommerce

Pedoman setupnya sangat intuitif. Ikuti langkah-langkahnya, dan semua file WooCommerce yang dibutuhkan akan dibuat. Bahkan, dengan WooCommerce, Anda bisa mengaktifkan payment processor, seperti Stripe dan PayPal.

2.3 Mendesain Toko Online

Untuk mendesain toko online, gunakan opsi kustomisasi yang ada di tema WordPress.

Karena WooCommerce adalah plugin WordPress yang memiliki banyak peminat, maka sebagian besar tema yang ada kompatibel dengan software ini. Hanya saja, yang hendak Anda buat adalah toko online. Maka dari itu, pilihlah tema yang dikhususkan untuk WooCommerce.

Beragam tema yang ada di WordPress dibuat untuk memaksimalkan potensi dan performa WooCommerce. Akan selalu ada tema yang pas untuk situs toko online Anda berapa pun biaya yang harus Anda keluarkan.

Berikut tiga link yang bisa dijadikan acuan:

Di tutorial ini, kami akan menggunakan tema gratis Storefront yang ditawarkan oleh WooCommerce.

Untuk menginstall tema ini, buka Appearance > Themes, lalu klik opsi Add New. Setelah itu, ketik Storefront di kolom pencarian, kemudian install tema yang dimaksud dengan tampilan seperti di bawah ini.

Cara membuat toko online dengan tema Storefront

Setelah tema berhasil diinstall dan diaktifkan, ikutilah langkah-langkah yang ada untuk mulai buat toko online.

Gambar dengan tampilan seperti di bawah ini akan muncul. Klik Let’s go!

Setup Tema Storefront

Anda akan diarahkan ke layar selanjutnya untuk mengkustomisasi situs. Menu di sebelah kiri menawarkan berbagai opsi yang bisa Anda gunakan untuk memodifikasi situs sesuai keinginan.

Kustomisasi tema

Jika sudah puas dengan tampilan toko online yang Anda buat, klik opsi Publish.

Untuk informasi selengkapnya tentang cara setup tema Storefront, silakan baca tutorial WooCommerce ini.

2.4 Memasukkan Produk Pertama

Untuk menambahkan atau memasukkan produk pertama yang hendak dijual, buka Products > Add New melalui sidebar di sisi kiri. Anda akan diarahkan ke halaman dengan tampilan seperti di bawah ini. Jika Anda sudah terbiasa dengan WordPress, maka bentuk dan rupa halaman ini hampir mirip dengan halaman editor Post atau Page standar.

Tambah produk

Apabila scroll ke bawah, Anda akan menemukan area di mana Anda bisa menginput harga produk dan menambahkan deskripsi produk.

Data produk

Di sebelah kanan dari halaman produk, terdapat area di mana Anda bisa menambahkan foto produk atau bahkan membuat galeri foto.

Tambah gambar atau foto produk

Jika sebelumnya Anda sudah puya stok foto sendri, pilih opsi Upload Files, lalu drag-and-drop­ foto atau gambar ke uploader.

Anda bisa menambahkan sebanyak mungkin produk di WooCommerce. Namun, di awal bisnis online, kemungkinan besar Anda hanya akan memasukkan satu produk saja. Hal ini tidak menjadi soal, tetap buat daftar produk dan segera onlinekan toko Anda.

Langkah 3 – Perkenalkan Toko Online Anda dan Lakukan Penjualan Pertama

Jika semua langkah di atas sudah berhasil dilakukan, maka inilah saat Anda untuk mulai menjual produk pertama. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada banyak hal terkait pembuatan toko online yang harus dipertimbangkan.

Pertama-tama, cek kembali website eCommerce Anda untuk memastikan tidak ada error, dan proses order atau pemesanan berjalan lancar. Selanjutnya, kita akan membahas rencana sebelum dan setelah mengonlinekan situs eCommerce Anda.

3.1 Apa yang Harus Anda Lakukan Sebelum Mengonlinekan Situs eCommerce

Dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam membuat rencana dan mengonlinekan website bisnis, maka Anda akan mampu menciptakan momentum yang terbaik dan tepat untuk penjualan produk pertama Anda. Saatnya membuat orang-orang lebih aware terhadap brand dan toko online Anda.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan agar situs eCommerce Anda berhasil dionlinekan dan menuai perhatian banyak orang:

Membuat Landing Page ‘Coming Soon’

Menampilkan landing page ‘Coming Soon’ berarti memberikan kesempatan bagi website Anda untuk menarik sebanyak mungkin trafik, meskipun situs belum sepenuhnya selesai dibuat. Bahkan dengan adanya landing page ini, Anda bisa membuat daftar atau list email pelanggan sehingga dapat melakukan penjualan setelah situs eCommerce siap digunakan.

