CDN Glosarium

Apa Itu CDN? Pembahasan Mengenai Content Delivery Network

Pernah atau mungkin sering mendengar istilah ‘CDN’? Mungkin sebagai pemula, Anda pasti akan bertanya-tanya apa itu CDN. CDN adalah sekelompok server yang ditempatkan di berbagai lokasi untuk menyebarkan konten web ke sejumlah wilayah geografis yang luas. CDN merupakan singkatan dari Content Delivery Network.

Acapkali CDN disebut juga sebagai “jaringan distribusi (distribution network)”, dan fungsinya adalah untuk menyediakan beberapa points of presence (PoPs) di luar server asal. Trafik dapat dikelola dengan baik karena website mampu menangani permintaan user dengan cepat. User experience pun akan meningkat.

Setiap kali mengakses website dengan trafik eCommerce tinggi, misalnya Amazon, atau bertukar sapa dengan teman di Facebook, maka saat itu juga Anda sedang menggunakan CDN. Data center ini memastikan semua sisi dunia saling terhubung dengan menghadirkan konten lebih dekat ke orang-orang yang memang membutuhkannya tanpa terhalang jarak dari masing-masing user atau server website utama.

Dengan menyebarkan sistem delivery ke wilayah yang luas, website dapat mengurangi penggunaan bandwidth yang berlebihan dan waktu loading halaman, memangkas hingga beberapa detik dalam mengelola permintaan (request) user.

Pengertian Konten

Sebelum membahas lebih jauh tentang penyebaran konten (content delivery), Anda harus memahami apa itu konten terlebih dulu. Konten merupakan elemen teks, suara, dan visual website: teks, gambar, file audio, video, dan lain sebagainya.

Ada dua tipe konten: statis dan dinamis. Konten disebut statis apabila versi awalnya (input) merupakan versi yang sebenarnya dilihat orang di halaman website (output). Dalam kalimat yang lebih sederhana, konten statis memiliki bentuk serta tampilan yang tetap sama dan tidak dimodifikasi. Server menyediakan data yang sama ke setiap user sehingga penyebarannya lebih cepat. Prosesnya sederhana: user meminta (request) file dari web server, dan server memberikan file.

Konten dinamis merupakan konten yang berubah berdasarkan input. Konten tersebut dimodifikasi di seluruh halaman, tergantung pada input user. Salah satu contoh konten dinamis adalah halaman produk yang memuat nama, deskripsi, harga, bahkan gambar produk. Contoh lainnya adalah halaman web yang berisikan informasi relevan atau catatan interaksi user.

Bagaimana Cara Kerja CDN?

Cyberspace merupakan konsep yang memang sangat sulit dipahami bagi user pemula. Posisi Anda saat ini, misalnya, sedang duduk santai di rumah yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Anda lalu mengambil smartphone atau laptop dan mengetikkan sebuah request ke mesin pencari atau mengetikkan alamat web ke URL bar. Setelah itu, Anda hanya perlu menekan tombol Enter dan menunggu beberapa saat.

Permintaan (request) Anda diterima oleh server yang lokasinya sangat jauh dari rumah Anda. Jutaan informasi didistribusikan antara ke server awal dan komputer atau perangkat mobile. Proses ini cukup sulit dikelola secara efisien dengan konten statis. Sebagian besar halaman web memuat ratusan elemen yang bervariasi, mulai dari teks biasa hingga konten multimedia yang interaktif.

Apa itu CDN: cara kerja CDN

Perlu diingat bahwa semakin dekat ke source, maka semakin cepat pula permintaan Anda ‘dikabulkan’.

Permintaan (request) dikelola oleh server jaringan yang paling dekat dengan komputer yang mengirimkan permintaan tersebut. Dengan melakukan cache data dan menyebarkan sejumlah request untuk informasi yang sama melalui jaringan alih-alih satu server, beban trafik (traffic load) lebih seimbang. Dengan begini, masalah-masalah yang kerap terjadi, seperti loading halaman yang lambat, browser rusak, dan service terganggu, dapat teratasi.

