Glosarium Tutorial WordPress WordPress

Apa Itu Taksonomi WordPress: Pembahasan Lengkap

Mendengar istilah “Taksonomi” mungkin akan mengingatkan Anda pada pelajaran di kelas IPA. Istilah tersebut memang berasal dari pelajaran Biologi, tapi bukan taksonomi itu yang kami maksud. Jika di Biologi digunakan untuk mengelompokkan makhluk hidup, maka taksonomi dalam WordPress digunakan untuk mengelompokkan konten.

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu taksonomi, pengertian taksonomi, apa saja Custom Taxonomy, dan cara membuat taksonomi WordPress.

Apa Itu Taksonomi WordPress?

WordPress Codex mendefinisikan taksonomi sebagai mekanisme pengelompokan semua konten. Singkatnya, taksonomi memungkinkan Anda untuk mengelompokkan postingan berdasarkan karakteristik yang serupa.

Katakanlah Anda memiliki website tentang film. Anda ingin mengelompokkan konten film tersebut berdasarkan genre. Taksonomi memungkinkan Anda untuk melakukannya. Dengan demikian, pengunjung situs pun lebih mudah dalam menavigasikan situs Anda.

Dua taksonomi WordPress yang paling banyak digunakan untuk mengelompokkan postingan adalah Category dan Tag. Baik Category maupun Tag berada di dalam cakupan taksonomi. Totalnya, ada empat taksonomi yang dapat digunakan untuk mengelompokkan postingan.

Kami akan membahasnya satu per satu.

  1. Category

Taksonomi Category digunakan untuk mengelompokkan postingan ke dalam kategori hirarkis. Ada dua cara untuk mengelompokkan postingan dengan menggunakan Categories.

Cara pertama, login ke Dashboard dan buka Post -> Categories. Di dalam area Categories, Anda dapat membuat kategori dan memberinya nama serta menambahkannya ke slug dan menentukan child category.

cara menambah categories taksonomi wordpress

Cara kedua, buka Posts -> Add New. Kategori dapat ditambahkan secara langsung dari panel yang berada tepat di samping visual editor. Meskipun cara kedua lebih mudah dari cara pertama, Anda tidak dapat menambahkan kategori yang sudah dibuat ke slug dan deskripsi (description).

menambah categories melalui visual editor

2. Tag

Fungsi tag pada WordPress hampir sama dengan Category, yaitu untuk mengelompokkan postingan. Namun, Tag tidak memiliki struktur hirarkis.

Tag merupakan parameter single yang menempatkan postingan yang serupa bersama-sama. Hanya saja, tag berfokus pada detail yang lebih sederhana di konten, daripada berfokus pada keseluruhan tema.

Sebagai contoh, Anda hendak membuat genre dan subgenre untuk website film. Anda dapat melakukannya dengan menggunakan taksonomi Category karena taksonomi ini mendukung struktur hirarkis. Jika Anda ingin mengelompokkan film bergenre apa pun dengan Brad Pitt sebagai bintang utamanya, maka gunakanlah tag.

Langkah-langkah membuat tag sama seperti ketika membuat category. Anda dapat melakukannya dengan membuka Posts -> Tags atau masuk ke panel di samping visual editor. Anda pun bisa membuat slug dan deskripsi.

tag pada visual editor di taksonomi wordpress

Protip: Protip: Penempatan tag bersifat opsional, sedangkan category adalah suatu keharusan. Tiap postingan setidaknya memerlukan satu kategori. Bila tidak ada kategori yang dibuat, WordPress otomatis akan menyimpan postingan Anda dalam category “Uncategorized”.

Dua taksonomi selanjutnya (yang akan kami bahas di bawah ini) tidak dapat dilihat oleh para pengunjung situs.

3. Link_category

Dengan taksonomi ini, Anda dapat mengategorikan tautan (link). Fitur ini akan sangat berguna jika Anda ingin menautkan berbagai sumber ke postingan.

4. Post_format

Post_format berfungsi untuk mengategorikan postingan berdasarkan tipenya – video, standard, audio, dan lain sebagainya. Panelnya sendiri berada di sebelah visual editor.

taksonomi format pada wordpress

Custom Taxonomies

Pada sisi kanan visual editor, terdapat label “Categories” dan “Tags”. Bagaimana kalau suatu saat Anda ingin membuat taksonomi sendiri, misalnya “People”? Di sinilah kegunaan custom taxonomy. Anda dapat mengkustomisasikan taksonomi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Misalkan, Anda memiliki website fitness. Daripada membuat taksonomi umum yang berlabel “categories”, akan lebih baik jika memiliki taksonomi berbeda yang berlabel “Cardio” dan “Floor Exercise”. Tiap taksonomi bisa dimodifikasi lebih jauh dengan sub-kategori seperti “Jogging”, “Intermittent running”, dan “Crunches”. Hal yang sama juga berlaku pada tag. Anda dapat membuat label bernama “Fitness Instructor” sebagai nama default.

Cara Membuat Taksonomi WordPress: Custom Taxonomy

Ada dua cara membuat taksonomi WordPress, Custom Taxonomy, yaitu dengan plugin atau coding.

Menggunakan Plugin

Plugin mempermudah segala hal, tak terkecuali dalam pembuatan taksonomi. Anda bahkan tidak perlu menguasai pengetahuan teknis terlebih dulu untuk melakukannya.

Rekomendasi plugin untuk membuat custom taxonomies adalah Custom Post Types UI dan Pods. Kami akan menggunakan Custom Post Types UI terlebih dulu.