Membuat landing page di Wordress sangat mudah. Install plugin, misalnya Minimal Coming Soon & Maintenance Mode, lalu aktifkan.

Setelah plugin berhasil diinstall, opsi baru akan muncul di dashboard WordPress. Buka Settings > Maintenance Mode dan Anda akan diarahkan ke halaman pengaturan dengan tampilan seperti di bawah ini:

Plugin Minimal Coming Soon & Maintenance Mode

Masukkan informasi yang diperlukan dan halaman ‘Coming Soon’ akan secara otomatis dibuat. Halaman inilah yang akan dilihat pertama kali oleh para visitor ketika mengakses toko online Anda. Plugin Minimal Coming Soon & Maintenance Mode juga dapat diintegrasikan secara langsung dengan MailChimp untuk membuat daftar atau list pre-launch email.

Sertakan beberapa hal ini ke landing page:

  • Foto produk. Adanya foto produk akan membantu serta memudahkan para pelanggan mendapatkan gambaran umum tentang produk atau jasa yang hendak Anda tawarkan.
  • Nama perusahaan, merupakan hal pertama dan mendasar yang harus Anda tetapkan sejak awal mula buat toko online.

Buatlah landing page sesimpel dan sesederhanan mungkin. Batasi informasi produk yang terlalu mendetail. Fokus utama Anda adalah mencari tahu apakah produk yang dijual memiliki daya tarik kuat atau tidak.

Menarik Trafik via Media Sosial

Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk menarik sebanyak mungkin trafik sebelum situs eCommerce di-online-kan. Platform yang paling bisa Anda andalkan adalah Instagram.

Di Instagram, Anda bisa mengupload foto produk beresolusi tinggi, gambar yang relevan, dan bahkan testimoni pelanggan untuk menciptakan gaung terhadap bisnis Anda.

Cukup pasang link yang mengarah ke situs di profil bio akun Instagram Anda. Dengan demikian, Anda bisa tahu berapa banyak orang yang mengunjungi toko online Anda dengan mengklik link yang dipasang di bio.

Alternatif lain, tawarkan insentif pada orang-orang yang bersedia bergabung dengan list atau daftar yang Anda buat. Sebagai contoh, berikan insentif berupa diskon 10% bagi calon pelanggan yang bergabung sebelum toko online Anda resmi beroperasi.

3.2 Apa yang Harus Anda Lakukan Setelah Mengonlinekan Situs eCommerce

Landing page sudah dibuat dan trafik berhasil diarahkan ke halaman tersebut. Maka kita asumsikan bahwa saat ini Anda sudah punya daftar calon pembeli atau pelanggan. Penjualan produk pertama pun siap dilakukan.

Berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan agar berhasil membuat penjualan pertama:

  1. Kirim email ke semua orang yang ada di list yang sudah Anda buat sebelumnya untuk menginformasikan bahwa mereka sudah bisa mengakses dan mengeksplorasi toko online Anda.
  2. Kabarkan juga di media sosial.
  3. Tawarkan diskon spesial untuk sejumlah pembeli pertama.
  4. Rencanakan dan lakukan strategi jangka panjang.

Setelah melakukan keempat tips di atas, keuntungan yang didapat akan mengalir secara perlahan. Ingat, tujuan utama Anda adalah penjualan yang terus-menerus untuk menghasilkan keuntungan yang besar, bukan berfokus pada promo atau diskon opening store yang khawatirnya malah akan merugikan diri Anda sendiri

Berikut cara yang bisa Anda terapkan untuk membangun serta mengembangkan brand dan toko online Anda:

Menggunakan Jasa Marketing Influencer

Sebagian besar perusahaan eComerce memanfaatkan Instagram untuk membangun brand mereka. Sebagai contoh, brand besar seperti Skinny Me Tea berhasil meraih popularitas karena marketing yang dilakukan oleh influencer. Bagi mereka yang belum familiar, metode influencer marketing berarti membayar orang-orang yang punya jumlah follower banyak di Instagram untuk mempromosikan suatu produk.

Meskipun influencer marketing hanya berlaku di niche tertentu, tetap saja metode ini bisa jadi alternatif terbaik untuk menaikkan popularitas produk serta brand Anda. Berikut beberapa artikel tentang influencer marketing di Instagram yang sebaiknya Anda baca:

 

Promosi Besar-besaran di Media Sosial

Tak hanya untuk meningkatkan kesadaran atau awareness pelanggan terhadap brand, media sosial juga merupakan ‘sarana’ untuk membangun hubungan serta komunikasi dan mengirimkan trafik ke situs toko online Anda. Market atau pasar yang dituju akan membantu Anda dalam memutuskan media sosial yang layak untuk digunakan.

Facebook, Instagram, Twitter, dan Pinterest adalah media sosial yang memiliki pengikut terbanyak dan tentu saja bisa Anda manfaatkan.