Kegunaan CDN

Kegunaan CDN tergantung pada ukuran website, jarak lokasi ke sumber trafik inti, dan jumlah trafik yang dihasilkan. Misalnya, bisnis lokal dengan lokasi fisik yang melayani pelanggan di area yang kecil tidak perlu menggunakan CDN.

Akan tetapi, jika Anda menjalankan bisnis eCommerce yang memang ingin meluaskan wilayah penjualan, atau memiliki website dengan trafik yang tinggi dari berbagai lokasi, maka CDN yang efisien dan cepat akan membantu Anda agar bisa unggul dan mampu menyediakan tampilan UX yang disukai mesin pencari dan konsumen.

Ada empat manfaat menggunakan CDN server. Setiap server dibangun di atas server lainnya untuk mengatasi masalah yang terjadi karena konten yang kompleks dan trafik dengan volume tinggi.

Jaringan distribusi konten yang efektif sebaiknya memberikan empat manfaat ini:

  1. Mengurangi Bandwidth

Salah satu fitur dengan anggaran tinggi di beberapa provider hosting adalah bandwidth. Mengurangi jumlah bandwidth untuk mengelola trafik yang masuk dengan menambahkan points of presence akan menghemat biaya berlangganan hosting.

Pengefektifan bandwidth biasanya dilakukan dengan menggunakan tool optimasi, seperti caching, dengan menempatkan data ke penyimpanan sementara pada komputer atau perangkat mobile demi kemudahan akses.

  1. Menaikkan Kecepatan

Salah satu penyumbang terbesar untuk bounce rate yang tinggi adalah latency. Latency merupakan peningkatan waktu yang diperlukan untuk mentransfer informasi dari user ke sumber dan kembali lagi ke user, dan biasanya disebabkan oleh:

  • Keterlambatan dalam membaca file karena penyimpanan (storage) yang diblokir
  • Keterlambatan dalam memproses data dari server
  • Mode transmisi data, misalnya jaringan fiber optik vs kabel koaksial
  • Propagasi, atau kecepatan perjalanan data dari satu node ke node lainnya.

Dengan menggunakan jaringan distribusi yang tepat, keempat masalah di atas dapat teratasi.

  1. Meningkatkan Keamanan

Jika proses data transfer dilakukan dari satu server, maka jaringan Anda akan rentan terhadap serangan online berbahaya, misalnya serangan denial-of-service (DDoS) dan lain sebagainya.

Kerentanan tersebut diakibatkan oleh permintaan (request) terkoordinasi yang dikirimkan dari berbagai lokasi dan user di satu waktu tertentu; tapi terkadang pengiriman permintaan tersebut juga dapat dilakukan secara otomatis dengan bot. Tujuannya adalah untuk menyebabkan masalah pada server dengan cara menaikkan jumlah trafik. Biasanya digunakan untuk membuat pernyataan politik atau memang murni ingin memunculkan ‘keributan’.

Permintaan ‘serangan’ tersebut bisa berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari sehingga website tidak dapat diakses dan hasilnya trafik menurun. Dengan menggunakan penyaring DDoS dan menyebarkan query ke beberapa lokasi, permintaan ‘palsu’ yang menyebabkan kenaikan trafik secara drastis dapat ditanggulangi.

Anda juga bisa menggunakan CDN untuk mengamankan data sensitif dari serangan para hacker. CDN terus memperbarui sertifikat TLS/SSL untuk menaikkan standar otentikasi dan enkripsi. Sertifikat tersebut juga membelokkan trafik dari server asal ke proxy.

  1. Memperbaiki Distribusi Konten

Trafik yang tinggi dan kegagalan hardware merupakan kombinasi yang buruk karena downtime akan sering terjadi pada website. Dengan menyebarkan beban ke berbagai sistem distribusi konten, setidaknya beban infrastruktur dan server sedikit lebih ringan.

CDN adalah: ilustrasi cloudflare_ddos

Lalu, siapa dan apa saja yang membutuhkan content delivery network (CDN)?