  1. Install dan aktifkan Custom Post Types UI
  2. Buka CPT UI -> Add/edit Taxonomies
  3. Isi kolom yang ada dengan nama taksonomi Anda. Sebagai contoh, kami menggunakan nama “Floor Exercise”. Pilih tipe postingan yang ingin diterapkan ke taksonomi baru.

custom taxonomies pada wordpress

4. Klik Add Taxonomy.

5. Jika Anda membuka Post -> Add New, taksonomi baru akan muncul di sebelah visual editor.

taksonomi wordpress tentang floor exercise

Anda akan lihat taksonomi baru berupa tag bernama “Floor Exercise”. Bagaimana jika Anda ingin membuat kategori? Mudah saja! Gulirkan kursor Anda ke bawah dan ganti Hierarchical ke True.

taksonomi hirasrkis pada wordpress

Hasilnya akan tampak seperti ini:

taksonomi floor exercise pada taksonomi wordpress

Anda juga dapat menggunakan plugin untuk membuat Custom Post Types. Info selengkapnya ada di sini.

Menambahkan Kode ke functions.php

Cara ini hanya digunakan apabila Anda sudah paham coding. Jika tidak, lewati cara ini dan gunakan plugin.

Untuk pengguna yang sudah mahir, Anda hanya perlu menambahkan beberapa baris file functions.php pada direktori tema. Perlu diingat bahwa kode untuk taksonomi hirarkis berbeda dengan yang non-hirarkis.

Lihat contoh di bawah.

Taksonomi hirarkis (category):

    //hook into the init action and call create_book_taxonomies when it fires
    add_action( 'init', 'create_topics_hierarchical_taxonomy', 0 );
    //create a custom taxonomy name it topics for your posts
    function create_topics_hierarchical_taxonomy() {
    // Add new taxonomy, make it hierarchical like categories
    //first do the translations part for GUI
     $labels = array(
       'name' =_x( 'Topics', 'taxonomy general name' ),
       'singular_name' =_x( 'Topic', 'taxonomy singular name' ),
       'search_items' =__( 'Search Topics' ),
       'all_items' =__( 'All Topics' ),
       'parent_item' =__( 'Parent Topic' ),
       'parent_item_colon' =__( 'Parent Topic:' ),
       'edit_item' =__( 'Edit Topic' ),
       'update_item' =__( 'Update Topic' ),
       'add_new_item' =__( 'Add New Topic' ),
       'new_item_name' =__( 'New Topic Name' ),
       'menu_name' =__( 'Topics' ),
     );  
    // Now register the taxonomy
     register_taxonomy('topics',array('post'), array(
       'hierarchical' =true,
       'labels' =$labels,
       'show_ui' =true,
       'show_admin_column' =true,
       'query_var' =true,
       'rewrite' =array( 'slug' = 'topic' ),
     ));
    }

Taksonomi nonhirarkis (tag):

//hook into the init action and call create_book_taxonomies when it fires
add_action( 'init', 'create_topics_hierarchical_taxonomy', 0 );
//create a custom taxonomy name it topics for your posts
function create_topics_hierarchical_taxonomy() {
// Add new taxonomy, make it hierarchical like categories
//first do the translations part for GUI
 $labels = array(
   'name' =_x( 'Topics', 'taxonomy general name' ),
   'singular_name' =_x( 'Topic', 'taxonomy singular name' ),
   'search_items' =__( 'Search Topics' ),
   'all_items' =__( 'All Topics' ),
   'parent_item' =__( 'Parent Topic' ),
   'parent_item_colon' =__( 'Parent Topic:' ),
   'edit_item' =__( 'Edit Topic' ),
   'update_item' =__( 'Update Topic' ),
   'add_new_item' =__( 'Add New Topic' ),
   'new_item_name' =__( 'New Topic Name' ),
   'menu_name' =__( 'Topics' ),
 );  
// Now register the taxonomy
 register_taxonomy('topics',array('post'), array(
   'hierarchical' =true,
   'labels' =$labels,
   'show_ui' =true,
   'show_admin_column' =true,
   'query_var' =true,
   'rewrite' =array( 'slug' = 'topic' ),
 ));
}

Untuk menampilkan taksonomi baru di visual editor, buka single.php dari Editor dan salin kode ini:

the_terms( $post-ID, 'topics', 'Topics: ', ', ', ' ' );

Jika prosesnya dilakukan dengan tepat, taksonomi baru bernama “Topic” akan muncul di visual editor Anda.

Kesimpulan

Melalui artikel ini, Anda sudah mempelajari tentang apa itu taksonomi dan juga contoh taksonomi. Taksonomi WordPress digunakan untuk mengelompokkan konten. Kategori digunakan untuk topik yang luas, sedangkan tag untuk informasi yang lebih detail pada postingan. Anda juga dapat membuat custom taxonomies menggunakan plugin atau file functions.php.
Dengan memanfaatkan taksonomi WordPress, user experience di situs Anda akan semakin meningkat.

Tentang penulis

Nadia Agatha

Nadia merupakan penerjemah lepas sejak 2016, kini ia menjadi penerjemah untuk Hostinger. Ia gemar membaca dan melakukan penelitian seputar penerjemahan dan sosiolinguistik. Disamping itu, ia juga suka bermain dengan kucingnya dan bercengkrama bersama teman-temannya di waktu senggang.

Tambah Komentar

Klik di sini untuk menulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.10.275
/bln