Ada banyak cara untuk memperkenalkan bisnis online Anda di masing-masing platform yang disebutkan di atas. Neil Patel menulis sebuah artikel yang membahas lebih dalam tentang cara mendapatkan lebih banyak audience melalui berbagai platform media sosial.

Untuk strategi konten, Pinterest adalah pilihan terbaik. Alih-alih menampilkan produk yang dijual, buat dan upload konten yang nge-trend di Pinterest, kemudian pin postingan tersebut untuk mengarahkan trafik ke toko online Anda.

Menggunakan Jasa Iklan

Jangan takut untuk menggunakan jasa iklan jika Anda ingin lebih serius dalam mengelola dan mengembangkan toko online. Salah satu bentuk advertising yang paling efektif adalah PPC, atau pay-per-click advertising, seperti Google Adwords, atau Facebook ads.

Untuk beriklan di internet, Anda harus mengandalkan keyword. Nantinya Anda membuat ads yang muncul di hasil pencarian dan mengarahkan orang-orang untuk masuk ke halaman produk atau beranda utama website. Jika menggunakan Facebook advertising, iklan toko online Anda akan muncul di feed user atau pada sidebar.

Sebelum memutuskan untuk memakai jasa iklan, lakukanlah riset dan pengecekan terhadap semua hal terkait bisnis online. Tentunya yang ingin Anda buat adalah iklan yang bisa mendatangkan keuntungan. Mulailah dengan menggunakan layanan iklan murah. Setelah yakin bisnis bisa berkembang dengan pesat, maka buatlah iklan yang akan meningkatkan konversi.

Iklan berbayar menawarkan suatu fitur canggih yang disebut retargeting. Dengan fitur ini, Anda bisa menampilkan iklan ke orang-orang yang mungkin saja sudah lebih dulu membuka situs eCommerce Anda atau mereka yang ada di daftar email. Karena mereka akhirnya tahu siapa Anda dan bisnis online seperti apa yang coba dihadirkan, para pelanggan akan lebih sering datang dan berbelanja.

Membuat Strategi Konten Jangka Panjang

Situs eCommerce memang identik dengan bisnis dan kegiatan jual-beli. Namun, bukan berarti eCommerce sama sekali tidak bisa dimaksimalkan untuk konten.

Sebagai contoh, Anda bisa membuat konten berdasarkan keyword yang berhubungan dengan niche, menaikkan peringkat di search engine, dan mengarahkan trafik ke situs Anda. Bahkan Anda dapat membuat dan memaksimalkan konten yang didedikasikan khusus untuk media sosial (seperti Pinterest yang telah disebutkan di atas). Di samping itu, Anda juga dapat membuat konten berupa deskripsi singkat suatu produk sehingga pelanggan bisa memutuskan apakah mereka akan membeli produk tersebut atau tidak.

Strategi konten adalah cara paling tepat dalam meningkatkan awareness terhadap brand Anda dan juga menjaga reputasi brand untuk jangka waktu lama sembari situs terus-menerus mendapatkan trafik yang banyak. Salah satu metode untuk mewujudkan strategi konten adalah dengan membuat blog.

Berikut tiga panduan yang coba kami sediakan bagi Anda yang masih bingung bagaimana harus memulai mencanangkan strategi konten:

Kesimpulan

Butuh usaha dan kerja keras untuk membuat toko online sendiri. Untungnya, di artikel ini, Anda sudah mendapatkan informasi dan gambaran umum mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengonlinekan situs eCommerce dari awal.

Dengan toko online, Anda bisa membangun kerajaan bisnis dari modal yang kecil, kemudian meningkat hingga menjadi situs eCommerce dengan penghasilan jutaan rupiah. Karena pasar eCommerce tidak pernah redup dan terus berkembang, maka ada jaminan bahwa bisnis Anda bisa berhasil di tahun-tahun berikutnya.

Sebelum kami mengakhiri artikel ini, ingatlah bahwa pelanggan adalah ‘roda penggerak’ bisnis Anda. Mereka jugalah yang menentukan apakah bisnis Anda bisa tetap berjalan atau malah bangkrut. Maka dari itu, layanilah mereka layaknya raja. Bangunlah hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda dan bantulah mereka bilamana mengalami masalah. Jangan lepaskan pelanggan yang sudah setia dengan Anda.

Jadi, kapan waktu terbaik untuk buat toko online? Sekarang! Lakukan riset, dan brainstorming berbagai ide produk. Carilah tutorial mengenai cara buat toko online. Buatlah produk MVP. Lalu onlinekan toko Anda dan lakukan penjualan pertama!

 

Tentang penulis

Ariata C.

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tambah Komentar

Klik di sini untuk menulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.8.739
/bln