  • E-Commerce
    E-commerce erat kaitannya dengan trafik yang datang dari seluruh penjuru dunia. Produk yang ditawarkan beragam jenisnya, tapi konsumen hanya punya sedikit waktu untuk melihat setiap barang yang diperjualbelikan. Apabila website gagal menyediakan informasi yang dibutuhkan dalam hitungan detik, maka kesempatan akan raib begitu saja. E-Commerce membutuhkan CDN untuk menangani permintaan (request) dari berbagai lokasi. Di sinilah CDN memainkan perannya. Dengan menyimpan konten di server terdekat dan mengirimkan respons yang cepat, CDN mampu mencegah tingginya lonjakan trafik sehingga server tidak akan bermasalah.
  • Periklanan (advertising)
    Ketika terjun ke dunia digital, bisnis periklanan menggunakan iklan berbasis multimedia. Iklan multimedia lebih atraktif, informatif, dan menarik. Hanya saja, permasalahan utama dari metode iklan ini terletak pada kebutuhan resource yang tinggi. Apabila tidak dicari solusinya, skenario terburuk yang bisa dibayangkan adalah iklan multimedia membutuhkan waktu loading yang lama. Semakin lama loading suatu website, maka semakin banyak pula pengunjung yang keluar dari situs dan tidak akan kembali. Karena itulah, bisnis periklanan memerlukan CDN untuk mengatasi hal ini. Karena CDN menyimpan cache content di server yang paling dekat dengan user, maka konten akan ter-load lebih cepat. Waktu loading minimum pun dapat dipertahankan, dan performa website kian membaik.
  • Game Online
    Jika bisnis periklanan membutuhkan resource yang tinggi untuk menyimpan konten, maka game online membutuhkan lebih banyak lagi. Mereka harus terus-menerus menyediakan konten terbaik dan menjaga performa game agar tetap stabil, dan ini merupakan tantangan tersendiri di industri game. Dengan adanya teknologi CDN, game online akan memiliki push zone – tempat di mana developer dapat mengonlinekan keseluruhan game pada server CDN. Alhasil, permintaan (request) yang dikirimkan secara langsung dari server asal akan menurun.
  • Entertainment
    Konten merupakan jantung dari industri media dan hiburan. Mulai dari aktivitas mengunduh hingga streaming online, konten hiburan menarik perhatian jutaan orang dari seluruh dunia. Pemilik website harus menyediakan berbagai konten yang menarik sebagai strategi agar web bisa terus berfungsi. Untuk mengatur lonjakan trafik, pemilik website hiburan sebaiknya menerapkan CDN cached content. Salinan konten yang tersimpan di sejumlah server bisa langsung dihadirkan manakala user mengirimkan permintaan dari berbagai lokasi. Dengan demikian, layanan berbasis konten dapat terkelola sepenuhnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang CDN

Setelah Anda memahami pengertian CDN dan kegunaannya, berikut beberapa FAQ tentang software tersebut.

Bagaimana Cara Kerja CDN Sehingga Bisa Membuat Loading Website Saya Lebih Cepat?

Ada tiga cara yang dilakukan CDN dalam menurunkan waktu loading dan meningkatkan kecepatan secara keseluruhan.

  1. Dengan mendistribusikan dan menyimpan berbagai tipe konten, seperti gambar, teks, dan file media untuk akses yang lebih cepat.
  2. Dengan mengurangi pemakaian bandwidth. Caranya adalah dengan menyediakan konten dari berbagai lokasi alih-alih mengirimkannya dari satu server saja.
  3. Dengan menangani lonjakan trafik pada waktu-waktu tertentu (peak times), seperti hari libru atau keadaan darurat nasional tanpa adanya gangguan pada layanan.

Website Apa Saja yang Membutuhkan CDN?

Website B2B atau B2C dengan user base di luar jangkauan lokasi geografisnya membutuhkan CDN. Blog dan website dengan volume trafik yang tinggi juga bisa menggunakan CDN.

Apakah CDN Aman?

Ya. CDN di-deploy pada jaringan yang lebih luas. Software ini menyediakan buffer yang lebih aman antara website, trafik, dan pihak lainnya. Anggap saja CDN sebagai pagar yang mengelilingi dan mengamankan perimeter jaringan server Anda.

Apa Perbedaan CDN dan VPN?

Content delivery network mempercepat penyebaran informasi dengan mengirimkan dan/atau menyimpan konten website melalui jaringan server. Pengunjung situs pun dapat mengakses halaman web dari source terdekat yang tersedia.

Virtual Private Network (VPN) mengamankan identitas user dan menggunakan berbagai server di lokasi yang berbeda untuk mengatasi perbedaan jarak geografis dan membuka pembatasan atau larangan yang diterapkan di tipe konten tertentu. Baik VPN maupun CDN menyediakan keamanan tambahan dan kebebasan akses, tapi keduanya punya tujuan yang berbeda.

Apakah CDN Serupa dengan Layanan Hosting?

CDN bukanlah tempat untuk mengonlinekan website, tapi software ini dapat meningkatkan performa dari server yang mengonlinekan website dengan cara melakukan cache dan metode optimasi lainnya untuk mengurangi penggunaan bandwidth. CDN juga meningkatkan kecepatan web dan mengatasi masalah, seperti gangguan koneksi, rendahnya keamanan, dan pengiriman konten yang lambat.

Jaringan distribusi konten bahkan dapat digunakan di server. Layanan hosting menyediakan platform untuk mengonlinekan website utama, sedangkan CDN menyediakan proxy untuk mendistribusikannya. Dengan begini, user experience akan meningkat dan biaya hosting yang dikeluarkan pun tidak banyak.

Apakah CDN Berfungsi di Perangkat Mobile?

CDN berfungsi di desktop, laptop, bahkan perangkat mobile asalkan terhubung dengan internet. Semua proses ini dibuat di source, bukan di user end.

Apakah Semua CDN Sama?

Popularitas CDN dan perlunya meningkatkan kecepatan website menjadi penyebab melonjaknya bisnis penyebaran konten. Sama seperti provider service lainnya, tidak semua CDN menawarkan layanan, kegunaan, atau fungsionalitas yang sama.

Ada CDN yang gratis, ada yang berbasis subscriber, dan ada pula yang menawarkan layanan berbayar dan premium. Contoh provider CDN bisa dilihat pada CloudFlare.

Apa yang Harus Dipertimbangkan Ketika Mencari CDN?

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih CDN adalah bujet atau biaya dan persyaratan, termasuk kebutuhan akan datang kalau-kalau trafik atau resource melonjak tinggi.

Selain dua pertimbangan di atas, berikut beberapa fitur yang sebaiknya dimiliki CDN:

  • Fitur push/pull
  • Origin shield
  • Logging
  • Cache control
  • Kemudahan kustomisasi
  • Perlindungan DDoS
  • HTTP/2 support
  • Diagnostics, analytics, dan reporting
  • Geo-filtering

Kesimpulan

Tujuan utama membuat website adalah menarik trafik sebanyak mungkin dan di saat bersamaan mampu mengelolanya secara efisien.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa keterlambatan pengiriman konten selama satu detik saja dapat menyebabkan penurunan konversi sebesar 7 persen, page view sebesar 11 persen, dan kepuasan pelanggan hingga 16 persen (silakan lihat lebih jelas di Amazon).

Apabila Anda ingin mempertahankan level service sebagaimana mengembangkan keberadaan web, maka saran kami gunakanlah content delivery network. Software ini dapat diandalkan dan diskalakan.

CDN dapat mengatasi masalah yang disebabkan oleh latency, serta mampu memberikan website yang lebih cepat dan punya performa terbaik serta konsisten.

Tentang penulis

Ariata C.

Ariata suka sekali menulis dan menerjemahkan, dan sekarang ini bekerja sebagai translator di Hostinger Indonesia. Lewat artikel dan tutorial yang diterbitkan di blog Hostinger, Ariata ingin membagikan pengetahuan tentang website, WordPress, dan hal terkait hosting lainnya kepada para pembaca.

Tambah Komentar

Klik di sini untuk menulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dapatkan harga hemat!

Web Hosting Gratis Domain mulai dari

Rp.8.739
/bln